Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang

Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang
Episode 17


__ADS_3

Kupikir, semuanya sudah selesai.... sampai awan abu-abu gelap menutupi langit.


“ini belum berakhir, kalian bisa merayakan ini setelah benar-benar mengalahkanku, itu peraturannya.”


Kalimat yang dikeraskan dengan sihir. Mata setiap orang teralihkan pada sosok elf berambut yang emas yang terbang di langit berawan abu-abu gelap itu.


Sesuatu yang seharusnya tidak ada sedang berdiri di sana. Beberapa orang mulai mengatakan sesuatu secara samar. Seluruh penglihatan dan pendengaranku seketika terfokus pada satu titik.


“kamu sudah berkembang, Feyrish...? tapi masih butuh beberapa tahun lagi untuk mengalahkanku.”


Kali ini dia mengatakannya tanpa sihir pengerasan suara. Kalimat itu tidak salah lagi ditujukan untuk adik perempuannya.


“tidak, mungkin beberapa ratus tahun lagi.”


Setelah dia mengatakan itu, sebuah lingkaran sihir raksasa tercipta di belakangnya. Lingkaran sihir itu terbentuk dari kumpulan beberapa lingkaran sihir di belakangnya.


“apa...?”


Aku melihatnya saat aku melihat ke atas.


Pikiranku kosong pada kejadian yang tak terduga. Itu benar--


Cahaya petir menyambar beberapa kali. Gemuruh awan dan guntur yang memekakakan telinga. Tapi tidak ada awan hujan. Tidak ada di langit. Aku yakin awan kehitaman muncul beberapa saat yang lalu.


“-?!”


Aku sangat terkejut melihat sekeliling kiri dan kananku dengan marah. Sesuatu yang seharusnya ada tidak ada di sana, awan hujan yang membawa guntur dengannya, guntur yang keras itu, ada di sana sampai beberapa saat yang lalu.


Aku menatap tempat itu bertanya-tanya apakah aku melihat sesuatu, tapi tidak ada awan hujan, hanya ada langit mendung yang menyembunyikan cahaya matahari,


Ada guntur terdengar dari suatu tempat sejak beberapa waktu yang lalu. Itu sangat bising bahkan selama pertempuran. tapi bagaimana mungkin? dari mana suara guntur itu berasal meski awan hujan tidak ada di sana?


Jika ada pelakunya, pasti dia.


- ini belum berakhir.


Kata-kata elf laki-laki itu muncul di pikiranku seolah dia telah membisikkannya ke telingaku.


guntur itu menghancurkan tanah dan batu di sekitarnya. Itu menghancurkan semuanya secara acak.


Gelombang kejut. Itu adalah sesuatu seperti gelombang kejut. Karena kekuatannya yang membentuk sihir terlalu kuat, geombang kejut memusnahkan segala sesuatu di sekitarnya. Tanah-tanah dan batu yang hacur itu kemudian melayang di sisinya.


- itu benar. Tidak mungkin aku tidak tahu. Tipe sihir yang telah dikembangkan; seperti atribut air menjadi es, listrik menjadi petir, atau api menjadi lava.


Umumnya dikenal sebagai “sihir ilahi” atau “holy magic”. Sihir ini adalah sihir magis yang paling terkenal dan hebat yang menggali kekuatan dari malaikat penjaga suci untuk mengusir dan mengendalikan dewa sekalipun.


Dia mengambil mantra itu sebagai kerangka kerja dan mengubahnya menjadi mantra sihir ofensif terbesarnya yang telah dikembangkan menggunakan teori sihir modern.


Di balik pria yang tampak seperti kabut itu muncul sosok seorang wanita tanpa pakaian— jika kau melihatnya dari ukuran wanita itu maka kata wanita raksasa akan lebih tepat untuk menggambarkannya.


bola mata putih yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, rambut coklat yang memanjang menutupi kulit telanjangnya.


Tidak ada perasaan hidup dari sosok yang berbentuk seperti wanita itu. seolah patung itu terbuat dari warna mineral yang ada antara abu-abu pucat dan warna kulit yang seharusnya. Itu bukan tipe sihir suci atapun jahat. Tapi jelas ada kekuatan luar biasa yang memancar dari dirinya.


