
Satu minggu telah berlalu setelah kejadian Muel menembak Nara, dan kalian tahu? Nara menerimanya dan disana juga ia memutuskan keempat pacarnya.
dan keempat orang yang di cap mantan itu hanya bisa pasrah saat di putuskan oleh Nara. dan sekarang Nara dan Muel resmi berpacaran?
Hari ini hari minggu, Nara masih menutup matanya, semalam ia begadang untuk membaca novel dan marathon drama.
di bawah sudah ada Aksa dkk jangan lupakan ananjing, orang tua mereka berada di luar negri biasalah kerja.
jam sudah menunjukan pukul 11 siang dan Nara baru membuka matanya. saat melihat jam ia langsung bergegas mandi dan berganti baju dengan baju tidur lagi:).
rambutnya ia cepol asal, lalu mencabut handphonenya dan turun kebawah tak lupa menguncinya.
Dengan cepat ia menuruni tangga untuk menemui Muel yang sedaritadi membaca buku tanpa menghiraukan Aksa dkk yang sedang bercanda dengan Ana.
"ELLL!!" teriak Nara kala melihat Muel dengan wajah datar.
Muel mendongak, begitupun Aksa dkk+Ana melihat Nara yang sedang berlari kecil menuju mereka.
Muel tersenyum tipis, lalu menutup bukunya dan melambaikan tangannya menyuruh kesini. dengan cepat Nara duduk di sebelah Muel.
posisi mereka adalah Aksa, Ana dan Alvi di kursi panjang, dan yang lain lesehan termasuk Muel.
"baru bangun hemm?" tanya Muel lembut dan di balas anggukan oleh Nara, kepalanya ia sandarkan kebahu Muel. ruangan itu hening.
"hmm, semalem nonton drakor sampe jam 3," jawab Nara santai lalu menguap.
"masih ngantuk?" tangan kekar milik Muel mengusap kepala Nara lembut.
"nggak, cuman suntuk aja," jawab Nara santai lalu membuka layar handphone.
"mau jalan?" tanya Muel.
"kemana?" tanya balik Nara.
"gramedia? or toko kpop?" seketika mata Nara berbinar mendengar kedua tempat itu, detik berikutnya matanya menatap Muel dengan berbinar penuh harap.
"seriuskan?" tanya Nara meyakinkan.
"iya, mau?"
"nggak deh, mager besok aja," balas Nara lalu merebahkan kepalanya di paha Muel. rambutnya di elus lembut.
"heh njir jan mesra mesraan disini monyet," sindir jordi judes.
"iri? bilang babu," sinis Nara.
__ADS_1
"kak Nara jangan gitu, kan kak jordi cuman ngomong," ujar ana polos. polos polos bangsat maksudnya.
"iya, gue tau di cuman ngomong," Nara memutar bola matanya. lalu merebahkan kepalanya di paha Muel.
"El, liburan yo," ajak Nara santai.
"berdua?"
"iya dong,"
"gamau entar aku kebablasan,"
"otak lo kemana bego, kita liburan ke korsel biar bisa ketemu suami gue, dan kita beda kamar, kalo lo mau kita juga bisa beda hotel," sinis Nara sambil menjambak rambut Muel dengan keras hingga wajah mereka berdekatan.
"ehem," deheman itu berasal dari Alvi.
Nara menghiraukannya dan langsung mencium jidat mulus Muel.
"GUE GALIAT SUMPAH GUE GALIAT!" teriak Niel sambil menutup matanya tapi masih mengintip di sela sela jarinya.
"GUE JUGA GAK LIAT, GUE TADI NGOBROL SAMA ALVA VALID NO DEBAT!" sahut Jordi.
"DASAR ****** KECENTILAN!" sinis Alva.
Nara hanya mengacuhkannya. matanya tak sengaja melirik ke arah Ana yang sedang menatapnya syock dan tangan terkepal erat.
"jan macem macem lo ra," suara rendah itu berasal dari Alvi yang menatap tajam Nara.
sedangkan Muel masih syock! hey ia kira tidak akan ada acara cium ciuman dalam kesepakatannya!
"kenapa? mau marah? emang lo siapanya gue?"
jleb
( ,author be like : kena mental gak tuh?)
Aksa menggeram tapi ia tak bisa apa apa, ia sadar diri jika di depannya bukan lagi Alinara yang centil dan manja kepadanya.
Nara bangkit dari rebahannya, lalu naik ke atas kamar tanpa menghiraukan tatapan tajam dari beberapa orang dan tatapan cengo.
Nara langsung memakai jaket kulit, btw celana tidur Nara itu panjang ya, dan lengannya pendek. Nara turun kembali untuk kesupermarket. saat hendak melewati gerombolan Aksa dkk. El memanghilnya.
"kemana?"
"jajan, mau nitip?"
__ADS_1
"komplek?"
"iya, mau nitip gak?"
"nggak deh, mau di anterin?"
"gak usah, gue bisa sendiri,"
"yaudah sana,"
Nara memutar bola matanya malas sambil membatin "terus lo ngapain nanya nanya ban*sat!"
saat di perjalanan ia melihat ada yang tawuran, uh sepertinya lebih ke keroyokan? 1 vs 15.
ayolah, ia juga jika main game moba 1 vs 5 kabur, apalagi ini 1 vs 15? dahlah skip tuh nyawa pikirnya.
Nara melihat itu sambil menyenderkan tubuhnya ke tiang listrik, sepertinya akan seru.
disayangkan ia tak membawa cemilan, ah sudahlah.
"wih gerakannya cepet amat," gumannya.
"sepertinya sudah profesional,"
"andai aku membawa pistol,"
"ia itu di belakang lo cepetan elah,"
gerutuan gerutuan tak jelas lolos dari bibirnya, ia melihat aksi itu dengan seksama. hampir semuanya di tumbangkan, tinggal 6 orang lagi, itupun sudah babak belur.
karena sudah pegal, ia akhirnya selonjoran di terotoan sambil menyenderkan tubuhnya ke tiang listrik tadi.
lima menit kemudian, ke 6 orang itu tumbang di susul dengan orang yang di keroyok tadi, apakah orang itu meninggal? pikirnya.
karena khawatir menyangka ia pembunuh (tapi emang pembunuh sih) ia segera melihat keadaan orang itu. saat jaraknya hanya satu langkah ia menunduk untuk melihat wajah itu yang babak belur.
"heh, lo masih hidupkan?" tanya Nara. tapi saat dia melihat lihat wajahnya, ia merasa familiar tapi ia lupa dimana ia melihatnya.
saat akan mengalihkan pandangannya. mata itu terbuka.
"LO!!"
"ELOO!!"
**hayo siapa. maafkeun author, author lagi ngerancang novel lain yang di wp jadi gak terlalu kesini hehe.
__ADS_1
see you, dari penulis abal abal**.