
Disinilah mereka, di kantin SMA Viren High School, sekolah elit dengan fasilitas lengkap dan tentu saja siapapun yang ingin masuk ke SMAN ini harus mempunyai uang dan IQ yang tinggi.
Nara dan ketiga sahabatnya sedang berada di kantin, Nara hanya menelungkupkan kepalanya kedalam kedua lengannya karna mengantuk, heyy dirinya baru bisa tidur pukul setengah 3 pagi lalu bangun jam setengah 5 untuk bersiap siap berangkat kesekolah.
Gosip dan gelak tawa terdengar sepenjuru kantin, Nara hanya mengabaikannya dan lebih tertarik menjelajahi dunia mimpi.
Soal di roftoop tadi Nara juga menceritakan kejadian dua minggu yang lalu saat dirinya di tabrak oleh orang suruhan Ana, sahabatnya marah karna tak mengabari mereka saat kecelakaan terjadi, dirinya juga mengalibikan jika kata dokter dirinya mengalami Amesia ringan, dirinya hanya melupakan beberapa orang dan beberapa kejadian, ah. itu hanya alasan agar mereka tak curiga jika dirinya bukan roh yang asli. Jadi jika ada yang tidak tau atau tidak kenal bisa di tanyakan kepada sahabatnya tanpa ada kata curiga.
Seorang perempuan bersurai coklat muda berjalan menuju ke meja pojok kanan yang terdapat Nara dan dua sahabatnya.
Ya perempuan bersurai coklat muda itu Salsa, salah satu sahabat Nara. Sedangkan yang bersurai coklat tua adalah Asyla dan bersurai abu abu adalah Alysa.
Syla sedang sibuk membaca novel online di ponselnya sedangkan Lysa sedang membaca buku biologi.
Salsa meletakan mangkuk baksonya di atas meja, lalu menyuruh pelayan yang lain juga menyimpan minuman dan salad buah sebagai cemilan di atas meja, setelah meletakan makanan dan minuman itu pelayanpun undur diri dan Salsa duduk di sebelah Syla. Sedangkan Lysa di sebelah Nara.
"Nara kenapa?" Tanya salsa sembari melihat Nara yang menelungkupkan kepalanya.
"Tidur," jawab Lysa singkat.
"Lah? Tadi katanya mau makan?" Tanya Salsa bingung.
"Ngantuk," jawab Lysa lagi.
"Oh," Salsa hanya ber 'oh ria saja, lalu mulai mengambil jatahnya, begitupun dengan Syla dan Lysa.
Nara bangun kala mencium wangi dari bakso yang ada di depannya, dengan perlahan dirinya mendongakan kepalanya dan di sungguhkan dengan bakso yang menggugah selera, dengan cepat dirinya menarik baksonya lalu mulai menuangkan saos kecap, saat mau mengambil sambel dirinya langsung menatap ketiga sahabatnya yang sedang cengengesan, sambalnya sudah di habiskan oleh ketiga curut itu, Nara hanya mendengus.
Saat ingin meminta sambel lagi ternyata sambalnya sudah habis, dirinya berdecak lalu mengaduk adukan baksonya dengan kesal.
Dirinya mengedarkan pandangan kesegala arah dan pandangannya jatuh pada seorang laki laki culun yang ada di meja pinggir. Lalu dirinya beranjak dari duduknya. Sahabatnya yang menyadari Nara akan pergi segera bertanya.
"Mau kemana lo?" Tanya Asyla kepo.
"Malak sambel," jawab Nara sekenanya.
"Emang mau malak kemana neng? Orang udah habis, gak denger tadi kata mang Ucup?" Tanya Salsa santai.
"Liat aja nanti," jawabnya lalu beranjak dari mejanya dan menuju ke arah meja cowok culun tadi.
Salah satu dari siswa di kantin melihat aksi Nara lalu mengajak temannya untuk melihat ke arah Nara, dan semua matapun mengarah ke arah Nara yang sedang mendekati pria culun yang sedang menikmati baksonya.
__ADS_1
Suasana kantin hening karna ingin melihat aksi Nara yang mereka kira akan membully siswa tersebut, termasuk sekelompok orang yang ada di pojok kiri kantin.
Setelah sampai di hadapan pria culun itu dengan keras Nara menggebrak meja tersebut hingga melonjakan isi kantin.
'Brakkk'
Pria culun itu menatap Nara takut takut, oh ayolah siapa yang tak tau Alinara? Sang Queen Bullying di SMAN ini.
"A-ada a-apa ya k-kak?" Tanya pria culun itu takut, takut di bully lagi oleh Nara.
"LO!!-" bentak Nara keras terjeda lalu mendekatkan wajahnya ke wajah pria culun itu, seisi kantin sudah panas dingin dengan berbagai pemikiran buruknya.
'Brakk'
Nara kembali menggebrak meja dan itu sontak kembali melonjakan seisi kantin, sedangkan yang membuat gebrakan itu hanya acuh lalu mengambil sambel yang ada di mangkuk kecil.
