
Hallo guys😄, Author balik lagi, untuk mengganti Hiatus selama 1 minggu ini Author nulisnya 2000 kata lebih, hasil nyicil beberapa hari.
~Happy Reading~
"Mulai sekarang Kalian adalah Boneka ku, yang hanya menuruti perintahku! " Shangyue tersenyum miring menatap kelima Pria yang berdiri tegap didepannya, Tubuh mereka bersih tanpa luka gores sedikitpun, hanya saja yang berbeda adalah pandangan mereka yang terlihat kosong, seperti tubuh tanpa jiwa.
"Baik Nona" Ucap mereka serempak.
"kalian lebih mirip robot, coba saja wajah kalian lebih tampan sedikit saja seperti...... Xiang Qun contohnya, pasti setelah semuanya selesai akan tetap ku pajang di dekat pintu Manssionku, supaya dapat memperbaiki Mood ku bila sedang buruk" monolog Shangyue, Jiwa Anastasya sebenarnya juga penyuka pria tampan, bagaimana tidak? dia ini gadis normal, hanya saja jika pria itu tidak gila.
"T_tunggu!! kenapa aku menyebutkan nama orang gila itu?!! bedebah!! bahkan aku mengingat namanya!! " Shangyue memaki dirinya sendiri bahkan beberapa kali menabok mulutnya yang tidak sengaja menyebutkan nama Huang Xiang Qun.
"ah bodoh!!, Aku harus secepatnya menyelesaikan masalah disini!! setelah itu bisa bertindak semauku!, Dendam Shangyue harus terbalaskan tapi sayangnya dia tiada terlebih dahulu sebelum membalaskan dendamnya, aku bersyukur Dendam ku sudah ku balas pada mereka, jadi disini hanya masalah kecil" Lanjutnya.
Flasback On
Anastasya Alexandra, putri satu satunya dari Gryson Alexander dan juga Zhang Yu Ren, Ayahnya berasal dari Eropa dan merupakan seorang Ketua Mafia , sementara ibunya berasal dari Cina yang merupakan seorang Ketua sebuah organisasi hebat dalam dunia gelap serta putri dari Jendral Yu.
Mereka amat menyayangi Ana, layaknya keluarga bahagia mereka selalu pergi bersama kemanapun itu.
Hari ini adalah hari ulang tahun Anastasya yang kelima tahun, Ana sedang menunggu orang tuanya di rumah sembari menonton tv bersama kucing kesayangannya.
"Meiko, Mama sama papah bentar lagi pulang bawa kue ulang tahun yang besar buat Ana, ya meskipun kakek gabisa dateng tapi gapapa Zhuo Yan nanti juga dateng" Ana berbicara sembari mengelus bulu Meiko yang berwarna oranye.
Ceklek!
Pintu Manssion itu terbuka, Anastasya segera berlari menghampiri orang tuanya.
"Papa mamah!!, Kok lama sih Ana kan udah nungguin?! " Ucap Anastasya menatap kedua orang tuanya, anehnya orang tuanya terlihat sangat panik dan khawatir.
"Papa mama kenapa?, kuenya mana? " tanya Anastasya.
"S_Sayang Ana.. dengerin Mama sama papa okey! " Ucap Nyonya Yu Ren.
Tuan Gryson mengunci pintu utama Manssion itu.
"Ana, apapun yang terjadi nanti jangan keluar dari kamar oke?! kalo nanti udah ga ada suara sama sekali baru Ana boleh keluar" Ucap Tuan Gryson panik.
"emangnya kenapa?! "Ana sedikit meninggikan nada bicaranya.
" Ah gini jadi kita mau bikin surprise buat Ana, tapi sebelum itu dengerin Mama sama papa dulu, apapun yang terjadi mama sama papa selalu sayang sama Ana, Ana harus jadi anak yang baik ya nurut sama kakek jangan bandel"Ucap Nyonya Yu Ren sambil menitihkan air matanya.
"iya, tapi ada apa kok mama nangis?"
