
setelah melakukan pencarian yang panjang, kerajaan manusiapun mempercayai fakta bahwa Kazuhiro sudah ‘mati’.
Di saat itulah dia bertemu dengan guildmaster terdahulu, Souma Wintergarden dan putrinya, Altina Wintergarden.
Sejak saat itulah petualangan mereka dimulai.
“Aah... tadi itu benar-benar menakutkan... rasanya seperti aku akan mati kapan saja.. yahaha, aku benar-benar lemah...”
Nada dengan perasaan muram itu Emiya katakan dengan lesu. Meskipun dia selamat dalam pertempuran itu, aether rank SSS yang dia lawan sedang dalam status paralyze dimana ia tidak akan mampu menggerakkan tubuhnya dengan baik, karena itu bahkan rank S sepertinya bisa melancarkan serangan tanpa mendapat gangguan sama sekali.
“tidak, Emiya. Jangan selalu menilai rendah dirimu sendiri! Itu termasuk karena kerja keras kitalah monster itu berhasil dikalahkan!”
Partnernya, Reinhard Ainsley berusaha meningkatkan mood Emiya seperti biasa. “lagipula pukulanmu tadi sungguh menakjubkan, kau tahu?”
“tapi.. tapi itu karena ada dua petualang rank SSS bersama kita, karena itulah kita bisa menyerangnya... itu seperti.. mereka memberi kesempatan pada kita.. yah..”
“ah ayolah. Itu karena mereka tahu kamu bisa melakukannya, Emiya, karena itu guildmater dan Aria memberi kita kesempatan untuk menyerang, iya kan? Itu seperti mereka mempercayai kita, kau tahu? Sesuatu seperti itu. benar kan guildmaster?”
Guildmaster yang disebutkan mengacungkan jempolnya sambil memamerkan gigi-gigi putihnya, berkata:
“Yap, kalian berdua sangat membantu. Ahaha~ tapi jangan melawan monster seperti itu sendirian oke. panggil aku jika kalian menemukan yang seperti itu!”
Pada akhirnya kau hanya mau melawan mereka kan? Kau hanya kesal karena aku mengambil last attacknya iya kan?
“kau dengar itu, Emiya? Kita sangat membantu! Seperti yang kubilang!”
“ah... tapi... itu hanya seperti guildmaster ingin menghibur kita atau semacamnya... yah... ah, apa menurutmu juga begitu, Aria...?”
hampir saja aku duduk di depan meja bar sebelum pertanyaan itu ditujukan kepadaku. aku duduk di atas kursi yang telah disediakan sebelum memesan segelas minuman pada bartender.
“bukannya memang begitu? Yah, sejujurnya aku tidak peduli juga sih.” Kukatakan dengan nada datar. Yang pertama memberi respon adalah Emiya yang menjadi dua kali lipat lebih murung dari sebelumnya.
“aah... pada akhirnya aku tidak berguna...” demon itu mulai memesan minuman pada bartender. “ini tidak baik... sepertinya aku akan minum lagi sampai pagi... yah..”
Reinhard berusaha menghiburnya setelah itu.
Seseorang yang berada di sebelahku berkata kepadaku: “bukankah tadi sebaiknya kau sedikit menghiburnya, Aria?”
Feyrish Earlyspring, putri kerajaan elf yang sekarang menjadi partnerku ini terkadang bisa mengatakan hal-hal yang baik juga, huh..
“aku tidak peduli. Jangan katakan itu padaku.” Kubalas dengan pandangan mata yang sinis.
“yah, memang seperti inilah sifatmu. Tapi pastikan kau memperlakukanku dengan baik jika sesuatu terjadi padaku ya~ A~ri~a~”
Jari-jari mungilnya menyentuh permukaan kulit di leherku. Feyrish sedikit mendekatkan muka cantiknya, ah, sebenarnya itu sudah dekat... bukan, sekarang itu sudah benar-benar mendekat, aku bisa mencium bau menyengat dari mulutnya.
“jadi kau mabuk, huh.. Sudah berkali-kali kubilang untuk tidak minum terlalu banyak kan? Tubuhmu itu lemah jadi berhati-hatilah, apa kau mendengarku?”
“eh~ ini cuma sedikit, tahuu~ aku baik-baik saja jadi tidak apa, lihaat~?”
