Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang

Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang
Episode 10


__ADS_3

“sebelumnya, aku mau tanya soal ini... apa tidak bisa kita berunding saja?”


kata-kata yang kukatakan ini bisa berarti bendera putih bagi kedua belah pihak, dan merupakan sesuatu yang bersifat retoris bagi pihak yang kutanyai—raja elf, Arthur Earlyspring, yang menatapku dengan agak heran. Setelah satu, dua detik kemudian dia tertawa.


“coba kita lihat... Anjing kampung sepertimu ingin coba berunding dengan seorang raja sepertiku... Apa yang harus kukatakan?”


Aku menggaruk rambut belakangku dengan muka bersalah, berkata. “yah... sudah kuduga akan jadi begini.” sedikit kuangkat wajahku untuk melihat mata hijau raja elf. “akan kuganti pertanyaanku... kau melakukan ini untuk rakyatmu, benar kan?”


“apa yang coba kau katakan...” Arthur mendengus. “tentu, kulakukan ini untuk rakyat tercintaku. jalan penakhlukan adalah satu-satunya cara untuk menyatukan semua ras.”


“kalau begitu...” kuulurkan tanganku perlahan. “mau bergabung denganku? Aku punya cara yang lebih baik daripada itu.”


Raja elf, Arthur Earlyspring menatapku dengan serius—mungkin benci? Atau muak? Marah? Tapi, kemudian dia menghela nafas dan ekspresinya berubah. itu adalah ekspresi yang seolah berkata ‘yah, entah kau ini paham atau tidak, lupakan saja. jadi begini...’ Arthur membuka mulutnya dan membentuk kata-kata.


“aku sudah tahu jalan seperti apa yang kalian ambil dari Feyrish—adik perempuanku... bukan berarti aku bilang ‘itu’ adalah sesuatu yang buruk juga, kalian bebas memilih apa yang kalian inginkan, bahkan ada juga pilihan dimana kau tidak memilih apapun, itulah pilihanmu. Sama sepertimu yang meyakini apapun pilihanmu itu, aku tetap akan mempercayai pilihan yang aku ambil.”


Kebanyakan orang akan berfikir begitu; menyatukan semua ras yang masih memiliki dendam terhadap ras yang lain dengan cara damai adalah sesuatu seperti mimpi di siang hari. karena itu sebagai gantinya Arthur Earlyspring terpaksa mengambil jalan penakhlukan.


Tapi jalan damai yang kuambil ini bukanlah sesuatu seperti menyatukan seluruh ras di Verdernia. Memang benar setiap ras akan bergabung jika rencana kami berjalan lancar, tapi bukan itu tujuan utamanya.


Tanpa menurunkan uluran tangan kananku, kubuka mulutku, berkata padanya: “aku menanyai Feyrish tadi pagi; Gadis itu sudah memberitahumu banyak hal tapi dia belum menyampaikan semuanya.” Arthur menyipitkan matanya. “maksudku, dia belum mengatakan sesuatu seperti... mengulangi masa lalu.”


“mengulangi... masa lalu...?” Arthur ragu-ragu mengulangi kata-kataku.


“kau tahu kan, pengetahuan soal ragnarok tertulis pada dinding labirin, peninggalan jaman dahulu dan benda-benda kuno, hal ini menjelaskan fakta bahwa ragnarok pernah terjadi setidaknya satu kali di masa lalu.”


“jadi?”


“... jadi, bagaimana cara mereka mengatasinya—itu yang ingin aku tahu.”


Arthur melebarkan matanya, tersentak setelah menyadari makna tersirat dari ucapanku. Melihatnya begitu aku membuat garis lengkung di pipiku.


“dia juga belum bilang... bahwa di pihak kami ada salah satu dari sekumpulan orang yang mengatasi ragnarok di masa lalu.”


“ap--?!” tanda tanya dan tanda seru seketika terbentuk di kepala Arthur. Dia menyadari 2 makna tersurat dari ucapanku. Pertama, kami memiliki informan yang tidak mungkin salah tentang gelombang ragnarok yang setiap ras sedang hadapi saat ini. dengan kata lain, kami juga punya fakta yang tidak mungkin keliru tentang cara untuk mengatasinya. Dan kedua, bahwa gelombang ragnarok di masa lalu diatasi hanya oleh ‘sekumpulan orang’ saja.