"Gapapa kok sayang, Cuma bahagia aja ini kan hari ulang tahunnya Anak kesayangan Mamah" Nyonya Yu Ren mencoba untuk tersenyum.
"Sayang cepetan ke kamar ya, jangan lupa kunci dari dalem, Papa sayang sama Ana selamanya" Ucap Tuan Gryson.
"oke" Ana pergi ke kamarnya membawa Meiko bersamanya lalu mengunci pintu dari dalam.
"Udah aman kan pa? "Tanya Nyonya Yu Ren .
" Ana pasti bakal baik baik aja, Untuk kita udah ga ada harapan lagi.. semua anak buah kita ternyata penghianat dan Manssion ini sudah dikepung"Jelas Tuan Gryson.
"Yang aku takutin bukan itu, tapi Ana.. Aku gabisa bayangin dia bakal kayak gimana nanti..." Lirih Nyonya Yu Ren.
Brak!!
pintu utama Manssion itu didobrak dengan keras oleh beberapa orang memakai topi dan masker hitam, mereka masuk kedalam laku berdiri di hadapan Tuan Gryson dan Nyonya Yu Ren dengan senyum mengejek.
"Kamu ga bisa menghindar lagi Gryson! Dan kalian akan Mati sekarang juga!! " Ucap Seorang lelaki seusia Tuan Gryson yang merupakan anak buah musuh Tuan Gryson.
"tidak semudah itu!! selagi Aku bisa melawan maka aku akan melawan!! " Ucap Tuan Gryson.
Bugh!!
Ctar!!
Bruak!!
Mereka berkelahi, bahkan Ruang tamu itu sudah sangat berantakan vas yang pecah berserakan, serta meja yang terbalik dan masih banyak lagi kerusakan.
salah satu dari para penjahat itu tersenyum dibalik maskernya lalu mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya.
_
"Kok berisik banget, terus lama lagi?! mau ngatur ulang Manssion ini apa?! kan cuma ulang tahun Ana, Meiko gimana menurut kamu? " Ana berdiri dibelakang pintu kamarnya mendekatkan telinganya, yang dia dengar tetap sama hanya suara berisik barang barang pecah dan pukulan seperti orang bertengkar lalu teriakan kesakitan, awalnya ia mengira itu karena tak sengaja mama nya memecahkan Vas lalu tanganya berdarah, tapi ia berfikir lagi Mamanya tidak mungkin berteriak karena hal itu, semakin berfikir ia semakin penasaran.
"Meiko kamu tunggu disini ya?, Ana mau ngintip bentar" Anastasya dengan pelan membuka pintu kamarnya lalu berjalan mengendap endap dan bersembunyi dibalik sofa besar, karena tubuhnya kecil jadi tidak kelihatan.
"Kok banyak om om? " Gumam Ana.
Bugh!
Door!!
Door!!
"Akhh.. "
"Akhhh.. kau.. "
__ADS_1
Peluru melesat cepat menembus tubuh Tuan Gryson dan Nyonya Yu Ren, hal itu tak luput dari pandangan Ana yang saking terkejutnya menutup mulutnya dengan tanganya melihat kedua orang tuanya ambruk dilantai dengan tubuh penuh luka.
"Hahahhahhaha" Orang orang itu tertawa senang, lalu seseorang yang menembak tadi melemparkan pistolnya asal begitu saja.
"Bos pasti akan senang mendengar ini, sudah lama dia berpura pura dekat dengan keluarga ini kenyataannya memang memuakan " Ucap Salah stau orang itu.
"Baiklah mereka sudah tiada jadi semuanya sudah beres, Ayo kita pergi " Mereka bersiap untuk pergi dari Manssion itu.
Sementara Ana menangis dalam diam melihat hal itu, sejujurnya dia sangat marah ia mencengkram kuat kuat roknya, tanpa berfikir lagi ia mengambil pistol penjahat itu yang tergeletak di lantai.
Dorr!!
"Akhh.. siapa.. "
Satu orang penjahat itu tumbang ketika Ana menembak tepat dijantungnya, Amarahnya benar benar memuncak ia akan menghabisi siapapun yang membuat orang tuanya seperti sekarang ini.
