I'M (Not) Antagonist

I'M (Not) Antagonist
Chap.01


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama sekolah untuk Nara, sedari tadi dirinya sudah berada di perpustakaan, Nara berangkat sebelum matahari menampakan sinarnya, Nara muak berada di rumah keluarga itu.


Kemarin sehabis adu bacot bersama abangnya yang bernama Alva itu dirinya mengelilingi mansion, untung saja ada bi isah, kepala pelayan di keluarga itu.


Nara menanyakan kamarnya lalu dirinyapun di antarkan ke kamar barunya, saat Nara membuka pintu kamar tersebut, rasanya ingin sekali menangis melihat isi kamar barunya.


Kamar yang di dominasi dengan warna pink cerah dan purple itu penuh dengan boneka dan barang barang tak berguna lainnya, Nara hanya meringis lalu mulai membuat sketsa untuk kamar barunya, setelah membuat sketsa dirinya membaca Buku diary Alin, yang katanya semua perjalanan hidupnya ada di sana.


Back topic!


Nara sedang tidur di perpustakaan, waktu sudah menunjukan pukul 07:35 pagi. Berarti masih ada 25 menit lagi masuk kelas, ya memang sekolahnya ini masuk pukul 08 pagi.


Nara tidur dengan kepalanya di masukan kedalam tas pink milik Alin, Nara juga masih memakai celana panjang berwarna hitam, Nara ke sekolah memakai motor sport hitam, jadi dirinya memakai celana. Kenapa gak pakai mobil milik Alin? Katanya warna mobil Alin terlalu ngejreng, yaiyalah ngejreng orang warnanya pink cerah dengan motif warna Purple.


Nara juga tidak sarapan jadi dirinya hanya memabawa bekal berupa sandwitch yang di buatkan oleh bi Isah atas permintaannya kemarin sebelum masuk ke kamar.


'Akuu suka body goyang mamah muda.. mamah mudaa... da... da... da... da....'


Terdengar suara lagu dari ponsel milik Nara, dengan malas Nara mengambil ponsel yang ada di dalam celana panjangnya lalu mengeluarkan kepalanya dari dalam tas. Dengan malas dirinya melihat siapa yang menelpon, setelah dilihat siapa yang nelpon Nara langsung mengangkatnya.


'LO DIMANA?!!' Terdengar suara teriakan dari sebrang sana, dengan cepat Nara menjauhkan Ponselnya dari telinganya agar tidak tuli.


"Perpustakaan" jawab Nara singkat.


'BENTAR LAGI MASUK BEGO!! LO MAU BOLOS?!! KALO MAU BOLOS BILANG BILANG DONG!!, GUE SAMA YANG LAIN JUGA MAU IKUT!!' Teriak orang yang ada di dalam telpon itu dengan tak santainya.


Nara hanya menghela nafas lelah, ponsel yang sedari tadi di jauhkan dari telinganya kini mulai di dekatkan kembali.


"Ck, yaudah sini ke perpus gue tunggu," ucap Nara santai lalu mematikan telpon itu sepihak tanpa memperdulikan orang yang tadi menelponnya.


Yang menelponnya tak lain dan tak bukan adalah Salsa Naima, salah satu sahabat Alin yang memiliki sifat cerewet, ramah dan friendly.


Nara berniat membolos karna malas masuk ke kelas. Alin mempunyai 3 sahabat sedari kecil, yang bernama Asyla Anatasya. Asyla memiliki kepribadian tomboy, cuek, polos dan paling lemot di antara mereka.


Alysa Keyna. Memiliki kepribadian Kalem, pendiam, tenang seperti air dan bermulut pedas, sekalinya ngomong beuhhh! Ngejlebb ke jantung wk.


Alysa mengingat ngingat masalalunya, dulu dirinya tak mempunyai teman perempuan, ntahlah dirinya merasa jika perempuan itu terlalu ribet. Ga nyadar dirinya juga cewek:/.


Dirinya mati pada usia 23 tahun, masih muda bukan? Dirinya masih kuliah melanjutkan S2 sambil kerja.


Ayah dan ibunya sudah meninggal saat dirinya baru berumur 2 tahun dan sang abang 3 tahun, setelah orang tuanya meninggal dirinya dan abangnya di buang ke panti asuhan.


