I'M (Not) Antagonist

I'M (Not) Antagonist
Chap.13


__ADS_3

Hari senin, adalah hari yang di benci para siswa karna harus di jemur di lapangan selama satu setengah jam, dan hari itu juga VHS di gemparkan oleh kembalinya Nara yang sudah menghilang seperti di telan bumi.


teman sekelasnyapun bertanya kemana ia pergi dan menjawab seadanya dan merekapun langsung melihat Ig saat Salsa mengatakan bahwa Nara mempost. fotonya saat di LA.


saat jam pertama dan kedua jamkos karna ada beberapa masalah yang di haruskan mengadakan rapat.


Ruang BK. Ruangan yang di peruntukan oleh siswa yang bermasalah, dan sekarang Nara sedang ada di dalamnya, setelah bel istirahat berbunyi dirinya di panggil oleh guru BK ke ruangannya.


sebagai murid yang baik dan patuh pada peraturan sekolah, Nara hanya mengikutinya. sekarang Nara sedang duduk di sofa yang berhadapan dengan meja guru BK tersebut. Bu tuti atau biasa di panggil Butut.


Nara dengan santainya memasukan cemilan yang ada di toples kedalam mulut mungilnya, tanpa menghiraukan tatapan menusuk dari guru BK dan kepsek yang ada di hadapannya.


"ALINARA!" sentak kepala sekolah yang sedaritadi memasukan cemilan kedalam mulutnya, Nara yang mendengar itu langsung tersedak lalu mengambil minuman yang sebenernya di suguhkan ke kepsek.


"Astagfirllah pak, pelan pelan napa, ada apa sih?" tanya Nara kesal setelah menetralkan ketersedakannya.


"kamu ini, disini ada guru kamu dan kamu malah enak enakan makan cemilan! dasar tidak sopan!" kata butet sinis.


"aelah bu, percuma dong kalo ada cemilan gak ada yang makan nanti mubadzir bu," jawab Nara santai lalu kembali mengambil cemilan yang berupa keiripik kentang di dalam toples.


"ck, kamu ini, hah sudahlah sekarang bapak mau tanya," ucap kepsek serius, dan Nara mengangkat alisnya sebagai tanda bertanya 'apa?'.


"kamu kemana selama dua bulan ini? tidak masuk sekolah! tidak memberitahu pihak sekolah?" tanya kepsek santai tapi juga tajam.


"harus di jawab ya?" pertanyaan polos itu terlontar dari mulut Nara yang penuh, kepsek dan butet menghela nafas pelan.


"Alinara, coba jawab dengan jujur? kamu darimana? orang tua kamu berkata kamu tidak kembali ke rumah dua bulan lamanya!"


"emang bapak gak di kasih tau abang Nara?" tanya Nara heran, saat akan menjalankan misi terusan kemarin, abangnya bangSat berkata bahwa Nara sudah di izinkan selama dua bulan.


"maksud kamu Alva sama Alvi?" tanya kepsek.


"bukan pak," jawab Nara kesal.


"terus siapa lagi Nara? setau saya kamu tidak mempunyai abang selain Alva dan Alvi yang bersekolah di VHS?" jawab kepek bingung.


"ituloh pak si BangSat," sahut Nara santai.


"jangan ngumpat Alinara! tidak sopan!" tegur butet yang sedaritadi menyimak.


"astagfirllah bu, siapa yang ngumpat, saya bicara jujur maksud saya itu Bang Satria di singkat bangsat," jawab Nara.


"Satria?" tanya kepsek bertanya sembari mengingat maksud Nara, saat mengingat nama itu kepsek langsung tersedak dengan salivanya sendiri. segera butet memberikan air putih yang belum di sentuh.


"ma-maksud ka-kamu pak Satria CEO SK'Grup? perusahaan yang dalam bidang pertambangan?" tanya kepsek gugup, dirinya baru ingat dua bulan yang lalu CEO itu menelponnya untuk mengizinkan seorang siswi yang bernama Alinara.


"iya, apa bangsat gak bilang ke bapak?" tanya Nara.


"ka-kamu adiknya?" tanya Kepsek masih gugup.


"iya, Nara adiknya jadi gimana pak?"


"huh, sudahlah kamu boleh keluar," ucap kepsek menyerah.


"oh yaudah," jawab Nara lalu berdiri tidak lupa membawa keripik kentang Kedalam tangannya lalu beranjak dari duduknya.


"DADAHH BAPAK DADAH BUTET!" teriak Nara lalu berlari dan menutup pintu dengan cara membantingnya.