“aaaaaaaaaahhhh....”


Patung itu membuka mulutnya lebar dan berteriak untuk memanggil pilar cahaya dari langit.


... aku belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. Seorang enfinity biasa memerintahkan kekuatan tak dikenal ini, kekuatan misterius. Kekuatan seperi itu bukanlah sesuatu yang dimiliki manusia di dunia asalku. bahkan jika dia adalah seorang pahlawan yang dipanggil dari dunia lain, itu tetap saja tidak mungkin. Seorang pahlawan menerima kekuatan dari dewi saat dipanggil. Seorang pahlawan tidak pernah memiliki kekuatan sang dewi itu sendiri.


Itu benar. Seorang pahlawan adalah makhluk yang dipanggil dengan berkah mutlak dari elemen dan kekuatan yang jauh melebihi manusia normal. Tapi pria itu tidak memiliki ciri-ciri seperti itu. Jadi itu tidak mungkin.


Itu adalah sihir dengan berkah elemen yang telah dikembangkan. Ini mengendalikan gagasan yang tidak terkendali, mengubah realitas dan mengubah dunia ini yang dicipatakan oleh sang dewi seperti tuas. Guntur di depan mataku lebih suci dan lebih menakutkan daripada yang pernah ada sebelumnya.


Aku belum pernah mendengar ada orang yang memiliki kekuatan seperti itu, kemampuan seperti itu. tak seorangpun di dunia ini yang memiliki kekuatan tidak masuk akal seperti itu. tidak ada sama sekali.


Tapi dimana orang itu... bagaimana...


--- Penyihir, Arthur Earlyspring.


Sekuat apa orang itu yang sebenarnya?


Kilatan petir di langit terbelah menjadi ribuan helai. Meninggalkan pecahan gema guntur dan berkumpul di tengah tumpukan lingkaran sihir, di tengah mulut sang wanita.


“hancurkan, hancurkan, hancurkan, gerbang pembuka langit. Uangkapkan, ungkapkan, ungkapkan, kebenaran di baliknya.”


Aku bisa melihat bibir pria itu bergerak dengan jelas.


Setelah itu, dia mengayunkan jarinya secara diagonal di tengah tumpukan lingkaran sihir.


Dalam beberapa saat, suara gemuruh yang memekakan telinga diteruskan. Ribuan helai cahaya dalam radius lingkaran sihir membentuk pilar-pilar elemen luar biasa yang terkumpul dalam mulut sang wanita.


“sial!!”


“Aria?”


Tanpa sadar, aku sudah melompat menuju bahaya. Tangan kananku menggenggam sebilah pedang panjang satu tangan. Pedang yang kuat dan ringan dengan bilah violet gelap.


Kobaran api putih membungkus pedang itu di dalamnya. Diselimuti dengan cahaya kemerahan, susunan huruf kuno lahir dan pecah satu per satu.

__ADS_1


-- syarat pertama: keinginan untuk hidup, terpenuhi.


Susunan huruf berikutnya muncul setelah yang pertama, membentuk retakan dan pecah dalam beberapa detik.


-- syarat kedua: keinginan untuk melawan ketidakadilan, terpenuhi.


Susunan ketiga muncul dan menjadi pecahan terakhir dari susunan huruf-huruf kuno.


-- syarat ketiga: keinginan untuk melindungi seorang teman, terpenuhi.


Ketiga syarat yang dibutuhkan telah terpenuhi. Cahaya kemerahan berubah menjadi violet, berubah menjadi panjang dan lebar dengan kecepatan yang jauh dari kata wajar, membentuk ukuran yang tidak mungkin ēnfinity angkat pada umumnya.


“Hyaaaaa!!”


Bersamaan denganku, elemen-elemen cahaya yang terkumpul dalam mulut sang wanita dimuntahkan dalam satu auman. Semburan energi dengan tak terhitung volume memancar kuat dari mulutnya.


Aku mengayunkan pedang itu secara vertikal. Dengan ukuran seperti ini, memotong patung wanita di belakang Arthur Earlyspring bukanlah sesuatu yang sulit. Sebelum itu aku harus berhadapan dengan auman cahaya wanita itu atau seranganku takkan pernah mencapainya. Tapi.