"Bocah sialan!!, Tangkap dia!! "
Door!!
Door!!
Door!!
Dorr!!
"Akhh.. "
"Anak kecil... sialan"
4 penjahat yang akan mendekat langsung tumbang ke lantai, bau anyir darah memenuhi ruang tamu Manssion tersebut, tersisa dua orang lagi.
"Kalian telah membunuh orang tuaku, aku akan membunuh kalian!! " Sejujurnya Ana belum pernah menggunakan pistol, tetapi dia sangat menyukai film aksi yang sering dia lihat dan ada adegan menembak dengan pistol, yang ada difikiran ya saat ini hanya menghabisi mereka yang menghabisi orang tuanya.
Ana menodongkan pistolnya pada mereka.
"A_anak manis.. turunkan pistolmu.. itu berbahaya nak.. "
Door!!
"Akhhh.. " Satu lagi penjahat itu tumbang.
Ana juga ingin menghabisi yang satunya lagi namun terlambat ia sudah lebih dulu kabur.
setelah itu kepalanya terasa sakit pandangannya buram dan dia ambruk tak sadarkan diri di samping tubuh orang tuanya.
_
"Engh... " Ana mencoba membuka matanya, ia mengira semua kejadian itu adalah mimpi belaka, mimpi yang menakutkan, tetapi ia mengernyit heran mendapati dirinya berada di ruangan asing yang bukan kamarnya, bukan juga kamar orang tuanya.
Cek lek!
"Paman Chen? " Ana mengenal orang ini, dia adalah dokter pribadi kediaman kakeknya.
"Iya Nona, apakah Nona baik baik saja? " Tanya Dokter Chen.
Ana menghiraukan pertanyaan Dokter Chen dan malah bertanya balik"Aku ada dimana Paman? ini bukan kamarku"
"A_Anda berada di kediaman Jendral Nona, mulai sekarang Nona tinggal disini" Jawab Dokter Chen seadanya.
"Tapi kenapa?! Orang tuaku_" Ana berfikir sejenak"mereka ada dimana? "ia masih sulit percaya kejadian yang nampak nyata itu menurutnya mungkin hanyalah mimpi.
" Begini Nona mereka sudah... tiada. dan Nona tidak sadarkan diri selama dua hari sayangnya Manssion itu kamera CCTV-nya sengaja dirusak oleh musuh Tuan Gryson... jadi kami tindak tau jelas kejadianya... tapi Syukurlah Nona selamat... " Jelas Dokter Chen agak Ragu, ia takut Ana tak bisa menerima semuanya.
"hahhahahahha ternyata bukan mimpi... mereka meninggalkanku.. bahkan dihari ulang tahunku.. benar benar kejutan besar untukku... " Ana tersenyum miris.
"Nona baik baik saja? " Khawatir Dokter Chen.
"Aku baik baik saja paman, Bisakah oanggilkan kakek? "
"Baik Nona"
Dokter Chen segera pergi dari ruangan itu meninggalkan Ana.
Cek lek!
"Kakek.. "
"Iya nak.. " Jendral Yu duduk di samping Ana menepuk pun dah gadis kecil itu, sementara Ana menatapnya dengan mata berkaca kaca lalu memeluknya dengan erat.
"Hiks... kakek.. Papa dan mama pergi ninggalin Ana hiks... Mereka yang bunuh papa sama mama hiks.. " Ana terisak dalam pelukan Jendral Yu.
"Tenang nak... mungkin inilah takdir.. untungnya kau masih selamat.. sekarang ceritakan pada kakek pelan pelan semua yang kau lihat.. agar kita bisa mencari tahu dalang dibalik semua ini.. " Jelas Jendral Yu.
Ana pun menjelaskan semuanya dengan detail apapun yang ia lihat dan lakukan.
"Jadi kau Yang menghabisi keenam penjahat itu? " Tanya Jendral Yu menatap Ana tak percaya.
