Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang

Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang
Episode 9


__ADS_3

Emiya menahan perasaan kuat yang setiap kali berusaha untuk mengikis hatinya. Namun perasaan itu tidak pernah bisa ia sampaikan. Tidak ada kata-kata apapun yang keluar tiap kali Emiya berusaha membuka mulutnya.


‘itu tidak benar...’ pikirnya. ‘jangan lakukan itu.... setelah semua yang kau katakan... kenapa semuanya harus jadi begini...? kumohon jangan pernah lakukan ini di depanku... Reinhard...!’


Tapi Emiya tahu, kesungguhan tekad Reinhard bukanlah sesuatu yang bisa dia hancurkan begitu saja.


Seketika, muncul keteguhan hati pada diri Emiya. Ketetapan yang kuat bersinar pada matanya. Pandangannya jatuh pada partner pria itu, Reinhard Ainsley yang berdiri di depan Emiya.


---“Aku tidak akan lari!”---


mendengarnya, sang partner tetap diam.


“aku tidak akan lari jika kau masih di sini!”


“...”


Keheningan tercipta sementara. Reinhard tidak membalas apapun, ia hanya menundukkan kepalanya. Namun, kemudian dia berbisik tanpa melirik seorangpun di sana. “kenapa?”


Emiya mengeluarkan suara yang rendah tapi masih dapat di dengar oleh semua orang. “itu karena, jika misalnya... kau mati nanti, aku juga akan mati bersamamu. Jadi percuma saja kau mengorbankan dirimu seperti ini.”


“.... begitu kah?” perlahan, Reinhard Ainsley mengangkat kepalanya. “kalau begitu...” Ia sedikit melirik partnernya. “kutemani kau ke akhirat, Emiya.” Sepertinya dia sedikit tersenyum.


“ya!” balas Emiya dengan menggangguk.


‘jadi di sini akhirnya, ya’ ‘bersamamu...’ ‘ ... rasanya tidak buruk juga.’


“kalian berdua, ikut denganku.” Seseorang telah tanpa ribuan orang di sana sadari muncul di belakang mereka. “Feyrish, buka portalnya.”


“Aria--?”


“Eh, ap--”


Aria menarik kerah Reinhard dan Emiya, lalu melempar dua orang tersebut ke portal.



Chapter 12


Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.


Sungai mengalir di tengah luasnya dataran tinggi yang hijau. Di suatu tempat, sebuah portal terbentuk di udara, dari balik portal tersebut Reinhard dan Emiya terjatuh.


“argh... pantatku sakit.” Emiya mengusap pantatnya.


“yang barusan itu apa?” Reinhard mengelus-elus benjolan di kepalanya.


Rasa sakitnya sedikit berkurang setelah mengusapnya, tapi ketika kedua orang ini berdiri dengan kedua kakinya seseorang tiba-tiba keluar dari portal.


*drak!


Seseorang yang baru keluar itu menghantam mereka seperti boneka beruang yang dilempar seenaknya.


“aduduh... badanku sakit semua.” setelah berdiri ia mengusap tulang belakang dan menggelengkan kepalanya beberapa kali. Ia mengepalkan tinju di depan wajah dan menggertakkan giginya. “si Aria sialan itu melemparku seenaknya!”


Tak lama setelah itu, seseorang keluar dari portal yang sama---


Birunya cahaya langit terpantulkan pada bola matanya yang sejernih air. Berjalan perlahan dengan tubuhnya yang tidak tinggi sama sekali, rambut celestialnya terurai karena angin.


“Jadi kalian sudah di sini.” Dia memandang ketiga orang tersebut dengan ekspresi datar.


“ah, Altina. Jadi tinggal Reinhard dan Emiya, dan dua orang itu.”


Sang gadis memandang Kazuhiro dengan sinis. “dua orang yang pertama sudah ada di sini.”


“hm?” Kazuhiro mencari-cari di sekitarnya, hingga ia melihat ke bawah. “ah...”


“kau ini apa-apaan!”


“menabrak kami seenaknya!”


Dengan wajah ‘aku memang ceroboh, te-he~’ sang guildmaster, Zaikazuhiro Mamoteru mengacungkan ibu jari dan memamerkan gigi putihnya.


“aku senang kalian baik-baik saja!”


“matamu yang baik-baik saja!” protes Reinhard.


“lukaku jadi makin sakit.” Tambah Emiya.


