I'M (Not) Antagonist

I'M (Not) Antagonist
Chap.04


__ADS_3

Mentari mulai menampakkan sinarnya, hari ini hari sabtu dan juga tanggal merah, tanggal merah adalah tanggal kebahagiaan bagi semua orang. kebanyakan orang orang akan menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga, sahabat atau pasangannya masing masing.


tapi tidak bagi Nara, sedari pagi dirinya sudah mengemas barang barang yang serba pink itu untuk di sumbangkan ke panti. dirinya juga di bantu oleh beberapa bodyguard dan maid, baju baju yang kurang bahan akan di bakar olehnya.


sekarang sudah pukul 12:03, sebentar lagi barang barang yang di beli kemarin akan sampai di mansion ini, kamar Alin sekarang sudah kosong melompong tanpa barang apapun di dalamnya.


abang abangnya sudah kembali pagi tadi dan pergi lagi, katanya akan ke Villa keluarga untuk wikeend, Naramah gapeduli asal ga nyusahiñ dirinya ya bodo amat.


sekarang Nara dan para bodyguard akan memulai mencat kamar Nara dengan cat berwarna Hitam dan putih. para bodyguard bingung dengan sikap Nara yang biasanya sombong dan angkuh menjadi ramah dan humoris. tapi mereka juga bersyukur atas perubahan sikap Nara.


"Nona, lemari dan barang barang yang anda pesan sudah datang," lapor salah satu bodyguard yang menjaga gerbang.


Nara yang sedang mencat kamar langsung menyimpan kuas dan mengucapkan terimakasih kepada bodyguard itu lalu berlari kebawah untuk melihat barang yang di pesannya.


setelah menyelesaikan pembayaran ongkir, dirinya menyuruh para bodyguard untuk membantu menurunkan barang barang yang ia pesan kemarin.


dirinya juga membeli gorden, dan beberapa bingkai foto. barang barang pink yang ada di kamarnya ada di taman samping, dirinya akan menyumbangkan barang barangnya ke panti asuhan.


hari sudah mulai malam, para bodyguard yang membantunya dan para tukang yang di panggilnya beristirahat agar besok bisa di lanjutkan, barang barang yang di pesan belum di masukan ke dalam kamar, hanya di simpan di bawah tangga.


Nara sedang melukis di tembok kamar sebagai pemanis dan agar estetik.


setelah selesai melukis hingga hampir pagi, dirinya keluar dari kamar itu lalu ke kamar tamu untuk tidur.


*****


matahari sudah hampir di atas kepala, Nara sedang mengarahkan para bodyguard yang mengangkat barang barangnya, dirinya juga sudah menyiapkan satu kasur lagi untuk pendatang baru nanti.


hari sudah menjelang sore, para bodyguard sudah di suruh istirahat, sekarang waktunya Nara menata kamarnya agar lebih rapi dan nyaman.


abang abangnya sudah pulang beberapa menit yang lalu, oh jangan lupakan dirinya memberitahu para bodyguard dan maid agar tak memberi tahu siapapun soal dirinya merenovasi kamarnya.


uangnya sudah sangat menipis, besok dirinya harus mencari pekerjaan untuk memenuhi kehidupannya, meski dirinya di beri uang jajan, uang jajannya hanya ¼ dari uang uang jajan si Ana. miris bukan? apalagi sekarang uang jajannya di potong gara gara fitnahan dari Ana.


makan malampun tiba, semua anggota keluarga sudah berada di meja makan, kecuali pemeran utama kita, dirinya masih membereskan baju baju yang baru di belinya kemarin bersama bang Ares.


"dimana dia ?" tanya kepala keluarga Wijaya itu dingin kepada maid yang sedang menyiapkan makanan di atas meja.


"nona Nara ada di kamarnya tuan," jawab pelayan itu sopan.


Dika hanya menganggukan kepalanya. lalu mulai mengintrupsi untuk makan malam.


"daddy, kenapa kak Alin gak ikut makan malam bersama kita?" tanya Ana polos yang memecahkan keheningan yang melanda.