Dari sisi yang tidak jauh aku bisa mendengar seseorang tertawa dengan gembira dan mengamati kami dari tempat itu. “apa Feyrish mabuk lagi? harusnya itu tidak akan jadi masalah karena dia akan terbiasa suatu hari nanti, yahahaha, kurasa begitu. Hahaha~.”
Yang mengatakan itu dengan nada tidak bersalah adalah Zaikazuhiro Mamoteru. Yang tidak lain adalah seseorang yang biasanya mengajak Feyrish minum-minum seperti hal itu adalah sesuatu yang paling wajar di dunia.
Aku membalasnya.
“kenapa tidak kau ajak saja loli biru di sana itu untuk minum-minum daripada terus mengganggu elf ini. ah, sepertinya guildmaster kita bisa ketakutan juga, huh..”
(*loli atau lolita seringkali digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan penampilan anak perempuan di bawah umur, umumnya berusia sekitar 12 tahun.)
Dia mendengus dengan “hnh~” melanjutkan. “sayangnya aku tidak bisa membiarkan anak di bawah umur minum atau aku bukan orang dewasa yang baik, kau tahu? Jadi guildmaster itu harus memberi contoh yang baik.”
*sheesh
__ADS_1
Semua orang merasakan hawa dingin yang benar-benar menurunkan suhu ruangan ini dengan intens. sumbernya tidak lain adalah seseorang dengan rambut panjang berwarna celestial di belakang kazuhiro.
Telinga abu-abunya seperti telinga rubah tapi dia akan marah jika kamu menyebutnya seperti itu, begitu juga dengan ekornya, lebih tepatnya, loli ini adalah ras werebeast tipe serigala.
(*celestial: biru langit)
Dia berkata dengan nada dingin: “hooh... jadi siapa yang kamu maksud dengan anak di bawah umur itu? kau minta kubekukan 100 tahun, ya kan?”
Baiklah. Siapapun juga akan merinding jika berada di posisi itu. aku ingin tahu bagaimana dia akan memohon untuk nyawanya kali ini.
Kazuhiro berkata: “ss-sepertinya aku ada urusan mendadak setelah ini.” gelas di tangan kanannya bergetar beberapa kali, sejumlah air di dalamnya tumpah seperti percikan ombak di laut lepas. Suara yang dingin terdengar dari seorang loli di belakangnya.
“sepertinya kau tidak akan paham jika aku tidak membuatmu mati membeku, ya kan?”
sebelum sempat melangkah, Kazuhiro merasakan hawa dingin yang intens merambat di punggungnya.
Dengan secepat angin dia berbalik dan menurunkan badannya, membuat pose “dogeza” yang sempurna.
(*dogeza: elemen tata krama dengan berlutut langsung di tanah dan membungkuk hingga kepala menyentuh lantai.)
Altina Wintergarden. Dia adalah putri guildmater terdahulu sekaligus petualang rank SS yang terkenal dengan sifat dinginnya.
Tidak seperti Kazuhiro, Altina lebih banyak ditakuti petualang lain termasuk Kazuhiro sendiri yang satu tingkat di atasnya.
Tiba-tiba, seseorang muncul di sebelahku yang kehadirannya sama sekali tidak kusadari.
Sepertinya kurang tepat untuk menyebutnya dengan ‘seseorang’. Bagaimanapun juga dia bukan manusia—ah, kata ‘seseorang’ tidak harus merujuk pada manusia juga, sih. Atau lebih tepatnya dia itu seorang vampir.
Rambutnya berantakan dan wajahnya selalu pucat, terdapat perban di balik jas putihnya dan kepalanya meskipun aku yakin tubuhnya baik-baik saja.
anehnya lagi dia membawa boneka mirip gadis kecil di tangannya, kata “moe” akan tepat untuk mendeskripsikan boneka seperti apa itu.
(*moe: kata ini berasal dari gairah membara yang ditujukan kepada karakter tertentu, sekarang sering dipakai untuk mengungkapkan seseorang yang "manis", jenis spesifik dari "imut", umumnya ditujukan kepada tokoh fiktif.)
-- Petualang rank S: Shiba Eiri.
Orang itu berkata: “hah~ guildmaster itu seperti kucing yang ketakutan melihat seekor tikus. Menurutku dia sudah gagal dalam lingkup kehidupan seorang pria. Menyedihkan, yah.”