Ana mengangguk sekilas"Kakek saat itu aku sangat marah aku bahkan tak tau apa yang aku lakukan... Mereka menghabisi papa dan mama... tapi aku tidak tau karena apa... " Lirih Ana.
"mereka adalah musuh Ayah dan ibumu yang pasti mereka berasal dari organisasi yang kuat, Kakek akan mencoba mencari tahu lagi.. kau istirahatlah " Jendral Yu pergi meninggalkan kamar Ana.
__ADS_1
_
"Zhuo Yan! " Ana berlari menghampiri Sahabat satu satunya yang ia miliki.
Saat ini ia sedang berada di taman karena usulan Jendral Yu yang menyuruh Ana pergi bermain ke taman saja daripada terus berdiam diri dikamarnya sejak beberapa hari terakhir, tentu saja dengan ditemani beberapa bodyguard disampingnya.
"Apa?! " Zhuo Yan menjawab dengan ketus, Ana sendiri bingung apa yang terjadi biasanya sahabatnya ini akan langsung memeluknya namun kali ini hanya tatapan dingin dan datar yang ia dapatkan seolah olah Zhuo Yan tidak mengenalnya.
"K_kenapa kau menjawab ku seperti itu? apa kau marah padaku karena aku tidak menemuimu selama beberapa hari?" Ucap Ana dengan polosnya.
"Aku akan berterus terang! aku tidak ingin menjadi sahabatmu lagi!! dan sekarang berpura puralah bahwa kita tidak saling mengenal!! " Zhuo Yan hendak berjalan pergi dari taman, tapi Ana mencekal pergelangan tanganya.
"Tapi kenapa?... "
Zhuo Yan menepis Tangan Ana dengan kasar dan menatapnya tajam"Apa kau masih tidak mengerti?!!Aku tidak ingin berteman dengan seseorang yang tidak memiliki orang tua!! aku tidak ingin menjadi sepertimu juga, jadi biarkan aku pergi!! mulai sekarang kita bukan sahabat lagi!! "Bocah 6 tahun itu berlalu pergi meninggalkan Ana yang mematung sendirian dengan mata berkaca kaca.
" Tapi kenapa?... apa salahku?.. orang tuaku pergi juga bukan keinginanku hiks.. apa ini salahku" Ana menunduk sembari mengepalkan tanganya erat erat.
"Paman ayo pulang" Para bodyguard itu mengangguk dan mengikuti Ana.
Di Manssion kediaman Jendral kakeknya sedang membahas sesuatu bersama beberapa orang di ruang tamu.
"Kakek.. " Ana berlari menghampiri kakeknya dan duduk disampingnya.
"Bagaimana? apa kau merasa lebih baik setelah pergi ke taman? " Tanya Jendral Yu.
"Lebih buruk lagi.. " Lirih Ana yang masih didengar oleh Jendral Yu.
"Jendral, kami permisi, kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi" Beberapa orang disana bangkit dari duduknya.
"baiklah, pastikan temukan bukti yang kuat"
"Baik Jendral! " Mereka lalu pergi dari sana.
"Kakek, Ajari aku menjadi kuat seperti kakek.. " Ana menatap lekat Jendral Yu.
"Memangnya untuk apa? "
"Aku ingin membalas dendam!, Siapapun yang menghabisi papa dan mama akan kubuat mereka membayar semuanya" Jendral Yu tertegun, tidak ada keraguan di mata gadis kecil itu, melainkan tekad yang kuat untuk balas dendam.
Jendral Yu tersenyum dan mengangguk.
.....................
Dor!!
dorr!!
bugh!
prang!
Tubuh seorang lelaki paruh baya terpental hingga membentur sebuah tembok, Darah keluar dari mulutnya serta hidungnya.
"S_Siapa kau sebenarnya dan apa maumu?!..... " Lelaki paruh baya itu mencoba berdiri dengan sekuat tenaga sembari memegangi perutnya yang kesakitan.
namun sekali lagi dia bangkit, dia tersungkur kembali akibat tendangan dari seorang wanita bersetelan hitam serta masker diwajahnya.