Dua orang itu melepaskan mode transformasi Vajra dan Phoenix. Armor emas dan kostum api lenyap dari pakaian mereka, meninggalkan kain-kain yang berubah menjadi merah karena darah di beberapa tempat.


Dua orang yang tersisa berjalan melewati portal.


Aria melirik luka di tubuh Reinhard dan Emiya. api putih menyelimuti tubuh dua orang itu, membungkus mereka dengan kehangatan yang terasa nyaman dan menghilang setelah beberapa detik.

__ADS_1


“ah, terima kasih!”


“kalian menyelamatkan kami dua kali.”


“lupakan itu. yang lebih penting, dimana gedung guildnya?”


Feyrish, Altina, Kazuhiro, Reinhard dan Emiya memutar kepala mereka ke sisi kiri dan kanan, sampai Kazuhiro melihat ke langit.


“ah...”


Petualang lain mengikuti arah yang dilihat Kazuhiro. Pandangan mereka jatuh pada sebuah bulatan hijau transparan yang berada jauh di atas tanah. di dalam bulatan transparan itu, sebuah gedung guild seluas 400.000 m2 melayang di udara.


“aku bosan menunggu, kukira kalian sudah mati di sana.” Seseorang duduk di atas bulatan raksasa dan membuka mulutnya, berkata. “dasar anjing kampungan.”


Kazuhiro menggaruk bagian belakang kepalanya dan bergumam. “aah... masalah nih.”


Altina memandang Kazuhiro dengan ekspresi datar, tapi imut, bertanya. “Hiro, orang ini siapa?”


“dia itu...” Kazuhiro menggeleng. “tidak tidak, harusnya kau tau siapa orang ini. maksudku, kita bertemu dengannya satu setengah tahun yang lalu.”


“hm?” Altina memiringkan kepalanya.


“dia itu raja elf, Altina, raja elf! Arthur Earlyspring! Kau tidak ingat?”


Mengabaikan Kazuhiro, Altina bergumam. “raja elf, kah.. begitu ya, jadi orang ini raja elf.”


Berbeda dengan reaksi Altina, dua orang di tempat lain tersentak dengan “Apa?!” sambil mendekatkan mukanya dengan muka Kazuhiro.


“ “itu artinya...” ”


Dua orang itu adalah Reinhard Ainsley dan Emiya Einsley, yang memutar penglihatan mereka 900 untuk melirik Feyrish Earlyspring.


“huh...” Feyrish menghela napas. “lama tidak bertemu, kakak.”


“yah, lama tidak bertemu ya, Feyrish. Sayang sekali kita tidak ada di pihak yang sama.”


“itu karena cara yang kakak ambil benar-benar kesalahan besar.”


“haha~ selalu saja begitu.”


Berita tentang gelombang ragnarok telah menyebar ke setiap kerajaan. Semuanya tahu sekuat apa gelombang itu, dan kenapa hal seperti ini terjadi, dimana gelombang tersebut akan semakin kuat seiring dengan berjalannya waktu.


Untuk mencegah kekalahan, semua enfinity harus bersatu. tidak ada pilihan selain menggabungkan kekuatan dan bertarung bersama tanpa keraguan.


Namun membangun sebuah kerajaan ras benar-benar kesalahan besar. Perbudakan, standar ganda dan diskriminasi yang terjadi di setiap tempat memperbesar dendam yang telah ada.


Karena itulah raja elf, Arthur Earlyspring, mengambil jalan penaklukan. Untuk menyatukan seluruh ras yang ada dengan kekerasan, untuk menguasai semua enfinity sebagai kekuatan tempur yang tiada tara, dan untuk menghadapi gelombang ragnarok; jalan ini adalah plihan terbaik untuk diambil, pikirnya.


Tapi menurut sang adik, Feyrish Earlyspring, jalan yang kakaknya ambil adalah suatu kesalahan besar.


Satu-satunya jalan yang dia yakini benar dan jalan yang akan dirinya ambil adalah apa yang ada di telapak tangan partnernya, Aria Horizon.


“jadi, apa yang kakak cari dengan melakukan semua ini?”


Raja elf tersenyum. “aku ingin membuat kesepakatan.”


“ “kesepakatan?” ” Kazuhiro, Reinhard dan Emiya bertanya-tanya.


“seperti apa?” tambah Feyrish.


