
Mentari telah berganti dengan rembulan di balkon kamar Nara, ia sedang memegang gitarnya perlahan lahan mulai mempunyai nada, Lio yang ada di sisinya menatap rembulan yang sempurna di temani bintang bintang, balkon kamar Nara menghadap ke taman belakang.
sebenarnya dulu kamarnya berada di depan, dan balkonnya menghadap ke gerbang, tapi karna ana menginginkan kamar itu, jadilah ia pindah ke kamar belakang. kejadian itu saat Alin masih kelas 7 smp.
di taman belakang keluarga Wijaya sedang barbequean, dirinha tak di ajak? Nara tak peduli yang penting ia masih punya blackCard!.
ingat! Nara phobia miskin!, ya meski dulu pernah miskin tapi karna udah keseringan hidup mewah jadi sekarang phobia miskin.
Back! Nara memandang ke bawah dan terlihatlah keluarga bahagia tanpa cela, seakan mereka tak tau ada Nara yang di abaikan, ya memang Nara tak peduli, tapi hatinya tetap sakit kala melihat keluarga yang bahagia, jika dulu ia tak mempunyai orang tau, sekarang ia mempunyainya namun tak di hargai.
meskipun Nara adalah Queen di gengster DD, tapi percayalah, Nara adalah orang yang mageran bahkan bisa dibilang pemalas.
Nara memetik gitar itu perlahan dan menghasilkan nada yang indah.
perlahan tapi pasti bibir kecil Nara terbuka.
*sewindu sudah
ku tak mendengar suaramu
ku tak lagi senyumanmu?l
l
yang selalu menghiasi hariku
sewindu sudah
kau tak berada di sisiku
kau menghilang dari pandanganku
tak tau kini kau dimana
ternyata belum siap aku....
kehilangan dirimu....
belum sanggup jauh darimu...
yang masih ada selalu ada di hatiku..
sewindu sudah..
kau tak berada di sisiku
kau menghilang dari pandanganku
tak tau kini kau dimana
ternyata belum siap aku..
kehilangan dirimu...
belum sanggup untuk jauh darimu
yang masih selalu ada di hatiku
tuhan tolong mampukan aku
tuk lupakan dirinya
semua cerita tentanya yang membuatku
selalu teringat cinta yang dulu
hidupanmu.... huooo oooo....
__ADS_1
huuuuu belum siap dirikuu..
kehilangan dirimuuu...
belum sanggup untuk jauh darimu
yang masih ada dalam hatiku
tuhan tolong mampukan aku
tuk lupakan dirinya
semua cerita tentangnya, yang membuatku
selalu teringat cinta yang dulu
hidupanmuu*....
lagu yang menurutnya mengingatkannya kepada orang tuanya yang sudah meninggal, Nara hanya tersenyum tipis.
dari bawah atau lebih tepatnya taman belakang, keluarga Wijaya mendengarkan suara nyanyian Nara, ntah kenapa lagu itu seperti menyampaikan sesuatu.
Ananjing yang merasa perhatian keluarganya ke arah Nara yang berada di balkon mengepalkan tangannya, meskipun suara Nara tak terlalu keras tapi itu lumayan terdengar oleh keluarga Wijaya.
Nara hanya melihat sekilas ke arah keluarganya itu, lalu kembali masuk ke kamarnya, setelah Nara menutup pintu balkon, keluarga wijayapun sadar tapi detik berikutnya mereka seolah olah tidak peduli dan tidak ada yang terjadi.
di kamar, Nara hanya mengelus kepala Lio yang berbaring di sisinya, dirinya merasa kesepian, meskipun ada BangSat dan bang-ke dan lainnya, tapi ntah kenapa hatinya masih terasa sepi orang tua kandungnya meninggal lalu di susul dengan kedua ortu angkatnya, dan sekarang ia mempunyai keluarga yang harmonis, iya harmonis tanpa dirinya.
ah sudahlah, dirinya sedang mengumpulkan semua bukti kejahatan ana, dirinya akan memberitahu semuanya, ia akan kembali lagi ke dunia bawah setelah lulus SMA.
Ingat! alin hanya menyuruhnya membongkar kejahatan ana dan membuat mereka menyesal! sebagai gantinya tubuh Alin akan menjadi milik Nara.