-- Kedua tanganku merasakan gaya dorong yang kuat.


“Haaaaaaa!!”


Kufokuskan lagi setiap tenaga dan buff untuk membentuk energi yang besar dalam kedua tangan dan pedangku. Scared ability【White Flame】telah menjadi kobaran api yang sangat kuat. sepotong cabang pohon dunia: Mysteltainn, tumbuh melapisi bilah violet tanpa mengurangi ketajamannya sama sekali, membiarkan api putih tetap berkobar dengan kencang di luar kulitnya.


Aku berjuang sekuat tenaga.


Dengan semua kemampuan yang kumiliki.


“Haaaaaaa!!”


Kupertaruhkan semuanya pada satu serangan ini. skill terkuatku.


-- Fairy Sword’s equipment ability: system release... infinite violet star burst impact –


Kemampuan yang hanya dapat tubuh enfinity tahan untuk menggunakannya satu kali dalam sehari. Tidak lebih dari itu. bagaimanapun juga inilah batasku.


Aku harus melindungi mereka dengan satu serangan ini.


-- --- ---


..... Tidak mungkin.... Kenapa?


*Druak!! *Druak!! *Druak!! *Druak!! *Druak!! *Druak!! *Druak!! *Druak!!


Gaya dorong mementalkanku dengan kuat. Satu, dua... lima, enam, tujuh...


Aku yakin beberapa tulang rusukku patah menjadi beberapa bagian. Kacamataku pecah menjadi serpihan-serpihan kecil lalu jatuh dan hancur.


Aliran darah tercipta di kepalaku, mengalir menuruni mataku dan membentuk sebuah perasaan panas dari luka di permukaan kulit, tetapi aku berusaha untuk tidak terlalu mempedulikannya. Satu-satunya yang menjadi tujuanku hanya ada satu. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan apapun selain itu.


Aku mendengar suara rekanku memanggilku, tapi aku tak dapat mendengarkannya dengan baik, aku mengkonsentrasikan pikiranku pada kondisi tubuhku sendiri.


Seseorang muncul di depanku. Tidak, tidak hanya seseorang, satu orang lagi mengikuti dari portal di belakangnya.


“Aria!”


“dasar bodoh!”


Seseorang memanggil namaku dan seseorang lainnya memarahiku... itu mengigatkanku pada pemandangan di masa lalu.


Apa kali ini juga akan berakhir seperti waktu itu?


“Bangunlah, Aria.”


Suara lembut yang membisik di teligaku memberikan perasaan nostalgia di dalamnya. Takkan ada seorangpun yang terlihat di pandanganku bahkan jika aku menoleh ke arah sumber dari suara itu. tidak pernah ada siapapun di sana. Benar-benar tidak ada.


Entah sejak kapan aku mulai mendengar suara seperti itu. tapi pada akhirnya itu tak lebih dari sekedar imajinasi yang kubuat-buat.


- akan kukerahkan segalanya...


- akan kulindungi semuanya...


- jangan hanya duduk diam di tempat seperti ini.


Setidaknya, aku harus berdiri untuk melindungi semuanya. Aku tahu kakiku gemetaran. Aku tahu mataku sudah terlalu lelah untuk tetap mempertahankan kesadaran. Dan aku tahu tangan ini sudah mencapai batasnya untuk mengayunkan sebuah pedang. Meski begitu, aku tetap mencoba untuk berdiri.


Tapi aku tak bisa melakukannya.... Ini begitu menyakitkan, dan membebankan tubuhku terlalu banyak.


- hruakk!


Tenggorokanku sekali lagi memuntahkan sejumlah darah dari tubuhku. Satu-satunya yang mampu kulakukan adalah bersandar di pohon ini.


Seorang gadis coba memberi sebuah kartu padaku. Kartu itu mungkin adalah magic card untuk penyembuhan.


- Feyrish... aku ingin melindungimu dengan semua hal yang kumiliki.


Namun kartu tersebut tidak sekalipun meraihku. Setidaknya, sebelum gadis itu- Feyrish, memelukku dengan erat dan memejamkan kedua matanya.


Kazuhiro berdiri di depan mataku sambil merentangkan tangannya selebar yang dia bisa.