"akhhh... l_lepaskan aku.. apa maumu?!... berapa yang kau inginkan?! aku mampu membayar mu... asalkan kau melepaskan ku.. " Lirih lelaki paruh baya itu.
"Kau pikir aku menginginkan uangmu huh?! Tentu saja tidak!! Bedebah sialan aku akan menghabisimu beserta istrimu itu!! " Anastasya menginjak punggung tangan lelaki paruh baya itu dengan sepatu high heels nya.
"akhhh... "
Cek lek!
"Aaaaaaaaa....."Wanita paruh baya menutup mulutnya yang baru saja berteriak, ia baru saja pulang dari kantornya tapi dikejutkan oleh pemandangan suaminya yang sudah terkapar dilantai dengan mulut serta hidungnya yang sudah berdarah, dan seorang gadis muda menginjak tangan suaminya tanpa belas kasihan, bahkan saat sudah ketahuan dirinya gadis itu masih dengan ekspresi datarnya dibalik masker dengan sorot mata tajam bak elang.
" Kalian! tangkap dia!! "suruh Ana pada anak buahnya.
" Baik Nona"Dua orang lelaki berbadan besar maju lalu menangkap wanita paruh baya itu, Wanita itu mencoba berontak namun mereka melakban mulut wanita itu.
"Saatnya mengakhiri semuanya" Ana tersenyum miring lalu mengeluarkan sebuah pistol di sakunya.
Dor!
Dor!
"akhhhh.... "
"akhhh.... k_kau.. "
Ana menembak tepat di jantung mereka, beberapa detik kemudian mereka sudah tidak bernafas lagi.
"Gantung tubuh mereka di depan pintu lalu bereskan semua kekacauan ini" Ana berlalu pergi keluar dari Manssion diikuti dua anak buahnya, sementara yang lain membereskan Kekacauan di Manssion itu.
Sebelum benar benar jauh, Ana berbalik sebentar melihat kembali Manssion itu, Air matanya keluar perlahan namun ia menepisnya .
"Mama.. Papa.. aku sudah membalaskan dendam ini.. mereka yang menghabisi kalian pun sudah aku habisi.., tapi ada satu hal yang mengganjal dihatiku... kenapa harus mereka?!.. orang yang sudah aku anggap seperti papa dan mama sendiri.. dan juga orangtua dari sahabatku sendiri.. dan kau Zhuo Yan kau juga merasakan apa yang aku rasakan selama ini.. ini hadiah terakhir dariku... mulai sekarang kau benar benar bukan sahabatku.. " Ana menghembuskan nafasnya pelan lalu segera pergi dari Manssion itu menaiki mobilnya.
Sudah 13 tahun berlalu dan akhirnya dia tau siapa yang membunuh orang tuanya, tapi ia pun merasa sangat sedih saat membunuh mereka karena ia belum sepenuhnya menerima kenyataan, bahwa yang membunuh mereka adalah orang yang ia sayangi, orang yang ia anggap orang tua keduanya, Pantas saja mereka menghilang selama ini dengan alasan pindah keluar negeri untuk menyekolahkan Zhuo Yan disana selang beberapa hari setelah kematian Orang tua Anastasya, dan anehnya mereka tidak menyadari hal itu karena menganggap Nyonya Zhuo adalah sahabat Yu Ren jadi tidak mungkin bersangkutan atas pembunuhan mereka terlebih lagi memang dari awal orang tua Anastasya memiliki banyak musuh yang mengincar nyawa mereka.
__ADS_1
Hingga akhirnya Ana sendiri yang turun tangan menyelidiki hal itu setelah ia membangun Black Rose Mafia, Dan anggotanya menyebar luas di berbagai Negara, awalnya ia berniat mengetahui keadaan sahabatnya, meskipun Zhuo Yan sendiri sudah tak menganggapnya sahabat namun Ana tak peduli, dan pada akhirnya ia dikejutkan oleh sebuah informasi yang tak sengaja didengar oleh anak buahnya.
Flasback Off