'BRAKKK'


kedua orang yang berada di dalam hanya bisa mengelus dadanya sabar.


sedangkan sang pelaku tengah menuju ke kantin untuk mengisi perutnya yang keoroncongan sembari memakan keripik kentang yang berada di tangannya dengan santai.


selama di koridor banyak pasang mata yang memandangnya takut, kagum, benci dan iri.


saat di koridor ia teringat sesuatu, lalu dengan cepat ia memasuki toilet perempuan, setelah beberapa menit, Narapun keluar dari toilet, seluruh mata para siswa siswi memandang Nara melongo.


sebelum ke dalam toilet penampilan Nara seperti seorang badgril, dan saat keluar, erghh penampilannya seperti seorang tante tante.


dengan santai dan tanpa menghiraukan semua mata mengarah padanya.


sesampainya di kantin, Nara langsung mengedarkan pandangannya dan yap! pandangannya tertuju pada Aksa dkk, yang berada di tengah tengah kantin. disana juga ada ananjing.


dengan langkah santai tapi anggun, Nara melangkah ke arah tempat Aksa dkk duduk.


"Hai sayang," suara manja dan centil itu dari mulut merah cabe Nara. sembari bergelayut di lengan kekar milik Aksa.

__ADS_1


"kamu rindu gak, sama aku," ucap Nara manja.


"anjirr jiwa jalangnya balik lagi," celutuk Alva sinis.


"ck ck ck, gue kira berubah, eh ternyata cuman caper," sahut Niel.


"ngemis lagi nih jalang," sahut Jordi sinis.


"pengen pansos dasar caper!!" senandung Niel menirukan sound tik tok yang sedang trend ah lebih tepatnya menyindir.


hujatan hujatan dari teman Aksa terlontar begitu saja kecuali si Es Alvi sama Muel yang bodo amat, di mata Aksa terlihat kejyjyan saat melihat Nara bergelayut manja.


sedangkan Ana hanya menatap sedih apa yang ia lihat berbeda dengan tangannya yang mengepal dan meremas rok abu abunya.


Nara bodo amat, lalu menoleh ke arah Ananjing yang menatap dirinya sendu. Nara melihat itu jyjyk dan langsung berkata "apa lo liat liat? dasar jalang," sinis Nara.


*Brughh


Plakk*


Nara di dorong oleh Aksa lalu di tampar sampai sudut bibirnya sobek.


semua mata mengarah ke Nara yang sedang terduduk di tanah dengan memegang pipinya di panas dan perih.


'anjing, bangsat, tolol, bego arghh! dasar sialan!' umpat Nara di dalam hatinya.


*eh eh itu si Narakan?


anjirr dia jadi jalang lagi


keknya dia gagal move on jadi ngelakuin hal itu.


eh eh, si jalang kambek.


lo liat tadi dia nempel nempel di Aksa?


iya gue liat*


dan masih banyak lagi bisikan bisikan bisikan syaiton lainnya.


"LO YANG JALANG!! BUKAN ANA BANGSAT!" bentak Aksa keras, dan kantinpun menjadi hening.


"Dia yang jalang! dia udah ngerebut kamu dari kamu! aku udah berjuang dan dia!-" menunjuk Ana yang sudah berkaca kaca, ntah kenapa ia tiba tiba menangis.


"dia dengan mudahnya dapetin kamu! sedangkan aku yang berjuang bertahun tahun selalu di kasarin!" Ucap Nara lirih di akhir kalimat, tiba tiba isak tangis terdengar di seluruh kantin, semua mata yang tadinya menatap Nara kini menatap Ana yang sudah menangis.


"hiks hiks... maafin ana... hiksss.... ana gak bermaksud hikss.. ngerebut kak aksa hikss.. dari kakak hiks hikss... maafin ana hikss... hikss.." ucap Ananjing lirih.


"hahahaha, jangan pura pura lo jalang! inikan yang lo mau hah?!! lo mau gue hancurkan?!! hahaha lo udah ngerebut semuanya dari gue hahaha!!" tawa Nara menggelar di seluruh kantin, tapi tawa itu bukan tawa kebahagiaan, tapi ada rasa pilu di antara tawanya.


"LO!!!" teriak Alva keras.


*bugh


bugh


plakk


brughh*


tonjokan, tamparan, tendangan mengenai tubuh Nara, itu berasal dari Aksa yang sedari tadi menjambaknya.


"JANGAN HUBUNGIN NASI SIAL LO SAMA ANA ANJING!!" teriak Alva keras.


Nara hanya diam kala semua badannya di tendang, di tonjok dan di tampar oleh Aksa.


dalam hatinya, ia merutuki temen sekelasnya!.


di arah pojok kantin, terdapat anak anak kelas XI mipa 1, menatap Nara dengan tatapan khawatir.


"TAPI SEMUA YANG KALIAN TUDUHIN KE GUE ITU BUKAN SALAH GUE!! GUE DI FITNAH!" teriak Nara keras.


"JANGAN NGELAK ANJING!! LO YANG NGEBUAT DIRI SENDIRI HANCUR ANJING! JANGAN SALAHIN ANA!" teriak Jordi.


"JALANG TETAP JALANG BABI!" sahut Niel tak kalah keras, sekilas di mata Nara muncul kejyjyan tapi beberapa detik kemudian kejyjyan itu sirna di gantikan dengan sinra kesedihan dan kemarahan.


kedua es balok yang sedaritadi diam mengerutkan kening kala melihat sinar kejyjyan di mata Nara.

