Ibu Guru Kesayangan CEO

Ibu Guru Kesayangan CEO
IGKC 18 Siapa yang Pantas Menjadi CEO


__ADS_3

Carla mengurung di dalam kamarnya sampai Julie berpamitan pulang. Setelah suara wanita itu tidak terdengar lagi, barulah Carla keluar dari kamar dan menemui ayahnya.


“Daddy,” panggil Carla.


“Ada apa, Carla? Kenapa kamu tadi tidak mau menemui Julie?” tanya Levon.


Carla menatap kedua mata ayahnya dengan tatapan mengintimidasi.


“Aku tidak menyukai wanita itu. Kenapa Daddy sangat dekat dengannya?” tanya Carla sinis.


“Julie adalah istri dari sahabatku, Reagan. Dia seorang janda yang sudah ditinggal mati suaminya. Mungkin kamu tidak terlalu mengenal Julie karena kamu dibesarkan oleh nenekmu,” jelas Levon.


Sejak kematian istrinya, Anna, Levon mengalami kecanduan minuman keras. Karena itu, Carla berada di bawah pengasuhan neneknya. Usai menjalani rehabilitasi, barulah Levon bisa bangkit kembali dan menata ulang kehidupannya.


“Lalu kenapa dia meminta Daddy mendampingi putrinya? Apa Daddy bersedia mengabulkan keinginan wanita itu?” tanya Carla.


“Iya. Daddy harus menjaga Julie dan Ramona. Sudah menjadi kewajiban Daddy untuk menemani Ramona di hari pernikahannya,” jelas Levon.


Carla yang mendengar hal itu semakin geram. Ayahnya tidak tahu sama sekali bahwa calon suami Ramona adalah pria yang sudah memanfaatkan tubuhnya. Namun, Carla tidak mungkin mengatakan hal itu sekarang kepada Levon.


“Daddy, aku mau pergi sebentar ke apotek,” pamit Carla.


“Apa kamu sedang sakit, Sweetheart?” tanya Levon langsung mengecek suhu tubuh putrinya.


“Tidak, Daddy, aku cuma mau membeli vitamin. Aku akan segera kembali.”


“Baiklah, hati-hati. Daddy harus menemui seseorang setelah ini.” Levon berniat ke rumah Lucas Carascado dan melunasi semua utang yang dimiliki Julie.


Carla mencium pipi Levon lantas masuk ke dalam mobilnya. Dia sudah bertekad untuk membeli test pack dan membuktikan sendiri apakah dia benar-benar hamil. Dengan begitu, dia akan memiliki bukti untuk meminta pertanggung jawaban Edgar.


‘Akan kubuktikan kepada semua orang bahwa aku hamil anaknya Edgar. Aku akan membuat pernikahan Ramona dan Edgar gagal,’ batin Carla mencengkeram setir mobilnya.


***


Dengan mengenakan rok dan blazer berwarna hitam, Angel mengunjungi kantor Tuan Fransisco. Di adalah pengacara kepercayaan Dylan semasa hidupnya.


“Selamat siang, Tuan Fransisco,” sapa Angel duduk di hadapan pengacara berwajah datar itu.


“Selamat siang, Nyonya White. Ada keperluan apa Anda mencari saya?” balas Fransisco dengan sopan.


“Tuan Fransisco, saya ingin bertanya tentang surat wasiat Dylan. Apakah dia telah menunjuk saya sebagai pewarisnya?” tanya Angel ingin tahu.

__ADS_1


Pengacara tersebut berdehem kemudian membetulkan letak dasinya. Ia berusaha menjelaskan apa adanya supaya Angel tidak salah paham.


“Begini, Nyonya, Tuan Dylan tidak meninggalkan surat wasiat. Tetapi secara otomatis semua kekayaan Tuan Dylan akan jatuh di tangan Anda sebagai jandanya. Hanya Nyonya harus menunggu sampai surat kematian Tuan Dylan disahkan. Dan itu harus atas persetujuan walinya, Tuan Harold White,” jelas Fransisco.


Angel tersenyum getir. Pernyataan dari pengacara itu bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, ia lega karena harta milik Dylan akan jatuh di tangannya. Namun di sisi lain, Harold akan menjadi penghalang terbesarnya untuk menguasai harta Dylan.


“Terima kasih banyak, Tuan Fransisco. Tolong kabari saya jika surat kematian suami saya sudah disahkan,” ujar Angel sebelum beranjak pergi.


“Baik, Nyonya White.”


Keluar dari kantor pengacara tersebut, Angel kembali masuk ke dalam mobil. Tujuannya kini adalah membujuk Harold agar pria tua itu bersedia mengurus surat kematian Dylan.


“Tolong antar aku ke White Group,” pinta Angel kepada supirnya.


Angel tidak sabar untuk menguasai perusahaan sekaligus kekayaan Dylan yang melimpah ruah. Bila perlu dia akan menggantikan posisi Dylan sebagai CEO White Group.


Sesampainya di kantor White Group, Angel langsung menuju ke lantai sembilan untuk menemui Harold. Selama ini, Harold menjabat sebagai wakil CEO sekaligus penasehat Dylan.


