Ibu Guru Kesayangan CEO

Ibu Guru Kesayangan CEO
IGKC 7


__ADS_3

Setelah pertemuan itu, Arion langsung pulang dan mengajak Nania. Sementara Eiza masuk ke kamar untuk menemani Dewa. Dia merasa kesal sekali kenapa hari ini dia harus dijodohkan dengan pria yang usianya jauh di atasnya dan seorang duda. Memang Arion itu seorang dokter dan wajahnya cukup tampan, tetapi tetap saja, Eiza tidak mau dinikahkan dengan pria gila semacam itu.


"Tante, kenapa bengong?" tanya Dewa bingung.


"Nggak, Tante baik-baik saja. Dewa mau makan atau main dulu?"


"Makan, Tante. Tapi Dewa mau main sama Naina lagi. Kapan Nania datang ke rumah?" tanya Dewa.


Eiza pun menelan ludah kasar. Pertanyaan Dewa mengingatkan dirinya lagi kepada pernikahan kontrak yang akan diatur antara dirinya dan Arion. Sungguh ini adalah suatu malapetaka.


Berusaha melupakan semua itu, Eiza memilih untuk mengurusi Dewa. Mulai hari ini, dia akan mencurahkan seluruh kasih sayang dan perhatiannya hanya untuk Dewa karena bocah kecil itu merupakan amanah terakhir dari sang kakak.

__ADS_1


Eiza pun sekarang memilih untuk tidur bersama Dewa. Malam harinya dia merasa sedih saat memirkirkan Dewa kini tidak memiliki orang tua lagi. Namun, Eiza juga berjanji di dalam hati bahwa dia akan menjaga dan merawat Dewa semaksimal mungkin. Bila nanti dia harus menikahi Arion itu adalah salah satu bentuk pengorbanan yang harus dia lakukan.


'Mungkin aku terima saja pernikahan itu, asalkan ada perjanjian tertulis. Aku akan meniru cara-cara di film dan novel, yaitu mengadakan pernikahan kontrak. Aku tidak akan membiarkan pria itu menyentuhku seujung jengkal pun,' batin Eiza memejamkan mata.


***


"Dewa, Tante pergi dulu, ya. Dewa main di rumah dengan Mbak Rum," ujar Eiza sebelum berangkat. Hari ini Eiza sudah berpakaian rapi dan siap berangkat menuju ke Smart School. Sedangkan Dewa masih belum sekolah, karena dia diberikan waktu berduka oleh kepala sekolah hingga besok.


"Dewa mau dibeliin piza kalau Tante sudah pulang," rengek Dewa.


Dengan langkah mantap, Eiza menuju ke mobilnya lalu menyalakan mesin. Sambil menyanyikan beberapa lagu anak-anak, Eiza menyetir dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Saat dia hampir sampai di Smart School, Eiza mendapat telepon dari Kakek Yogi. Dia pub berdesah panjang karena tahu telepon itu isinya pasti membahas soal pernikahannya dengan si duda gila bernama Arion.


"Halo, Kek, ada apa? Aku sedang dalam perjalanan ke sekolah untuk ikut wawancara," jawab Eiza malas.


"Kakek hanya ingin memberitahumu bahwa nanti sore kamu dan Arion harus ke butik Venya, milik teman lama Kakek. Pilihlah baju pengantin yang cocok dengan kalian."


"Kek, apa ini harus?" tanya Eiza merasa sangat malas. Permintaan Kakek Yogi membuat moodnya menurun drastis, dan tidak bersemangat lagi untuk menghadapi wawancara kerja.


"Harus dan sifatnya wajib. Mana ada calon pengantin yang tidak memilih gaun pengantinnya lebih dulu. Kamu dan Arion harus datang jam lima sore. Sudah, ya."


Tanpa meminta persetujuan Eiza, Kakek Yogi segera mematikan teleponnya. Eiza pun kesal bukan kepalang, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Nampaknya takdir memang sengaja mempermainkan hidupnya agar berurusan dengan keluarga mendiang kakak iparnya yang semua berkepribadian aneh.

__ADS_1


Eiza akhirnya sampai juga di Smart School. Setelah memarkirkan mobil, dia segera melapor kepada security. Eiza pun diantarkan oleh bagian resepsionis sekolah menuju ke ruang kepala sekolah. Namun saat dia berjalan di koridor, Eiza terkejut melihat seorang pria yang menyapanya.


"Eiza?"


__ADS_2