
‧͙⁺˚*・༓☾ Happy Reading ☽༓・*˚⁺‧͙
" Kau!!!"Putri Liu Rongyin benar-benar marah, hanfunya berlumuran darah, ia menunjuk Shangyue dengan jari telunjuknya.
"Apa yang terjadi disini sebenarnya!!? " Ucap Kaisar secara tiba-tiba.
Sontak mereka bertiga, Shangyue, Jia Nuan, dan Putri Liu Rongyin menoleh kepada Kaisar, Jia Nuan Dan Putri Liu Rongyin membungkuk memberi hormat sementara Shangyue tetap berdiri dengan ekspresi datar tanpa ingin sedikitpun memberi hormat pada Kaisar.
"Ayahanda... Yue'Jie d_dia menghabisi para pelayan yang tidak bersalah ini...... "Adu Putri Liu Rongyin pada Kaisar.
Dasar cepu!, emang Tua Bangka sialan itu bakal percaya gitu!? * Batin Shangyue.
"Mei'Yin tapi yang kami lihat kaulah yang bersalah disini!, Lihatlah dirimu hanfumu penuh dengan darah sementara Liu Shangyue bersih tanpa ada noda sedikitpun! " Tegas pangeran Kedua tidak membela siapapun, ia membenci Shangyue tapi bukan berarti menyayangi Putri Liu Rongyin.
"Tapi... aku mengatakan yang sebenernya..., Gege dan Ayahanda harus percaya padaku....."Lirih Putri Liu Rongyin.
"Maksudmu jika kau tidak bersalah lalu siapa lagi, apakah aku?, Jiejie katakan yang kebenarannya"Ucap Shangyue sembari memberi isyarat pada Jia Nuan.
"Yang mulia, Tadi Tuan Putri Kedua datang membawa para pelayan ini kemari untuk memukuli Putri Liu Shangyue..., tapi mereka menolak alhasil Putri kedua marah dan menghabisi mereka dengan sadisnya....."Jelas Jia Nuan.
"Ayahanda, tidak! pelayan ini berbohong.... itu tidak benar... "ucap Putri Liu Rongyin sedikit berteriak.
"Kita putuskan nanti hukuman apa yang akan kau dapatkan, masalahnya ada lima belas pelayan yang menjadi korban dan itu adalah pelayan terbaik di istana ini! "Tegas Kaisar ia lalu pergi diikuti oleh Pangeran kedua.
Prok!
__ADS_1
Shangyue melakukan Tos bersama Jia Nuan, Jia Nuan ngikut saja apa yang disuruh oleh Shangyue, dan mereka berdua tersenyum.
"Bagus Jiejie, aku yakin jika kau bermain Film pasti kau aktor yang hebat"puji Shangyue dengan senyuman dibalik cadar nya.
"Apa maksudmu Mei Mei?"tanya Jia Nuan.
"Ah lupakan, ayo pergi " ajak Shangyue mereka pun pergi meninggalkan putri Liu Rongyin sendirian di taman.
Mayat para pelayan itu dibereskan oleh para pengawal Kekaisaran, Putri Liu Rongyin pergi ke kediamannya dengan perasaan marah dan kesal., ia harus menjalani hukuman yang akan diberikan oleh Kaisar.
...----------------...
Di Kekaisaran lain, didalam sebuah Ruangan yang sunyi nampak lah dua orang lelaki tengah membicarakan sesuatu, yang satu adalah lelaki paruh baya dan yang satunya terlihat muda.
"Ayahanda, kapan kita akan melakukan penyerangan terhadap mereka!? "Ucap lelaki muda itu.
"Karena dia, Jiejie pergi meninggalkan kita selamanya, aku bersumpah akan membalas semuanya!! " ucap lelaki muda itu, perasaan marah menyelimuti dirinya.
"Kau benar, putriku yang aku sayangi rela mengorbankan hidupnya demi membuktikan cintanya pada orang itu!!!, namun pada akhirnya pengorbanannya sia-sia... putriku yang malang... "Lirih Lelaki paruh baya itu.
" Nyawa dibalas dengan nyawa, putraku berjanjilah kau akan membalaskan dendam kakak perempuanmu! "lanjutnya.
"Aku berjanji!, aku tidak akan membiarkan kematian Yu'Jie sia-sia!! " Tegas lelaki muda itu sambil mengepalkan tinjunya kuat -kuat setelah itu pergi keluar dari ruangan tersebut.
...----------------...
__ADS_1
"Roarr.. lapar.. " Xion Fan meraung pada Shangyue.
mereka saat ini ada di markas, Shangyue tadi sempat izin ke Jia Nuan agar tidak mencarinya, meski Jia Nuan tadi mencegahnya demi keselamatanya.
"kau lapar.. hmm.. minta makan pada koki sana" suruh Shangyue.
"kau kira aku ini apa, aku tidak memakan hidangan yang sudah dimasak" jelas Xiao Fan.
"kalau begitu minta saja pada Xuan Li sana atau kau bisa cari saja sendiri lagipula kau itu memiliki kekuatan hebat bukan? "
"kau benar, aku ini heba, kalau begitu aku pergi dulu mencari makan" Xiao fan berlalu pergi meninggalkan Shangyue.
Shangyue tersenyum lalu menyandarkan dirinya di sofa depan markas itu karena awalnya tadi ia duduk di atas pohon, ia mengambil sebuah buku dari ruang Dimensinya dan membacanya dengan santai.
"Istri kau sedang apa? "
"anjirr kau satu hewan pergi, manusia pengganggu dateng, emang gabisa santai sendirian ni gue! " kesal Shangyue melempar buku itu sembarangan.
"Apa kau liat liat!! " Sentaknya saat Xian Qun terus memperhatikanya.
"Istri, kau sangat Cantik" Ucap Xian Qun mendekatkan Wajahnya pada Shangyue, Netra merah itu bertatapan dengan Netra biru tua Shangyue, seakan Terhipnotis Shangyue diam Saja saat Xian Qun semakin mendekatkan wajah mereka bahkan hidung mereka bergesekan, sedikit lagi bibir mereka pasti akan menyatu.
Bruk!!
"Bedebah sialan kau!! " Shangyue berdiri setelah mendorong Xian Qun dengan kekuatannya hingga terjungkal kebelakang.
__ADS_1
"awwww.. sakit istri.. " Rengek Xian Qun.
"Ga peduli!! , Jangan ikuti Aku!! " Shangyue berlalu pergi meninggalkan Xian Qun yang masih dudut di atas Tanah.