
Arthur betanya-tanya dengan rasa penasaran di pikirannya.
“tidak berlebihan menyebut anjing kampung sepertimu musuh alami para penyihir, Aria. tak satupun dari sihirku yang berhasil melukaimu.”
Dengan perisai di tangan kiriku, kubuka mulutku dan berkata padanya:
“sama seperti sebelumnya, perisai ini terbuat dari pohon dunia: Mysteltainn. Aku bisa membuat banyak hal dari pohon itu, kau akan terkejut jika melihat potensi pohon ini yang sebenarnya.”
Setiap pohon dunia memendam kekuatan yang luar biasa. Berbeda dengan Yggdrasil yang membawa kekuasaan untuk memperkuat sihir, kemampuan Mysteltainn sebaliknya.
“itu benar, Arthur, pohon ini punya kemampuan untuk melemahkan semua jenis sihir, tidak peduli sekuat apapun sihir yang kau gunakan.”
--- ----
『Feyrish, apa kau baik-baik saja?』tanyaku.
『aku baik-baik saja, ini hanya luka gores. Yang lebih penting, bagaimana menurutmu?』
Raja elf adalah penyihir yang sangat kuat, kekuatannya berada dalam tingkatan yang sama dengan petualang rank SSS, tapi untuk melihat Kazuhiro sampai tersudutkan sampai seperti itu... apa yang membuatnya sekuat ini?
Aku tidak tahu. Bahkan Feyrish yang merupakan adik perempuannya juga terkejut melihat perkembangan kakaknya sendiri.
Aku menggunakan【Analyze】untuk memeriksanya.
--- ----
Level Arthur berada satu tingkat di bawah Kazuhiro, dengan level Arthur Earlyspring adalah 237, yang berarti 10 level di atasku.
Di samping itu Level sihirnya juga jauh di atas rata-rata. dia memiliki scared ability regeneration sebagaimana yang kudengar dari Feyrish.
Seluruh statusnya luar biasa seperti yang dapat diduga dari raja elf, tapi ada satu hal yang melampaui perkiraanku.
Relix berwujud cincin, Eternal Aurith Ring.
『Feyrish, aku akan melawannya satu lawan satu, cari kelemahan Arthur saat aku melakukannya.』
--- ----
49.725.000/100.000
Angka itu... harusnya ada juga batasan tentang seberapa mungkin sebuah benda dapat melampaui perkiraanku. Meskipun aku sudah melalui tak terhitung pertarungan melawan enfinity dan aether dalam empat tahun terakhir ini, tak satupun dari mereka yang pernah menunjukkan jumlah ether melebihi maksimal seperti ini.
Bagaimanapun kau melihatnya, Arthur Earlyspring akan terlihat seperti monster dengan life dan ether tak terbatas. Bahkan aku sendiri akan berpikir untuk sebaiknya mulai memanggil GM, tapi kenyataan yang mengatakan bahwa ini bukanlah permainan video game membuatku mengurungkan tindakan itu.
“jadi begitu ya... pantas saja Kazuhiro kalah.”
Dan sepertinya Arthur menyadari maksud dari kata-kataku.
“kau tahu? Menganalisis data pribadi seseorang tanpa ijin itu tidak sopan. Tapi bagaimanapun juga itu cocok untuk sampah sepertimu.”
“hh~” aku tertawa seperti merendahkan.
“apanya yang lucu? Membayangkan akhir sampah sepertimu membuatmu ingin tertawa?”
“entahlah, siapa yang peduli dengan itu? aku hanya ingin tertawa, itu saja.”
“melihat data statistikku pasti membuatmu jadi--”
Tapi sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, aku menyela untuk berkata.
“mungkin... ini karena aku lebih kuat darimu.”
“hah?”
“kubilang, aku bisa mengambilmu dalam pertarungan satu lawan satu.”
“jangan membuatku tertawa. sampah sepertimu?”
“nah, mari kita mulai permainannya.”
- sudut pandang orang ketiga –
Di tempat lain, di atas dataran tinggi dengan rumput hijau dan ratusan ribu orang di atasnya.
“nah, Reinhard... si Arthur itu bisa membunuh guildmaster jika Aria tidak datang membantunya... tapi apa dengan begini mereka bertiga bisa menang? Maksudku, raja elf itu terlihat sangat kuat.” Tanya Emiya, setelah menganalisis pertempuran dengan serius.