Dengan dua informasi ini di tangan kami, Arthur tidak punya pilihan selain mempertimbangkan kembali apakah dia akan menerima uluran tanganku atau tidak.


Jika Arthur Earlyspring benar-benar memikirkan rakyatnya secara tulus, dia akan tanpa ragu mengambilnya.


Namun, jika sebaliknya—tidak, aku yakin kau akan menggunakan segala cara untuk tidak membuang nyawa rakyatmu sebisa mungkin... Arthur, jika itu kau, pasti...


Perlahan-lahan dia mengangkat tangan kanannya, telapak putih mendekati telapak tanganku dan hampir mencapainya. Sedikit lagi, kedua tangan itu akan bertemu dan saling menjabat satu sama lain.


Sedikit lagi.


Perlahan, perlahan.


Nah, begitu. Sedikit lagi.


Telapak tangan putih itu berhenti.


Satu, dua detik berlalu... Arthur menurunkan tangannya dan menjadi murung.


“maaf... Kazu.” Kata-kata terbentuk dengan volume yang rendah, memuntahkan apa yang tidak ingin hatinya tunjukkan sebenarnya, tapi tetap ia paksa dengan keras kata-kata itu untuk keluar. “aku tidak bisa menerimanya. Jika aku mundur di sini, harga diri para elf akan hancur begitu saja. Aku terlalu memikirkan rakyatku, karena itu aku tidak bisa mentolelir diriku yang ragu atas penawaranmu.”


Setelah itu dia menegakkan kepalanya. Rambut emasnya bergerak-gerak tertiup angin dan mata hijaunya menatap lurus pada mataku.


“aku ingin menantangmu bertarung! tahun lalu aku kalah ketika kau menantangku bertarung, tapi aku sudah tidak sama dengan diriku di masa lalu. karena itu kali ini adalah giliranku-- untuk menantangmu, dan giliranku untuk menang!”


Angin berhembus sekali lagi, rumput-rumput menari dengan riang dan rambut kami berantakan. Tidak seorangpun yang mendengar percakapan kami kecuali aku dan Arthur.


“....”


Aku berfikir entah untuk berapa lama, tanpa kudari aku sudah masuk dalam alam bawah sadarku.


Untuk melawannya sekali lagi. dan untuk saling mengerti satu sama lain.

__ADS_1


Aku harus bertarung.


Ini sama seperti satu setengah tahun yang lalu...


Ya kan, Arthur?


Aku tersenyum sambil memamerkan gigi-gigi putihku.


“dengan senang hati kuterima tantanganmu!” kuacungkan ibu jariku di depannya. “aku tidak tahu sekuat apa Arthur Earlypring yang sekarang, tapi aku juga tidak sama dengan diriku di masa lalu. Jadi mari kita nikmati ini, elf king.”


Dia menarik garis lengkung di bibirnya dan tersenyum merendahkanku.


“jangan sombong, guildmaster pemula. Anjing rendahan tidak akan menang dua kali dariku.”


Satu, dua detik, mata kami bertemu dan saling mewaspadai satu sama lain.


Tiga, empat detik berlalu, di saat yang bersamaan dengan Arthur aku melompat mundur dan membuat jarak.


“gete of explorer!”


“record-- open!”


Selusin pedang dan tombak berbaris di belakangku. Senjata tersebut terbentuk melalui gate of storage dan terbang dengan telekinesis.


Selusin pedang dan tombak cahaya berbaris di belakang Arthur. Senjata tersebut terbentuk dari sihir cahaya yang menjadi keahlian Arthur Earlyspring.


Menyelesaikan pembentukannya, selusin senjata tersebut terbang menembus angin dengan kecepatan tinggi menuju target mereka—Arthur dan aku.


Namun, di tengah lintasan sebelum mencapai terget mereka, dua lusin senjata yang ditembakkan bertabrakkan satu sama lain.


*klang! *tseng! *tcing! *tcing!


Pedang dan tombak cahaya Arthur hancur sedangkan pedang dan tombak milikku terdorong ke tanah. Aku mengangkat pedang dan tombak yang tergeletak dengan telekinesis dan meluncurkannya sekali lagi.


“record-- open!”


Bersamaan dengan kata pemicunya, selusin pedang dan tombak cahaya baru terbentuk di belakang Arthur dan meluncur kearahku.


