I Will Change This Life

I Will Change This Life
Chapter 25


__ADS_3

~Happy Reading_


......________......


Srek!


Srek!


Wush!


"Siapa malam malam begini? " Shangyue bertanya_tanya, ia memeriksa jendela kamarnya ada pergerakan dari semak semak, Juga terlihat sebuah siluet bayangan hitam melompat dari pohon.


"Oh Ingin bermain denganku rupanya, boleh juga" Shangyue Tersenyum miring, memikirkan permainan apa yang akan ia mainkan selanjutnya bersama sekelompok orang itu.


_


"Cih tugas yang terlalu mudah, lalu untuk apa m3ngandalkan kita berlima?! lihatlah target sedang tertidur nyenyak dan mustahil akan terbangun karena pergerakan kita! " Ucap seseorang berbaju hitam di dalam Kamar Shangyue.


"Yah itu bagianmu, Tusuk saja lalu selesai dan Terima bayaran" Sahut Salah satunya .


"mudah" jawabnya singkat.


ia memegang pedangnya dengan erat, berjalan mendekati ranjang, bilah pedang mengkilap yang tajam itu bersiap menusuk mangsanya.


Jress!


"Sialan!! kita dibohongi!! beraninya bocah sialan itu menipu kita!!!" Murka Orang tersebut.


Prok! prok! prok!


"Bagaimana sambutan dariku heh?! "


Mereka berlima sontak menoleh ke belakang, Cahaya bulan menembus jendela yang masih terbuka, menampakan seorang wanita bercadar hitam duduk di sebuah kursi emas sambil memegang sebuah belati tajam ditanganya.


"Mengapa kalian diam seperti itu melihatku?! lama tidak bertemu ya paman? meskipun saat itu aku masih kecil tapi aku rasa aku mengenal paman karena tentu saja setelah kalian menghabisi ibunda ku, kalian pasti nantinya juga akan menghabisiku benarkan? " Ucap Shangyue dengan santai.


Padahal gue ngarang, tapi kenyataannya mereka yang menghabisi permaisuri karena manusia sialan ini memiliki tato kalajengking itu*Batin Shangyue.


"hahahahaha kau cukup pintar juga ternyata, tapi sayangnya kau akan mati hari ini juga! " Ucap Salah satu dari mereka.


"Tenang dulu, tidak seru jika langsung menghabisi, aku lapar bagaimana jika kita makan malam dulu? " Tawar Shangyue.


mereka melongo, bisa bisanya penjahat di ajak makan malam dan dengan begitu snatainya seolah tidak takut jika akan mati begitu saja.


"kenapa?, Kakek Yu bilang kita tidak boleh menolak tawaran baik dari orang lain" jelas Shangyue.


"kakek Yu? kakek Yu siapa?! hei Bocah kau itu sudah tidak memiliki kakek! "


" Sok tau! Kalau tidak tau diam saja!! "Bentak Shangyue mengagetkan mereka.


" Ya sudah aku mau makan, kalian mau ikut atau tidak?! "


mereka berlima merapat untuk berdiskusi, sedangkan Shangyue menatap dengan malas.


"bagaimana bos? "

__ADS_1


"Sebenarnya aku juga lapar"


"baiklah kita makan dulu lalu habisi dia selain mendapat uang kita juga kenyang"


"ya benar "


"Baiklah kami setuju! "


"Lets Go! "


...----------------...


"Kau tidak berniat meracuni kami kan Bocah?! " Tanya salah satu Pria itu.


"Untuk apa?! jika aku meracuni kalian untuk apa aku ikut makan juga bodoh!! " Sentak Shangyue mulai mengambil Makanan Di meja makan itu.


lalu diikuti beberapa pria Paruh baya berpakaian hitam tersebut.


"Hemm Bos enak sekali "


"benar"


mereka mulai makan dengan cepat mengambil makanan apa saja yang ada dimeja makan katakan saja seperti orang kelaparan.


ni orang orang udah ga makan berapa hari ya? kasian banget*Batin Shangyue


Shangyue tetap makan dengan biasa saja, bahkan tanpa melepaskan cadar nya.


beberapa saat kemudian mereka pun selesai makan.


"benar benar enak tidak seperti makanan kita biasanya"


"beruntung sekali hari ini bos"


"Baiklah aku juga sudah kenyang, mari bermain! tapi di luar pavviliunku karena aku tidak ingin kediaman ku kotor" ucap Shangyue.


_


Disinilah mereka berada, tepat diluar paviliun Shangyue.