"Gue minta sambelnya ya, makasih," ucap Nara lembut lalu menjauhkan wajahnya dari pria culun yang sedang syock. Sedetik kemudian pria culun itu pingsan, Nara yang melihat itu hanya meringis lalu pergi dari sana seolah tak terjadi apa apa dengan mangkuk sambel di tangannya lalu kembali duduk di mejanya.
Sahabatnya hanya geleng geleng melihat kelakuan sahabatnya, sedangkan cowok culun tadi langsung di bawa ke UKS oleh beberapa siswa dan pelayan.
Detik berikutnya terdengar siswi yang tiba tiba pingsan, dan ini empat siswi sekaligus. Kantin heboh dengan orang pingsan dan mulai bergosip setelah sadar dari syocknya.
HEY!!! Ini adalah pertama kalinya seorang Queen Bullying berterimakasih apalagi ini?!! ALINARA ingat A.L.I.N.A.R.A seorang Queen Bullying berterimakasih kepada Pria culun, ingat C.U.L.U.N Ingat itu!.
'Queen Bullying yang kejam itu, kan?'
'Berterimakasih ke cowok culun?'
'Apa gue salah liat?'
'Ini beneran?'
'Gak mimpikan gue?'
'Gue baru sadar dia gak pake make up Anjir!!"
'Iya woyy!!'
'Wihh daebak!!'
'Lebih imut kalo gak pake make up woyy'
__ADS_1
'GEMOYYYY!!'
Alinara menjadi tranding topik, bahkan ada beberapa orang yang tadi memvidiokannya. Awalnya mereka kira akan ada pertunjukan seperti, aksi tamparan, pukulan, tendangan, ataupun jambakan. Tapi malah sebaliknya!.
Semua orang syock tak terkecuali kumpulan orang yang ada di pojok kiri, disana ada Aksa dkk, jangan lupakan Ana yang selalu bersama mereka.
"Itu tadi Alinkan?" Tanya Jordi. Lebih tepatnya Jordi Kurniawan. salah satu sahabat Aksa yang humoris dan orang yang selalu mencairkan suasana.
"Gue kira tadi bakal ada yang masuk ke rumah sakit dan koma tapi ternyata, ck ck ck," ujar Niel atau lebih tepatnya Nielo Kevino, salah satu sahabat Aksa yang kalem tapi kalo di satukan dengan Jordi malah ikut ikutan begonya.
"Tak terduga anjirr," sambung Jordi kagum.
"Bang itu beneran si Jalangkan?" Tanya Alva ke Alvi yang sedari tadi diam menyaksikan tingkah laku Nara yang berbeda? Mybe.
Alvi hanya mengedikan bahunya acuh, lalu Alva menatap ke arah Muel atau lebih tepatnya Samuel Infino. Sebelas dua belas sama Aksa dan Alvi, dingin dan datar. Muel tidak memihak kepada Ana ataupun Nara.
Nara yang sedari tadi merasa di perhatikanpun mendongak dan melihat ke sekililing dan mendapati berbagai tatapan dari semua siswa/i.
"Apa? Kok pada liatin gue? Baru sadar ya gue cantik?" Tanya Nara dengan mulut masih mengunyah, tangannya pun tak tinggal diam Nara mengibaskan rambutnya seperti iklan sampo.
'Anjirr imutt!!'
'Gemoyy woyy!'
'Karungg mana karung!!'
'Lucu anjirrr!!'
Nara hanya melihat ke arah mereka bingung lalu kembali menatap ke arah sahabatnya yang menepuk jidat, wajah Nara yang memerah karna pedas dan hidung yang mulai merah cabai seperti habis menangis berjam jam di tambah keringat yang mengucur di dahinya mengenai anak rambut jadi basah beuhhh, nikmat mana yang engkau dustakan.
Sementara ada satu orang mengepalkan tangannya mendengar teriakan itu.
20 menit lagi bel akan berbunyi, mereka menuju roftoop untuk bersantai, lebih tepatnya membawa tas mereka yang ketinggalan. Lebih tepatnya sengaja di tinggal.
Saat membuka pintu roftoop mereka mendapati Aksa dkk sedang bercanda ria dengan Ana, saat mendengar suara pintu roftoop sekolah di buka seketika mereka menghentikan tawa nereka dan memandang dingin, bingung, datar dan tajam kearah mereka.
"Ehemm, sory ganggu... gue ke sini mau ngambil tas dong kok, lanjutin aja," ujar Nara santai lalu berjalan ke arah meja kayu yang di tengah tengah kursi itu lalu mengambil tasnya yang berwarna pink itu dan di ikuti sahabat sahabat yang lainnya.
setelah mengambil tas, Nara dkk langsung pergi dari sana. keheningan terjadi di antara mereka.
"itu beneran si Alin? tumben gak nemplok sama lo Sa?" tanya jordi bingung du sertai rasa penasaran yang tinggi.
__ADS_1
sedangkan yang di tanya hanya mengedikan bahunya acuh, lalu merekapun bercanda kembali tanpa menghiraukan waktu yang terus berjalan.