
Aku mulai bekerja dari jam satu siang, karna sudah hampir dua tahun tidak pernah bekerja lagi, rasa nya kaki ku seperti mau copot apalagi saat menyetrika aku harus berdiri.
Ternyata bekerja di laundry tidak semudah yang ku bayangkan.
Berkali-kali aku di suruh mengulang setrikaan karna ternyata sisi kiri dan sisi kanan baju pun harus sama besar nya.
Saat aku sedang serius menyetrika, salah satu pemilik laundry tersebut mengajak bercanda. Aku lumayan kaget karna jujur saat pertama kali melihat mereka aku sangat takut dan agak ragu bekerja di sini. Karna penampilan mereka yang lumayan galak menurut ku.
Satu nama nya kak Angel, badan nya kecil dan mungil kulit nya sawo matang tapi dia bertato dan rambut nya berwarna merah dan satu lagi nama nya Wahyuni badan nya besar dan tomboy, kulit nya putih, potongan rambut nya seperti laki-laki dan rambut nya berwarna merah, nama laki-laki nya Wahyu dan nama perempuan nya Yuyu.
"Kak, istirahat dulu, minum dulu. Gak usah di paksain banget, kalau capek istirahat dulu loh nanti kakak pingsan lho" ucap kak Wahyuni atau Yuyu sambil tertawa
"Iyaa kak, belum capek kok" ucap ku sedikit berbohong. Walaupun sejujur nya aku sudah sangat lelah dan kaki ku pegal sekali rasa nya. Tapi aku takut karna ini masih hari pertama bekerja aku ingin meninggal kan kesan yang baik.
"Sebelum nya ada juga pekerja part time disini kak, di suruh istirahat gak mau ehh gak lama lagi dia pingsan" ucap kak Yuyu lagi.
Mata ku melotot tak percaya "haa serius kak? Sampai pingsan?" Ucap ku tak percaya.
Kak Yuyu mengangguk sambil menghidup kan rokok nya, buset ternyata mereka berdua merokok.
Ternyata kak Yuyu orang nya humble, dan baik. Tak terasa ku lirik jam ternyata sudah pukul setengah empat sore. Tidak terasa waktu berlalu terasa cepat, mungkin karna kami sambil mengobrol.
"Jadi kakak kok mau kerja di laundry? Kenapa gak coba cari kerja ke perusahaan atau ke PT saja?" Ucap kak angel.
Sudah empat jam aku di sini, baru ini dia mengajak ku bicara.
"Ucah coba sih kak, tapi memang belum ada panggilan" ucap ku
"Kakak umur nya berapa? Dua puluh tiga atau dua puluh empat?" Ucap kak Angel lagi
"Aku masih dua puluh tiga kak, kalau kakak berapa umur nya?" Aku bertanya balik
Kak Angel menyeringai "Tebak lah berapa umur kami"
"Hmm 26 yaa?" Ucap ku
Mereka berdua tertawa ngakak, aku sampai bingung melihat mereka. Apa yang lucu ucap ku dalam hati.
__ADS_1
"Emang nya kami masih kelihatan muda yaa kak?" Ucap kak Yuyu masih sambil tertawa
"Emang kelihatan nya seperti umur 26 tahun kok kak" ucap ku serius "jadi berapa kak?"
"Kasih tau gak yaa????"
Aku tertawa, jujur rasa nya semua rasa takut dan gugup yang sedari tadi ada di hati ku seolah hilang.
Ternyata mereka tidak semenakutkan yang ku bayangkan di awal. Ternyata mereka lucu.
Ternyata benar pepatah yang mengatakan jangan menilai buku hanya dari cover nya, jangan menilai seseorang dari penampilan nya.
Ternyata di balik penampilan mereka yang terlihat sangat bebas dan menakutkan mereka memiliki sifat yang baik dan lucu
"Aku umur 28 dan si Yuyu umur 30 kak" sambung kak angel
Mata ku melotot tak percaya, ternyata umur mereka jauh lebih tua dari ku. "Jadi kakak berdua udah nikah?" Tanya ku lagi tapi masih tetap berusaha fokus menyetrika, jangan sampai karna keasikan ngobrol pekerjaan ku jadi lalai.