"jadi karena kau berbaik hati memberi kami makanan, kau bisa memilih bagaimana caramu untuk mati"


"Tidak _ tidak, aku tidak akan mati hari ini masalahnya dosaku mungkin masih banyak takut diprotes sama malaikat" jawab Shangyue asal.


"tapi kau tetap akan mati hari ini bocah!! "


"berhenti memanggilku bocah paman!! namaku Shangyue!! "sentak Shangyue balik.


" eh kalian kan berlima, boleh aku membawa patner juga? hanya satu kok"lanjutnya.


"terserah, kau kira siapa yang mau membantumu" sahut mereka.


"Baik, Xiao Fan kemari! aku menemukan teman bermain untukmu! " Ucap Shangyue agak berteriak.


"Roarrr... " Harimau putih besar berlari ke arah mereka lalu berhenti tepat disamping Shangyue.

__ADS_1


"bagaimana patner ku? lucu bukan kucingku ini? " tanya Shangyue.


"Harimau Putih raksasa bukankah itu sebuah Magical Beast langka dan sulit dijinakan?! selain itu ia bisa mengubah ukurannya sesuai keinginannya" ucap Salah satu pria berbaju hitam.


"benarkah mengapa aku tidak tau? " Sahut Shangyue.


"Bodoh! mengapa kau memberi tahunya!! "


"maaf bos kukira dia juga sudah tau"


"ah kalau begitu terimakasih telah memberi tahu ku paman, Ayo bertarung"


Shangyue mengambil pedangnya,ia menunggu lawan menyerang terlebih dahulu barulah dia ikut menyerang, Sedangkan Xiao Dan sudah menyerang keempat orang itu dahulu pertarungan sengit dimulai, tidak ada yang tau bagaimana pun tidak ada penjaga sama sekali di paviliun Shangyue.


Sring!


Cring!


Cress!!


"Akhhh... " Tetiakan terdengar dari ketua pembunuh bayaran itu, tentu saja pelakunya adalah Shangyue.


"Ah aku mulai bosan dengan permainan adu pedang seperti ini, lihatlah paman bahkan kau sudah mendapatkan banyak luka sementara aku tidak" Ucap Shangyue.


"Jangan sombong bocah sialan aku akan membunuhmu!!! " pria itu mengayunkan pedangnya tepat di hadapan Shangyue.


"a_apa yang terjadi? " Ucapnya, ketika pedang itu hampir saja mengenai Shangyue namun dengan sendirinya berhenti, rasanya pedang ditangannya semakin berat, bahkan Shangyue pun terkejut pasalnya ia tak melakukan apapun.


prang!


pedang itu jatuh ke tanah, lalu tubuh ketua pembunuh bayaran itu membeku ditempat, ia terduduk di tanah merasakan seluruh tubuhnya tidak bisa digerakan kecuali mulutnya, sontak keempat Bawahanya yang sudah terluka parah akibat serangan Xiao Fan pun menatapnya.


"Beraninya kau ingin melukai istriku!! " Sesosok pria berbaju hitam muncul dibelakangnya,aura gelap memancar dari tubuh pria tersebut, netra merahnya menatap tajam penuh amarah pada Pembunuh bayaran tersebut.


perlahan ia mendekat, Xiang Qun mengayunkan tanganya lalu munculah sebuah pedang hitam ia hendak menghabisi ketua pembunuh bayaran itu.


"Tunggu" Suara lembut menyapu indra pendengaran Xiang Qun, ia pun melihat sosok Shangyue dihadapanya sedang menatapnya balik.


"kenapa?! aku harus menghabisinya karena berani menyakitimu! " Ucap Xiang Qun.


"tidak jangan menghabisinya!! biar aku yang mengurusnya" Ucap Shangyue menghampiri Xiang Qun.


"Baiklah aku serahkan padamu" Xiang Qun menghilangkan kembali pedangnya, beralih menatap Shangyue dengan tatapan lembut.


"tapi berjanjilah jangan pernah membuat dirimu terluka, jangan selalu menempatkan dirimu dalam bahaya, meski kau hanya bermain main sekalipun " lanjutnya.


Shangyue tertegun dengan ucapan Xiang Qun, ia menatap lekat wajah lelaki didepan ya ini, Shangyue tersenyum tipis dibalik cadar nya.


"Baiklah" perkataan itu seolah keluar sendiri dari mulutnya, tak ada alasan untuknya mengatakan tidak.


Shangyue mengayunkan lenganya, merapalkan sebuah mantra kekuatan yang dapat mengurung kelima pria tersebut di dalam ruang dimensinya.


Wush!


Kelima pria tersebut secara tiba-tiba terikat sebuah tali tak kasat mata lalu tersedot ke dalam Ruang dimensi Shangyue.

__ADS_1


__ADS_2