
~Happy Reading~
Musim semi telah tiba bunga - bunga bermekaran dengan indah, burung burung berkicau di atas pohon menyanyikan lagu indah mereka, entah mengapa rasanya 1 bulan berlalu begitu cepat.
di sebuah ruangan gelap nan sunyi, tepatnya di markas Black Rose, Shangyue sedang mengintrogasi kedua kaki tanganya tak lain adalah Xuan Li dan Yanzhong.
"Waktunya sudah berakhir, kalian sudah temukan kebenarannya? " Tanya Shangyue.
"Sudah Queen!, semua bukti ada di surat dan catatan ini, bahkan kami menemukan informasi lain juga" Ucap Yanzhong.
"katakan" Ucap Shangyue tanpa menoleh sedikitpun pada mereka, ia sibuk memeriksa Catatan dan surat surat yang dibawa oleh kedua orang itu.
"Saat kami mencari asal usul pembunuh bayaran itu di Kekaisaran Zhang, kami menerobos ke dalam Kekaisaran Zhang tanpa diketahui siapapun lalu kami mendengar_"Shangyue Tersenyum miring setelah mendengar penuturan Xuan Li, waktunya permainan berikutnya dimulai.
" Baiklah kalian bisa pergi"Mereka berdua mengangguk serentak lalu pergi dari ruangan itu tak lupa menutup pintu kembali.
__ADS_1
"Dari semua bukti disini, sekarang aku tau jelas bukan hanya Wanita itu yang terlibat tapi dia juga" Monolog Shangyue.
Tatapanya berubah menjadi sendu, penuh kesedihan, seperti ia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Shangyue yang asli setelah mengetahui kebenaran ini. Shangyue berbaring di Kursi panjang ruangan itu, ia mencoba menutup matanya , berusaha untuk tertidur dan berharap perasaan Shangyue yang asli bisa cepat menyingkir dari hatinya sejujurnya ia tak tahan merasakan perasaan yang seperti dulu lagi, kekecewaan saat mengetahui kebenaran.
Tiba-tiba sebuah tangan mengusap-usap pelan kepalanya,yang berhasil membuatnya terlelap, ia tau siapa yang melakukannya, oleh sebab itu tak mempermasalahkannya, sejak satu bulan ini dia menjadi terbiasa dengan keberadaan Xiang Qun yang bahkan satu hari pun tidak pernah tidak menemuinya.
Lelaki itu tersenyum saat melihat Shangyue Tertidur, kemudian mengambil kesempatan mencium pipi mulus Shangyue yang menurutnya sangat menggemaskan, hal itu tak membuat Shangyue terusik sedikitpun.
___
"Benar, Aku Liu Shangyue" Gadis itu tersenyum lembut pada Ana.
"Dimana ini? kau yang membawaku?! " Ana menatap Shangyue yang terus tersenyum padanya.
"Hmm, Aku ingin mengatakan sesuatu padamu... mulai sekarang dan selamanya jadilah diriku... tubuhku adalah milikmu setelah aku melakukan perjanjian itu.. "
__ADS_1
"Perjanjian?! perjanjian apa?!! jadi kau yang sengaja membawaku kemari?!! bedebah!! aku masih ingin hidup di duniaku!!! " Ana memaki gadis itu, namun anehnya Shangyue masih saja tetap tersenyum, tapi kali ini senyum miris.
"Maaf, aku hanya ingin terbebas dari dunia ini.. karena saat itu aku pun tidak tau jika ada segel di tubuhku.. dan itu adalah segel abadi.. lalu aku bertemu dengan seorang pelayan tua di Kekaisaran dia bilang bisa membantuku.. dengan menukar jiwa dalam tubuhku oleh sebab itu aku memilihmu karena kau itu gadis yang sangat kuat dan aku yakin kau mampu menghadapi semuanya" Lirih Shangyue.
"Huf... aku tidak akan menyalahkanmu! lagipula semuanya tak bisa dirubah kembali! " putus Ana.
"Lagipula menyakitkan bukan setelah tahu kebenaran itu?! kau pasti tidak menyangkanya sejak dulu" lanjutnya .
"A_Aku benar benar tidak menyangka, aku kira dia membenciku karena kematian ibunda.. namun kenyataannya dia sendiri malah terlibat... aku tidak tahan lagi.. aku tidak ingin melihat semuanya lagi.. " Shangyue menangis dalam diam dihadapan Ana, Ana yang melihatnya pun merasa kasihan.
"malang, takdir kita hampir sama tapi bedanya kedua orang tuaku menyayangiku sedangkan kau hanya Ibundamu yang menyayangimu lalu meninggalkanmu" Ucap Ana.
"Pergilah mulai sekarang, itu pilihan terbaik untukmu" lanjutnya.
"Kau benar, Maaf dan selamat tinggal... aku harap kau membalaskan dendamku.. habisi saja mereka kecuali orang - orang yang tidak pernah terlibat itu.. " Tubuh Shangyue perlahan lahan menghilang menjadi sebuah Cahaya.
__ADS_1
"Aku tidak punya pilihan lain" Ana tersenyum lalu semuanya berubah menjadi berwarna putih.