“kau benar. Bagaimana menurutmu? Rishia.”
“eh, aku...? hmmmm~ jujur saja aku tidak benar-benar yakin tentang itu. Aku ingin memberikan beberapa makanan untuk mereka... tapi itu jelas sekali tidak boleh ya...? bagaimana menurutmu, Eiri?.”
__ADS_1
Menanggapi pertanyaan Rishia yang tiba-tiba, Eiri terkejut sampai membuatnya batuk beberapa kali.
“—uhk~ uhk~”
“apa kamu baik-baik saja?” tanya Rishia dengan khawatir.
“a-aku... ba-baik-baik saja.” jawab Eiri dengan rendah.
Tapi Rishia tetap saja merasa khawatir. Dia mengambil botol yang telah dia minum sebelumnya hingga isinya hanya tersisa setengah.
“uu~ minum ini.”
『tapi ini kan... ini kan... ciuman tidak langsung---』pikirnya.
Eiri menurunkan badannya dan berjongkok. Rishia juga berjongkok mengikuti Eiri dan ingin mengajak bicara, tapi pandangan mata Rishia hanya tertuju pada sebuah boneka di depannya yang tiba-tiba Eiri tunjukkan untuk menggantikannya bicara.
“sepertinya Eiri sedang dalam keadaan yang tidak bisa diganggu! Jadi Ruri yang akan menggantikannya!”
Boneka moe yang Eiri tunjukkan bernama Ruri. Dia bisa berbicara seolah suara benar-benar keluar dari mulutnya. Tapi setiap orang seharusnya tahu sebuah boneka tidak mungkin bisa bicara seperti itu. Bagaimanapun juga pasti ada semacam trik di balik semua itu.
“bagaimana menurut Ruri tentang pertarungan Guildmaster, Aria, dan Feyrish melawan raja elf...? hmm... hmmm... nah, sebaiknya kita tanyakan itu pada Altina.”
Sang boneka berpindah tempat dan seketika berada di depan Altina. Untungnya Altina masih dalam lingkup yang dapat dijangkau tangan Eiri di saat Eiri sedang berjongkok. Bagaimanapun juga Altina itu pendek, seperti yang diduga dari seorang loli, huh?
“jadi bagaimana pendapat Altina tentang ini? apakah negeri petualang akan meraih kemenangan?”
Ruri bertanya dengan mikrofon mainan seperti seorang peliput berita dan narasumbernya. Dan dengan nada dan muka yang datar, sambil tetap menyaksikan pertarungan tanpa berkedip, Altina menjawab.
“bagaimanapun juga, mereka tidak punya pilihan selain menang.”
‘Hiro tidak akan kalah semudah ini. dia akan mati jika Aria tidak menolongnya? Itu omong kosong. Mereka tidak tahu apapun tentang Hiro. Mereka hanya mengocehkannya tanpa berpikir. Hiro itu... dia itu...’
“mukamu merah lho, Altina. Apa kau memikirkan Guildmaster?”
Tiba-tiba suara seseorang yang familiar memasuki pendengaran semua orang. Emiya, Reinhard, Rishia, Eiri dan Altina memalingkan muka mereka.
“A-A-A-Akira?!” kata Eiri dengan spontan.
“tapi bagaimana dengan...?” Emiya memalingkan wajah ke kanan kiri seperti sedang mencari sesuatu dengan cepat, hingga pandangannya jatuh pada seorang berotot di kerumunan Pentacraft, yang tak lain raja kerajaan dwarf itu sendiri.
“jadi, kali ini apalagi yang kau lakukan?” Reinhard tersenyum seperti biasa. Kata-kata dan nadan ya juga menyegarkan seperti biasa.
Dan Akira menggaruk rambut belakangnya dengan tertawa, sampai Kotori menendang kepala itu dari belakang.
“Masteeer~ kau ini apa-apaaan?!”
“nah, nah, aku sudah minta maaf kan? Yah, maafkan aku, Kotori... tidak kukira akan jadi seperti ini. hahaha!”
“moouu!!”
Kotori menyilangkan tangan dan memalingkan mukanya dengan “Hmph~!” setelah itu.
Setiap orang melihat dua orang itu seperti ‘mereka tidak pernah berubah...’ hanya Altina yang mengabaikan kedua orang itu dengan pandangannya yang terkunci pada arena.