Dan lihat, kau yang mengatakan itu sebenarnya akan lebih gugup lagi saat berhadapan dengan seorang gadis seusiamu. Berani-beraninya orang ini bicara tentang lingkup kehidupan seorang pria.
Dia melanjutkan, “ngomong-ngomong soal menyedihkan, tadi pagi aku bertemu dengan seorang gadis yang sedang berada dalam masalah; ada sekitar 200 atau 300 petualang rank A dan B yang mengeroyoknya. Itu benar-benar bahaya besar mengingat jumlah mereka yang terlalu banyak. Ahaha~ tapi tidak apa, kau tidak perlu khawatir begitu, bung.”
Hm?? Siapa? Apa kau barusan memanggilku?
“faktanya, aku kalah jauh dalam segi kuantitas, aku tidak bisa menyangkal fakta itu. meski begitu mereka tidak ada apa-apanya ketika aku menghajar mereka semua sekaligus, apa kau tahu kenapa?”
Hm?? Siapa? Apa kau barusan bertanya padaku?
“itu karena aku melepaskan sebagian kecil kekuatan dewa kegelapan yang tersegal di dalam diriku! Hahahahaha~ orang-orang lemah yang mengeroyok seorang gadis sendirian itu terlihat benar-benar menyedihkan, kau setuju denganku ya kan? tapi setelah aku memberi mereka pelajaran semuanya menjadi lebih lebih lebih lebih lebih menyedihkan lagi dari sebelumnya! Hahahahaha!~”
“Kyaa~ kyaa~ Eiri keren sekali waktu itu. mataku tidak bisa berhenti berbinar-binar melihat kekerenan Eiri yang menakjubkan! aku mencintaimu, kyaa~.”
kali ini giliran boneka di tangannya yang mengeluarkan suara.
Boneka moe itu seolah mengeluarkan suara tapi mulutnya tidak bergerak sama sekali. Aku yakin vampir itulah yang mengisi suaranya, tapi dia juga bersuara di saat yang bersamaan dengan boneka itu. Jadi bagaimana bisa dia mengeluarkan dua suara sekaligus di saat yang bersamaan? Aku yakin ada semacam trik di balik semuanya.
*ting-ting~
Lonceng yang menjadi penanda dibukanya pintu lantai 4 guild petualang berbunyi. Pintu terbuka, diikuti dengan seorang gadis suci berambut kastanye cerah sepanjang pinggang masuk ke dalamnya.
(*Kastanye: warna turunan dari warna coklat; mirip Yuuki Asuna)
Ia memiliki mata, suara, sifat, dan kepribadian yang lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Auranya menunjukkan figur seorang dewi—begitulah bagaimana cara petualang lain menilainya.
“aku kembali~ semuanya sudah berkumpul ya?”
“ “selamat datang~” “
Empat dari delapan orang menyerukan kalimat itu bersama-sama kecuali aku, Feyrish yang sedang ngelantur, Kazuhiro yang seperti melihat dewi, dan Shiba Eiri yang berhenti mengoceh.
Kazuhiro berkata sambil merangkak ke arahnya: “Rishia, tolong selamatkan aku, cuma kau yang bisa membantuku, atau aku akan jadi awetan manusia untuk seratus tahun ke depan!”
-- Rishia Celestiel.
Para petualang sering menganggapnya sebagai perwujudan dewi karena kecantikan dan kelembutan hatinya.
Aku tidak tahu apakah ras ‘dewi’ benar-benar ada di dunia ini atau tidak, maksudku, seorang creator yang kutemui 4 tahun yang lalu sepertinya manusia. Selain itu ras Rishia adalah half werebeast-angel.
Telinga dan ekor coklat mudanya adalah simbol werebeast tipe fox, dan sayapnya- bukan. perangkat seperti sayap bisa disembunyikan dan ditampilkan seperti ras demon, dan tentu saja saat ini sedang disembunyikan.
“apa kalian bertengkar lagi? Kalau begitu tidak ada pilihan lain.. Altina, bisa ke sini sebentar?”
Altina menghampiri Rishia sambil menginjak keset bernama Zaikazuhiro Mamoteru dengan kaki rampingnya. Dia bertanya: “Apa?”
