
Semua orang merasa tercengang, bagaimana tidak, orang yang dianggap lemah dan tidak berguna malah tepat sasaran dan mendapatkan poin tertinggi dalam kompetisi memanah, bahkan kaisar melongo tidak percaya, banyak pertanyaan muncul di benaknya, mulai dari Shangyue yang tiba-tiba bisa melukis dengan indahnya, dan sekarang bahkan bisa memanah.
Babak kedua dimulai, kali ini sasaran mereka adalah target bergerak, semua berdiri di posisi masing-masing lalu satu persatu melesatkan anak panahnya.
Dan semua orang lagi-lagi dibuat terkejut oleh Shangyue yang menembakan lima buah anak panah langsung dan tepat mengenai target secara bersamaan, dan sudah dipastikan dialah yang menang, dan pemenangnya dapat meminta apapun kepada kaisar setelah semua pertandingan selesai, jika memenangkan dua pertandingan sekaligus maka dia bisa meminta dua hal kepada Kaisar.
"Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari gadis tidak berguna ini!?"Gumam Putra Mahkota sambil mengepalkan tinjunya.
"PEMENANGNYA ADALAH PUTRI LIU SHANGYUE"Ucap seseorang yang menjadi juri dikompetisi memanah itu.
"Oh, aku ingat tadi ada seseorang yang meremehkanku"Kata Shangyue sambil sesekali melirik Putra Mahkota, dan hal itu lantas membuat Putra Mahkota semakin marah.
"Aku ingin menantangmu dalam kompetisi bertarung!! "ucap Putra Mahkota dengan marah.
" Oke,tapi dengan Syarat jika kau kalah, kau harus menjadi babu ku selama empat puluh hari" ucap Shangyue dengan senyum miringnya, dia tidak peduli jika harus menjadi adik durhaka karena menjadikan kakaknya sebagai babu, selama empat puluh hari pula, lagipun dia tidak menganggap Putra Mahkota sebagai kakaknya.
"Baiklah, dan jika kau kalah, kau harus pergi dari istana ini dan jangan kembali lagi! "ucap Putra Mahkota, meskipun dia tidak mengerti kata 'Babu' tapi dia langsung menerima Syarat Shangyue, pada dasarnya dia memang juga kakak yang durhaka pada adiknya, karena tega mengusir Shangyue dari istana.
Setelah kompetisi memanah selesai semua peserta diberi waktu untuk beristirahat dan memulihkan energinya jika ingin melanjutkan dengan kompetisi bertarung.
...----------------...
"Ibunda..... ini semua gara gara jal*ng tidak tau diri itu.. hiks.. wajahku yang cantik..... "Rengek Putri Liu Rongyin pada Selir Utama.
Mereka berdua tidak datang ke kompetisi karena Putri Liu Rongyin merasa malu jika harus dilihat oleh banyak orang dengan wajah seperti ini, Xiao Fans mencakarnya cukup dalam maka dari itu, butuh waktu lama untuk menghilangkan bekas luka itu. Sedangkan Selir utama menemani putrinya yang terus merengek itu, bahkan terus-terusan memaki Shangyue.
"Yin'er jangan bersedih kita bisa membuat rencana untuk menyingkirkanya"ucap Selir utama sambil mengusap lembut kepala putrinya itu.
"Ibunda, bagaimana jika kita habisi saja dia"ucap Putri Liu Rongyin
"Ide yang bagus,ibunda akan bicara dengan pembunuh bayaran besok malam, kau tenang saja"ucap Selir utama sambil mengeluarkan seringainya.
"Wanita Sialan!, Lihat saja, aku pasti akan menggantikan posisimu!"ucap Putri Liu Rongyin dengan marah.
__ADS_1
...----------------...
Kompetisi bertarung telah dimulai semua orang saling beradu kekuatan dan yang paling kuat dialah yang menang. Dan pada akhirnya tersisa dua orang saja yaitu Putra Mahkota dan Shangyue.
mereka saling menatap dipenuhi dengan aura kebencian yang kuat.
"Menyerah atau mati!"ucap Putra Mahkota dengan tegas.
Ucapan Putra Mahkota tidak ditanggapi oleh Shangyue sama sekali.
"Ck, sialan siap siap untuk mati!! "lanjut Putra Mahkota lalu mengeluarkan pedangnya.
Diikuti Shangyue yang mengeluarkan pedang dengan ukiran Phoenix nya.
Putra mahkota yang pertama kali menyerang dan Shangyue menangkis nya dengan mudah lalu Shangyue lun ganti menyerang Putra Mahkota.
Sring!!! ...... Cress!!!
Lengan Putra Mahkota terluka karena tebasan Shangyue, Putra mahkota kembali menyerang Shangyue dengan pedangnya dan lagi lagi Shangyue menangkis serangannya, mereka bertarung cukup lama, dan penentuanya adalah jika lawan menyerah atau menyerangnya sampai mati.
Namun, Tiba-tiba saat akan menyerang Putra Mahkota dengan kekuatan besarnya,terdengar suara yang terus ada dalam pendengaranya.
