
Perlahan dia genggam tanganku, terbentuk sensasi yang halus dan lembut dalam tangan itu.
Saat itu kau juga pernah bilang padaku: “jangan menghambatku di labirin nanti.”
Tapi aku yakin kali ini adalah giliranku untuk mengatakannya.
“jangan menghambatku.”
“a-ap--”
“tidak apa-apa. Waktunya pergi, Feyrish!”
Kutarik tangannya.
“i-iyaaa--!”
- Chapter 13 -
¬- Zaikazuhiro Mamoteru POV –
Pada akhirnya, apa... usahaku hanya akan berakhir dengan sia-sia?
Apa tidak ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk mengubah akhir yang seperti ini?
Apa seseorang telah dengan paksa memasukkanku dalam sebuah kotak tertutup yang disebut takdir?
Apa... aku gagal?
Apa aku gagal melindunginya?
JELAS BUKAN BEGITU! BODOH!!
*Druak!
Kupukul salah satu pipiku untuk kembali dari jurang tergelap dalam pikiranku.
Sebuah jurang tanpa apapun di dalamnya, bersama sebuah perasaan tak berguna yang disebut putus asa, hanya kegelapan yang menantiku.
Aku harus kembali. Aku harus percaya pada diriku sendiri. Percaya pada semuanya. Dan percaya dengan adanya harapan di telapak tanganku.
Agar tidak ada kegelapan di hatiku, agar cahaya yang disebut harapan selalu menuntunku pada keinginan untuk tidak ingin menyerah tidak peduli sampai kapanpun aku bertarung.
Bahkan jika harus kupukul diriku ratusan atau ribuan kali karena keinginan ini, aku tetap tidak akan menyerah semudah ini.
Aku bersumpah untuk tidak menyerah terhadap apapun. Terhadap kerajaan elf, Dwarf, Zack, Arthur, dan perang ini.
--- karena aku memiliki sesuatu yang harus kulindungi.
Dalam lubuk hatiku aku percaya akan datang kesempatan untuk melihat kembali senyuman di wajah Altina. meskipun aku tidak yakin berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai kesempatan itu benar-benar datang.
Aku tahu barangkali itu adalah waktu yang sangat lama. tapi jika aku bisa mengembalikan senyuman Altina yang telah hilang, bahkan jika untuk melakukannya butuh waktu yang sangat lama, tidak apa seperti itu.
‘jika sekali lagi Altina kehilangan sesuatu yang berharga baginya, keinginan untuk mengembalikkan senyuman di wajahnya hanya akan jadi ilusi belaka’
firasat seperti itu selalu muncul setiap aku memikirkan hal-hal seperti ini.
Mungkin karena itulah aku jadi sangat keras kepala. Tidak peduli apapun caranya takkan kubiarkan dia kehilangan tempatnya bersenang-senang dengan ayahnya sejak Altina masih kecil itu.
Aku akan menang melawan Arthur! Aku memiliki kemampuan yang lebih dari cukup untuk hal itu!— kuyakinkan diriku sendiri untuk ini sekali lagi.
Begitu juga Aria dan Feyrish, akan kubawa kemenangan pada negeri petualang bersama mereka.
Yang kubutuhkan hanyalah cara untuk membalikkan keadaan.
Aku butuh cara itu. aku butuh sebuah metode untuk membawaku pada kemenangan. Aku hanya harus menemukannya dengan cepat dan melakukannya sebelum semuanya terlambat---
Tiba-tiba kepalaku menjadi sangat pusing dan menyakitkan.
*ck
Kukuatkan berat badan pada salah satu kakiku sebelum kesadaranku menghilang. Seketika, equipment ability dari blue trinity dan red trinity menghilang bersamaan, jubah hitam yang menjadi simbol transformasi naga hitam juga lenyap bersamanya.
Aku bisa merasakan dengan jelas hampir semua etherku menghilang, tubuhku terasa sangat berat bahkan untuk sekedar berdiri.
Potion—aku harus memakai potion pemulih ether—tapi aku sudah melewati batas pemakaian potion hari ini.
Satu-satunya cara untuk memulihkan etherku dengan meditasi. Tapi meditasi membutuhkan waktu yang lama.
“irosnis sekali, Kazu... untuk melihatmu seperti ini.”