Rishia membungkuk dan mendekatkan bibirnya pada telinga Altina. Dia berbisik kepadanya: “aku janji akan buatkan es krim jika kamu memaafkan guildmaster, oke?”
Telinga serigala Altinya sedikit bergerak bersamaan dengan kelopak matanya yang terbuka lebar.
Baiklah, sepertinya kita dapat ikannya. Pemancing bernama Rishia Celestiel ini memang luar biasa.
Mengikuti Rishia, Seekor serigala putih bernama Fen-chan berjalan memasuki ruangan di belakang Rishia.
Ah, aku lupa bilang.
Rishia adalah satu-satunya petualang rank S dalam sejarah yang tidak memiliki keterampilan bertarung sama sekali. tetapi Rishia didukung dengan adanya aether serigala rank S sebagai partnernya, itulah kenapa Rishia Celestiel bisa bergabung dengan guild petualang.
Meski begitu dia diberkati dengan scared ability bernama “Spice of God” yang membuat apapun yang ia masak akan memiliki buff sesuai dengan resep dan prosedur yang ia gunakan. Terlebih lagi, rasa masakannya selevel dengan rasa masakan dewi makanan.
Rishia Celesiel benar-benar dewi di antara para petualang tidak waras di guild ini.
Gadis itu mengulurkan tinjunya ke atas dengan semangat dan berkata: “Mari kita mulai pesta makanannya~!”
- Chapter 3 -
Tanggal 11 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.
Satu minggu yang lalu, lebih tepatnya tanggal 4 bulan ke-12 tahun 858, negeri petualang mendapat deklarasi perang dari kerajaan elf Fairstairsia dan kerajaan dwarf Pentacraft; 2 negara yang telah membuat aliansi militer.
Dari atas podium, Kazuhiro melihat puluhan ribu orang yang berdiri di bawahnya. Ia berkata pada puluhan ribu orang itu:
“kepada pasukanku tercinta—maksudku, temanku sesama petualang; aku ucapkan terimakasih atas kedatangan kalian di fajar hari ini.”
Di atas podium yang sama dengan Kazuhiro, Altina berdiri di kanan belakangnya dan aku di kiri belakangnya, masing-masing dari kami mewakili petualang rank SS dan SSS. Selain kami ada Feyrish, Reinhard, Emiya, Eiri dan Rishia yang berdiri di barisan paling depan pasukan, yang di belakang mereka berbaris pasukan negeri petualang yang diperkirakan mencapai 20 ribu personil. Kazuhiro melanjutkan,
“aku Zaikazuhiro Mamoteru, dari negeri petualang.”
rata-rata orang membuat ekspresi yang menyiratkan kalimat “kami sudah tahu” di wajahnya. Bagaimanapun juga ini adalah negara kecil dengan satu-satunya kota dan Kazuhirolah pemimpinnya, jadi harusnya tidak ada yang tidak tahu tentangnya, atau setidaknya mereka tahu namanya.
“kerajaan elf Fairstairsia dan kerajaan dwarf Pentacraft, seperti yang kalian tahu, 2 pihak yang kuat ini telah mendeklarasikan perang pada negara kecil kita. Jumlah musuh diperkirakan mencapai 400 atau 600 ribu personil. Dewa perang yang disebut “jumlah” ini telah lama luput dari pihak kita.
Karena jumlah mereka yang jauh lebih besar, mereka ingin menguasai kita sepenuhnya. mereka ingin menjarah kebebasan kita sebagai seorang petualang, dan menginginkan kita untuk tunduk pada mereka sepenuhnya.
Sebagian dari kalian pasti memiliki seseorang yang sangat kalian sayangi; seorang teman, kekasih, dan keluarga yang berharga bagi kalian. Aku yakin tidak ada satupun dari kalian yang ingin kehilangan semua itu. karena itu, sebagai pemimpin negeri ini, aku katakan pada kalian, jika kalian tidak ingin mati demi negara ini, akan kukatakan pada kalian semua: kita tidak perlu berangkat ke medan perang.”
__ADS_1
Semua orang menegakkan kepala mereka pada pernyataan itu. mata mereka membesar dan pandangan mereka jadi lebih tajam. Sebagai seseorang yang sangat ingin memperjuangkan sebuah tempat yang orang tuanya tinggalkan kepadanya, Altina menjadi yang paling terkejut di antara semua orang yang mendengar pidato Kazuhiro.