Disana dirinya terus melewati masa masa sulitnya bersama sang abang yang selalu mendukungnya.


'Brakkk!!'


Lamunan Nara buyar kala mendengar suara pintu yang di buka dengan kasar, Nara menoleh ke arah pintu tersebut dan melihat tiga orang perempuan dengan tampilan yang berbeda beda.


Ketiga perempuan itu melihat keseliling lalu netra mereka melihat seorang Nara yang tengah menatap mereka bosan dengan mata sayunya.


Ketiga perempuan itupun langsung menutup pintu perpustakaan kembali lalu menghampiri Nara yang sedang memperhatikan mereka bertiga.


Mereka bertigapun duduk di hadapan Nara lalu memperhatikan wajah Nara yang tanpa polesan make up.

__ADS_1


"Ini lo Lin?" Tanya salah satu dari mereka yang memiliki surai berwarna coklat muda.


Nara tidak menjawab hanya mengangguk sebagai jawaban lalu mulai membuka ponselnya untuk melihat sosial media.


'Brakk'


Gebrakan meja itu mengangget tiga orang yang ada disana. Semua mata menuju ke arah perempuan yang menggebrak meja tersebut. Perempuan itu hanya cengengesan tak jelas.


"LO CANTIKK BANGETT ALIN!!" teriak perempuan yang menggebrak meja tersebut menggema di perpustakaan yang sepi dan luas.


"Berisik," sinis perempuan yang mempunyai rambut abu abu itu.


"Ck, gak nyangka gue ternyata kalo lo gak pake make up, cantik lo bertambah berkali kali lipat," kagum perempuan bersurai coklat muda tadi menatap kagum ke arah Nara yang hanya melirik sekilas lalu memutar bola matanya malas.


"Huum, muka lo malah jadi imut imut gimana gitu, lucu kek bocil hehe," ucap perempuan yang tadi menggebrak meja tersebut di akhiri kehkehan manis.


"Gue juga baru nyadar kalo Alin gak pake make up lebih uwoww gitu," ucap Perempuan bersurai coklat muda tadi.


"Lebay," ucap perempuan Bersurai abu abu itu sinis.


"Ck, lo mah..." balas perempuan bersurai coklat muda tadi.


"Oh ya, kita mau bolos kemana nih?" Tanya perempuan yang menggebrak meja tadi kepo.


Nara yang sedari menyimak sambil menggeser geserkan layar menu langsung mendongak dan memasukan handphone tadi kedalam celana panjangnya.


"Gatau, menurut kalian mending kemana?" Tanya balik Nara.


"Ck, lo yang ngajak bolos juga," decak perempuan bersurai coklat muda tadi mengerucutkan bibirnya kesal.


"Lys, menurut lo kemana yang paling adem, nyaman dan gak ketahuan," ujar Nara santai, menurutnya percuma kalo bertanya kedua makhluk tadi.


"Roftoop atau taman belakang," jawab perempuan bersurai abu abu santai tapi terkesan dingin.


"Jadi?" Tanya perempuan yang menggebrak tadi santai.


"Roftoop, gue mau ngomong serius sama lopada," ucap Nara serius menatap ketiga sahabatnya dalam.


"Oke," jawab ketiganya.


"Sekarang?" Tanya perempuan yang di panggil Lys tadi oleh Nara.


"Iya," jawab Nara santai lalu mengambil tasnya dan beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu perpus.


Ketiga perempuan tadi langsung beranjak dari duduknya lalu menyusul Nara yang baru melangkah keluar.


Di koridor sekolah yang sepi dan sunyi empat sekawan itu saling diam tanpa bersuara hanya ada suara sepatu yang menapak ke lantai putih tersebut. Bel sudah berbunyi 15 menit yang lalu jadi koridor lenggang.


"Eh?, kok gue baru saja ya kalo Alin pake celana?" Tanya perempuan bersurai Coklat muda itu memecahkan keheningan.


"Lah iya? Kok baru nyadar ya gue," ujar perempuan bersurai coklat tua itu atau yang menggebrak meja tadi.


"Lemot," ucap perempuan bersurai abu abu itu memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Diem, lopada mau ketahuan BK?" Tanya Nara malas mendengar ocehan sahabatnya.


Mereka langsung diam tanpa suara dan mengikuti langkah Nara. Saat melewati toilet wanita Nara masuk untuk mengganti celananya dengan rok lalu melanjutkan jalannya ke roftoop.


