I'M (Not) Antagonist

I'M (Not) Antagonist
Chap.09


__ADS_3

Jamkos, kebahagian bagi para siswa yang tiada tara, tidak ada tugas ataupun ocehan ocehan guru yang kadang berteriak, suara kecil ataupun ketus.


Alinara, sang pemeran utama kita sedari tadi tidur di pojokan dengan 3 kursi di dempetkan dan tas yang sebagai bantalan.


tadi, setelah pergi dari kantin dirinya langsung ke kelas dan saat sudah bel ternyata ada rapat dadakan dan seluruh kelas di jamkoskan, asal tidak sampai membuat masalah yang merugikan tak masalah. itu yang di katakan guru penjas.


kepalanya pusing karna kejadian di kantin, heyy!! dirinya hanya ingin hidup tenang dengan semua harta yang ia punya, hidup damai dengan komik, novel, *******, musik, dan cemilan di sekelilingnya.


tapi kenyataan tidak sesuai ekspetasi, si Anj*ing betina itu selalu membuat masalah dengannya. dirinya saja merasa lelah.


XI - Mipa¹. kelas Nara yang paling ribut, ada yang membaca novel, nyanyi, ghibah, main hp, nge game, dan juga yang sedang bertengkar.


Lysa yang bangkunya tepat di depan Nara sesekali melirik dengan datar ke arah kelas yang sedang ribut, Syla sedari tadi asik ngegame dan Salsa, perempuan itu mengikuti ghibah di salah satu kelompok. ya memang, ghibah di bagi dua kelompok, yang satu di depan dan yang satunya lagi agak di pojok.


Nara terusik dengan teriakan salah satu teman sekelasnya yang sedang menjahili temannya.


Nara mengerjap ngerjapkan matanya lalu mengusap wajahnya kasar.


Nara bangun dari posisi rebahannya lalu duduk tegak mengamati sekitar yang kacau balau, buku, spidol, pulpel, penghapus papan tulis, yang sudah ada di lantai, meja yang di sudah di dorong dorong dan kursi yang ada di sana sini.


"Kenapa lo?" tanya Lysa saat menyadari Nara menatap sekitar dengan tatapan malas.


"gabut gue, mau ngapain nih mumpung jamkos,"


"tidur,"


"berisik kalo tidur Lys,"


Ctakk


"gue punya ide," lanjutnya setelah menjentikan jarinya.


"apa?"


"lo diem aja, dan liat apa yang bakal gue lakuin," Nara berucap denganpenuh semangat.


Brakkk


Atensi semua orang beralih ke arah Nara yang sedang memandang mereka dengan tatapan berbinar.


"kesurupan lo?" tanya salah satu teman sekelasnya bernama juno.


"mulut lo ya, gue cuman gabut, jadi gue mikir....." tahannya santai.


"gimana kalo kita konser?" lanjutnya menatap 35 orang di hadapannya dengan semangat berbinar.


"gimana?" tanya Jeni, perempuan yang suka sosis itu menanyai teman yang lain.


"kuyllah, gue juga daritadi cuman tidur doang,"


"okelahh gasskeunn!!" teriak Iqbal, sang ketua kelas.


"jan di kelas konsernya, bosen gue di kelas mulu," celutuk Nara yang sudah bersila di atas meja.


"lah, terus dimana?" tanya Rio.


"di lapang outdoor, biar ada angin sepoi sepoi," jawab Nara antusias.


"Panas Nara!! lo kira perawatan cuman lima ribu hah?!" Vivi, si duta skinker.


"payung banyak,"


"lo kira mau ke pemakaman hahh?!!"


"ck, kalo gak mau ikut duem di sisi lapangan,"


"jadi kita panas panasin nih?" tanya Vio.


"liat aja nanti," hawab Nara lalutersenyum miring ke arah mereka semua.


