
Queennata pov on....
Sekarang gue lagi di toilet buat ganti rok dengan celana yang gue bawa, niatnya gue mau ke mall dulu buat beli barang barang dan cat yang gue butuhin buat ngerombak kamar gue, gue udah niat banget, mumpung besok tanggal merah dan juga hari sabtu jadi gue manfaatin buat ngerombak kamar gue.
Sahabat gue gak ikut bolos, kata Salsa dirinya mau pdkt sama gebetan barunya, ntah gebetan yang keberapa yang pasti dia fakgril.
Kata Syla dirinya akan di marahi oleh kedua ortunya jika kerahuan bolos terlalu lama dan Lysa? Dirinya ada praktek biologi, gitu gitu juga si Lysa pinter dan berprestasi. Sebelas dua belaslah sama gue.
Gue udah siap buat ke parkiran, sekarang jam istirahat kedua, istirahat pertama 10:00 - 10:45, swdangkan istirahat kedua 12:00 - 12:45.
Gue lagi jalan di koridor yang lumayan rame, gue gapeduliin tatapan sekitar ngejurus kegue karna pake celana.
Saat gue di parkiran, parkiran itu sepi dan lenggang. Dan itu keberuntungan buat gue, gue ambil motor sport gue terus keluar dari sekolah dengan alibi di suruh buat mem-fotocopy keluar karna fotocopyan di sekolah rusak, dan akhirnya satpam itupun membukakan pintu gerbang.
Ternyata sekolah yang gue tempatin sekarang gak jauh dari tempat gue dulu tinggal, cuman 45 menitan dengan kecepatan di atas rata rata.
Gue juga mau ngambil uang di cafe milik Alin buat ngerombak kamar gue, uang jajan gue gak cukup buat ngerombak semuanya. Dari mulai cat sampai benda benda kecil. Gue juga mau beli baju yang pas dengan selera gue dan gak kekurangan bahan.
Sekarang gue ada di parkiran cafe, pas gue masuk ke cafe ternyata rame banget, disennya juga instagrameble jadi ya cocok buat anak remaja. Biasalah..
Gue langsung ke lantai dua buat masuk ke ruangan, kenapa gue tau dimana letak ruangannya? Gue tau dari Diary's Alin, di ruangan itu juga lumayan luas ada kamar tidur sama kamar mandi, untung kamar yang ada di cafe ini kek di hotel hotel jadi gada warna warna alay kek di kamar rumah si Alin.
Gue tau cafe ini milik Alin dari buku Diary's nya. Cafe ini di dirikan oleh keringatnya sendiri tanpa campur tangan orang lain, Cafe ini di dirikan pas Alin masuk sekolah SMA. Jadi ya udah lumayan lama, cafe ini juga suka ngerombak tempat foto foto setiap 3 bulan sekali agar pengunjung tidak bosan melihat interior dari Cafe ini.
Gue mandang berkas berkas cafe yang numpuk, apa gue harus kerjain? Di pikir pikir lagi emang gue yang harus ngerjain karna si Alin udah ko'it.
Gue duduk di kursi kebesaran gue lalu mulai memeriksa berkas berkas yang ada di cafe, dulu juga gue kuliah sambil ngebantuin abang angkat gue kerja.
Fov off~
Setelah satu jam setengah mengerjakan berkas berkas yang menumpuk, Nara menyandarkan badannya ke sandaran kursi kebesarannya lalu memejamkan matanya, ternyata melelahkan juga.
Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka, Nara membuka matanya lalu menoleh, ah ternyata manegernya, orang yang di sebut menegernya itu membelalakan matanya kaget melihat seseorang yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Alin!!" Teriak orang yang di panggil mengernya itu lalu berlari menuju Nara dan memeluknya erat.
"Gue kangen bangett sama lo! Lo kemana aja? Jarang ke Cafe," cerocos meneger itu lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Dengan cepat Nara menghirup oksigen sebanyak mungkin, laki laki di depannya ini memeluknya terlalu erat.
"Gue lagi sibuk bang," jawab Nara seadannya setelah pernafasannya normal.
"Gimana sama abang kandung lo? Udah berubah belom?" Tanyanya kepo, lalu meletakan berkas berwarna merah itu di hadapan Nara dan duduk di kursi di sebrangnya.
"Boro boro berubah bang, malah makin kesurupan," ucap Nara santai dan terkehkeh pelan, tangannya mengambil berkas merah tadi lalu membukanya, sedangkan laki laki tadi memperhatikan secara intens ke arah Nara.
Laki laki tadi adalah Ares Rizky, menegernya dari awal mula mendirikan Cafe ini, Ares adalah abang angkat dari Alin, Ares juga tahu semua masalah dari Alin, hanya saja Ares tidak tahu tentang kecelakaan mobil kemarin.
"Bang, lo tau gengster "Drak Diamond's" gak?" Tanya Nara santai tapi tidak dengan Ares yang menegang kala mendengar nama itu.
"Gu-gue tau dikit, emang kenapa?" Jawab Ares gugup di akhiri pertanyaan kepada Nara yang sedang menatapnya intens.
