
Di Paviliun Teratai
"Huh.. untunglah tidak ada orang, tapi kemana perginya Jiejie?, sudahlah Xiao Fan ayo masuk "Ucap Shangyue lalu masuk ke dalam Paviliunya bersama Xiao Fan.
"Paviliunmu cukup bagus"Ucap Xiao Fan dengan santai.
"Apa maksudmu, paviliunku ini sudah seperti satu buah istana tapi kau mengatakan Cukup mewah, itu saja!?"ucap Shangyue.
"Lalu aku harus bilang apa?"tanya Xiao Fan dengan polosnya.
"Haish,aku merasa kesal tapi bagaimanapun juga tetap tidak bisa marah padamu"Ucap Shangyue lalu mencubit pipi Xiao Fan.
"MEI MEI, CEPAT BERSIAP PESTANYA AKAN SEGERA DIMULAI"teriak Jia Nuan dari luar paviliun Shangyue.
"IYA JIEJIE KAU DULUAN SAJA"ucap Shangyue yang juga berteriak mengikuti Jia Nuan.
"BAIK MEIMEI"Teriak Jia Nuan lalu segera pergi meninggalkan Paviliun Shangyue.
"Pesta apa?"tanya Xiao Fan.
"Pesta ulang tahun tua bangka sialan itu!"Jawab Shangyue dengan kesal, lalu segera pergi barsiap siap.
...----------------...
Di taman Kekaisaran
Pesta ulang tahun kaisar diadakan di taman Kekaisaran karena perintah dari Kaisar sendiri. Semua tamu sudah berdatangan semuanya kecuali Putri pertama Kekaisaran yaitu Liu Shangyue.
"Yang mulia, lebih baik kita mulai pestanya "ucap Selir utama dengan lembut.
"Baiklah mulai pestanya"ucap Kaisar karena orang yang dia tunggu tak kunjung datang.
Namun, tiba tiba seorang wanita memakai hanfu merah dan cadar yang senada dengan hanfunya melangkah masuk ke dalam taman lalu berhenti pada sebuah kursi dan duduk disana, tapi dengan tatapan datarnya, mata yang tajam bagai burung Phoenix lurus menatap ke depan, semua orang menatapnya dan ada yang berbicara buruk tentangnya tapi Ia hiraukan.
"Liu Shangyue kenapa kau terlambat!"Tanya Kaisar pada Shangyue.
__ADS_1
Saat Shangyue ingin berbicara Selir kedua menyelanya, karena tau jika Shangyue pasti akan menjawab Kaisar dengan tidak sopan.
"Yang mulia, Yue'er tadi butuh waktu untuk bersiap - siap jadi dia terlambat, mohon maafkan dia"ucap Selir kedua.
"Ibunda, kenapa kau bilang aku terlambat karena butuh waktu untuk bersiap-siap"Bisik Shangyue pada Selir kedua, karena Selir kedua duduk disampingnya.
"Yue'er, Ibunda tidak ingin yang mulia menghukummu jadi ibunda mengatakan itu"Bisik Selir kedua pada Shangyue.
"oh"Kata Shangyue singkat, padahal yang sebenarnya dia sengaja datang terlambat karena dia tidak suka melihat wajah orang - orang yang ada disini terlalu lama.
Semua orang satu persatu datang kehadapan Kaisar, menyerahkan hadiah mereka dan juga mengucapkan selamat kepada Kaisar.
"Yue'er apa kau tidak akan memberi hadiah pada Yang mulia Kaisar"Bisik Selir kedua pada Shangyue.
"Apa harus"Kata Shangyue singkat.
"Sebenarnya iya, apa lagi kau adalah putrinya"Bisik Selir Kedua.
"Oke oke, baiklah tapi ini karena ibunda dan bukan keinginanku sendiri"Ucap Shangyue lalu maju kedepan kehadapan Kaisar dan kebetulan berpapasan dengan Putri Liu Rongyin yang ingin memberikan Hadiah kepada Kaisar.
"Eh, Jiejie aku tidak menyangka kau akan datang"ucap Putri Liu Rongyin dengan lembut.
Shangyue tidak menggubris perkataan Putri Liu Rongyin, menatapnya saja tidak.
" Jiejie Hadiah apa yang akan kau berikan pada ayahanda?"ucap Putri Liu Rongyin lagi.
Anjirr pengen kubales 'Kamu Nanyak?'*Batin Shangyue.
Shangyue tidak memperdulikan Putri Liu Rongyin sama sekali.
"Baiklah Jiejie jika begitu biarkan adikmu ini menyerahkan hadiah terlebih dahulu"ucap Putri Liu Rongyin dengan lembut, padahal dalam hatinya sudah memaki Shangyue habis-habisan.