Aku melihat laki-laki itu dengan samar. Mataku sudah ada dalam tingkatan yang membuatku merasa sangat mengantuk, aku ingin segera tidur tidak peduli dimanapun tempatnya. Tapi jika tidur sekarang mungkin aku takkan bangun di tempat yang sama lagi—mungkin aku akan terbangun di dunia lain seperti surga atau neraka.
Tapi setidaknya tubuhku masih bisa bergerak, kakiku masih sanggup berjalan, dan tanganku masih mampu untuk mengayunkan pedang, yang berarti aku masih punya kesempatan untuk menang.
berpikirlah seperti itu-- 『kekuatan yang cukup untuk bergerak = kesempatan untuk menang』
Aku melihat mata hijau laki-laki itu yang tersembunyi kekuatan besar di dalamnya, dan menatapnya dengan senyuman masam.
“enak sekali ya~ dengan life dan ether tak terbatas, aku melihatmu seperti raja iblis, bung.”
“iblis? seperti yang kubilang sebelumnya, cincin ini terbuat dari tanduk raja iblis. Tapi orang itu benar-benar lemah, jangan samakan aku dengannya.”
Demon lord... raja iblis... bukan itu yang kumaksud... bodoh...---
*tcp
kukumpulkan tenaga dalam tanganku untuk menancapkan red trinity pada tanah, dan kutopang tubuhku dengan itu sebelum terjatuh.
Tubuhku dipenuhi dengan luka, cairan merah mengalir di kepala, tangan dan kakiku. Perasaan panas dari luka-luka ini sudah tak terhitung berapa kali pernah kurasakan, tapi aku tetap tak bisa terbiasa dengan itu.
Orang-orang mungkin memanggilku dari dataran tinggi, tapi aku tidak mendengarnya dengan jelas karena pendengaranku mulai kabur.
__ADS_1
Rishia, Eiri, Reinhard, Emiya... dan Altina...
Feyrish dan Aria juga masih berjuang di tempat lain.
Aku harus membalas harapan mereka.
“tapi aku berterimakasih padamu, Kazuhiro, tidak semua orang bisa menghiburku sejauh ini.”
-- --- “AAAAAAAAA!!” --- --
Aku berlari seperti orang gila, dengan red trinity dan blue trinity menggantung di tanganku—tapi aku sadar kecepatanku terus menurun dengan cepat, apa yang kulakukan bahkan sudah tak bisa disebut dengan berlari. meski begitu, aku terus memaksanya untuk bergerak.
“AAAAAARR!!”
-- -- ---
“bodoh...”
Tcp... tcp...
Dua pedang cahaya menancap di masing-masing tanganku.
kupaksa kakiku untuk bergerak dan kupaksa tangan itu untuk menggenggam.
Satu, dua langkah...
Pedang cahaya raksasa terbentuk di atas tangan laki-laki itu yang terjulur ke langit. Dan ketika dia mengayunkannya ke bawah, pedang cahaya raksasa tersebut meluncur ke arahku.
--- ---
Sekelilingku berubah menjadi putih, aku sadar cahaya pedang yang semakin dekat terpantulkan di mataku.
“JANGAN MENYERAAAAH!!!--- AAARRH!!”
Kukumpulkan tekad dalam mataku, meskipun dengan ini adalah akhir bagiku. Setidaknya, aku belum menyerah meskipun sudah kukerahkan semuanya. Satu-satunya yang dapat kulakukan adalah berjuang sekuat tenaga.
Tapi cahaya itu semakin mendekat dan menyilaukan mataku.
..... ..... ..... ---TSRING!!---
sesuatu yang putih dan hangat menyelimutiku dan membungkusku dalam sensasi yang nyaman. Dengan jelas kudengarkan bunyi pedang cahaya yang pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.
Dan ketika kubuka kelopak mataku, sosok seseorang yang familiar telah berdiri di depanku.
“hei, kutanyakan ini padamu... apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?”
Aku tidak percaya ini.
“A-a-a-a-a-a-Aria?!”
“biarkan api itu menyembuhkanmu, sementara itu cepat lakukan meditasi.”
“ah, ba-baik.”
- Aria Horizon POV –
Aku tahu raja elf adalah penyihir yang sangat kuat, tapi tak kusangka dia punya kekuatan yang cukup untuk memojokkan Kazuhiro sampai seperti ini. bagaimanapun juga Kazuhiro adalah petualang rank SSS, apalagi seorang guildmaster... sekuat apa Arthur Earlyspring yang sebenarnya?
