
Sekarang Nara berada di kantin sekolah, kemarin setelah membawa Lio ke dokter hewan untuk memeriksa keadaannya, hampir seharian ia menemani Lio perawatan.
Nara tak membawa Lio ke rumah tapi ke aparteman milik Alin. dari kemarin ia merasa perasaan tak enak, tapi ia langsung tepis.
Nara sedang meminum jus apelnya, ia di kantin sendirian karna sahabatnya tidak sekolah, Syla pergi kebandung menjenguk neneknya, Lysa ke bandara untuk menjemput mamahnya, dan salsa ia sedang marathon drakor, ia tidak sekolah karna memang malas dan kebetulan di rumahnya tak ada ortu yang berakhir ia bolos dengan alasan sakit.
sedangkan Renald dan putra sedang di perjalanan menuju kantin. pikirannya berkecamuk, dirinya masih memikirkan cara untuk menjatuhkan Ana, bukan! bukan ia tak punya rencana tapi ia merasa rencananya hanya akan merusak fisiknya saja.
dirinya ingin Ana sendiri yang meminta kemtiannya sendiri. lamunannya buyar kala mendengar suara di depannya, kepalanya mendongak dan mendapati Ronald yang membawa gitar dan di belakang ada putra yang wajahnya di tekuk dengan nampan berisi makanan.
"tumben tumbennan lo ngelamun, ada apa?" tanya Ronald.
"gue lagi mikirin putra," jawab Nara asal.
"ngapain lo mikirin gue?" sewot Putra yang namanya dibawa bawa.
"gapapa, cuman gue mau nanya boleh?" tanya Nara serius memandang mata putra dengan dalam.
Putra yang di tatap seperti itu salah tingkah.
"apaan sih," jawabnya.
"emang lo mau nanya apa sama si putra?" tanya Ronald penasaran.
"Putra,"
"will you be my boyfriend?" lanjut Nara santai.
*Brakk
uhuk uhuk uhuk*.
gebrakan meja itu berasal dari Ronald yang terkejut akan perkataan Nara begitupun Putra yang langsung tersedak kala mendengarnya.
seisi kantin menatap mereka dengan penasaran, dan terkejut.
"LO SERIUSAN NEMBAK SI PUTRA?!!" teriak Ronald keras, seisi kantin menatap Nara dan putra bergantian.
"lah? emangnya kenapa kalo gue nembak dia? kok lo yang sewot," sinis Nara.
"Heh, lo udah rabun apa gimana? arghh," erang Ronald tak percaya.
Nara melihat seisi kantin memusatkan perhatiannya ke arahnya, "LO LIAT GUE KEK GITU LAGI GUE COLOK MATA LO," teriak Nara kesal. seisi kantin yang mendengar itu langsung membuang muka, mereka masih sayang mata mereka oke.
Putra memandang Nara dengan pandangan rumit terutama Aksa dkk yang berada di sebrang sana.
"lo beneran mau jadi pacar gue?" tanya putra serius.
"boleh, tapi lo jadi yang ke 5," jawab Nara santai di sertai senyuman smirk.
"heh, jadi lo udah punya pacar?" tanya Ronald mendengar jawaban Nara.
"You Crazy baby?" tanya seseorang dari belakang, Nara menoleh kebelakang dan mendapati empat laki laki tampan dengan gaya badboy sedang menatapnya tajam.
"eh sayang, ayo duduk silahkan gue mau nyanyiin lagu buat kalian semua," ucap Nara mempersilahkan Aldo, Alnardo atau sering di sebut Nardo, kevan dan Alze duduk di hadapannya.
ya, mereka adalah pacar Nara, lebih tepatnya pacar yang ia tembak semalam.
Ronald, Putra melongo tak percaya.
"oh ya Andi, ini pacar gue kenalin ini pacar gue yang kesatu namanya Aldo, terus yang kedua Alnardo atau Nardo, yang ketiga Kevan yang ke empat Alze, dan lo pasti tau pacar gue yang kelima," jelas Nara di akhiri kedipan ke arah putra.
Ronald melongo sedangkan Putra bergidik ngeri.
"siniin gitar lo," perintah Nara, lalu Ronald memberikan gitar itu.
teng dreng teng dreng
Kutuliskan sebuah cerita cinta segitiga
Di mana akulah yang jadi peran utama
Aku tak dapat membohongi segala rasa
Aku mencintai Aldo dan Alnardo.
suara lembut milik Nara menggema di kantin, seisi kantin menoleh ke arah Nara yang sedang bernyanyi sambil di ubah liriknya.
Nanti pukul satu aldo menemui aku
Maka jangan alnardo pasang wajah yang cemburu
__ADS_1
Nanti bila aldo datang menemui aku
Maka cepat-cepat nardo ngumpet dulu
Lanjut Nara menoleh ke arah Aldo dan Nardo secara bergantian sambil mengedipkan matanya.
Dan aku sudah pernah bilang
Pacarku bukan cuma nardo saja
Ku mempunyai dua hati
Yang tak bisa untuk kutinggali
suara anggun itu menggema di kantin, dan detik berikutnya kantin heboh dengan liriknya lalu melihat ke arah Aldo dan Alnardo.