__ADS_1


- tidak...


- tidak lagi...


Punggung Kazuhiro menjadi lebih gelap dalam beberapa saat. Pemandangan yang kulihat di balik pria itu adalah neraka. Begitu panas... perlahan-lahan membakarku.


Sang wanita membuka mulutnya sekali lagi. Elemen-elemen cahaya terkumpul dengan cepat di depan patung raksasa itu. Aku bisa melihatnya dengan jelas. Merasakannya dengan jelas.


- tidak...


- tidak lagi...


“Aaaaaa!!”


Berteriak dengan tidak jelas.


aku membenci dunia ini- takdir ini, yang selalu mengikatku.


Takdir sialan yang tidak tahu diri!


Apa masih tidak cukup?! apa semua yang sudah kalian renggut dariku masih tidak cukup?! Betapa bodohnya dunia ini. aku membenci semuanya.


Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci. Benci.


Hancur saja kalian semua. Mati saja bersama takdir yang terikat padaku ini.


- tidak peduli apapun yang kulakukan, akan selalu ada seseorang yang berharga meninggalkanku... takdir seperti itulah yang mengikatku sejak aku lahir...


takdir sialan yang tak tahu diri ini. Hancur dan lenyap sajalah kalian.


Kobaran api menyala di pedangku, tapi itu bukan kobaran api yang biasa. Perasaan yang berbeda dibanding saat memegang gagang pedang seperti biasa.


Aku yakin ini pedangku—Fairy Sword, tidak salah lagi ini adalah nama dari pedangku yang selalu kugunakan itu, tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda.


Benar. Perasaan ini berbeda dari biasanya. Ya, aku paham—kebencian.


- aku membenci takdir ini.


Mereka yang berharga akan sekali lagi meninggalkanku.


Benar kan? Aku paham itu. aku memahaminya dengan baik.


- aku membenci takdir ini.


“Aria?”


bangkit dan berdiri, kugenggam dengan kuat Fairy Sword di tangan kananku. kobaran api yang tidak biasa menyala dari bilah panjang Fairy Sword itu.


Tidak salah lagi.


《【Black Flame】-- kemampuan untuk membakar segalanya bahkan takdir itu sendiri.》


Sang wanita melepaskan kumpulan pilar cahaya dalam satu auman. Aku menyentuh pundak Kazuhiro, menyuruhnya menyingkir dengan tatapan mataku.


Tidak salah lagi aku memang kalah sebelumnya.


- tapi aku akan membakarnya kali ini.


- kali ini...


*Zaaaaaaaaaaaaaaash!!!


Seluruh cahaya dalam auman sang wanita terdistorsi dalam api hitam tanpa terkecuali.


Ayunan pedang yang luar biasa— bukan, kemampuan membakar ini yang luar biasa.


-- Api hitam yang memotong segalanya bahkan takdir itu sendiri. Sekarang aku punya ini.


“ “!?” ”


Semua orang tidak percaya melihat apa yang baru saja mereka saksikan. Beberapa dari mereka ketakutan dan merinding. Ada yang tidak bisa menutup mulutnya dan ada juga yang melebarkan matanya seolah tidak percaya dengan pemandangan di depan mereka.


“mustahil...”


Senyuman di wajah Arthur Earlyspring berubah menjadi kekecutan.


“ahahhahahahahahahaha!”


Dia tertawa dengan keras setelah melihat sesuatu yang benar-benar sulit dia bayangkan, kemudian berubah menjadi gila. Mungkin dia hanya terlihat seperti itu. orang-orang melihat sisi raja elf yang tidak pernah dia tunjukkan.


Aku mendekat dengan beberapa kali dash dan telah berada tepat di depannya. Rambut emas, mata hijau, dan penampilan yang terlihat bersih bagaimanapun kau melihatnya—semua itu berubah menjadi kebencian di depanku.


- bunuh orang ini.


- bunuh semua orang yang menghalangi jalanmu.


Kali ini bukan suara lembut seperti beberapa saat lalu yang sudah kudengarkan sejak dulu, tapi dengan jelas ada suara samar yang berbisik di telingaku.


-- 【Black Flame】--

__ADS_1


__ADS_2