Ini sama seperti satu setengah tahun yang lalu. Jika terus seperti ini Arthur akan kehabisan ether dan kalah karena tidak punya kemampuan bahkan untuk sekedar berjalan. Meskipun dia punya rageneration sebagai scared abilitynya, hal itu akan menjadi sia-sia jika tubuhnya tidak mampu bergerak untuk menyerang.


Namun jika Arthur berhasil menemukan cara untuk mengatasi pembatas itu—tidak, kalaupun ethernya naik sejak saat itu perbedaannya tidak akan terlalu besar. Kalau begitu aku tinggal mempercepat proses kehabisannya.


di tengah jalannya pedang dan tombak yang saling beradu, aku mengambil dua pedang panjang di punggungku.


“nah, Arthur, kau sebut ini perkembangan? Raja elf yang aku tahu satu setengah tahun yang lalu masih lebih baik dari ini!”


‘hnh~’ Arthur mendengus. “jangan sombong, anjing kampung! Pertarungannya baru akan dimulai!”


tubuh Arthur terbang dan melayang ke langit. tongkat sihir tercipta dari cahaya putih di tangannya.


“hindari jika kau bisa.”


Sebuah gelombang air raksasa yang lebih dari cukup untuk disebut tsunami membuka mulutnya padaku.


Aku bergumam. “ini yang dari tadi kutunggu.”


Kuperkuat genggaman pada tangan kiriku, sebagian tenagaku berfokus di dalamnya, lalu..


“Blue Trinity’s equipment ability: system release--- fate of reikyaku, activate!”


*shwuuuuuush~


Sekuat tenaga kuayunkan pedang biru di tangan kiriku—dari salah satu Trinity series: pedang es, Blue Trinity, dengan equipment ability yang telah diaktifkan: Fate of reikyaku, tsunami yang hampir menerjangku berubah menjadi lautan es.


Tapi aku tahu itu belum selesai.


Lautan es pecah dengan kepulan-kepulan putih menutupi area di sekitarnya, di balik kepulan putih dan es yang telah hancur itu, pedang dan tombak cahaya terlihat.

__ADS_1


Mereka meluncur dengan aku sebagai targetnya.


*Tcing!


Dengan pedang ganda di kedua tanganku, senjata cahaya Arthur terbelah satu persatu. Pedang di kedua tanganku bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata normal selama beberapa detik, tanpa kusadari jumlah pedang dan tombak cahaya yang hancur telah mencapai lebih dari seratus.


Kecepatanku masih berada jauh di bawah Aria, tetapi dengan penguasaan pedang dan tehnik yang mencapai tingkat yang sangat tinggi, menangkis senjata cahaya Arthur dengan sempurna adalah tindakan yang mudah untuk dilakukan.


--- Dengan sebuah tehnik yang tidak seorangpun di dunia ini ketahui, yang dengan otodidak kupelajari di dunia asalku-- cabang beladiri yang disebut “ki”.


Dengan tehnik “ki” ini aku merasakan setiap hal di sekitarku meskipun tak satupun indera manusia digunakan. Tehnik yang tidak menguras ether sama sekali ini akan bagus digunakan dalam kurun waktu yang lama.


Di sisi lain serangan berskala besar seperti itu harus telah menguras sejumlah ether yang besar. Meskipun tidak akan terlalu besar jika kau melihatnya dari jumlah ether maksimal milik Arthur, tetap saja itu terlalu berlebihan untuk serangan awal yang tidak berguna.


“heeh~ seperti yang diduga dari petualang rank SSS, tidak terluka sama sekali setelah menerima sihir seperti itu adalah pencapaian yang tidak semua orang dapat lakukan dengan mudah. Benar-benar... anjing kampung sepertimu harusnya meledak saja di laut.”


“kau sendiri... pelajaran satu setengah tahun yang lalu tidak ada yang masuk ke telingamu sama sekali kan? Aku ingin tahu apakah Arthur Earlyspring akan kehabisan ethernya sekali lagi.”


Aku menambahkan beberapa sarkasme dalam kata-kataku, tapi kemudian dia tertawa.


