I Will Change This Life

I Will Change This Life
Chapter 23


__ADS_3

Di taman Kekaisaran


Bunga-bunga musim semi bermekaran dengan indahnya, aroma harum yang memikat menguasai seluruh taman, matahari bersinar dengan terangnya, burung-burung hinggap di pepohonan menyanyikan lagu indah mereka.


"Mei Mei lihatlah taman ini sangat indah"ucap Jia Nuan pada Shangyue yang tengah duduk sambil menikmati teh ditaman itu.


"Heh, tidak lain hanya taman biasa"ucap Shangyue, tentu saja lebih indah taman miliknya didunia Moderen dulu.


"Apa maksudmu Mei Mei? "tanya Jia Nuan


"Lupakan! " ucap Shangyue singkat.


Tiba-tiba Putri Liu Rongyin datang bersama beberapa antek anteknya, ia memakai cadar untuk menutupi lukanya yang belum sembuh.


"Heh!, Wanita ****** apa maksudmu mempermalukan ku di pesta malam tadi!!? "bentak Putri Liu Rongyin.


"Pikirkan saja sendiri"Shangyue masih saja santai menyeruput teh nya.


"Lihat saja!, Pelayan!!, Hajar wanita ini!! "perintah Putri Liu Rongyin pada para pelayannya.


"Putri Liu Rongyin..., hamba mohon jangan lakukan itu"Jia Nuan bersujud dihadapan Putri Liu Rongyin meminta agar ia tidak melakukan apapun pada Shangyue.


Tentu Saja Liu Shangyue langsung bangun dari duduknya, menatap tajam Putri Liu Rongyin serta keempat bawahan yang, ia kira siapa mereka? ingin m3nindasnya heh?.


"Jiejie, Bangunlah, kau tidak perlu memohon seperti itu"ucap Shangyue.

__ADS_1


"Ta_"


"Aku bilang bangun"ucap Shangyue sekali lagi.


"Heh, Sekarang kaulah yang harus memohon padaku, maka aku akan melepaskanmu hari ini! "Kata Putri Liu Rongyin dengan nada mengejek.


"Aku Rasa sudah akan kiamat, bahkan hewan sudah bisa berbicara"Shangyue mengatakan itu dengan santai.


"Kau!!, Wanita ******!!,Pelayan langsung saja hajar dia patahkan tulang-tulangnya!! " perintah Putri Liu Rongyin.


Para pelayan itu melaksanakan perintah, mereka mendekat ke arah Shangyue.


"Kemarilah"kata Shangyue sambil tersenyum miring.


"Akhhh... "para Pelayan itu ambruk ke tanah, memegangi wajah mereka, Shangyue dengan cepat menginjak tubuh para pelayan itu sampai memuntahkan seteguk darah dari mulut mereka.


krek!!


bugh!


bugh!


"P_putri... ampuni kami... "Lirih salah satu pelayan.


"Kami mohon putri...."

__ADS_1


"Kami masih mempunyai keluarga yang harus dihidupi...... "


"Sayangnya aku tidak peduli!, Kalian berani mengusikku maka tanggung sendiri akibatnya! "Ucap Shangyue dengan dingin.


Ia lalu mengambil pedangnya, Menusuk bagian tubuh para pelayan itu bahkan sampai terpotong menjadi bagian bagian kecil. mereka mengerang, berteriak kesakitan, Sementara Shangyue tersenyum senang melakukan hal itu.


"Aih, merdu sekali...... "ucap Shangyue, Hanfunya sekarang penuh dengan darah.


Putri Liu Rongyin dan Jia Nuan membeku ditempat, bagaimana tidak, sebegitu sadisnya Putri Pertama menyiksa para pelayan itu, bahkan tanpa belas kasihan sama sekali.


Shangyue mendekat ke arah Putri Liu Rongyin sambil menenteng pedangnya yang sudah berlumuran darah, ia tersenyum miring.


"Ka_kau jangan kemari....., jangan macam-macam padaku... atau ayahanda akan menghukummu... "Wajah Putri Liu Rongyin pucat pasi, keringat bercucuran di dahinya, ia benar benar ketakutan.


"Cih, Takut?, sayang sekali belum saatnya kau mati ditanganku" Ucap Shangyue dengan senyum dibalik cadarnya, ia mengoleskan darah dari pedangnya ke Wajah dan Hanfu putri Liu Rongyin.


"Aaaaaa, darah...., apa yang kau lakukan ******.... "teriak Putri Liu Rongyin.


"Masih berani berteriak dan memakiku?, apa kau sudah bosan hidup heh!? " Ucap Shangyue lalu membersihkan darah di pedang dan hanfunya seketika menggunakan kekuatannya.


wush!


dalam sekejap Hanfu yang dipakai Shangyue bersih tanpa noda sedikitpun.


"Aih, lihatlah sekarang kau yang bersalah, bersiap siaplah dihukum, ah tidak kau kan Putri kesayangannya bukan?, jadi tidak akan dihukum, kau tenang saja"lanjut Shangyue.

__ADS_1


__ADS_2