"Ana sayang, Alin gak ikut makan malam, sudah jangan di bahas, lebih baik kamu makan yang banyak ya," jawab Geo lembut dan mengusap rambut Ana.


Ana hanya mengangguk lalu melanjutkan makannya yang tertunda, dalam hati dirinya menyumpahi Alin agar mati kelaparan.


sedangkan di kamar yang bernuansa hitam putih dan abu, seorang gadis baru saja menutup lemari berwarna hitam legam itu dengan santai.


"akhirnya beres," guman gadus tersebut lalu masuk ke kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.


beberapa menit kemudian dirinya keluar dari kamar mandi dengan piyama berwarna abu abu. berlengan pendek dan celana panjang. jangan lupakan rambut yang di cepol asal semakin membuatnya imut.


Nara merebahkan tubuhnya di atas kasur, badannya terasa remuk karna kegiatannya 2 hari ini, Nara memejamkan matanya untuk merilexkan otot ototnya.


'Tok tok tok'


terdengar suara ketukan dari pintu, Nara yang semula memjamkan mata langsung membuka matanya, dengan malas dirinya beranjak dari tempat ternyamannya lalu membuka pintunya yang sekarang berwarna hitam legam.


saat Nara membuka pintunya, terdapat seorang maid yang sedang membawa nampan yang berisikan makanan.


Nara hanya mengangkat alisnya seakan bertanya 'Ada apa?'.


"ini makan malam yang anda pesan nona," ucap Maid tersebut sopan.

__ADS_1


Nara yang mendengar itu hanya menggaruk tenguknya yang tak gatal lalu berkata.


"hehe, Nara lupa, makasih ya," ucap Nara santai, dirinya lupa memesan makanan untuk makan malam kepada salah satu bodyguard agar makanannya di antarkan ke kamarnya, dirinya malas menghadapi keluarga lucnutnya.


"sudah tugas saya nona, kalau begitu saya permisi," ucap Maid tersebut lalu berlalu pergi saat mendapati anggukan dari nonanya, setelah maid itu pergi Nara menyerigai tipis lalu menutup pintu itu dengan santai dan mulai memakan makanannya di kursi yang sudah ada di kamar itu sambil memainkan laptop.


tanpa Nara sadari, ada yang memperhatikan dari awal hingga akhir.


'berubah?' batin orang yang mengintip tadi.


di dalam kamar Nara mulai memasukan angka dan huruf secara acak kedalam laptopnya, sesekali dirinya menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


beberapa menit kemudian dirinya memencet angka terakhir dan laptop tersebut meloading dari 0% dan terus maju.


Nara hanya menatap laptop itu santai lalu meminum air putih yang di sediakan, dan menyimpannya di atas nampan tadi dengan piring yang sudah kosong.


loading sudah mencapai 100% lalu terlihatlah sebuah akun? ntahlah, Nara memencet akun tersebut lalu masuk kedalamnya, di sana ada beberapa chat yang tak terbalas ataupun hanya di read.


dirinya masuk keadalam salah satu chat yang bernama 'BangSat🖕'


...***BangSat🖕...


^^^Bang?^^^


Siapa lo?!


^^^gue Revandra Airina, gue masih idup oke?^^^


jan ngaku ngaku anying! ade gue udah tenang disana bangsat! siapa lo? kenapa lo bisa masuk ke akun ade gue anying!


^^^ini gue bangsat! gue masih idup anying, enak aja lo bilang gue udah tenang bego:/^^^


gak mungkin! gue liat sendiri jasad ade gue di makamin ya!


^^^ck, kalo gak percaya. besok jam 04 sore di Cafe Al'Cafe kita ketemuan, sekalian ajak si ****** sama anak inti biar, gue gak jelasin berkali kali***.^^^


waktu sudah 09:05, Nara menuruni tangga dengan santai, saat di tangga terakhir dirinya mendengar suara gelak tawa dari ruang tengah, ah, sepertinya sedang Quality time? ntahlah dirinya tak peduli.