Tapi dia tidak benar-benar mengabaikan mereka. Altina bertanya dengan datar.
“apa yang kau lakukan di sini? Pertarungannya belum berakhir kan?”
Sekali lagi, Akira menggaruk kepalanya.
“nah, itu... kupikir akan bagus jika mengambil jalan tanpa seorangpun yang terluka.” Katanya.
Tapi kata-kata itu segera dibuktikan kebohongannya oleh Kotori.
“dengar ini, Altina. Ayah Raja dwarf adalah teman lama master yang sudah lama tidak bertemu, jadi mereka menghentikan pertarungannya setelah sedikit bertukar sapa!”
Semua orang membuat reaksi terkejut seperti “a-apa?!” “teman lama Akira?!” “raja Dwarf itu?!” dan sebagainya. Hanya Altina yang tetap tanpa ekspresi berkata “jadi begitu.”
“yahahaha~ Lagipula seperti kata Altina, mereka bertiga yang akan menang.” Akira memandang Altina dengan hangat. “benar kan, Altina?”
- Feyrish Earlyspring POV –
Tiga tahun yang lalu, Aria pernah mengatakan ini padaku “aku adalah aku, Feyrish adalah Feyrish, kita tidak sama.”
Aku tidak menanggapinya dengan serius, bagaimanapun juga hal ini bukanlah sesuatu yang sepenuhnya salah, pikirku saat itu.
Tapi aku sudah semakin lama pergi berpetualang dengannya, melakukan berbagai hal bersama dengannya, melihat bermacam-macam hal bersama, dan merasakan banyak hal yang sama... setelah melalui semua itu aku mulai menyadarinya sedikit demi sedikit, bahwa kata-kata yang Aria katakan adalah sesuatu yang sepenuhnya salah.
--- ----
__ADS_1
*bzzztr!!
pedang panjang berwarna violet yang terbalut api putih menghantam shield barrier dengan bunyi aneh. Tebasan pedang itu tidak menembus atau menghancurkan apapun, tapi dampak dari kekuatannya berhasil mendorong kakak puluhan meter ke langit.
Dengan cepat Aria meninggalkan pijakannya di tanah, ia meluncur menuju kakak yang masih mengalami sebuah gaya dorong di udara, tapi lusinan pedang dan tombak cahaya terbang secepat angin dengan Aria sebagai targetnya.
Menghindari semua pedang dan tombak cahaya, Aria menggunakan step dan dash di saat bersamaan 6 atau 7 kali, pedang dan tombak cahaya melewati angin yang Aria pijak dengan skill step tersebut setelahnya. tapi di balik lusinan pedang dan tombak cahaya itu terdapat sebuah pedang cahaya lainnya dengan ukuran yang sama sekali berbeda.
“sorea!!”
*hwuush~!!
Dengan Fairy Sword di genggaman tangannya, Aria menghantam dan menghentikan pedang cahaya raksasa di udara dengan gerakan yang natural seolah tubuhnya bertindak dengan semacam insting, Aria menggunakan pedang cahaya yang terhenti di udara sebagai jalan dalam satu, dua detik, dan memakainya sebagai pijakan untuk skill dash di waktu berikutnya.
“haaa!!”
*bzzztr!!
Sekali lagi, shield barrier menahan serangan Aria dengan baik. Tapi kali ini kakak tidak terdorong ke belakang—karena terlihat semacam sihir angin di belakang punggungnya, aku yakin hal itulah yang mengurangi dampak serangan Aria.
Tapi Aria tidak sedetikpun menghentikan pergerakannya.
Dia menggunakan step dan memakai dash untuk berpindah 450 ke kanan atas, dilanjutkan step dan dash 450 ke kiri atas. Hasilnya, Aria berada tepat di belakang kakak, sekitar satu meter dari punggungnya.
“!!”
Kakakku terkejut dengan perpindahan Aria yang begitu cepat, dia sedikit melirik karena keterkejutan yang terjadi itu, dan terlihat kaki Aria di matanya.
“nah.”
*zash!!
*bzzztr!!
Aria menendang dengan sekuat tenaga tapi shield barrier tidak bisa ditembus semudah itu. meski begitu wajah Aria terlihat seperti hal ini tidak mengganggunya sama sekali.
“ini belum seberapa.” Katanya.