“Siang, Paman, bagaimana kabarmu? “


“Aku baik,” jawab Harold singkat. Dia tahu Angel pasti memiliki maksud terselubung dengan datang menemuinya secara tiba-tiba.


“Paman, aku rasa sepeninggal Dylan, perusahaan ini kehilangan sosok pemimpin. Menurutku sebaiknya Paman segera mengadakan rapat dewan direksi untuk memilih CEO baru. Lebih cepat lebih baik."


"Aku siap menggantikan Dylan untuk memimpin perusahaan ini. Aku janji akan membuat White Group lebih maju daripada sebelumnya,” ucap Angel penuh percaya diri.


Dia berusaha menunjukkan kemampuannya kepada Harold.


“Dengan dukungan penuh dari Paman, seluruh direksi dan karyawan White Group pasti akan menerimaku,“ bujuk Angel.


Harold langsung melengkungkan alisnya hingga menyerupai busur. Dia tidak menyangka Angel berani mencalonkan dirinya sendiri sebagai pengganti Dylan.


“Tidak bisa, Angel, kamu tidak layak menjadi CEO White Group,” bantah Harold dengan lantang.


Mendengar penolakan keras yang diucapkan Harold, Angel meradang.


“Kenapa aku tidak layak, Paman? Aku jandanya Dylan dan aku juga seorang lulusan arsitek,” tanya Angel tersinggung.


“Kamu tidak bisa menjadi CEO karena kamu tidak punya kapasitas untuk menduduki jabatan itu. Kemampuan dan pengalamanmu sangat jauh di bawah Dylan,” jelas Harold.


Dalam hati, Angel mengumpat Harold. Namun dia tahu bahwa Harold tidak bisa dilawan dengan kekerasan. Ia harus menemukan ide lain demi bisa menguasai perusahaan milik Dylan.

__ADS_1


Tidak kehabisan akal, Angel mengusulkan nama lain yang mungkin akan membuat Harold setuju.


“Kalau begitu aku ingin Jake yang menggantikan posisi suamiku,” usul Angel.


Jake adalah sepupu Dylan dan juga keponakan kedua Harold. Ia yakin Harold akan menerima Jake sebagai CEO baru.


“Jake juga belum pantas menjadi CEO. Perusahaan sebesar White Group hanya bisa dipimpin oleh orang yang cerdas, bertanggung jawab dan pekerja keras seperti Dylan,” tukas Harold tak ingin dibantah.


Penolakan Harold membuat Angel semakin kesal. Percuma saja ia membujuk Harold karena pria tua ini sangat keras kepala.


“Baiklah, terserah Paman saja. Janga menyesal jika perusahaan ini menjadi goyah karena tidak ada yang memimpin.”


Angel lantas keluar dari ruangan Harold tanpa berpamitan. Melihat Angel begitu bernafsu menjadi CEO, Harold semakin menaruh curiga. Firasatnya mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan kematian Dylan.


Harold ingin pergi ke Kansas untuk menyingkap misteri kecelakaan yang menimpa Dylan. Namun, niatnya masih tertunda karena ia belum menyelesaikan sengketa tanah di hotel Rosemary.


‘Setelah sengketa tanah itu selesai, aku akan ke Kansas untuk mencari jejak Dylan. Aku yakin firasatku tentang Dylan benar,' batin Harold.


Di Kansas, Ramona dan Edgar telah tiba di hotel tempat mereka akan berbulan madu.


“Apa kamu menyukainya, Mona? Kupikir hotel ini sesuai dengan keinginanmu,” ujar Edgar.


“Iya, hotelnya bagus,” jawab Ramona sambil tersenyum.


Entah mengapa Ramona tidak terlalu antusias melihat hotel mewah ini.


“Ramona, ayo kita masuk,” ajak Edgar.


“Selamat malam, Tuan dan Nyonya. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya supervisor hotel menyambut mereka.


“Kami ingin memesan kamar special untuk bulan madu,” ujar Edgar bangga.


“Baik, saya akan menunjukkan kamar mana saja yang bisa dipilih. Kebetulan sedang ada potongan harga khusus di bulan ini,” ujar supervisor tersebut.


Dia mengambil sebuah katalog dan memperlihatkan beberapa kamar dengan dekorasi romantis. Ada yang ranjangnya ditabur bunga mawar berbentuk hati. Ada pula yang selimutnya dibentuk menjadi sepasang angsa dan dikelilingi lilin-lilin kecil pada setiap sudut kamar.


“Semua ini adalah kamar VIP khusus untuk berbulan madu, Tuan.”


“Menurutmu, kamar mana yang cocok untuk kita, Sayang?” tanya Edgar kepada Ramona.


“Aku suka kamar dengan taburan bunga mawar,” jawab Ramona.

__ADS_1


“Baiklah, Sayang, kita pesan kamar ini.”


Edgar tersenyum lebar. Dia sudah tidak sabar bermesraan dengan Ramona di malam pernikahannya nanti. Edgar akan menjadikan kamar hotel itu sebagai saksi bahwa ia telah memiliki Ramona seutuhnya.


__ADS_2