
Satu minggu telah berlalu begitu cepat, setalah kejadian di Cafe minggu lalu, Nara mulai menjauh dari gelombang Aksa dkk, Ananjing, dan keluarga Wijaya.
tiga hari yang lalu ada rapat di Drak Dimaond's, dan di haruskan Nara ikut, dan ya, semua anggota Drak Diamond tak percaya dengan adanya transmigrasi, tapi dengan semua bukti bukti yang telah di kumpulkan Nara, semuanya percaya.
sekutu gengster Drak Diamond's juga hadir, tidak hanya sesama gengster, Drak diamond juga bersekutu dengan beberapa geng motor yang terkenal di beberapa wilayah indonesia.
yang hadir hanya ketua, Waketu dan anggota inti, oh satu lagi! Geng motor si bajingan Aksa bukan sekutunya! meskipun geng motor itu kuat dan kejam, tapi tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi sekutunya.
abang Nara bukan hanya Ketua, Waketu dan Anggota inti diamond's, tetapi semua Ketua, Waketu dan anggota inti sekutunya, bayangkan, berapa banyak abangnya Nara?.
Nara juga menuliskan kontak hp, Id, dll di papan tulis yang ada di ruang rapat, dan alhasil handphonenya sekarang menjadi asrama laki laki.
kalian tahu apa yang terjadi saat Nara membuka topengnya setelah menjelaskan dirinya telah bertrasnmigrasi.
*Inikan Queen bullying di sekolah Varen High School!!
anjirr adek gue trasnmigratan eh, maksudnya transmigrasi ke tubuh tante menor!!.
ini beneran kan si Alin? Queen bullying di VHS?.
kenapa harus ke tubuh Alin sih, ke tubuh syahrini aja biar kaya.
sekarang makin cakep ya setelah adek gue nempatin tubuh si tante girang.
haha anjirr, gue gak nyangka adek gue masuk ke dalam tubuh Queen bullying.
gue kira bakal di tubuh siapa gitu yang hampir sama dengan sikapnya.
pantesan gue denger, akhir akhir ini Queen bullying di VHS gak ngejar ngejar lagi si Aksa ketua Antrax!*
dan lain lain, Nara hanya mendelik, sebegitu bangsatnyakah tubuh yang di tempatinya?, karna terlalu malas memikirkan semua perkataan abang abangnya, dirinya hanya menggembung pipinya kesal.
(kenapa mereka nyebut adek, padahal jiwa reva sudah memasuki umur 23 tahun?, ya karena dia yang meminta, jadi dulu ketua, waketu, dan anggota inti sekutunya itu sepantaran atau di bawah umur Reva, tapi di karnakan dirinya menjadi anak SMA umur 17 tahun, jadinya dia meminta mereka untuk memanggilnya adek.
dan darimana mereka tahu bahwa Alin adalah Queen Bullying di VHS, karna calon ketua, waketu, dan anggota inti di gengs masing masing, masih ada yang bersekolah, ataupun kuliah, jadi mereka tahu kalo Alin adalah Queen bullying di VHS.)
setelah puas mengejek Reva yang berada di tubuh Alin, abang abangnyapun memulai rapatnya.
kalian tahu apa yang di bicarakannya, yaitu Rahasia!!.
*****
Bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, sekarang Nara dkk sudah duduk manis di kantin dengan Bakso dan Es teh manis di atas meja.
Salsa yang sedang fokus kepada makanannya, Syla yang fokus kedalam gamenya dan sesekali menyuapkan bakso yang sudah iya potong potong, Lysa yang sedang membaca Novel dan sesekali menyuapkan baksonya, dan Nara yang sedang fokus mengerjakan tugas dari Bang Bagas di dalam laptopnya dengan sesekali menyuapkan baksonya.
semuanya sibuk dengan kegiatannya masing masing.
"eh, lo udah dapet kerjaan Nar?" tanya Salsa memecahkan keheningan di meja mereka.
