
Liu Shangyue pun segera pergi mandi lalu mengganti pakaiannya dan segera tidur.
Pagi Hari
Sinar matahari menembus jendela Paviliun Teratai dan itu membuat silau mata Shangyue dia pun terbangun dari tidurnya.
"Huh, nyenyak sekali tidurku semalam " ucap Shangyue sambil meregangkan tangannya.
" Jiejie tolong siapkan air mandi ku " kata Shangyue sedikit berteriak.
"Baik Mei Mei " ucap Jia Nuan
Shangyue bangun dari ranjangnya lalu pergi ke belakang paviliunya.
" Paviliun ku ternyata jelek sekali seperti gubuk reot, kenapa aku tidak menyadarinya dari kemarin " Kata Shangyue
"Aku punya ide, aku pindahkan saja istana diruang dimensi ku kesini " lanjutnya
Diruang dimensi Shangyue ada banyak sekali barang barang yang dia butuhkan, termasuk banyak bangunan mewah dan juga harta dan permata yang indah..
Shangyue segera masuk kedalam kalung dimensinya lalu dengan kekuatannya, dia memindahkan sebuah bangunan mewah seperti istana di paviliunya yang otomatis menghilang.
"Wah cantik sekali paviliun ku sekarang, aku memang hebat " kata Shangyue memuji dirinya sendiri
__ADS_1
"Mei Mei, air mandi mu sudah siap " Kata Jia Nuan yang langsung menghentikan langkahnya ketika melihat Paviliun Shangyue yang berubah.
" Mei Mei apa yang terjadi pada Paviliun ini, kenapa Paviliunnya berubah " tanya Jia Nuan
" Jiejie aku telah mengubah Paviliunku ini karena sudah seperti sebuah gubuk reot yang hampir roboh dan jelek sekali " kata Shangyue terus terang
" Tapi aku masih bingung, bangunan apa ini?"Tanya Jia Nuan
" Anggap saja ini adalah Paviliun baruku, aku pergi mandi dulu jiejie " Ucap Shangyue lalu pergi dari hadapan Jia Nuan
Sementara Jia Nuan masih berdiri disitu terbengong melihat Paviliun baru Shangyue.
Setelah mandi Shangyue mengganti pakainya dan memakai cadarnya lalu pergi ke tempat pelatihan pedang.
Semua orang dia sana terlihat sedang sibuk berlatih dengan cara saling beradu pedang satu sama lain. Dia pun mengambil salah satu pedang yang ada disana.
" Tuan putri, untuk apa anda ada disini " tanya seorang pria yang langsung menghentikan latihannya ketika melihat Shangyue ada disana.
"Tentu saja untuk berlatih"Kata Shangyue dengan acuh tak acuh.
" Tapi tuan putri, anda adalah seorang perempuan" Kata pria tersebut
" Lalu kenapa memangnya!! " Jawab Shangyue dengan nada membentak.
__ADS_1
" Kaisar pasti akan marah jika mendengar hal ini!, tuan putri pergilah dari sini!" Kata Seorang Jenderal yang ada disana
" Kau mengusirku!!?"kata Shangyue
" Aku tidak takut dengan tua bangka sialan itu,!! dan aku tidak suka diremehkan!!! " Lanjutnya sembari menodongkan pedangnya pada leher sang Jendral.
"LIU SHANGYUE UNTUK APA KAU ADA DISINI "
Shangyue pun menoleh kebelakang saat mendengar suara tersebut.
" ck, mengganggu saja " kata Shangyue sambil berdecak kesal.
" Pergilah dari sini!!!"kata Putra Mahkota
" Siapa kau menyuruhku seenaknya!!!"ucap Shangyue
" Aku ini adalah Putra Mahkota dan juga aku adalah Kakakmu!!"kata Putra Mahkota
" TAPI AKU TIDAK PERNAH MEMPUNYAI KAKAK SEPERTIMU!!!" Ucap Shangyue membentak Putra Mahkota, Karena Putra Mahkota sama saja dengan Kaisar sama-sama tidak pernah peduli pada Shangyue bahkan dia menyalahkannya atas kematian permaisuri dan tidak pernah memberi kasih sayang pada Shangyue malahan terkadang juga ikut menindasnya.
" Kau bukan kakakku!!, dan kakakku hanya satu yaitu Tian Gege!!" lanjutnya, dengan perasaan kesal dia melemparkan pedangnya.
Putra Mahkota hanya terdiam tidak dapat mengatakan apa-apa, dia berfikir atas dasar apa dia lebih menganggap anak seorang selir sebagai kakaknya sementara dia yang berasal dari rahim yang sama bukan siapa-siapanya.
__ADS_1
Dengan emosi Shangyue pergi dari tempat pelatihan pedang menuju ke paviliunya.