Nara hanya berjalan santai ke arah dapur, lalu membuka kulkas untuk mengambil minuman soda untuk dirinya sendiri.


saat dìrinya meminum minuman tersebut tiba tiba sebuah tepukan di pundaknya membuatnya terkejut dan tersedak minuman soda tersebut.


uhukk uhukk


orang yang menepuk pundak Narapun menepuk nepuk punggung Nara agar mereda.


hidung Nara sudah memerah karna soda tadi, lalu Nara menoleh kebelakang menatap sang pelaku utama yang membuatnya tersedak.


"apa apaan lo?" tanya Nara sinis menatap laki laki di depannya dengan malas.


laki laki itu hanya memandang datar Nara saat mendengar pertanyaan sinis dari orang di depannya.


"nggak," jawab laki laki itu singkat lalu berbalik pergi.


Nara hanya mendengus kesal lalu menuju ke wastafel untuk mencuci muka.


"bangsat, gue kira ngapain, kalo cuman mau bikin gue keselek jangan datang sekalian ******!," Umpat Nara kesal dengan suara pelan takut terdengar oleh abang lucnutnya. dan ya umpatan Nara masih terdengar oleh Gavin.


ya! yang menepuk pundak Nara adalah Gavin, ntah apa tujuannya.


setelah mencuci mukanya yang memerah akibat tersedak dirinya pergi menuju kamarnya dengan menghentak hentakan kakinya tanpa melihat sekeliling dan masih terus mengumpat abang pertamanya itu, dan itu tak luput dari pandangan Gavin yang sedang bersandar pada dinding di sisi pintu dapur. Gavin yang melihat tingkah laku Nara hanya mengeryit heran, lalu kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan bercanda ria dengan keluarganya.


Nara memasuki kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas QueenSize dan memejamkan matanya lalu mulai menjelajahi alam mimpinya yang begitu indah.


******

__ADS_1


Hari senin, hari yang di benci para siswa karna harus berjemur di lapangan selama setengah jam lebih, begitupun dengan Nara.


Sekarang dirinya sedang berada di rooftop, upacara sudah berlangsung beberapa menit yang lalu, Nara memandang langit yang cerah, sahabatnya mengikuti upacara karna tak sempat menyusul dirinya ke rofftop.


Nara mengambil sesuatu dari roknya, lalu membuka barang haram itu dan menyalakannya dengan pematik api.


Nara menghisap rokok itu dengan santai, dirinya sudah terbiasa dengan rokok ataupun alkohol, di kehidupannya dulu, dirinya juga sering menggunakan barang barang itu.


dirinya sedang pusing memikirkan kedepannya, apa yang harus ia lakukan? jika mengungkap kebusukan si Anamah gampang, dirinya hanya sedang berpikiŕ, bagaimana cara menjelaskan kepada abang abangnya, jika dirinya masih hidup.


shit, melelahkan memikirkan semua itu, abang abangnya tidak mudah percaya kepada orang baru, meskipun dirinya adalah jiwa Revandra tapi itu tidak menutup kemungkinan jika abangnya malah menuduh dirinya hanya berpura pura menjadi Revandra.


tanpa sadar, rokok yang ada di tangannya sudah habis, Nara membuang rokok tersebut lalu menginjaknya. lalu mengambilnya lagi dan menyalakannya dan menghisapnya lagi lalu mengeluarkan asapnya, lagi dan lagi. itu yang di lakukan oleh Nara.


pikirannya kalut karna memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi di hari esok, dan seterusnya.


"ARGHHHH!! BANGSAT!!" teriak Nara keras lalu menghisap barang haram itu lagi hingga habis, setelah habis dirinya mengambil lagi dan menyalakannya lagi.


saat ingin menghisapnya lagi, tiba tiba ada tangan yang merampas rokok itu dan menginjaknya.


