
Di Dapur
"Aku benci mereka!!!"Ucap Shangyue Sembari mengambil pisau dari laci dapur.
Shangyue menggores pergelangan tangannya sendiri menggunakan pisau tersebut, pada dasarnya dia memang gadis yang nekat bisa melakukan apa saja untuk melampiaskan amarahnya. Darah mengalir dari pergelangan tangannya tapi dia tetap nampak tidak peduli lalu mengulanginya pada tangan yang satunya lagi.
"Berhenti, jangan lukai dirimu sendiri hanya karena kau marah pada mereka"
"Untuk apa kau datang kemari!!, apa kau terus mengawasiku!!?, Menyebalkan!"Ucap Shangyue lalu membuang pisau itu.
"Lihatlah, tanganmu terluka bukan" Ucap Huang Xiang Qun
"Lalu apa urusannya denganmu!"Kata Shangyue Singkat
"Kau adalah istriku dan itu artinya kau adalah miliku jadi aku tidak ingin kau terluka"Ucap Xiang Qun dengan ekspresi serius.
"ish, kau benar-benar gila sudah berapa kali aku katakan padamu aku ini bukan istrimu!!!"ucap Shangyue
"Tidak!, kau adalah istriku"Ucap Xiang Qun sembari memegang tangan Shangyue lalu menjilati darah yang ada di pergelangan tangannya.
"Ssh"Shangyue merasa perih di pergelangan tangannya.
"Darahnya sudah tidak mengalir lagi, aku akan mengobati pergelangan tanganmu ini "ucap Xiang Qun
Huang Xiang Qun mengobati pergelangan tangan Shangyue menggunakan kekuatanya lalu dalam sekejap luka itu tidak berbekas lagi.
"Jangan lakukan itu lagi, kau membuatku khawatir"Ucap Xiang Qun dengan lembut lalu membawa Shangyue ke kamarnya.
Sementara Shangyue hanya diam saja menatapnya.
Untuk apa dia peduli padaku, lagipula aku hanyalah orang asing yang baru dia kenal.
"Tidurlah ini sudah malam"Ucap Xiang Qun lalu membaringkan Shangyue diranjangnya, Xiang Qun hendak pergi tapi Shangyue memeluknya dengan erat dan akhirnya Xiang Qun pun tidur disamping Shangyue.
...----------------...
"Kenapa Mei Mei lama sekali, sebenarnya dia pergi mengambil apa?"Tanya Pangeran Liu Zhen Tian yang masih ada di belakang Paviliun Shangyue, dia tidak tau bahwa Shangyue sudah tertidur dengan lelap.
__ADS_1
...----------------...
Pagi Hari
"Kyaaaaaa, kenapa kau ada disini!!?"tanya Shangyue yang melihat Xiang Qun tidur disampingnya.
"Istri kau memelukku semalaman, jadi aku tidak bisa pergi kemana-mana"ucap Xiang Qun.
"Lalu kenapa tidak membangunkanku!?"Kata Shangyue
"Aku melihatmu tidur dengan lelap jadi tidak tega membangunkanmu"ucap Xiang Qun
"Kalau begitu sekarang pergilah dari sini!"Ucap Shangyue
"Tidak mau.... "Ucap Xiang Qun
"Pergi dari sini sebelum aku menebas lehermu itu!!"Ucap Shangyue memelototi Xiang Qun
"Baiklah aku akan pergi, Jangan merindukanku istri.... "ucap Xiang Qun lalu menghilang dari hadapan Shangyue.
"Jiejie siapkan hanfuku, aku akan mandi"lanjutnya.
"Baik Mei Mei "ucap Jia Nuan.
Setelah mandi Shangyue memakai hanfu dan cadarnya.
"Jiejie aku akan pergi keluar sebentar, jangan mengkhawatirkanku"ucap Shangyue lalu pergi dari paviliunya.
Di Hutan
"Ternyata kalian sudah disini"Ucap Shangyue yang tengah berdiri diatas dahan pohon.
"Nona, saya sudah membawa semua teman teman saya"
Shangyue lalu turun dari dahan pohon, dan berdiri dihadapan semua orang yang ada disana.
"Bagus!"ucap Shangyue singkat.
__ADS_1
"Nona, apa yang harus kita lakukan sekarang?"tanya seorang Pria
"KALIAN SEMUA ADALAH ANAK BUAHKU SEKARANG, JADI JANGAN PERNAH MENCOBA UNTUK MENGHIANATIKU DAN JIKA KALIAN MELAKUKAN ITU AKU KATAKAN TUBUH KALIAN AKAN MELEDAK DALAM SEKEJAP, INGAT ITU!!"kata Shangyue lantang agar semua orang mendengarnya.
"BAIK NONA"Ucap semua pria yang ada disana secara serentak.
"MULAI SEKARANG PANGGIL AKU QUEEN ANA DAN ORGANISASI KITA BERNAMA BLACK ROSE MAFIA"Ucap Shangyue
Shangyue lalu memindahkan sebuah istana besar bahkan lebih besar dari pada istana Kekaisaran dari kalung dimensinya ke hutan itu untuk dijadikan sebagai markas mereka karena Anggota Black Rose mafia yang sekarang jumlahnya sekitar lima ratus orang. Tersedia banyak sekali kamar didalam istana tersebut Shangyue bahkan memperkerjakan koki dan juga pelayan untuk mengurus markas tersebut dengan syarat mereka tidak boleh mengatakan apapun tentang organisasi Black Rose Mafia kepada orang luar.
"BAIK QUEEN ANA"ucap mereka serentak
"AKU SENDIRI YANG AKAN MELATIH KALIAN BESOK"ucap Shangyue dengan lantang.
"BAIK QUEEN"Ucap mereka serentak sambil membungkukan badanya.
"Sekarang nikmati waktu kalian sebelum kita berlatih besok"Ucap Shangyue
Mereka semua lalu mengangguk dan pergi ke dalam markas itu, mereka memilih kamarnya masing-masing tapi mereka masih bingung tentang fungsi benda benda yang ada didalam istana itu karena sebagian adalah benda moderen.
"Aku juga akan tinggal disini untuk sementara waktu, malas sekali jika harus pulang dan bertemu dengan mereka yang aku benci"ucap Shangyue lalu dia pun ikut masuk ke dalam markas itu.
...----------------...
Di Paviliun Teratai
"Mei Mei pergi kemana?, kenapa belum juga kembali... "kata Jia Nuan dengan khawatir.
"Selamat pagi, dimana tuan putri Liu Shangyue!?"Ucap Kasim dengan tegas
"Ada masalah apa Kasim, sehingga anda mencari tuan putri?"tanya Jia Nuan
"Saya datang untuk memberikan undangan ulang tahun kaisar kepadanya tiga hari lagi"ucap Kasim
"Kalau begitu berikan saja pada saya, nanti akan saya berikan pada tuan putri"ucap Jia Nuan.
Lalu Kasim menyerahkan sebuah gulungan kepada Jia Nuan dan pergi dari Paviliun Teratai.
__ADS_1