“seperti yang kalian lihat, pasukan petualang saat ini menjadi sanderaku. di sisi lain, persediaan makanan kami juga menghilang karena ulah kalian. satu-satunya hal yang dapat kupikirkan untuk memenangkan perang dengan adil adalah melalui kesepakatan.”


Arthur berhenti sebentar, dia melihat ekspresi para petualang kemudian melanjutkan. “ini akan jadi pertarungan antar pemimpin! hanya raja elf, raja dwarf, dan petualang rank SSS yang berpartisipasi!”


beberapa petualang yang menyaksikan membelalakan mata mereka karena terkejut.


--- ----


Strategi awal yang mereka ambil adalah dengan memperpanjang waktu perang dan menghancurkan persediaan makanan musuh sambil berperang dengan taktik gerilya.


Dengan kabut Shiba Eiri, tidak peduli sekuat apa dan seberapa besar jumlah pasukan musuh semuanya akan jadi mudah untuk mereka hadapi, durasi kabutnya pendek untuk area seluas medan perang tapi mereka masih dapat kembali sebelum itu.


Para petualang juga mendapatkan makanan dari dewi mereka, Rishia Celestiel, yang dengan scared abilitynya mampu menambahkan efek khusus pada makanan yang dia buat.


Dengan strategi itu pasukan musuh akan kelaparan selagi pasukan petualang menyerang mereka dengan semangat yang tinggi.


Namun, semua hal itu telah menjadi kegagalan besar sejak pasukan yang dimaksud berubah menjadi sandera raja elf.


“hm? Yah, baiklah.” Raja elf memegang telinganya seperti melakukan komunikasi jarak jauh. “aku mendapat pesan dari raja dwarf, Zack Pentacraft bahwa dia akan bertarung bersama putrinya, jadi petualang rank SSS yang bertarung melawannya juga harus di dampingi oleh seseorang.”


Chapter 13


Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.

__ADS_1


-- Aria Horizon pov –


Ada satu dataran tinggi yang memisahkan dua arena pertempuran. kedua arena itu adalah dataran rendah yang luas dengan rumput hijau sejauh mata memandang, bersama hembusan angin yang sesekali menerpa kami dengan hangat dan lemah lembut.


Sebelumnya Feyrish menipu Yuna dengan item yang petualang rank SSS-- Akihara Karasu ciptakan.


Melalui item ini Blue mengubah liontinku menjadi wujud enfinity yang dia inginkan— wujud Feyrish lebih tepatnya, tapi dengan waktu yang terbatas.


Tapi karena kali ini adalah pertarungan 2 lawan 2 bahkan Blue Heavensky tidak punya hak untuk memasuki arena pertempuran.


dia menonton pertarungan yang berlangsung dari dalam liontin yang tergantung di leher Rishia di atas dataran tinggi yang memisahkan dua arena pertempuran.


“lakukan seperti biasaaa!!~” katanya.


“jangan sampai kalaaaah!!~” tambah Rishia.


Petualang yang lain, prajurit dwarf dan prajurit elf menyoraki perwakilan mereka masing-masing.


Lawan kami, Zack Pentacraft dan Yuna Pentacraft bukanlah keberadaan yang bisa dikalahkan tanpa berjuang dengan semua yang kami miliki.


setidaknya, dalam pertempuran sebelumnya kami tahu bahwa taktik untuk memisahkan musuh dan menyerangnya satu persatu tidak efektif melawan dua orang ini. karena itu kali ini akan aku dan Feyrish coba untuk menyelaraskan kemampuan kami dan tetap bersama.


Namun, hal itu juga berarti bahwa musuh juga menggabungkan kekuatan mereka.


Zack Pentacraft dengan Liquid Transformation-nya dan Yuna Pentacraft dengan Archaic World-nya--- dengan kombinasi kedua Scared ability ini kemungkinan menang kami tidak bisa dibilang besar.


Tidak perlu dijelaskan lagi alasan kenapa keadaan kami sudah sangat terpojok atas beberapa faktor. Tapi bukan berarti tidak ada lubang di dalamnya.


“aku mengerti. Kalian tidak akan menyerang sebelum kami.” kata Zack sambil menggaruk rambutnya dan menguap. “kalau gitu, yah... gak ada pilihan lain.”


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, tubuh Zack membelah menjadi dua.


“mungkin kalian belum tahu; ini skill yang kukembangkan sendiri— namanya Cloning.”


dua Zack mengambil pedang ganda di punggung mereka. Aura-nya tidak menekan atau menakutkan sama sekali, tapi aku punya firasat buruk tentang ini.


