
Selama lima jam si ibu membantu ku mencuci, saat Maghrib dia pulang lalu aku memberi gaji dia.
Saat ini aku sendirian di laundry, suami ku sudah berangkat kerja pukul tiga sore tadi.
Aku coba belajar cara packing pakaian melalui YouTube, awal nya sulit dan cara packing ku lumayan berantakan. Tapi setelah packing ke tiga dan seterusnya cara packing ku sudah mulai rapi.
Karna terlalu sibuk tidak terasa waktu terus berjalan, ku lihat jam sudah hampir pukul sepuluh malam.
"Huh akhirnya terlewati juga hari ini" ucap ku seorang diri.
Aku pun mulai merapikan barang-barang ku dan sebelum pulang aku sapu-sapu lantai dan membuang sampah.
Ku matikan semua mesin dan timbangan, ku cabut semua kabel-kabel yang tidak di gunakan lagi.
Setelah itu aku memesan ojek online lalu pulang ke rumah.
Hari-hari berlalu, saat suami ku libur kerja maka dia yang menemani ku sambil membantu ku di laundry.
Tapi saat suami ku kerja, maka adik ipar dan anak ku yang menemani ku.
__ADS_1
Beruntung nya aku memiliki suami yang pengertian. Setiap hari aku pergi jam sembilan pagi dan pulang jam sepuluh malam. Rasanya badan ku sudah hampir remuk.
Saat suami ku masuk pagi, aku harus bangun cepat karna harus menyiapkan sarapan untuk suami ku dan harus membangunkan nya.
Tapi untung nya selama dua Minggu aku bekerja full time keseringan suami ku masuk sore dan malam.
Saat suami ku tidak masuk pagi, aku bisa bangun jam delapan pagi.
Itu pun dia yang membangunkan ku, saat aku bangun dia bahkan sudah selesai memandikan anak kami.
"Dek bangun udah jam delapan, kamu gak ke laundry?" ucap suami ku sambil menggoyangkan tangan ku
"Hmm sakit banget semua badan ku bang" ucap ku manja sambil meregangkan otot-otot tangan ku
"Masak nasi aja sana, gak usah masak lauk. Ntar lauk nya kita beli aja di jalan" biar kamu gak capek.
Dimana lagi coba bisa dapat suami yang pengertian seperti dia? Hehehe bersyukur aja yaa kan?
Hari-hari berlalu begitu cepat, mungkin karna setiap hari aku berangkat pagi pulang malam.
__ADS_1
Aku bahkan tidak perduli lagi apapun tentang tetangga TOXIC ku ini.
Seingat ku mereka sudah tidak mau lagi menyindir dan menghina ku semenjak si inang operasi.
Mungkin mereka sudah bertobat ucap ku dalam hati.
Dua Minggu aku bekerja sendiri di laundry, akhirnya bos ku pulang dari Singapura.
Mereka tetap menyuruh ku bekerja hingga hari ke dua puluh.
Katanya mereka masih sangat capek, lagipula agar mereka memberi gaji ku genap kata mereka.
Ku turuti saja. Bahkan di hari ke dua puluh mereka memanggil tukang urut ke laundry, mereka juga menyuruh ku di urut dan mereka yang membayar.
Selain itu mereka juga memberikan oleh-oleh cukup banyak pada ku, oleh-oleh aneka coklat yang di bawa dari negeri singa tersebut.
Sekarang aku kembali menjadi pekerja part time di laundry. Waktu ku kembali ku habis kan di rumah saja.
Sesekali saat aku suntuk di rumah, aku pergi ke kost beberapa teman ku.
__ADS_1
Walaupun sudah menikah dan punya anak, aku masih memiliki banyak teman yang masih lajang, sehingga mereka sangat senang saat aku membawa anak ku berkunjung ke kost mereka.