"Jangan habisi dia...., dia adalah kakakku, aku menyayanginya...."tak lain adalah suara dari jiwa Shangyue yang sesungguhnya. Dan itu membuat sakit yang amat besar dikepala Shangyue, rasanya sangat tersiksa hingga dia menjatuhkan pedangnya lalu memegangi kepalanya yang terasa amat sakit.
"Aaaaaa... Kau!!!, Sialan biarkan aku menghabisinya !!!"Ucap Shangyue sambil berteriak kesakitan.
Kesempatan itu diambil oleh Putra Mahkota yang secara tiba tiba menyerang Shangyue dengan kekuatannya, hingga Shangyue terpental jauh menabrak tembok tempat kompetisi dan memuntahkan seteguk darahnya, dan saat itu juga dari kejauhan seorang Pria dengan rambut hitam legam yang indah menatap Shangyue dengan wajah khawatir dan ingin membantu Shangyue dengan kekuatannya, namun Shangyue yang melihatnya langsung menatap tajam kepada Pria tersebut mengisyaratkan agar tidak perlu membantunya.
Perlahan Shangyue bangkit lalu menghampiri Putra Mahkota kembali,angin menyentuh wajahnya, meski tertutupi oleh cadar terlihat jelas dia tengah tersenyum meremehkan kepada Putra Mahkota,jiwa Shangyue yang asli sudah pergi dari pikirannya karena dia sudah mengurungkan niatnya untuk membunuh Putra Mahkota.
"Heh,mau menyerah!!?"tanya Putra Mahkota yang tersenyum senang melihat keadaan Shangyue.
"Siapa bilang!!?"ucap Shangyue lalu mengeluarkan kekuatannya, menyerang Putra Mahkota atau lebih tepatnya membuatnya tidak sadarkan diri, Otomatis Shangyue lah yang menang dalam pertandingan itu.
__ADS_1
"PEMENANGNYA ADALAH PUTRI LIU SHANGYUE"ucap juri yang ada disana.
Beberapa pengawal langsung membawa Putra Mahkota ke kamarnya untuk diperiksa oleh tabib Kekaisaran.
"Liu Shangyue apa permintaanmu!? "tanya kaisar pada Shangyue
"Aku ingin setengah pasukan Kekaisaran untukku!"ucap Shangyue dengan tatapan datar jika berhadapan dengan Kaisar.
"Liu Shangyue apa maksudmu menginginkan setengah pasukan Kekaisaran untukmu!!?"Ucap Kaisar sembari bangun dari tempat duduknya.
"Apa kau tuli!?, aku bilang aku ingin setengah pasukan Kekaisaran untukku!!"ucap Shangyue dengan nada membentak.
"Liu Shangyue... "
"Jangan pernah mengingkari perkataanmu!, bukankah aku bebas meminta apapun!!, dan jika aku meminta tahta Kekaisaran, kau bahkan tidak bisa melarangku!!!"ucap Shangyue memotong ucapan Kaisar sambil mengeluarkan pedangnya lalu menodongkannya pada Kaisar.
Plakk!!!!
Satu tamparan melayang tepat pada wajah Shangyue, sebenarnya dia bisa saja menghindar namun ia biarkan saja Kaisar menamparnya, dia hanya ingin menguji seberapa besar kasih sayang Kaisar padanya.
"LIU SHANGYUE JANGAN PERNAH KURANG AJAR!!, APA KAU BERNIAT MEMBUNUH AYAHMU SENDIRI!!?"ucap Kaisar.
"Jika iya lalu kenapa?"Ucap Shangyue dengan santainya, ia tidak merasakan sakit sama sekali setelah ditampar oleh Kaisar.
"Kau menamparku bukan!?,apa aku harus menamparmu balik!?, lagipula aku tidak benar-benar ingin membunuhmu karena ada seseorang yang menghalangiku!"ucap Shangyue dan yang dia maksud adalah jiwa Shangyue yang asli, dia harus berhasil mengungkapkan kejahatan Selir utama terlebih dahulu, setelah itu bebas melakukan apapun termasuk membunuh Kaisar Sialan itu.
"dan itu baru permintaan pertamaku!"lanjutnya
"Baiklah!"ucap Kaisar sambil menghela nafasnya, karena sudah lelah meladeni kelakuan putrinya ini entah kenapa semakin hari kelakuannya semakin kurang ajar, Shangyue benar benar berubah.
"Permintaan kedua ku, ini mudah hanya biarkan Xiao Fan bebas berkeliaran di istana ini, aku sebenarnya bisa saja melakukan itu tanpa izinmu, hanya saja aku ingin mengurangi sifat kurang ajarku ini"Ucap Shangyue biasa saja.
"Siapa itu Xiao Fan!?"tanya Kaisar pada Shangyue.
__ADS_1
"Kucing kecilku!"jawab Shangyue, tatapanya kembali datar.Harimau dia sebut kucing, entah apa yang akan terjadi jika Kaisar tau bahwa Xiao Fan itu adalah Harimau dan bukan Kucing.
"Tidak masalah!"ucap Kaisar.