******//******


di tengah tengah teriknya matahari di tengah lapang outdoor ada kelas XII - Mipa¹ yang sedang mengerubuni panggung dadakan yang terbuat dari susunan meja yang ada di kelas.


di atasnya sudah berdiri Nara, Iqbal, Daren, Tino, dan joni. Nara dengan Mixnya pemberian teman sekelasnya, katanya pake Mix biar suaranya keras. Iqbal dengan bangku untuk di jadikan drum, Daren dengan gitar miliknya yang selalu nyelip di mobilnya dan Joni dengan ukulele kebanggannya.


dari lantai satu sampai lantai tiga, di jendela kelas mereka masing masing, banyak yang penasaran dengan apa yang terjadi di lapangan outdoor.


di depan alat musik mereka masing masing ada Mix yang mengencangkan suara musiknya, bisa di bilang konser dadakan dan band abal abal.


"cek, cek, kedengar gak nih," ucap Nara santai, di sambut teriakan para siswa kela XI Mipa¹ yang ada di bawah panggung dengan riuh, ucapannya itu sampai ke telinga siswa yang ada di kelas, ada juga yang di luar.


"oke, mulai."


"satu, dua, tiga MULAII!!" teriak Nara, jangan lupakan spicker yang di pasang di sudut sudut panggung.


jeng


"AKU SUKA DIA, MAKK!!!" Nara mulai menyanyi, lalu menujuk salah satu anggota kelasnya.


deng deng deng


"AKU SAYANG DIA, MAKK!!" lanuut Nara menunjuk laki laki lain di sambut riuh oleh siswa siswi XI Mipa¹.

__ADS_1


jeng jeng


"KASIH DAN RINDUKU INI!!!"


jeng


"TENTUNYA UNTUK SIDIA!!" tunjuk Nara kepada salah satu kakak kelasnya yang ada di kerumunan penonton, Ya siswa siswi yang ada di kelasnya mulai keluar untuk melihat pertunjukan Nara.


"SEDALAM DALAMNYA LAUTAN INDIA!!"


jeng jeng jeng, tererenett trankk


"LEBIH DALAM LAGI CINTAKU PADANYA!!!" lalu Nara menunjuk laki laki secara acak.


"ASEKKK!! GOYANG MASS!!"


"SESUCI DAN SEBENINGNYA EMBUN PAGI, BEGITULAH CINTAKU PADA DIRINYA!!" tunjuk Nara secara acak, ya! setiap ada kata dia atau dirinya, Nara akan menunjuk laki laki secara acak, seperti lagunya di persembahkan untuk laki laki itu.


"GOYANGGG WOYY GOYANG!!"


"DIA NOMOR SATU PILIHANKU!!"


"DIA NOMOR SATU IDAMANKU!!"


"KASIH DAN RINDIKU INI!!" lalu memberi kesempatan untuk para penonton menyahut.


"TENTUNYA UNTUK SIDIAAA!!!"


sorak sorai di lapangan outdor sangat ramai bahkan kakak kelas ataupun adik kelas ikut menjadi penonton.


dengan pakaian Nara yang seperti badgril, baju di keluarkan, dasi di ikat di kepala, rambut asal cepol, lengan baju di lipat menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang.


prok prok prok...


Nara bertepuk tangan tiga kali sebagai tanda mengubah lirik lagu atau menyanyikan lagu lain.


"AKU CINTA PADAMUUU!!"


"MESKI KU BUKAN YANG PERTAMA!!


"DIHATIMU TAPI!! CINTAKU TERBAIK" UNTUKMUU!!


"MESKI!! KU BUKAN BINTANG DI LANGITT!!"


"TAPI CINTAKU YANG TERBAIK!!"


"ASEKKK TARIKK MANGG!!"


"GOYANGG MASS!!"


"OUUUU OHHH TUHAN KU CINTA DIA !!"


"KU INGIN BERSAMANYA !!!"


"KU INGIN HABISKAN NAFAS INI !!!"


"BERDUA DENGANNYA !!!


"JANGAN RUBAH TAKDIRKU !!"


"SATUKANLAH HATIKU DENGAN HATINYA !!!"


"BERSAMA SAMPAI AKHIRR UOOO OHHHH!!"