“nah... sekarang giliranku.” Aku bergumam seperti tidak peduli apakah orang lain bisa mendengarnya atau tidak.
Raja elf membuka mulutnya, laki-laki itu terlihat seperti menggumamkan sesuatu juga.
“rank SSS.... aku tidak percaya Zack dan Yuna dikalahkan secepat ini.”
bertanya kepadaku.
“apa kau yang mengalahkan mereka?”
Aku melihatnya dengan tidak ramah seperti menunjukkan ekspresiku yang biasanya.
“entahlah, siapa yang peduli dengan orang-orang itu?”
“begitu... tapi aku tidak bisa menyangkal fakta bahwa kamu sedang berdiri di tempat ini, dengan kata lain kalian menang, apa aku salah? Tapi aku hanya melihatmu datang ke tempat ini sendirian. Apa partnermu terluka sampai kau harus meninggalkannya?”
Partnerku, yah?-- Yang berarti dia sedang bertanya tentang Feyrish Earlyspring, adik kandung Arthur Earlyspring itu sendiri.
--- ---
dia tidak ada di tempat ini. orang yang Arthur cari sedang bersembunyi di tempat lain, tapi aku tidak bisa mengatakan hal ini begitu saja.
“entahlah, siapa yang tahu?”
Dia melihatku dengan mata hijau yang terdapat kesombongan besar di dalamnya. mata yang menyiratkan rasa jijik dan merendahkan orang lain.
“jangan membuatku muak, anjing kampung. Kenapa anjing kampung sepertimu bisa ada di tempat seperti ini? harusnya kau pergi menjilat tulang di pinggir jalan.”
Aku terkejut dengan bagaimana orang ini memilih kata-katanya.
“anjing kampung, hah... kenapa, katamu?”
“alasan... aku tanya alasanmu... Apa ini ada dalam tingkatan yang terlalu sulit untuk dapat otakmu peroleh jawabannya dengan berpikir?”
aku secara alamiah sadar bahwa ada beberapa sarkasme yang dia tunjukkan dalam kata-kata itu.
... alasan, huh... ?
Tidak salah lagi aku memang mempunyai sebuah alasan.
Tapi Ini tidak seperti aku datang untuk mencari kemenangan bagi negeri petualang, untuk bertarung dan mengalahkan raja elf, atau untuk membalas apa yang dia lakukan pada Kazuhiro.
Tapi tentu saja ada sesuatu yang kuinginkan.
__ADS_1
Dan aku yakin itu bukanlah sesuatu seperti ingin bersaing satu sama lain, mencari pembenaran atas tindakan kami satu sama lain, atau untuk membicarakan sesuatu sampai kami saling mengerti satu sama lain.
Aku mengetahui dengan pasti bahwa aku berdiri di sini karena memiliki sebuah alasan, dan aku yakin itu bukanlah sesuatu seperti alasan yang mulia atau semacamnya.
“.... hanya ada satu alasan kenapa aku ada di sini.”
Kukatakan kata-kata itu dengan mata yang menatap tajam.
“... Arthur Earlyspring... satu-satunya alasan kenapa aku ada di sini... adalah untuk menghajarmu!”
Swuush~!!
sesuatu melewati udara di samping rambutku.
benda yang dengan mudah melewati tempatku berdiri itu tiba-tiba meledak di depan Arthur.
Kaboom!!
Ledakan berubah menjadi uap hitam yang menutupi area di sekitarnya, dan Arthur muncul dari uap itu seperti tidak pernah terjadi apapun di tempatnya.
“panah dan ledakan... begitu ya... jika Feyrish ada di sini, artinya kau adalah pengguna scared ability ganda yang kudengar di ceritanya, Aria Horizon, apa aku salah?”
yah... scared ability ganda-- aku yakin kata-kata itu mengacu pada White Flame dan Plants Creator, karena aku secara paksa menyuruh Feyrish untuk menyembunyikan apapun tentang scared ability ketigaku.
Dan seperti keinginanku Feyrish benar-benar menyembunyikan itu bahkan dari kakaknya sendiri.
--- ----
tiba-tiba sosok Arthur menghilang dari mataku. Seketika, sesuatu muncul di belakangku.
“tapi aku masih lebih kuat bahkan dari kalian bertiga.”
Aku terkejut dan mengedipkan mata beberapa kali.
Sihir teleportasi, hah?