Sesampainya di roftoop Nara merebahkan badannya dan menutup matanya di kursi usang dan sedikit rapuh karna sudah dimakan waktu, sedangkan mereka hanya duduk di kursi lainnya.


Beberapa menit mereka hening sampai  pertanyaan dari perempuan bersurai abu abu itu memecahkan keheningan yang melanda.


"Apa yang mau lo bicarain Alin, sepertinya sangat sepertinya sangat serius?" Tanya nya di angguki kedua perempuan lainnya.


Nara membuka matanya lalu melihat ke arah mereka bertiga dengan tatapan hampa dan malas. Lalu mulai duduk dengan benar di atas kursi tersebut.


"Pertama tama, jangan panggil gue Alin lagi oke? Panggil gue Nara," pinta Nara santai, tapi ucapan santai tersebut langsung di sambut pelototan dari ketiga sahabatnya itu.


"Why?" Tanya perempuan bersurai abu abu tadi.


"Jadi gini, gue mau membuka lembaran baru dengan nama yang baru, gue juga...." jeda Nara menghela nafas lelah memikirkan kedepannya. Ketiga perempuan tadi menatap serius ke arah Nara.


"Gue juga mau berhenti mengejar Aksara, gue cape, gue lelah, gue juga punya hati, hati gue juga bisa ngerasain sakit, gue juga mau netral, gue gamau ngeganggu siapapun termasuk keluarga gue, gue cape terus terusan di siksa secara fisik atau batin. Sekarang gue gamau berhubungan sama siapapun, gue cuman mau buat mereka sadar bahwa si anjing Ana itu bukan perempuan yang baik bahkan lebih busuk dari bangkai anjing," ungkap Nara panjang lebar lalu menyenderkan tubuhkan ke sandaran kursi dan menutup matanya untuk meredakan emosinya yang memuncak kala mengingat cerita dari buku Diary's Alin.


Ketiga sahabatnya mematung mendengar ungakap isi hati Nara, Ah sebenarnya itu bukan isi hati Nara tapi isi hati Alin ya meski di tambahi sedikit kata menyerah untuk tidak memperjuangkan lagi Aksa.


'Brakk'


Terdengar suara gebrakan dari meja kayu yang menjadi penghalang mereka, Nara yang tadi memejamkan mata terlonjak kaget.


"Anying!"


"Bangsat!"


"Bego!"


Umpat ketiganya tanpa sadar, sedangkan sang pelaku cengengesan.


"Lo beneran mau nyerah ngejar si Akasara kutub es itu?" Tanya Perempuan bersurai abu abu itu di angguki dua lainnya.


"Iya, lagian ya kalo di pikir pikir lagi gue itu cuman terobsesi buat milikin dia bukan cinta, karna pas semalem gue nanya sama google" ungkap Nara santai. Di angguki serempak oleh mereka.


"Emang lo nanya ke googlenya gimana?" Tanya perempuan berambut coklat muda.


"Gini 'Oke google bagaimana ciri ciri jatuh cinta' terus pas udah gitu google itu jawab gini 'inilah ciri ciri orang jatuh cinta' terus gue baca di bawahnya katanya orang jatuh cinta itu jantungnya detak kencang kek habis lari marathon setiap kali bertemu atau berkontak mata, terus kalo di puji atau di gombal pipinya bakal panas, teruss... emmm.. apalagi ya? Lupa lagi gue," jawab Nara panjang lebar tanpa memperhatikan raut ketiga sahabatnya yang sudah cengo mendengarkan penjelasan polos dari Nara.


"Lah kok malah bengong?" Guman Nara pelan.


"Ehemm.." dehem perempuan bersurai abu abu tadi, menetralkan rasa terkejutnya. Dan membuat kedua sahabatnya sadar dari keterkejutannya.


"Ini lo kan Nar?" Tanya gadis bersurai Coklat tua masih dengan rasa syocknya.


"Iyalah, lo kira gue siapa? Setan? Lucinta luna? Roy kiyosi?" Tanya balik Nara beruntun semakin membuat ketiga para sahabatnya kembali cengo.


Sen, 24 Mei 2021🕊


^^^Pena Infit🌙^^^

__ADS_1


...Bersambung........


__ADS_2