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan Nara masih belum bisa tidur, mata hitam legam itu menatap Lio yang sudah tidur pulang di kasurnya.
dirinya ingin tidur tapi tak bisa, gabut, bosan, itu yang Nara rasakan, beberapa saat kemudian ia mendapatkan ide yang sangat cemerlang.
tangan lentiknya dengan lincah menari di keyboard komputer, beberapa saat kemudian di layar laptop terdapat angka dan huruf yang sangat acak, tapi itu tidak membuat Nara menghentikan jarinya malah semakin bersemangat.
layar komputer penuh dengan angka dan huruf yang tak beraturan, beberapa menit kemudian Nara menyeringgai kecil lalu ia perlahan memelankan jarinya, semakin banyak menit yang ia gunakan semakin lebar seringaian yang berada di bibirnya.
"wah wah, gue gak nyangka," gumannya lirih tapi tak menghentikan jarinya menari di atas keyboard itu.
dua jam berlalu tapi Nara masih fokus ke arah komputer di depannya. setelah itu dia dengan santai menekan tombol enter dan detik berikutnya mansion Wijaya menjadi gelap gulita! tidak! bukan hanya mansion tapi negara indonesia tampaknya menjadi gelap atau lebih tepatnya mati lampu!.
tapi ntah di sengaja atau tidak seluruh rumah sakit lampunya masih hidup!. Nara menyeringgai dan melihat keluar jendela yang hanya di terangi oleh sinar bulan purnama.
Nara langsung keluar dari akunnya dan mematikan komputernya dan langsung menuju kasurnya. dan menutup matanya dengan senyum kecil di bibir manisnya.
********
mentari menyapa dunia yang penuh dengan tipu muslihat, dari sabang sampai merouke di gemparkan dengan berita bahwa kantor PLN inti terkena bobolan yang menyebabkan mati lampu pada dini hari, pemerintah kebingungan karna rumah sekit atau klinik di seluruh indonesia listriknya tidak padam.
kalian tau siapa yang membobolnya? pelakunya sekarang masih bergelut dengan selimut tebalnya. Ya! Alinara! lebih tepatnya Nara!.
tadi malam ia yang membobol kantor inti PLN. kalian tau alasannya? Karana gabut! ini gabut woyy! gabutnya Nara mainekstrim ya bund:).
dini hari tadi pemerintah segera memperbaiki pembobolan, bahkan menyewa hackers untuk mengamankan dan mengetatkan keamanan kantor PLN inti agar tidak kejadian seperti ini.
tapi para hackers kewalahan karna pembobolan itu di amankan sangat ketat oleh pelakunya, dan para hackers bekerja sampai subuh, dan akhirnya keamanan pembobolan itu hancur dan para hackers segera memperbaiki dan mengetatkan keamanan kantor tersebut.
Nara mengerjap ngerjapkan matanya kala sinar matahari mengenai wajahnya, lalu perlahan membuka matanya.
Nara mendudukan tubuhnya dan mengumpulkan kesadaran, ia melirik jam dan melihat jam sudah pukul 09 pagi, Nara yang melihat itu hanya menaikan alisnya lalu memasuki kamar mandi, Lio yang berada di kasurnya menatap Nara sambil menjilat tangannya.
15 emnit kemudian Nara keluar dengan jeans hitam panjang robek di lutunya dan hoodie hitam kebesaran.
Nara mencepol asal rambutnya lalu mengambil ikat leher Lio yang berwarna perak. lalu menghampiri Lio yang menatapnya. merasa Nara mendekat Lio berjalan maju lalu menduselkan kepala besarnya ke pinggang Nara, Nara hanya terkekeh melihat itu.
__ADS_1
dengan lembut ia langsung mengusap kepala Lio dan mengaitkan ikat leher berak itu ke kalung Lio.
Dengan cepat ia menuntun Lio ke arah pintu kamar. dengan pelan ia membuka kunci kamar dan membukanya pelan, setelah ia dan Lio keluar iapun langsung mengunci kamar tersebut sedangkan Lio masih anteng duduk di sampingnya.
Nara membawa Lio menuruni tangga, ah ya hari ini tanggal merah jadi Nara santai santai saja. saat di pertengahan tangga ia mendengar suara gelak tawa dari ruang tengah.
Nara hanya mengeryit ringan lalu melanjutkan langkahnya. saat di pintu ruang tengah ah lebih tepatnya di penghubung antara ruang tengah dan ruang makan.