Yuna membuka bibir tipisnya. “bagaimanapun juga aku tidak akan kalah saat bersama dengan papa, tapi kuharap untuk melihat papa bertarung dengan serius sekarang.”


“ahah~ yah, kita lihat saja nanti.”


Aku mendengar Feyrish bergumam. “Charge—Attack, Endurance, Speed... Double arrow.” Dan melihat ratusan anak panah diselimuti cahaya hijau terbang melesat melintasi angin.


Tanda seru muncul di atas kepala Zack Pentacraft dan putrinya. Anak panah secara konstan ditembakkan ke tempat mereka selama satu, dua, tiga detik sebelum digantikan dengan lusinan tebasan angin Fairy Sword yang diayunkan dengan cepat. Tapi lusinan tebasan angin tersebut berakhir serupa dengan anak panah Feyrish, dimana pedang Zack menepis sebagian besarnya dan Yuna menghindari sisanya.


Tapi bersama dengan tebasan angin terakhir, anak panah yang diselimuti volume cahaya yang jauh lebih besar menghampiri mereka dari depan.


*HWUSSHHH!!!


Semua rumput menghilang pada lintasan yang dilaluinya.


Tanpa melihat apa yang terjadi setelah itu, aku memakai dash beberapa kali dan muncul di belakang Yuna.


*Tsring


sebuah lingkaran hologram emas menangkis tebasanku dengan bunyi ‘drrr’—menjadi bukti kegagalan serangan pertamaku. Aku melompat ke belakang tanpa sedetikpun membuang waktu. Tepat setelahnya kuaktifkan step di udara sebagai pijakan untuk mengaktifkan dash menuju tempat Yuna Pentacraft berdiri.


Sayangnya, sekali lagi lingkaran hologram emas menangkis Fairy Sword di genggamanku—dengan begitu aku melompat mundur beberapa meter.


Lingkaran hologram pertama dikeluarkan Yuna dan yang kedua oleh Zack, keduanya mampu menggunakan skill defensif yang sama dan memiliki koordinasi yang bagus, seperti yang diduga dari ayah dan anak.


Tapi ini baru serangan pembuka, tidak ada seorangpun yang sudah serius dari awal. Yang paling penting adalah menganalisis kemampuan lawanmu dan menyimpan kartu as untuk saat yang tepat.


Aku mengaktifkan beberapa buff kecepatan dan sekali lagi melesat ke arah Yuna.


Tapi sebelum aku sempat mencapai tempatnya, dua Zack yang masing-masing membawa pedang ganda menghalangi jalanku.


*Klang!!


Adu kekuatan dimenangkan oleh Zack, aku terpental satu meter, kuambil pijakan untuk menopang gaya dorong di tubuhku. Adu pedang terus terjadi dalam beberapa detik setelah itu, Zack mengandalkan kuantitas serangan dengan total empat pedang besar, tapi masih dalam tingkatan yang dapat kuimbangi dengan kecepatan tingkat tinggi dari Fairy Sword yang tergolong ringan.


Beberapa luka gores tercipta di tubuh kami, tetapi hanya milik Zack yang kembali seperti semula berkat Liquid Transformation-nya.


Di saat bersamaan, Yuna mendapat tembakan beruntun dari Feyrish, tapi tidak satupun dari anak panah yang ia tembakkan sanggup menggores permukaan kulit Yuna— dan tidak satupun tusukan rapier Yuna berhasil mencapai tempat Feyrish.


Feyrish mendesak Yuna ke posisi bertahan. tetapi jika hal seperti ini terus berlanjut, persediaan anak panah dalam Storage Feyrish lama-kelamaan akan habis juga. Jika hal seperti itu terjadi, kecuali dia mendapatkan kesempatan untuk menggunakan Scared Abilitynya, Feyrish tidak punya pilihan selain melangkah mundur dari medan perang.


Chapter 13


Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.


-- Zaikazuhiro Mamoteru pov –


Satu setengah tahun yang lalu, aku pernah menantang raja elf dalam pertarungan satu lawan satu dan keluar sebagai pemenang. Itu adalah waktu ketika guildmaster terdahulu, Souma Wintergarden, Altina dan aku masih dalam perjalanan kami mengelilingi dunia.

__ADS_1


__ADS_2