
Hari terus berlalu, aku juga sudah sering di panggil bekerja di laundry sebagai part time
Ternyata semakin lama bekerja di situ semakin aku terbiasa.
Aku sudah tidak merasa secapek saat baru-baru bekerja, pendapatan ku pun mulai bertambah, mungkin karna sudah terbiasa dan sudah mulai paham teknik bekerja dengan cepat.
Bahkan untuk mencari uang delapan puluh ribu hingga seratus ribu pun sudah tidak sulit lagi bagi ku.
Lumayan lah yaa, daripada di rumah-rumah saja dan pusing melihat para tetangga ku yang setiap hari menggosip, mendingan aku kerja di laundry heheheh?
Semenjak ke datangan adik ipar ku, aku sama sekali tidak pernah lagi ikut ngumpul dengan mereka, selama ini pun sebenarnya aku tidak mau kumpul dengan mereka, hanya saja aku muak setiap hari suami ku menyuruh ku kumpul dengan para tetangga tukang gosip dan julid itu.
Dan semenjak ada adik ipar ku, aku sudah tidak kesepian lagi di rumah saat suami ku pergi bekerja, kini aku sudah punya teman ngobrol.
Hari ini aku ada mendapat kan email panggilan untuk mengikuti test tertulis besok di salah satu pabrik, tentu aku sangat bersyukur karna setelah sekian lama mengirim lamaran dan baru ini ada panggilan. Aku pun menyiapkan apa-apa saja yang di perlukan, aku menyiapkan baju hitam putih dan alat-alat tulis.
Keesokan hari nya, sebelum melaksanakan test tertulis, kami para pelamar kerja di ukur dulu tinggi badan nya.
Minimal 153 cm, jika tidak mencapai 153 cm maka di persilahkan pulang dan tidak boleh mengikuti test tertulis.
Ada sekitar tiga orang yang di suruh pulang karena tinggi badan mereka di bawah standart, aku sedih melihat mereka tapi mau bagaimana lagi, tidak ada waktu untuk memikir kan kondisi orang lain untuk saat ini.
Bahkan nasib ku ajaa belum terjamin.
Saat kami sudah memasuki ruangan Test tertulis, sebelum memulai kami di beri arahan dulu oleh seorang wanita muda.
Dia memperkenal kan diri sebagai HRD di pabrik atau perusahaan tersebut .
Setelah selesai memberi arahan dia membagikan kertas soal masing-masing peserta satu lembar.
__ADS_1
Kami di beri soal matematika 55 soal dengan waktu satu setengah jam.
Jenis soal tersebut ada dua, dari nomor satu hingga soal ke lima puluh terdapat perkalian tiga angka dan empat angka lalu dari sisa soal nya adalah soal cerita.
Lalu kami juga di jelas kan jika yang lima puluh soal itu masing masing soal nilai nya satu.
Nilai yang besar adalah soal cerita tersebut, masing-masing soal bernilai sepuluh jika jawaban benar.
Jika jawaban kami pun salah, tetap akan mendapat poin dari mereka.
Saat sudah mulai mengerjakan soal, aku fokus kan untuk menyelesaikan terlebih dahulu soal cerita. Karena selain poin nya lebih besar, mengerjakan soal cerita ini pun memang perlu waktu dan ketenangan agar bisa menganalisa soal dengan baik.
Aku terlalu fokus mengerjakan soal sampai tidak sadar jika waktu hanya tinggal sepuluh menit lagi. Ku cek lagi jawaban ku jangan sampai ada yang kosong.
Setelah selesai mengerjakan test tertulis tersebut kami di perbolehkan pulang, dan untuk hasil nya dalam waktu seminggu ini akan di kirim kan melalui email.
Jika tidak menerima email maka tidak lolos.
Sebelum pulang aku meminta no wa beberapa teman-teman ku yang mengikuti test tadi, selain untuk menambah teman kami juga akan saling memberi kabar jika ada yang mendapat email pemberitahuan hasil test tadi..
Keesokan harinya aku mendapat email lagi dari perusahaan tersebut, aku bahagia sekali karena kata mereka dalam waktu satu Minggu hasil nya akan keluar, tapi ini baru sehari aku sudah mendapat kan email.
Tiga hari lagi kami di suruh untuk datang ke tempat kemarin, karna akan di melakukan tahap interview, kami juga di suruh mengenakan pakaian hitam putih.
Aku langsung membuka aplikasi chat berwarna hijau, ku buka grup chat yang di buat salah satu dari peserta test tersebut
[" Ada yang dapat email gak yaa??"] Ketik ku di grup tersebut.
Tidak lama setelah nya ada balasan ku lihat nama nya bernama Novita ["belum ada nih kak"]
__ADS_1
["Ada kak"] balas salah satu cowok yang ku lihat nama nya Daniel
["Astaga untuk kakak tanya, aku barusan cek email ternyata dapat nih"] balas yang bernama Mario .
Lalu banyak lagi balasan yang mengatakan tidak mendapatkan email sama sekali.
Ku lihat hanya ada sekitar enam orang yang mendapat kan email, dan hanya aku sendiri perempuan, selebih nya laki-laki.
Aku pun bertanya-tanya, "kok yang dapat email cuma aku sendiri yang cewek yaah, dari empat puluhan orang yang mengikuti test kenapa cuma enam orang yang lolos?" monolog ku dalam hati.
Yaaudah lah harus nya aku bersyukur bukan malah mengeluh.
Hari yang ku tunggu- tunggu sudah tiba, hari ini aku di antar suami ku ke tempat yang sudah di tentukan.
"Dek, Abang nunggu di sini ya" ucap suami ku
"Loh disini kan parkiran bang, panas lagian. Abang nunggu ke kantin sana aja deh, nanti kalau aku udah selesai aku telfon Abang" ucap ku karna takut nya aku lama nanti, kasihan dia harus menunggu lama di tempat parkir
"Pak permisi, mau tanya ruangan untuk interview pencari kerja di sebelah mana yaa?" Tanya ku kepada salah satu security yang berdiri si pos nya.
"Oh itu lurus dek, habis tu sebelah kiri. Lihat aja nanti yang ramai pakaian hitam putih, nunggu di situ aja dulu" ucap security tersebut.
"Baik pak, makasih yaa pak" ucap ku sedikit menunduk lalu pergi ke arah yang di tunjuk security tadi .
Berapa terkejut nya aku saat melihat ternyata bukan cuma enam orang yang mengikuti interview hari ini.
Ku hitung yang sudah menunggu ada hampir empat orang lalu masih ada beberapa orang lagi yang sedang berjalan ke arah sini.
"Kok banyak banget yaa kak, yang ikut interview hari ini? Ucap ku mengajak ngobrol salah satu perempuan yang ku tanya nama nya Dila.
__ADS_1
"Emang banyak kok kak, di email aja ada sekitar lima puluhan" ucap nya
haa....Lima puluhan?????? mata ku melotot membayangkan sebanyak itu orang yang akan di interview, sungguh ini di luar ekspektasi ku. nyali ku semakin menciut, aku menjadi tidak percaya diri saat ini!