Lapangan sudah semakin heboh, dari kelas X sampai XII dari berbagai jurusan sudah tak karuan, teriakan dan sorak sorai memenuhi penjuru lapangan outtdoor.


di lantai tiga terlihat Aksa dkk yang memperhatikan keributan di bawah, Ana juga bersama mereka.


"suaranya keras banget nying," umpat Niel.


"dasar biang onar," Aksa menatap dingin dan tajam ke arah panggung dadakan itu.


"kok kamu kasar banget sih kak Niel ke kak Alin," ucap Ana halus, menatap Niel dengan tatapan polos ke arah Niel.


"nggak kok Ana, kakak gak kasar," dalam hatinya dirinya mengumpati Alinara.


Ana hanya mengangguk lalu memainkan jari jari Aksa seperti anak kecil.


Sumpah serapah Aksa dkk lontarkan kepada Alinara, mereka mengira Nara hanya caper dan ingin mencari perhatian kepada mereka. dasar kegeeran.


di bawah sana, Nara sedang memegang kembang api, ntah dapat darimana, Nara lalu menyalakannya dan...


DUARRR


DUARRR


DUARRR


keadaan semakain meriah atau bahkan lebih dari itu. matahari semakin teriak bukannya mereda kerumunan di tengah lapangan itu kian menjadi jadi dan menghiraukan teriknya matahari, matahari sudah ada tepat di atas kepala tapi mereka tak peduli.


di saat sedang asik asiknya tiba tiba semuanya tiba tiba mati, spicker, mix dan peralatan elektronik lainnya.


"woyyy ini kenapa!!"

__ADS_1


"kok berhenti"


"lagi asik asiknya nihh"


"kok mati sih"


"nyanyi lagi dong"


"kok gini"


"nyanyi lagi"


Nara menepuk nepuk mixnya tapi sepertinya mati, Nara menoleh kebelakang, dirinya menemukan sebuah toa tergeletak di sisi meja, dengan cepat dirinya mengambil itu lalu menyalakannya dan yap! menyala.


"oke!! kita lanjutt!!" teriak Nara menggunakan sebuah toa itu, dan itu membuat suasana menjadi ricuh kembali.


konser dadakan itupun kembali berjalan, kali ini semakin meriah karna beberapa siswa naik kepanggung dan menjadi penari dadakan.lagu semakin menggema di sekolah elit itu.


"ALINARA QUEENATA WIJAYA!!! BERHENTI!!!" teriakan itu mengundang atensi seluruh siswa dan siswi yang ada disitu.


Nara menghentikan naynyiannya begitupun teman teman Nara yang memainkan alat musik.


"ehh bapak secooll!! lagi ngapain pak disana? bukannya lagi rapat ya?"


hening, itu yang terjadi di lapangan outdoor, semua siswa siswi memilih diam dan menjadi patung.


"KAMU INI!! NGAPAIN NYANYI NYANYI DI LAPANGAN HAH!!"


"MENGGANGGU RAPAT SEKOLAH bla bla bla bla,"


Nara hanya bersila di atas panggung utu lalu menopang dagunya dengan tangannya, toa tadi berada di pangkuannya dan menjadi topangan tangannya.


lama kelamaan para penonton maupun band abal abal itupun duduk lesehan di lapangan, mereka juga menggunakan payung agar tidak terlalu panas, ntah darimana mereka mendapatkannya, Nara juga memakainya.


"kamu ini, jika tidak membully pasti membuat onar, sudah di scors berkali kali masih saja membuat ulah di sekolah, sampai sampai guru bk kewalahan bla bala bala bla bala bala bala,"


ceramahan itu berhenti kala netra kepsek melihat para murid di sekolahnya duduk lesehan dengan payung di tangan masing masing untuk menghalau panas, sedangkan kepsek berdiri dengan terik matahari menyinari kepala botak di tengah itu.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!! BUBARR!!"


para murid yang duduk lesehan langsung kocar kacir berlari kesana kemari.


saat Nara ingin kabur, kerahnya di tarik oleh kepsek untuk berdiri di depanya.


siswa siswi berada di sisi lapangan, sedangkan Nara masih di tengah tengah lapangan tepatnya di depan panggung abal abal dan di hadapan kepsek dengan payung masih di tangannya.