"udah dari minggu lalu, gue keerja di pembangunan proyek," jawabnya tanpa mengalihkan perhatian dari laptopnya.
"anjirr, lo jadi kuli bangunan?!" tanya Syla heboh.
"bego, gue jadi Asisten CEO,"
"kok bisa?" tanya Lysa santai.
"pas waktu gue nyari kerja gue ketemu sama CEOnya, pas awal gue kira itu menanggung jawab proyek tapi ternyata CEOnya, gue juga tau pas kita diskusi di Cafe tentang pekerjaan gue," jelas Nara santai lalu menyuapkan baksonya.
lalu ketiganya hanya menganggukan kepala.
beberapa detik terjadi keheningan di meja itu lagi.
"eh lo pada tau gak?" tanya Salsa yang sepertinya akan memulai sesi ghibah.
"kaga, kan lo belom ngomong," sahut Syla santai, lalu mematikan handphonenya karna sudah menang di Game onlinenya.
"Ck, makannya jangan di potong bego," dengus Salsa kesal.
"lanjut, gak usah di dengerin," jawab Nara santai. meskipun matanya menatap laptop, tapi telinganya dibuka lebar lebar untuk mendengarkan apa yang akan sahabatnya ghibahkan.
"lo yang paling baik deh Nar hehe," lalu melakukan kiss jauh. dan di balas putaran bola mata malas Nara.
"lo taukan gengs motor Black Leon?" tanya Salsa antusias, yang di balas anggukan oleh semuanya.
"yang ketuanya masih umur 19 tahun bukan sih? kalo gak salah nama ketuanya Dimas?" tanya Nara memastikan.
__ADS_1
"Dimas Anterio maksud lo? Black Silver yang sekutunya Drak diamond itu?" sahut Syla yang juga mulai kepo.
"Drak diamond itu bukannya gengster yang tersebar di seluruh Asiakan?" Lysa juga kenyahut dengan penuh tanda tanya.
"iya yang itu, katanya nih ya Black Silver itu juga sekutu Antrax, kelas sebelahkan ada yang pacarnya anggota Antrax, terus katanya nanti pulang sekolah, Black Silver dan Antrax bakal tawuran sama Blue Sanca yang gabung sama Black Snack,"
"serius lo?" tanya Syla.
"buat apa gue bohong!!"
"dimana tawurannya?" tanya Lysa kepo.
"di jalan Melati kalo gak salah, di depan gadung bekas,"
"wihh lo tau detail dong!!" seru Syla.
"kira kira siapa yang bakal menang?" tanya Salsa.
"Black Silver, sama Antrax sih menurut gue karna mereka sama sama kuat," jawab Syla mantap.
merekapun menghibah sampai suara bel berbunyi, dan para manusia yang menyebar di seluruh sekolah kembali kedalam kelas untuk menuntut ilmu.
*******
Bel pulang sudah berbunyi 1 setengah jam yang lalu, di Jalan melati depan gedung bekas terdapat dua kubu yang saling baku hantam.
yap, mereka adalah Antrax, Black Silver yang melawan Blue Sanca dan Black Snack.
"WOYY MINGGIR WOYY!! KALO KETABRAK GUE GAK TANGGUNG JAWAB!! MINGGIR BEGO!!!"
teriakan melengking itu membuat aksi tawuran tadi berhenti dan berlari ke pinggir untuk menghindari motor Sport hitam yang melaju kencang.
motor itu berhenti di tengah tengah jalan, lebih tepatnya di antara dua kubu yang bermusuhan.
dengan gerakan Slowmo, pengendara motor itu membuka helm fullpacknya dan terlihatlah rambut hitam legam yang indah dan berkilau akibat sinar matahari.
"anjirr cewek!" teriak salah satu di antara mereka.
"Lo siapa anying?!!" sentak salah satu di anatara mereka.
Aksa dkk, yang melihat itu tercengang.
"Maksud lo si Alvino sama si Alvano?" ah sepertinya iti adalah ketua dari Black Snack, terlihat dari jaketnya yang berwarna hitam dan gambar ular besar yang sedang melilit pedang.