"Terserah!"Ucap Shangyue dengan wajah datar.
"Ayahanda, ini hadiah dariku, tolong diterima dan selamat ulang tahun"ucap Putri Liu Rongyin sambil menyerahkan sebuah kotak pada Kaisar.
__ADS_1
"Terimakasih Yin'er "Ucap Kaisar lalu menerima hadiah dari Putri Liu Rongyin dan membukanya.
"Giok ini indah sekali Yin'er"lanjut Kaisar.
"Apa yang mulia tau, Yin'er sudah menyiapkan hadiah ini sangat lama sebelum ulang tahun anda "ucap Selir Utama melebih lebihkan putrinya.
"Ah.. jika begitu Ayahanda akan menyimpan Giok ini dengan baik"ucap Kaisar.
"Yin'er hadiahmu sangat indah, bisakah saat ulang tahun Gegemu ini kau memberikan hadiah seperti itu juga, dan Gege yakin tidak ada orang yang dapat menandingi hadiah pemberianmu ini"Ucap Putra Mahkota sambil sesekali melirik Shangyue.
"Pengen ku colok matamu itu pakek tombak Xuan Li " Gumam Shangyue yang tidak didengar oleh siapapun.
"Yang mulia saya ucapkan selamat ulang tahun untuk anda, ini hadiah untuk anda"ucap Shangyue dengan datar, lalu mengambil sebuah pedang berwarna putih kebiruan dari dalam kalung dimensinya dan menyerahkannya pada Kaisar.
"Terserah anda mau menerimanya atau tidak, jika tidak suka buang saja"lanjutnya dengan tatapan datar.
Sementara itu semua orang termasuk Kaisar dan Putra Mahkota menatap kagum serta terkejut melihat hadiah dari Shangyue, siapa yang tidak tahu jika itu adalah pedang yang dulunya milik dari penguasa pegunungan es, apalagi auranya sangat nyata jadi tidak ada yang menganggapnya pedang palsu atau tiruan.Dan Shangyue malah mengatakan 'Jika tidak suka buang saja' siapa yang akan menolak hadiah seperti itu atau malah dengan bodohnya membuangnya.
"Yue'er, dari mana kau mendapatkan pedang ini?"Tanya Kaisar yang sudah menghilangkan rasa keterkejutanya.
"Tidak tau, pedang itu datang sendiri kepadaku"jawab Shangyue apa adanya, karena memang pedang itu sendiri yang menghampirinya di ruang dimensinya.
"Sudah ku katakan jika tidak suka buang saja"lanjutnya dengan tatapan datar.
"Eh, tentu Ayahanda akan menerima hadiahmu ini dan akan meletakanya di tempat yang bertatahkan emas lalu akan menyuruh pengawal untuk menjaganya agar tidak dicuri oleh pencuri"Ucap Kaisar, tidak percaya jika putrinya mengatakan jika pedang itu menghampirinya sendiri apalagi Shangyue bilang Jika ia tidak suka buang saja pedang itu, sementara Putra Mahkota masih terdiam dengan mulut terbuka lebar menganga tidak percaya.
"Baiklah kita lanjutkan pestanya"Lanjut Kaisar.
Shangyue lalu kembali ke tempat duduknya, sesekali mendengar orang-orang memujinya karena hadiahnya tapi Ia tetap mengabaikan hal itu dan lebih memilih menikmati minumanya. Putri Liu Rongyin merasa tidak Terima karena Kaisar akan menaruh hadiah dari Shangyue ditempat bertatahkan emas lalu menyuruh pengawal menjaganya, lalu bagaimana dengan hadiahnya?, apakah hanya akan ditaruh didalam kotak berdebu?.
Pertunjukan Bakat dimulai Satu persatu orang menunjukan bakatnya Menari, menyanyi, melukis, berpuisi, dan sebagainya, lalu untuk besok akan diadakan perlombaan memanah dan juga bertarung.
"Yang mulia, tidakkah anda berfikir bahwa Yue'er dan Yin'er harus menunjukkan bakatnya juga seperti melukis mungkin"ucap Selir utama, tapi tujuannya sebenarnya adalah ingin mempermalukan Shangyue karena tidak berbakat sama sekali dan untuk putrinya dia tau betul jika melukis adalah bakat utama Putri Liu Rongyin.
"Baiklah Yue'er dan Yin'er majulah dan tunjukan bakat melukis kalian"ucap Kaisar.
__ADS_1
"Baik Ayahanda"ucap Putri Liu Rongyin.
Maaf Kalo ada Typo ☺☺.