
~Happy Reading~
"SEMUANYA BERBARIS!! " Tegas Shangyue pada seluruh anak buahnya.
mereka semua pun berbaris dengan rapi mengikuti devisi masing masing layaknya sedang melakukan upacara saat di sekolah.
( _Devisi 1 penyerang, ketua :Zixie
senjata : panah Es.
_Devisi 2 mata-mata, ketua :Qin Yu
senjata : Pedang emas
_ Devisi 3 pertahanan, Ketua:Long Yan
senjata :Kpaak perak)
Sementara Shangyue berdiri mengambang didepan mereka semua, kakinya tak menginjak tanah karena ia menggunakan kekuatannya untuk menopang tubuhnya, serta Yanzhong dan Xuan Li dikanan_kirinya, Satu lagi di atas pohon mahluk yang tak dianggap oleh Shangyue, siapa lagi jika bukan Huang Xiang Qun, duduk di salah satu dahan pohon terus memperhatikan Shangyue seolah dia tidak berkedip sama sekali.
__ADS_1
"ZIXIE! "
"Ya Queen! " Balas Zixie tak kalah tegas namun masih dengan rasa hormat, ia berjalan ke depan di hadapan Shangyue langsung.
"Aku ingin kau dan pasukanmu mengepung Kekaisaran Liu 3 hari lagi bertepatan dengan ulang tahun Putra Mahkota! dengan penyamaran yang sempurna dan jangan sampai diketahui oleh siapapun!! mengerti?! "
"Mengerti Queen" Setelah membungkuk Hormat Zixie kembali ke barisanya.
"QIN YU DAN LONG YAN MAJU!! "
Mereka berdua serempam maju lalu membungkuk hormat pada Shangyue.
keluarga Jiang melakukan penggelapan uang kerajaan karena bantuan dari Jiang Shilan, begitupun uang yang seharusnya Shangyue Terima semuanya dirampas oleh Jiang Shilan, mereka pasti berencana menurunkan tahta tua bangka sialan itu untuk menaikan putra mahkota yang sayangnya otaknya sudah dicuci oleh mereka menjadi kaisar, lalu ia akan menjadi pion yang dimainkan oleh keluarga Jiang, sudah kuduga Kekaisaran ini pasti akan hancur bahkan tanpa campur tanganku tapi sebaiknya aku sendiri yang menghancurkanya*batin Shangyue.
"Baik Queen"
"Dan kau Long Yang, setengah pasukanmu awasi markas, lalu sebagian besar berjaga di perbatasan negara dengan penyamaran kalian!! saat pasukan Kekaisaran Zhang hampir sampai, kalian lumpuhkan seluruh pasukan Kekaisaran Liu!!!"Shangyue telah mempersiapkan rencana yang matang untuk menyerang Kekaisaran Liu, ia sudah muak melihat wajah mereka yang dulu pernah menindas Shangyue yang asli, sekalipun seorang pelayan ia tak akan melepaskannya, Shangyue menggenggam erat hanfunya, menatap ke atas celah cahaya yang tertutup re rimbunan pepohonan hutan itu, ia punya tekad akan membalaskan semuanya pada mereka.
" Baik Queen "
__ADS_1
"SEMUANYA BUBAR!! "
Semuanya kembali beraktivitas seperti semula, kebanyakan ke tempat latihan untuk mempersiapkan semuanya sesuai tugas masing masing yang sudah dirancang, sebentar lagi akan ada pertumpahan darah dan Shangyue sangat menantikan hal itu.
...----------------...
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu... " Ucap Xiang Qun dengan nada pelan, ia ragu mengatakannya pada Shangyue, alasannya adalah karena takut Shangyue akan menjauh darinya meski ia sering melihat kesadisan Shangyue sendiri.
"Hmmm, Apa? " Shangyue menaikan satu alisnya sambil menatap Xiang Qun.
"Ku berjanji tidak akan menjauh dariku kan setelah mendengar ini?.. aku mohon jangan pergi ataupun menjauh dariku... " ucap Xiang Qun dengan tatapan memohon.
Shangyue ingin tertawa melihat itu, sebenarnya apa yang ingin dikatakan pria itu?.., tapi dalam lubuk hatinya yang terdalam jujur saja Shangyue selama ini merasa nyaman jika ada didekat Xiang Qun, Perasaan yang sama seperti ketika Ana bersama Papa dan mamanya dulu... juga kakeknya yang sangat menyayanginya, Mungkin sudah ada perasaan Cinta dihatinya namun tidak ia sadari, Shangyue bahkan pernah menangis sendirian ketika selama dua minggu penuh Xiang Qun tak menemuinya, ia berfikir Xiang Qun meninggalkanya , tapi Shangyue enggan mengatakannya pada Xiang Qun.
"Aku ingin mengatakan...... "
Hehe😁lanjutannya chapter selanjutnya ..... tapi gatau kapan up.
Guys author mau cerita nih, kemaren kan Author outbound ke pijar park, kudus, nah pas udah disana tuh malah dapat WA dari guru aku katanya disuruh ke sekolahan bentar buat latihan vidio pembelajaran, waktu itu jam delapan kira kira hampir semua temenku tu WA , spam juga suruh ke sekolahan, Aku bilangnya ga bisa soalnya udah terlanjur ke Pijar Park, Malah ada yang bilang mereka di marahin Gurunya, Disuruh nelpon aku terus, bahkan ada yang ke rumah aku juga tapi ga ada orang katanya, Terus aku bilang sendiri ke gurunya kalo gabisa, ya pada akhirnya disuruh masuk hari khamis langsung syuting vidionya, secara Aku kan biasanya peranya paling banyak tapi gampang ngehafalinya jadi gampang aja menurutku, di YouTube juga ada kok.
__ADS_1