"Gue cuman nanya, kenapa lo tegang gitu?" Tanya Nara santai, tapi matanya masih menatap ke arah Ares yang sepertinya sedang, gugup dan tegang? Mybe.
"E-enggak, cuman heran aja, kenapa lo tiba tiba nanya gitu?" Jawab Ares sesantai mungkin di akhiri pertanyaan kembali.
"Gue cuman pengen tau, katanya lo tau sedikit tentang DD, emang lo tau apaan?" Tanya Nara penasaran, ralat. Tapi pura pura penasaran.
"Emmm, Drak Diamond's adalah gengster terkenal hampir seluruh Asia, DD kuat dan di sangat segani di dunia bawah, DD juga mempunyai seorang Queen, kalo gak salah namanya Queen Vandra, dia seperti berlian di DD, di lindungi semua anggota, Queen Vandra adalah kesayangan ketua, wakil ketua dan anggota inti Drak Diamond's, setiap ada pertarungan atau misi pasti memakai topeng hitam dengan sedikit warna gold, mereka juga sering membantu pemerintah untuk menangkap gengster yang melakukan perdagangan ilegal dan perjualan manusia.
Itu doang sih yang gue tau, emang kenapa nanya tentang gengster itu? Tumben tumbenan," jelas Ares panjang lebar dan hanya di balas anggukan oleh Nara.
"Gapapa, cuman kepo aja," ucap Nara santai lalu menandatangi berkas merah tadi dan di simpan di tumpukan berkas yang lain.
"Oh iya banh, anter ke mall yo! Gue mau ngerenov kamar yang ada di rumah, mata gue sakit gara gara liat warna pink itu," lanjut Nara lalu bergidik ngeri kala mengingat kamar Alin.
"Tumben lo mau negrubah suasana kamar? Lo gak suka lagi warna pink itu lagi Lin?" Tanya Ares kepo.
"Jangan panggil gue Alin, gue mau berubah dan buka lembaran baru lagi, gue gamau di panggil Alin, jadi sebagai gantinya panggil gue Nara," ucap Nara santai.
"Oh.."
"Dan soal ngerubah suasana kamar sih, iya. Gue mau suasana baru biar hati gue adem ayem gitu," lanjut Nara.
"Yaudah, jadi kapan nih mau berangkat? Udah jam 2 lebih loh,"
__ADS_1
"Sekarang aja, lo bawa mobil ya! Ntar motor gue bodyguard lo yang nganterin ke home,"
"Emang mau beli apa aja sih?"
"Gue itu mau beli cat, lemari, meja belajar, meja rias, baju, sepatu dll, pokoknya lengkap deh,"
"Emang lo punya duit?"
"Anjirr lo bang, gue punya tabungan, sekaligus uang yang ada di Cafe ini gue ambil, biar puas gitu,"
"Yaudah ayo,"
"Gass lah!,"
Mereka keluar Cafe lalu melaju ke mall untuk membeli peralatan yang di butuhkan.
sesampainya di mall, mereka membeli kasur, lemari, meja belajar, meja rias, kursi, meja kecil, nakas, dan barang barang besar untuk di simpan di kamarnya.
"mba, kalo bisa besok pagi barangnya sudah ada di alamat ini ya," ucap Nara lalu memberikan kartu namanya kepada mba kasirnya.
"baik kak," jawab kasir itu lalu menerima kartu tersebut sambil tersenyum dan di balas senyuman oleh Nara.
Nara dan Ares pun pergi dari toko itu, sekarang mereka menuju tokok cat untuk mencat ulang kamar Nara.
"lo dari tadi ngambil barang yang warnanya hitam, putih dan abu, lo gak suka lagi warna pink ya?" tanya Ares heran, pasalnya jika mereka berbelanja pasti Alin bakalan beli yang berwarna pink atau purple.
"gatau, tiba tiba aja pen beli warna itu," jawab Nara sekenanya.
merekapun membeli semua barang yang di butuhkan, bahkan gordenpun di ganti dengan warna hitam, waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Nara pulang di antar oleh Ares.
barang barang yang Nara beli akan sampai besok pagi, uang jajan dan uang tabungan di Cafe sudah ludes habis, besok Nara akan mencari pejerjaan, hey! meskipun dirinya mempunyai Cafe, tapi jika dirinya terus terusan mengambil uang yang ada di Cafe, Cafe itu akan gulung tikar!.
di rumah tidak ada siapa siapa, orang tuanya pergi ke keluar negri karna ada urusan katanya. abang abangnya dan Ana sedang menginap di rumah Aksa.
untuk malam ini, dirinya terpaksa tidur kembali di kamar serba pink itu, sebelum tidur dirinya mandi terlebih dahulu dan mulai merevisi sketsa kamarnya di laptop agar lebih sunyi dan kelam. dirinya menyukai kesunyian, kegelapan, kekosongan dan hampa.
setelah pukul 01:00 malam dirinya baru tidur dengan nyenyak dan menanti esok hari yang cerah. percayalah berpura pura mengenal orang yang asing bagi kita itu melelahkan.
__ADS_1
#PenaInfit