"lo Alinarakan? adiknya si Alvi dan si Alva?" sahut orang yang ada di sebelah ketua Black Snack. sepertinya itu adalah ketua Blue Sanca.
"Iya gue Alinara, yang Cans kek bidadari, naksir ya lo?" Dengan santainya Nara mengibaskan rambutnya seperti iklan sampho.
"Kalo lo--" ucapan ketua Black Snack terhenti karna teriakan Jordi.
"WOYY MAK LAMPIRR!! LO KALO MAU CAPER JAN DI SINI BEGO!!"
"HOOH, KITA TUH LAGI TAWURAN!! LO KALO MAU NYARI PERHATIAN ABANG LO JANGAN KEK GINI CARANYA TOLOL!!" sahut Niel.
Nara mengeyit, emang dirinya menyebutkan bahwa dirinya akan melindungi Alvi dan Alva?. oh tentu tidak!!.
"HEHH!! ENAK AJA LO NGOMONG GUE CAPER!! GUE KESINI BUAT NGELINDUNGI ABANG GUE YANG GUANTENG BANGET!! GAK KEK LO PADA BURIKKK IYUHHHH," teriak balik Nara dengan nada jijik di akhir.
"minggir lo jalang, kita lagi tawuran jangan so'soan jadi pahlawan lo," sentak Alva sinis.
"ck, gue udah bilang bego, gue kesini mau ngelindungin abang gue anying," balas Nara tak kalah sinis.
"bukannya abang lo si Alva sama si Alvi ya?" sahut Ketua black Blue Sanca heran, setahunya Alinara adalah adik dari Alva dàn Alvi.
"oh!! tentu!! gue adiknya Alva dan Alvi, cuman karna gue gak di anggap adik, ya gue juga gak nganggap mereka abang, gitu cogan," jelas Nara santai.
ucapan Nara yang kelewat santai itu, membuat Alva dan Alvi tersentil di ulu hatinya, dengan perasaan, tak rela, marah dan kecewa. ntahlah.
"terus maksud lo ngelindungin abang lo, abang yang mana?" tanya ketua Black Snack.
"oh tentu saja Bang--" Ucapan Nara terhenti kala merasakan telinga kanannya panas dan sakitt, seketika dia menjerit keras, lalu melihat siapa yang menjewer.
"HUAAAA SAKITTT WOYY!!!"
Nara turun dari motor yang sudah di standarkan, dan melihat yang menjewernya dengan seebak jidatnya. saat melihat siapa yang menjwer dia hanya cengengesan.
"ngapain disini?" tanya orang itu dingin. semua orang tercengang dengan perkataan orang itu.
__ADS_1
"kan mau ngelindungin lo bang, kok malah di jewer sih," kesal Nara sambil menatap mata orang itu.
"tau dari siapa?" tanya orang itu lagi.
"oh tentu saja dari ghosip yang menyebar di VHS," jawab Nara santai.
"Abang yang lo maksud itu adalah Dimas? ketua Black Silver?" tanya ketua Black Snack. Nara menoleh ke arah ketua Black Snack yang ada di belakangnya.
"oh tentu saja, Abang Dimas!! Leader Black Silver!my abang ganteng aing," jawab Nara santai lalu mengedipkan matanya ke arah Dimas.
"bukannya abang lo Alva sama Alvi?" tanya ketua Blue Sanca.
"gini loh ketua Bule Sanca--"
"Blue Sanca!!" sentak Ketua blue sanca, enak saja nama gengsnya di ganti ganti.
"nah itulah pokoknya, kalo si kembar bisa nyari Adik lagi, kenapa gue gak bisa nyari abang lagi?, iya gak? iya gak? iya gak? iyalah masa nggak!!" sentak Nara di akhir kalimat. lalu dengan santainya mencium pipi Dimas, Dimas yang di perlakukan seperti itu tersenyum tipis yang terlihat oleh kubu musuh.
sedangkan Anggota Black Silver dan Antrax tidak melihatnya karna posisinya di belakang Dimas, anggota BS dan Antrax hanya mendengar dan melihat saat Nara mencium Dimas.