Hembusan api semi padat memancar keluar dari tongkatnya, tapi serangan tiba-tiba itu hanya melewati angin di depannya.
aku memakai dash untuk menjauh dari tempat Arthur sebelum sihir api itu mengenaiku.
Tapi berkat apa yang telah kulakukan Kazuhiro saat ini berada tepat di belakangnya. Dan Arthur mengarahkan tongkatnya pada sosok Kazuhiro yang sedang fokus dalam meditasi.
“pertama kau, Zaikazuhiro.”
Hembusan api yang sama seperti sebelumnya kembali terpancar dari tongkatnya, tapi sesuatu yang misterius tumbuh di antara mereka, membentuk sebuah area khusus untuk melindungi Kazuhiro di dalamnya.
“hm? apa yang kau lakukan? Sihirku tidak bisa menembus benda ini!”
Merendahkan pedangku, kujawab sambil melihat kurungan yang baru terbentuk itu.
“.... pohon dunia: Mysteltainn.”
Menanggapinya, Arthur mengulangi kata-kataku.
“kau bilang... pohon dunia?”
---Tumbuhan memiliki tingkatan tersendiri di Verdernia.
“di Fairstarsia juga ada satu kan? Yang kalian sebut dengan pohon kehidupan: Yggdrasil. Pohon itu juga salah satu pohon dunia, tingkat tanaman tertinggi di Verdernia.”
hanya ada beberapa orang yang tahu tentang tingkatan di Verdernia ini. seseorang yang kutemui di masa lalu mengatakan jumlah mereka tak lebih dari 10 orang, dan Arthur Earlyspring mungkin bukanlah salah satu dari orang-orang itu.
hingga tiba-tiba Arthur meninggikan suaranya.
“apa yang manusia sepertimu tahu tentang Yggdrasil?! Jangan bicara seolah-olah kau tahu apapun tentang pohon suci kami!”
Tapi aku tidak menunjukkan perubahan dalam ekspresi dan mataku. Aku hanya menjawabnya seperti biasa.
“setidaknya aku tahu lebih banyak ketimbang kau sendiri, Arthur. Orang-orang memanggilmu raja elf dan mengagung-agungkanmu, tapi kau sendiri tidak tahu apapun tentang pohon itu... aku terkejut dengan cara hidupmu yang luar biasa.”
Dari matanya dia menunjukkan tatapan yang lebih merendahkan. Dan dia ulurkan tongkat di tangannya padaku.
“jangan bicara omong kosong, sampah. Kau tidak bisa menipuku dengan omong kosongmu! Sampah sepertimu!”
cahaya terbentuk di ujung tongkatnya, tapi cahaya itu hancur setelah anak panak menembak medan pelindung transparan di sekeliling Arthur dengan keras.
Tidak perlu ditanya lagi siapa pelaku dibalik anak panah yang mengincar Arthur itu. tanpa mempertanyakannya, Arthur dan aku mengetahui dengan baik gadis itu, yang tidak lain adalah Feyrish Earlyspring, adik Arthur sendiri.
Seperti sudah mendunga serangan Feyrish, Arthur mengarahkan tongkat di tangan kanannya sekitar 900 ke kanan atas, tempat anak panah tersebut berasal.
“ketemu.” Gumamnya.
*cwuush~ Kaboom!!
Peluru cahaya meluncur dua, tiga kali seperti senjata api dengan fitur lock target, kemudian meledak setelah menghantam objek di depannya; entah itu enfinity, pohon atau sekedar tanah.
Untuk menghentikan tembakan itu aku berlari mendekati Arthur.
Tapi Arthur sudah menduganya dengan mudah. Dari belakangnya terbentuk selusin pedang dan tombak cahaya yang terbang dengan keberadaanku sebagai tergetnya.
*Tsing!
*Tsing! *Tsing! *Tsing ! *Tsing! *Tsing! *Tsing! *Tsing! *Tsing! *Tsing!
sambil berlari, kutangkis setiap pedang dan tombak cahaya dengan Fairy Sword di tanganku.
dalam satu, dua detik berikutnya kugunakan dash untuk tiba-tiba muncul di dekatnya.
Tapi cahaya putih membutakan mataku sebelum aku sempat mengayunkan pedangku dengan baik. ledakan yang terjadi setelah itu menjadi skenario yang tidak dapat kuhindari.
*kaboom!!
__ADS_1
Daya hantamnya mendorong tubuhku beberapa meter ke belakang.