Aria berputar dengan tubuhnya sebagai poros dan kakinya sebagai radius lingkaran. Di tengah perputaran itu dia mengaktifkan buff dragon destroyer pada kakinya, mengganti buff api putih kecepatan menjadi kekuatan, dia fokuskan semua api putih untuk membentuk kobaran api yang lebih besar, dan menendang shield barrier sekali lagi.
*Zash!!
Shield barrier terpental seperti bola yang jatuh berkecepatan tinggi. tanaman mirip kasur lingkaran dengan jari-jari sekitar 5 meter tumbuh sebagai pendaratan raja elf, yang dipermukaan tanaman itu menjulang duri-duri tajam mirip taring yang siap mengoyaknya.
*jrt *jrt *jrt *jrt
Empat taring menancap dengan tragis di tubuh kakak. Matanya terbuka lebar karena rasa sakit, kakakku memuntahkan darah dari mulutnya. Tubuhnya mengejang seketika seperti tersengat listrik.
Di sekitarnya, puluhan atau ratusan bunga mekar dengan butiran-butiran putih mirip kunang-kunang yang melayang-layang di atasnya.
bunga yang mekar dengan indah itu punya kelopak berwarna putih dan suhu yang cukup dingin. Penampilannya begitu indah dan menenangkan, tapi di balik keindahan dan ketenangan itu adalah fakta bahwa sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, kakakku menutup kedua matanya.
Tumbuhan yang menjadi pendaratan kakak dengan taring-taring tajam yang menjulur sebenarnya adalah bunga raksasa yang aku, Blue, dan Aria lihat di suatu negeri aneh di sebelah timur. Tanaman ini tumbuh di hutan berbahaya yang dijauhi penduduk setempat. Taring-taring yang menjulur di antara permukaan empuk itu akan menyebabkan kelumpuhan sementara bagi siapapun yang menyentuhnya.
Bunga dengan butiran-butiran putih yang melayang-layang di atasnya juga adalah apa yang kami temukan di hutan itu. penampilannya yang indah dan menenangkan akan menipu siapapun yang melihatnya. Dan ketika orang yang tertipu itu mendekati bunga itu serbuk-serbuk putih yang bercampur di udara akan dengan cepat menimbulkan rasa kantuk yang luar biasa.
Aku lupa sebutan untuk bunga yang pertama, tapi aku yakin orang-orang menamai bunga yang kedua dengan【Yukihana】.
Harusnya debuff adalah serangan yang efektif melawan kakak mengingat scared ability regeneration adalah skill dengan kelemahan seperti itu. dengan alasan ini Aria memakai dua bunga dengan masing-masing efek debuff.
*tck
*tck
Aria mendaratkan kakinya di dekat kakak yang tertidur. Satu, dua langkah... bunyi rumput yang terinjak bisa terdengar samar dari bawah kakinya. Dia menodongkan fairy sword ke kepala kakak, dan menghela nafas dalam-dalam.
‘mari kita selesaikan permainan ini dan bertarung dengan serius... Arthur’ hal inilah yang helaan nafas itu katakan dalam hatinya.
Tapi apa yang hatinya katakan dan pikirkan itu bukanlah sesuatu yang sifatnya selalu sama dengan apa ia katakan dengan mulutnya.
“kau terlalu lemah, Arthur. Bahkan tidak butuh dua menit sampai aku mengalahkanmu.”
Dan yang pasti, aku sangat yakin bahwa hal itu adalah suatu kebohongan besar.
--- Untuk menipu musuhnya, untuk menunjukkan kelemahannya, untuk musuhnya agar meremehkannya, untuk mengurangi kewaspadaan musuhnya, untuk musuhnya agar menunjukkan sebuah celah, dan yang pasti- untuk meraih kemenangan—tidak, tidak, bukan itu... untuk menghajar kakakku, Arthur Earlyspring dan membuatnya sadar dari semua ini!
Aria memotong leher kakak seperti hal itu adalah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Akan tetapi apa yang ia potong entah itu kepala atau bagian lainnya meleleh—tidak, mencair, setelah itu diserap oleh permukaan bunga seakan tubuh kakak adalah sesuatu yang terbuat dari aliran air.
“!”
__ADS_1
Melihat pemandangan yang mengejutkan tersebut Aria tidak menunjukkan reaksi lain selain terkejut— atau lebih tepatnya pura-pura terkejut.