
"Hei manusia lepaskan aku"
" Siapa itu, hantu ya gue nggak takut sini lawan gue karena yang lebih menakutkan itu adalah mulut tetangga " kata Shangyue
" Manusia bodoh, aku ini ikan yang ada ditanganmu"
"ikan, bisa bicara " kata Shangyue heran
" Iya, cepat lepaskan aku "
" enak aja minta lepasin gitu aja,gue itu belum buat perhitungan sama lo ya karena udah ngatain gue bodoh!"Kata Shangyue
" Aku minta maaf karena sudah mengatai anda bodoh, sekarang bisa lepaskan aku"
" Nggak bisa"
" kalau begitu aku bisa membantumu melepaskan segel kekuatanmu "
"apa itu artinya kekuatanku disegel?"
"benar, itulah sebabnya kau tidak memiliki kekuatan"
"kalau bagitu, sepakat aku akan melepaskanmu dan kau lepas segel kekuatanku "
"baik "
Shangyue segera melepaskan ikan itu kedalam air dan ikan itu pun menggunakan kekuatannya untuk melepaskan segel di meridian Shangyue karena itulah yang menjadi penyebab terhambatnya kekuatan untuk masuk kedalam tubuhnya.
__ADS_1
" Sekarang segel itu telah hancur, dan aku tau kekuatanku itu sangatlah besar dan ini hadiah untukmu "ucap ikan tersebut sembari menyerahkan sebuah kalung kepada Shangyue lalu pergi menghilang di dalam air.
"Kalung yang indah " ucap Shangyue sembari menggosok gosok kalung tersebut
"Aaaaaa"teriak Shangyue karena merasa tubuhnya menghilang dan masuk kedalam kalung tersebut.
Di Dalam Kalung Dimensi
"Apa yang terjadi, dan dimana lagi aku ini "
" Tuan selamat datang "
"Siapa kau, burung bisa bicara, dunia ini benar benar aneh. Tadi ikan sekarang burung bisa bicara apa ini nyata atau memang aku sudah gila"Pikir Shangyue
"Tuan ini adalah diruang dimensi anda, dan saya adalah burung phoenix hewan kontrak anda, teteskan darah anda dikepala saya"
Tidak bisa berkata apa apa Shangyue hanya menuruti perkataan burung Phoenix itu.
"Pedang"setelah mendengar kata pedang mata Shangyue langsung berbinar karena sudah lama sejak di dunia ini dia tidak menyentuh satupun senjata. pedang tersebut sangatlah indah terdapat ukiran burung phoenix di pedang tersebut.
" Apa anda suka tuan"
" jangan tanya lagi, senjata apapun itu aku menyukainya, bagaimana caranya aku keluar dari sini"Tanya Shangyue
"Anda hanya tinggal mengucapkanya saja "
" baiklah, terimakasih, keluar"
__ADS_1
Shangyue akhirnya keluar dari ruang dimensinya dan muncul kembali dihutan tersebut lalu ia bergegas kembali ke Paviliunnya takut jika Jia Nuan mencarinya dan mungkin memberitahu semua orang jika dirinya hilang.
Di Paviliun Teratai
" Huh, untung saja aku kembali tepat waktu"
"Mei Mei, kemana saja kau pergi tadi apa kau tau aku menghawatirkanmu "Jia Nuan sudah menghadang Shangyue didepan pintu paviliun.
"A.. aku i... itu tadi aku pergi kehutan sebentar untuk jalan jalan"
"lain kali harus memberitahu ku terlebih dahulu jika kau ingin pergi "
"Baik, Jiejie "
"Air mandi mu sudah siap, pergilah mandi terlebih dahulu, aku akan membantumu"
"Ah, kau yang terbaik jiejie, tapi mulai saat ini kau tidak perlu membantuku aku bisa sendiri"Karena baginya sangat merepotkan jika ada yang membantunya mandi.
"Baiklah Mei Mei "
Shangyue segera pergi mandi lalu mengganti pakaian.Setelah itu dia pergi ke ruang makan istana.
Di Ruang Makan Istana
Shangyue masuk kedalam ruang makan istana dengan mengenakan cadarnya, lalu semua orang menatapnya dan ada yang mencibir nya.
"Lihatlah putri buruk rupa datang, untuk apa dia datang kemari " cibir pelayan A
__ADS_1
"Cih sampah tidak berguna seharusnya tidak disini " cibir pelayan B
" si tidak berguna pergi saja dari sini "Cibir pelayan C