
sorry author upnya ga menentukan nih, tapi Author seneng banget deh akhirnya dapet peringkat 1 pararel lagi, tanks buat doanya ya Readers.
~Happy Reading~
Perlahan - lahan kelopak mata indah itu terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah Xiang Qun yang menatapnya rak lupa dengan senyumanya.
"Engh.. sejak kapan kau disini? " Shangyue berusaha bangkit dan duduk di kursi itu, lalu Xiang Qun duduk disampingnya.
"Sejak kau tidur siang tadi" Sahut Xiang Qun dengan entengnya.
"k_kau tidak macam macam padaku bukan?! " Shangyue menatap tajam Xiang Qun.
"Sedikit"
bugh!
"Akhh.. aku hanya bercanda, Istri kau terlalu kejam" Xiang Qun memegangi lengan yang telah dipukul oleh Shangyue.
"kau bilang aku kejam?! Lalu beritahu kau ingin dengan cara apa aku menghabisimu?! "
"Ah aku hanya bercanda.. apa kau tega menghabisiku?.. " Tanya Xiang Qun dengan tatapan memelas, bukanya membuat Shangyue kasihan malah membuatnya jijik.
"Ya tentu saja malah aku dengan senang hati akan menghabisimu dengan tanganku sendiri sekarang juga jika kau mau " Balas Shangyue.
" kau mau menghabisi suamimu yang tampan ini? " Ucap Xiang Qun dengan narsis.
__ADS_1
"huek! sejak kapan kau menjadi begitu narsis?! " Sentak Shangyue.
"Sejak aku bertemu denganmu"
Shangyue menatap lekat Xiang Qun.
"kita tidak saling mengenal bukan? lalu kenapa kau menganggapku istrimu? " Tanya shangyue.
"Karena kau memang takdirku"
"Siapa kau sebenarnya? "
"Aku suamimu"
"Dimana Rumahmu? "
"CUKUP!! " Teriak Shangyue Frustasi, sedari tadi Xiang Qun menjawab pertanyaannya dengan tidak masuk akal sama sekali, dia kira Shangyue sedang bercanda kah?.
"Kenapa? kau bertanya bukan lalu aku hanya menjawabnya saja" Ucap Xiang Qun dengan enteng.
"Terserah!! aku tidak peduli lagi! "
...----------------...
"Apa semuanya sudah siap Putraku? " Tanya Seorang Pria paruh baya pada lelaki muda gagah didepanya.
__ADS_1
"Ya Ayahanda kita siap menyerang saat pesta ulang tahun Putra Mahkota" Jawabnya dengan tegas.
"Untuk apa kau menyebut baj*ngan itu Putra Mahkota!!tidak lain hanya orang yang membuat ku kehilangan putriku!!bahkan Kaisar negara itu saja tidak peduli pada kita Setidaknya datanglah ke pemakaman putri ku!!tapi apa hanya mengirimkan beberapa petisi emas!!ia kira itu bisa menggantikan nyawa putriku?!!sialan!!"Murka Kaisar Zhang.
"Salam yang mulia kaisar" Seorang pengawal membungkuk hormat pada pria paruh baya itu.
"Katakan! "
"Ada seorang Pria misterius yang ingin bertemu dengan Yang Mulia" Jawab Pengawal Tersebut.
"Biarkan masuk" Pria Paruh baya itu tidak Khawatir maupun panik karena firasatnya mengatakan pria itu tidak berniat buruk.
"Baik yang mulia"
_
"Jadi Untuk apa Tuan kemari? " Kaisar itu mencoba bersikap baik pada Yanzhong, siapa lagi yang tak kenal tangan kanan sang Queen Black Rose yang amat kejam dan memiliki Rantai Iblis sebagai senjatanya.
"Queen memintaku menyampaikan pada Yang mulia kaisar tentang sebuah kerjasama" Ucap Yanzhong dengan datar.
"Ah tentu saja kerjasama apapun itu kami akan setuju asa_"
"Yang Mulia akan mendapat keuntungan besar dengan bekerja sama dengan Queen, apalagi ini menyangkut tentang balas dendam Yang Mulia" Yanzhong memotong perkataan Kaisar Zhang, ia tak takut sama sekali pada pria didepanya ini.
Raut wajah Kaisar Zhang seketika berubah menjadi sangat serius dan ada aura dingin yang menyelimuti nya, jika menyangkut balas dendamnya apapun akan ia lakukan untuk membalaskan kematian Putri pertamanya yang mati secara sia sia berlandaskan cinta.
__ADS_1
"Katakan aku tidak peduli mendapat keuntungan atau tidak, jika balas dendam ku berhasil karena kerja sama kita aku bersumpah akan tunduk pada Queen mu" Ucap Kaisar Zhang dengan tegas.
hal itu membuat Yanzhong menyeringai tipis.