"kamukan yang memulai kekacauan ini?" di balas anggukan santai oleh Nara.


"apa teman teman kamu ikutan?" di balas gelengan cepat oleh Nara


" BAIKLAH ALINARA!! SEKARANG KAMU LARI KELILING LAPANGAN 25 PUTARAN!! SEPULANG SEKOLAH KAMU BERSIHKAN GUDANG DAN SELAMA SEMINGGU KAMU BERSIHKAN TAMAN BELAKANG!!"


"Yaelah pak, kalo saya yang ngebersihin semua itu, terus kerjanya para tukang buat apa? makan gaji buta gitu?" celutuk Nara santai dan memutar mutarkan payung hitàm itu.


"TIDAK ADA BANTAHAN ALINARA!! atau kamu mau di scors?" tekan kepsek menggema di seluruh lapangan.


Ctakk


Nara menjentikan jarinya lalu berkata "Nahh!! mending di scors aja pak, Saya rela lilahitaala,"


"Ck, baiklah kamu saya scors selama tiga hari--"


"Kok tiga hari sih pak!" protes Nara.


"terus kamu maunya berapa hari? satu atau dua ha--"


"satu minggu pak! atau sebulan juga gapapa, saya ridho,"


siswa dan siswi melongo mendengar penuturan Nara yang sedang menawar atas hukumannya apalagi bukannya mengurangi hukuman malah menawar semakin lama hukuman.


"satu minggu! kamu di scors satu minggu!!"


"oke pak,"


Nara melenggang dari sana lalu membawa tas hitamnya yang ada di dalam laci meja yang di jadikan panggung.


Nara menyalimi kepsek tersebut lalu mengedarkan pandangannya ke semua arah, dirinya menjadi pusat perhatian.


"OKE GUYS!! GUE PULANG DULUAN PULANG YA! JANGAN LUPA BERESIN TEMPAT KONSER, OH YA! YANG PUNYA PAYUNG INI GUE BELI!! KALO MAU NAGIH TAGIH AJA KE RENALD ALINADI SI KUTUB ITU AKAN BAYAR DAN KAPAN KAPAN LAGI GUE AKAN BIKIN KONSER LAGI!!" teriak Nara lantang lalu mengedipkan sebelah matanya dan berlari ke arah parkiran, para siswa dan siswi memekik girang kala mendengar kata konser lagi.


"DIAM! KEMBALI KE KELAS MASING MASING! DAN BANGKU BANGKU INI KEMBALIKAN KE TEMPAT ASALNYA!!" perintah kepsek lalu pergi begitu saja.


kelas XI Mipa¹ merasa bersalah kepada Nara, mereka juga yang membuat konser ini tapi Nara mencegah mereka untuk bicara dan semuanya di tanggung oleh Nara.


ya saat kepsek sedang ceramah, Daren yang ada di belakang menghampiri Nara dan ingin bicara kepada kepsek tapi di bekap oleh Nara dan di ancam jika Daren melaporkan jika kelas XI Mipa¹ ikut andil dalam pembentukan konder dadakan itu seluruh kelas akan babak belur oleh dirinya dan Daren yang di ancam begitu hanya mengangguk patuh.Dan berakhir hanya Nara yang di hukum.


di lain sisi Alinara sedang menjalankan motor sportnya dengan kecepatan tinggi, menyalip mobil dan motor yang melintas, mendapati sumpah serapah dari para pengendara.


saat di jalan satu arah, dirinya menambah kecepatannya semakin tinggi tanpa Nara sadari dari arah lawan ada mobil sport hitam dengan kecepatan di atas rata rata bahkan lebih dari kecepatan Nara, Nara menyipitkan matanya agar melihat dengan jelas apa yang sedang melaju ke arahnya.


saat menyadari itu mobil dengan kecepatan di atas dirinya, Nara mulai memelankan laju motornya dan berusaha mengelak untuk menyelamatkan hidupnya tapi semuanya terlambat.


BRAKKK

__ADS_1


***Jum,18Juni2021


PenaInfit***


__ADS_2