”Fuhuahaha~!!” dia tertawa lebih keras “ahahahaha~!!” bicara dengan mata merendahkan. “ah~ ah~ ya... aku belum bilang ya?” dia menyeringai. “sudah kukatakan sebelumnya, aku tidak sama dengan Arthur Earlyspring yang kau temui satu setengah tahun yang lalu.”


Arthur mengangkat tangan kanannya untuk menunjukkan sebuah cincin di jarinya. “namanya eternal Aurith ring. Aku meneliti tanduk demon lord terdahulu sejak 10 tahun yang lalu; terciptanya cincin ini adalah hasilnya.”


“begitu... jadi apa gunanya cincin itu?”


“... menyimpan ether dan menggunakannya dengan bebas.”


“?!” AP--AAAAAA?!!!!!


Apa-apa-apa-apa-apa-apa-apaan itu!


Bagaimana bisa item seperti itu benar-benar ada!


Yah, dunia ini memang luas! Ah, bukan-- kenapa aku malah berpikir begitu?! harusnya ini masalah yang besar!


Anggap saja cincin itu benar-benar ada; dan sekarang benda itu melekat di tangan musuhku-- penyihir terkuat dengan regenerasi sebagai scared abilitynya, raja elf, Arthur Earlyspring.


Bagaimana bisa ada hal yang lebih buruk daripada ini?


Arthur mungkin menyimpan sangat banyak ether dalam eternal aurith ring itu, sampai dia memiliki lebih dari cukup untuk dengan bebas menggunakan ether yang telah terkumpul untuk melawanku.


Kalau benar begitu maka tidak akan jadi kesalahan meskipun kukatakan dengan jelas bahwa Arthur Earlyspring adalah monster dengan life dan ether tak terbatas.


Jika ini merupakan permainan video game, siapapun playernya akan dengan jengkel pergi menuntut pengembangnya sekarang juga.


Sekali lagi, dia membuka mulutnya.


“kapanpun, tidak peduli ratusan kali sekalipun aku bisa membuat sihir seperti itu untuk melawanmu. Sebuah cincin yang secara luar biasanya cocok untuk raja elf sepertiku. Kali ini, dengan ini adalah kekalahanmu, anjing kampung, Zaikazuhiro Mamoteru.”


“...”


Kutundukkan pandanganku pada tanah, seolah ada sesuatu di bawah sana. Tapi yang kutemukan hanyalah dataran coklat dengan rumput hijau yang tumbuh di atasnya.


“kau membuat tiga kesalahan besar, Kazu.”


Aku tidak tahu bagaimana dia melihatku dengan kondisi yang menyedihkan seperti ini, tapi dapat dengan jelas terdengar suara laki-laki itu memanggil namaku.


“pertama, kau tidak menolak untuk menyerah pada perang ini meskipun dewi bernama ‘jumlah’ telah menetapkan pemenangnya sejak awal. Kedua, kau tidak menempatan Feyrish dengan pasukan yang kembali ke perkemahan di saat gadis itu bisa melakukan banyak hal dengan scared abilitynya. Dan ketiga adalah kesalahan terbesarmu, kazu, karena anjing kampung sepertimu melawanku.”


Ombak air raksasa membuka taringnya sekali lagi. Jika itu penyihir biasa maka akan kehabisan ether pada saat itu juga, jika itu penyihir tingkat tinggi maka setengahnya, dan jika itu Arthur Earlypring maka 1/10 nya. Namun, peraturan dan hukum seperti itu telah lama menghilang sejak Eternal Aurith Ring melekat di jarinya.


---- ---- “Red Trinity’s equipment ability: system release--- fate of kanetsu, activate!”-----


gelombang air raksasa setinggi 30 meter lenyap seketika, kepulan uap menutupi hampir seluruh arena. Tak satupun penonton dapat melihat dengan jelas pada arena yang menjadi putih di setiap tempat.


Kepulan uap itu bukanlah sihir atau skill apapun, melainkan bentuk dari sekian besar volume air yang manguap menjadi gas dan memenuhi udara. Penyebabnya tidak diketahui, tak seorangpun yang tau kecuali aku.

__ADS_1


---- Pedang biru yang disebut Blue Trinity dan pedang merah yang disebut Red Trinity adalah salah dua dari ketiga Trinity series buatan Akihara Karasu.


Masing-masing dari Trinity series dilengkapi dengan equipment ability bertipe buff.


__ADS_2