"Belum kak, hahahaha gak ada yang mau sama kami" ucap mereka berdua sambil tertawa .
Tapi aku kurang yakin saat mereka bilang tidak ada yang mau pada mereka, karna menurut ku mereka lumayan cantik wajah nya hanya salah di penampilan saja.
Aku lanjut fokus menyetrika, sambil sesekali melirik jam ternyata sudah pukul lima sore.
Kira-kira aku kerja berapa jam yaa? Monolog ku dalam hati
Hampir dua puluh menit aku menahan pertanyaan itu dalam hati, akhirnya aku beranikan untuk bertanya.
"Kak ini sampai jam berapa ya aku part time nya?" Tanya ku sedikit tersenyum dan sedikit takut-takut
"Kenapa sih kak? Kakak mau malam mingguan yaa?" Ucap kak angel sambil tertawa
"Malam mingguan apaan, kalau udah nikah mah semua hari sama aja kak, semua hari berasa malam Jumat" ucap ku sedikit bercanda
Tapi ternyata mereka memberikan respon yang berbeda, mata mereka melotot " kakak udah nikah yaa?" Ucap mereka bersamaan.
"Hehehe udah lah kak, malahan udah punya anak usia nya hampir dua tahun" ucap ku tersenyum dan menunjukkan deretan gigi ku
__ADS_1
"Jadi kakak nikah umur dua puluh tahun yaa?, Serius lah kak? Kita kirain kakak belum nikah loh, astagaa"
"Jadi umur suami kakak berapa?"
"Dua puluh tujuh tahun kak" ucap ku
"Astaga kak, karna melihat penampilan kakak masih kayak anak gadis makanya kita kirain belum nikah" ucap mereka lagi "jadi anak kakak dimana? Siapa yang jaga?"
"Ada yang jaga adik ipar ku di rumah kak"ucap ku
"Kalau part time disini sih terserah kakak mau kerja berapa jam, sanggup nya berapa jam, kita gak maksa kok" ucap kak Yuyu
"Ooh gitu yaa kak, aku balik jam tujuh aja ya kak. Takut nya anak ku rewel sama Tante nya karna ini baru pertama kali aku tinggalin dia" sambung ku sambil melirik jam ternyata sudah pukul tujuh kurang dua puluh lima menit. "Aku izin megang hp bentar yaa kak, mau ngechat suami ku biar dia jemput aku"
"Santai aja kak, disini kerja mah bebas" ucap mereka
Sudah pukul tujuh, dan suami ku juga sudah menunggu di depan. Aku sedang menunggu kak angel menghitung berapa kg yang sudah ku setrika.
Ternyata aku hanya dapat tiga puluh tujuh kilogram dan jika di kalikan per kilogram nya seribu lima ratus, aku hanya mendapat sekitar lima puluh lima ribu.
Rasa nya aku masih tidak percaya, yang sedari rumah aku sudah menarget kan seratus kilogram ternyata sangat sulit mendapat segitu.
Lalu kak Angel memberikan uang sejumlah tujuh puluh ribu sambil mengucapkan terimakasih.
"Kebanyakan ini kak, kan cuma lima puluh lima ribu" ucap ku
"Gakpapa kak, itu bonus karna kakak cepat nangkap dan gak susah di ajari" ucap kak Angel.
"Wahh makasih yaa kak, jadi enak nih"
ucap ku sedikit nyengir.
"Besok-besok kalau kami suruh datang lagi mau yaa kak" ucap mereka.
"Hehehe oke siap kak"
Lalu aku berpamitan pulang, saat di jalan suami ku bertanya bagaimana cara kerja nya, tapi aku tidak mengeluh dan seolah-olah aku menyukai pekerjaan itu.
__ADS_1
Karna aku sudah hafal betul bagaimana sifat suami ku, jika aku bilang kerja nya sangat capek dan pegal apalagi uang yang ku dapat tidak sebanding dengan rasa lelah ku, pasti dia tidak akan mengizinkan aku untuk bekerja disitu lagi.