Nara berhenti kala mendengar suara teriakan cempreng milik Ananjing. keluarga Wijaya yang mendengar itu menatap Ana heran tapi mata Ana tertuju ke arah Nara yang sedang berdiri di samping Lio.
"sayang kamu kenapa?" tanya Tn. Wijaya lembut dj sertai nada khawatir.
"kenapa kamu teriak princes?" tanya Ny. Wijaya tak kalah khawatir.
"kamu kenapa princes?"
"ada yang sakit heumm?
"kamu kenapa teriak?"
"ada apa princes?"
"kenapa?"
pertanyaan beruntun itu dari abang abangnya dengan perasaan khawatir. tapi Ananjing itu hanya menggeleng dan menatap ke arah Nara yang sedang menatapnya santai sambil menaikan alisnya seperti bertanya 'ada apa?' sedangkan di samping Nara Lio menatap Ananjing tajam seperti ingin menerkam Ananjing.
tn. Wijaya yang sadar ke arah pandangan putrinya lalu mengikuti pandangannya, jantungnya berdetak kencang kala melihat seekor harimau putih yang sedang duduk di samping Nara dengan patuh tapi matanya menatap ke arah Ana dengan tajam.
melihat ayah dan suami mereka kaget dan pucat pias, merekapun berteriak histeris kala pandangan mereka jatuh ke arah Nara yang menatap mereka bingung.
Ny. Wijaya bahkan hampir hampiran pingsan.
"LO!!- LO NGAPAIN BAWA HWAN BUAS KERUMAH HAH?!!!" teriak Geo keras kala tersadar.
Nara yang tersadar mentap Geo bingung. lalu menjawab "bukannya lo udah tau kalo gue bawa peliharaan gue?" tanyanya.
abang abang Nara mematung, sedangkan Tn. Wijaya menatap Nara marah, kesal dan takut. ia takut dijadikan santapan untuk makhluk di sampingnya.
"ka-kamu tau Geo?" tanya Tn. Wijaya gugup.
"ha?- hah?" tanya Gevin seprti orang bodoh yang baru sadar dari keterkejutannya.
"lo belum balikin ke kebun binatang jalang?!!" teriak Alva yang sudah sadar.
"lah? bukannya gue udah bilang kalo kucing gue udah resmi jadi milik gue, lo tuli apa bego sih? kemarin gue udah bilang sama kalian," celutuk Nara sebal.
"jangan mencoba menipu kami!!" teriak Naufal keras.
"lah? kalo gak percaya nanti pas pulang gue ambil setifikatnya kalo gak percaya," jawab Nara santai.
sedangkan Lio? ia seakan mengerti ucapan Alva dan menggeram, untung Nara segera mengelus kepalanya lembut dan menenangkannya.
"ka-kamu bawa hewan buas ke rumah saya?!!" meskipun gugup Tn. wijaya bertanya dengan keras.
"lah kok ngamok?" tanya Nara santai.
semua orang memelototinya tajam dan Nara? ia hanya membalas tatapan tajam mereka dengan tatapan malas.
"udahlah, gak usah di perpanjang, lagian sahabat gue baik gak akan nerkam siapapun kalo gak di usik tapi kalo mau ngusik Lio juga gapapa paling paling tinggal nama doang," lanjut Nara.
"KAU!!" bentak Alva keras.
"apa? bener kok kata gue, kalo kalian gak ngusik Lio, Lio juga gak bakalan ngusik kalian, tapi kalo kalian ngusik Lio gue gak jamin tubuh lo masih utuh," ucap Nara sekenanya. memang benar yang di katakan Nara, jika mereka menggangu Lio jangan salahkan dirinya jika tubuh mereka masih utuh bahkan hanya tinggal nama.
"LO!!--" teriak Gevin keras. tapi terpotong karena Nara memotongnya.
"udahlah kalian kenapa sih ribet banget, lagian gue mau keluar,"ucap Nara sinis lalu melenggang tanpa menghiraukan wajah pucat dan merah keluarga wijaya. kalian tau siapa yang berwajah pucat? ia adalah Ananjing, Ny. Wijaya, dan Geo. sedangkan Alva, Naufal, Tn. Wijaya dan Gevin berwajah merah karna menahan amarah, sedangkan Alvi? ia masih berwajah datar seperti tak melihat kejadian apapun.
__ADS_1
Maapkeun author yang jarang up hiks, author lagi banyak beban hidup:(