'penenang gue...' batin Nara, menatap iba rokok yang sudah tak layak di pakai.


dirinya mendongkan kepalanya, untuk melihat siapa yang berani mengambil barangnya.


"apa apaan lo?!!" bentak Nara saat mengetahui siapa yang merebut batang rokok itu.


laki laki itu diam, dan hanya memandang datar Nara. Kesal, itu yang Nara rasakan saat tak mendengar jawaban dari laki laki di depannya.


"ck, si bangsat di tanya malah diem, bisu lo?" tanya Nara sinis, lalu mengambil bungkus rokok yang hanya tersisa 2 batang lagi, saat ingin mengambil bungkus itu, laki laki yang tadi juga langsung merampaz bungkus rokok itu dan menginjaknya.


"mau lo apa sih anjing?!! gak bisa apa liat gue tenang dikit hah?!! gue udah gak ganggu kesayangan lo! gue juga gak gangguin hidup lo lagi!! apa yang lo mau anjing?!!" bentak Nara kepada laki laki di hadapannya. laki laki itu hanya memandang datar Nara tanpa ekspresi.


"mau lo apa sih Vi?!! gue udah hancur!! gue udah nyerah sama cinta gue!! gue juga udah nyerah buat ngedapetin kasih sayang lo dan abang yang lain!! gak bisa gitu gue tenang dikit!! hah?!! jawab Alvi!!" teriak Nara marah, oh ayolah, dirinya sedang pusing karna memikirkan bagaimana caranya agar abangnya mempercainya dan sekarang? si Alvino bangsat malah mengganggunya, hey! dirinya sudah tidak menganggu kesayangannya lagi! tapi kenapa sekarang, malah dirinya yang di ganggu.


Ya, yang merampas rokoknya adalah Alvian, si kutub, sebelas dua belas sama si bajingan Aksa.


"lo-," ucapan Alvi berhenti kala melihat mata Nara yang mulai memerah gara gara menahan amarah.


"apa?!! mau lo apa? hah?!" sentak Nara emosi.


"lo yang apa apaan?!! lo cewek! kenapa lo pake barang haram itu!! hah?!!" bentak Alvi keras, kesabarannya sudah habis, ya memang Alvi adalah orang yang mudah emosi.


"apa peduli lo?" tanya Nara sinis.


"gue abang lo Alin!!" sentak Alvi keras.


"haha, abang? bukannya lo sendiri ya, yang bilang kalo gue bukan adik lo? sekarang? hehe," ucap Nara miris lalu di akhiri kehkehan pelan, yang terdengar menyedihkan.


Alvi diam, lidahnya kelu kala mendengar penuturan dari adiknya.


"keluar lopada! ngapain di belakang pintu? cosplay jadi nyamuk, hah?!" sinis Nara, Alvi yang mendengar itu menoleh kebelakang dan pintu roftoop pun terbuka dan menampilkan empat orang dengan ekspresi berbeda beda.


ya! mereka Aksa dkk, sedari tadi mereka menguping, Nara menyadari itu tapi dia hiraukan, tapi sekarang, dirinya sudah muak.


Nara hanya memandang sinis mereka, lalu menatap tajam Alvi yang sedang menatap datar Nara.


"ini pertama dan terakhir kalinya, lo! ganggu ketenangan gue!" peringat Nara, sembari menunjuk muka Alvi dengan jari telunjuknya.


"camkan itu!!" sinis Nara lalu keluar dari roftoop, Aksa dkk yang mendengar itu hanya mematung. dan keheninganpun melanda.


"itu tadi si mak lampir?" tanya jordi memecahkan keheningan.


"si Jalang ngerokok? gak salah?" tanya Alva menyahuti dengan pertanyaan kembali.


"dan apa tadi? dia bilang udah nyerah? gak salah?" tanya Niel.

__ADS_1


"kelas," ucap Aksa dingin, lalu meninggalkan roftoop, di ikuti yang lain.


Maaf baru up, kemaren ydah ngetik 1200 kata, tapi ilang, jadi baru bisa ketikulang sekarang:).


__ADS_2