"Udahlah, gak usah banyak bacot!! yok lah kita baku hantam!! gue udah gak sabar!!" seru Nara heboh.
"Pulang," suara dingin dimas kembali terdengar.
"oh tidak bisa begitu!!" seru Nara tak suka.
"udahlah ayoklah kita mulai," ucap Nara lalu mengode Ketua Black Snack untuk memulai perangnya. ketua Black snack yang melihat kode itu lalu berteriak.
"SER--"
"BENTAR Woyy!! gue markirin dulu motor gue!! enak aja motor gue ada di tengah tengah, yang ada bengek!!" Teriak Nara memotong ucapan ketua Black Snack.
ketua Blue Sanca hanya menghela nafas lelah, saat mendengar perempuan spesies unik di depannya ini berteriak saat tawuran akan kembali di mulai.
dengan gerakan cepat, Nara memarkirkan motornya di pinggir jalan.
"Oke!! gue udah merkirin motor, Sekarang ayoklah!! gue dah siap!!!" teriak Nara Yang sudah berada di samping Dimas.
"SERANG!!!" teriak Ketua Black Snack keras.
baku hantam pun terjadi, Nara berada di belakang Dimas, dengan cepat menangkis, menendang, menampas dan menonojok lawan.
Aksa dkk, juga melawan musuh mereka masing masing.
wajah Nara yang sedari awal sudah santai dan tak ada takut takutnya, kini semakin santai kala melihat skill lawan yang ada di bawahnya.
bugh
satu pukulan lawan mengenai pipi kanan Nara, Naŕa yang merasakan dirinya tertonjok langsung melihat siapa yang menonjoknya.
"wahh lu cari masalah ye!! jangan nonjok kemuka gue dong!! setan!!" teriak Nara kesal lalu membalas dengan menonjok, menampar dan menendang orang tadi.
Alva yang tak sengaja melihat Nara menghajar lawan hanya bisa berpikir 'sejak kapan tuh jalang belajar bela diri?'.
tiga jam berlalu begitu cepat, Black Snack dan Blue Sanca sudah kalah dan melarikan diri, yang artinya Black Silver dan Antrax yang menang.
"YESS MENANGG!! YUHUUU!!" teriak Nara kesenangan, meskipun beberapa kali terkena pukulan dan tendangan lawan tapi itu tak masalah! yang penting menang.
"Ya, kita menang," sahut Dimas kala mendengar teriakan Nara.
Inti Antrax berjalan ke arah mereka, Nara yang sedari teriak teriak karna menang berhenti kala melihat tatapan tajam Dimas.
"sejak kapan lo bisa bela diri?" tanya Niel pada Nara, saat sudah berada di depan inti Black Silver.
"Udah dari dulu kali," jawab Nara santai.
"gue kerenkan? kerenkan? kerenkan? kerenlah masa nggak!!" lanjut Nara yang mengikuti sound tiktok. dan menyenggol tangan Dimas yang di sebelahnya, lalu di balas usapan di kepala Nara yang acak acakan.
Alvi dan Alva yang melihat itu merasa tak suka, ntahlah.
"udahlah, mending kita ke markas aja, kita obatin dulu luka kita," usul Muel. dan di angguki oleh semua. merekapun kembali ke markas utama Antrax untuk mengobati luka mereka dengan motor masing masing.
tanpa semua orang sadari, sedari awal tawuran hingga akhir ada seseorang yang berpakaian serba hitam di lantai 3 gedung tua itu.
"Unik, dan menarik," guman seseorang serba hitam tadi pelan, lalu berbalik dan pergi dari gedung tadi dengan mobil hitam mengkilap keluaran terbaru.
***Jangan lupa like and komen!! biar semangat gitu ngetiknya, kalo banyak yang komen jadi semangat ngetiknya hehe.
__ADS_1
10Juni2021, Pena Infit🕊***.