__ADS_1


"JANGAN PERNAH NGEHINA DAN NGEBULLY ANA LAGI BANGSAT!!"


*bugh


bugh


plak


bugh*


bogeman dan tamparan mengenai tubuh Nara. saat Aksa ingin menndang teriakan dari pojok menghentikannya.


"STOP WOYY STOP!!"


"BERHENTI WOYY!!"


anak anak kelas XI mipa 1 langsung menghampiri Nara yang terduduk di lantai, Lysa dan Syla membantu Nara berdiri dan Salsa memberikan tisu basah untuk menghapus make up Nara, semua di kantin bingung, apa sebenarnya yang terjadi?.


"stop pliss, Aksa jangan mukulin Nara lagi, stop," ucap Daren yang berada di hadapan Nara.


"jangan ikut campur lo!" tekan Aksa dingin, sebenarnya anak Mipa 1 takut, tapi mau gimana lagi mereka harus melindungi teman mereka.


"ehem, maaf nih ya Sa, sumpah ini diluar kendali kita kita, maaf kalo Nara buat kalian marah," ucap Iqbal meminta maaf.


"maksud lo di luar kendali apa?" tanya Niel menyahut.


"jadi Nara itu dapat dare dari permainan, terus si Derren ngasih tantangan," ucap Iqbal menjelaskan.


"tantangannya itu Nara harus pura pura kayak dulu terus nempel sama lo, dan Nara di kasih waktu sampe 15 menit, kalo kurang dari 15 menit pura pura manja sama lo, Nara harus traktir kita di kantin selama 1 minggu," jelas Rio melanjutkan kata kata Iqbal.


"jadi maksud kalian, Nara pura pura kayak dulu lagi?" tanya salah satu siswa yang ada di kantin.


"Iya, Nara cuman pura pura kayak dulu, sekarang Nara udah berubah kok," jelas Salsa yang sedang membantu Nara menghapus make upnya dan membenarkan penampilannya.


"jadi lo udah beneran move on dong dari Aksa?" tanya salah satu siswi.


"Iyalah! lagian cowok masih banyak, contohnya kek Muel, iya gak el?" tanya Nara yang sudah kembali ke penampilan semula lalu mengedipkan matanya ke arah Muel yang sedang menatapnya.


semua mata mengalihkan pandangan ke arah muel, dengan santainya Muel mengangguk membuat sesisi kantin heboh.


"jadi, gue minta maaf nih, sama kalian karna udh bikin esmosi hehe, yaudah gue cabut, byeee guys!" teriak Nara lalu berbalik dan pergi dari kantin, Aksa dkk masih mencerna apa yang terjadi.


Anak Mipa 1pun pergi satu persatu meninggalkan kantin dan gosippun di mulai tentang kejadian tadi.


"jadi, Si Nara cuman akting?" tanya Niel yang pertama kali sadar.


"keknya iya deh," sahut Jordi.


"anjirr, aktingnya bagus, kek beneran," celutuk Niel.


"Cewek gue itu," Sahut Muel santai dan mendapatkan tatapan tajam dari semua sahabatnya.


"apa?" tanya Muel pura pura tidak peka.


"lo beneran suka sama si Nara?" tanya Alva. di balas anggukan oleh Muel.


"Gila lo!" sahut Jordi agak keras.


dan merekapun mendiskusikan soal permasalahan tadi. Aksa hanya diam tapi di dalam hatinya ada rasa sedikit penyesalan, sedangkan Ana mengepalkan Tangannya.


Dasar sialan! Alinara jalang! arghhh percuma gue nangis, buang buabg tenaga aja anjing! Umpat Ananjing di dalam hatinya, ia merasa di permainkan oleh Nara.


sedangkan Nara, sekarang ia ada di roftoop sekolah, ia baru kembali dari uks dan langsung ke roftoop.


tiba tiba pundaknya ada yang menepuk, Nara menoleh kebelakang dan memutar bola matanya malas melihat manusia yang menepuk bahunya.


"ngapain lo disini?" tanya Nara malas.


"Lo gapapa?" tanya orang itu dingin.


"apa urusannya sama lo?" tanya balik Nara.


orang itupun duduk di samping Nara, detik berikutnya Nara berdiri dari duduknya, niatnya mau mencari ketenangan malah ketemu setan.


"mau kemana lo?" tanya orang itu saat melihat Nara berjalan keluar dari roftoop.


"bukan urusan lo," jawab Nara malas lalu keluar turun dari roftoop.

__ADS_1


orang itu yang melihat punggung Nara mengecil hanya menghela nafas kasar lalu berkata dalam hatinya 'lo berubah'.


Maaf baru up hikss, Author lagi males ngetik hehe, siapa hayo orang yang nyamperin Nara? Tunggu kelanjutannya!!.


__ADS_2