Kan aku sudah pernah bilang
Janganlah kamu terlalu sayang
Dan bila nanti aldo menghilang
Ku masih punya nardo sebagai cadangan
sorak sorai di kantin menjadi jadi. Nara mengeraskan suaranya agar terdengar oleh yang lain.
"*huaa gue gak nyangka badboy sekolah kita jadi pacar Nara semua!!"
"yoi gue juga pengen deh punya banyak cogan*."
Kutuliskan sebuah cerita cinta segitiga
Di mana akulah yang jadi peran utama
Aku tak dapat membohongi segala rasa
Aku mencintai kevan dan mas Alze.
kali ini Nara melihat Kevan dan Alze yang sedang memasang wajah masam. mereka kira mereka salah satunya eh ternyata salah satunya.
Nanti pukul satu Kevan menemui aku
Nanti bila Kevan datang menemui aku
Maka cepat-cepat Alze ngumpet dulu
Aldo dan Alnardo masih saling menatap sinis.
Dan aku sudah pernah bilang
Pacarku bukan cuma Alze saja
Ku mempunyai dua hati
Yang tak bisa untuk kutinggali
Aksa dkk yang melihat kejadian itu menatap tajam ke arah Nara, terutama Aksa yang terlihat tak terima melihat Nara bernyanyi di depan oacar barunya.
Kan aku sudah pernah bilang
Janganlah kamu terlalu sayang
Dan bila nanti Alze menghilang
Ku masih punya Kevan sebagai cadangan
tiba tiba Muel berdiri dan menghampiri Nara dengan santai, pekikan terdengar sedangkan Aksa dkk menatap bingung dan tajam Muel.
Dan aku sudah pernah bilang
Pacarku bukan cuma nardo saja
Ku mempunyai dua hati
Yang tak bisa untuk kutinggali
Muel duduk di antara Putra dan Nara.
Aldo Alnardo Kevan Alze
-----------------Meja----------------
__ADS_1
Ronald Nara Muel Putra
Kan aku sudah pernah bilang
Janganlah kamu terlalu sayang
Dan bila nanti nardo menghilang
Ku masih punya alze sebagai cadangan
sorak sorang semakin menjadi jadi kala melihat Muel duduk di samping Nara.
Dan aku sudah pernah bilang
Pacarku bukan cuma Aldo saja
Ku mempunyai dua hati
Yang tak bisa untuk kutinggali
Kan aku sudah pernah bilang
Janganlah kamu terlalu sayang
Dan bila nanti Alze menghilang
Ku masih punya lelaki cadangan
"gimana? bagus gak?" tanya Nara menaikan Alisnya.
"BAGUS! KALO LO PACAR GUE DOANG,'" Teriak keempat laki laki di hadapannya.
"gapapa, tenang aja kalian gak bakal di pilih kasihin kok, gue mainnya sama rata hehe," kehkeh Nara di akhir kalimatnya.
"jadi gimana Put? mau gak jadi pacar gue?" tanya Nara ke putra.
"Gak! gue gak mau jadi pacar kelima lo!" sahut Putra bergidik ngeri.
"jadi kalo gue putusin tuh pacar gue, lo bakal nerima gue?" tanya Nara menaikan alisnya, keempat pacar Nara menatap tajam Putra.
"bukan gitu maksud gue Nar! gue gak mau jadi pacar lo," ucap Putra tegas.
"ck, jadi kenapa kalian kesini?" tanya Nara menatap keempat pacarnya itu.
"GUE MAU NGAJAK LO DINNER!!"
"GUE DULUAN,"
"GUE!"
mereka berbicara serempak lalu saling menatap tajam. Nara yang melihat itu meringis malu kala mereka menjadi pusat perhatian.
'*gue gak nyangka si Nara selingkuh terang terangan,"
'sama, apalagi oacarnya pada bening,"
'ah gue juga mau*,'
dan masih banyak lagi ucapan para netizen.
"Stop! Nara itu milik gue," Ucapan tajam dan keras itu menggema di kantin sampai kantin menjadi hening apalagi Aksa dkk yang melotot tak percaya kepada sahabatnya itu.
"ENAK AJA! LO SIAPA?!!"
BRAKK
keempat pacar Nara menggebrak meja bersamaan untung saja gak roboh.
"gue pacarnya," sahut Muel santai menarik pinggang Nara agar lebih dekat.
Ronald, Putra dan keempat pacar Nara memelototkan matanya begitu juga seisi kantin, detik berikutnya kantin ricuh.
Nara memelototkan matanya menatap Muel dengan tajam lalu berkata "sejak kapan gue jadi pacar lo?" tanya Nara sinis.
"ck, sekarang lo jadi pacar gue, will you be my grilfriend?" Tanya Muel keras, detik berikutnya kantin hening, Aksa sudah mengepalkan tangannya, sedangkan yang lain melongo.
"Yes I Will,"
***maaf author baru up hiks, author tuh lagi bikin kerangka cerita baru, temanya sama transmigrasi ke antagonist cuman bedanya cerita itu lebih ke action gitu hehe. terimakasih yang udah nunggu.
Sab. 21Agustus 2021***
__ADS_1