Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang

Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang
Episode 4


__ADS_3

Karena banjir itu telah dibekukan, ratusan ribu pasukan dwarf menjadi korban beku di dalam es-es kebiruan itu.


sekitar 70%-- tidak, aku yakin lebih dari itu. mungkin 80 atau 85%?


bagaimanapun kamu melihatnya itu jumlah yang benar-benar besar.


Jika keseluruhan pasukan mereka ada 400 sampai 600 ribu, atau ambil saja jadi 500 ribu; jika pasukan dwarf adalah setengah dari jumlah keseluruhan pasukan musuh, itu berarti kami telah menghabisi sekitar 200.000 sampai 212.500 orang.


Kalaupun itu benar, jumlah sisanya masih menjadi masalah besar bagi kami.


Ether kami terkuras banyak karena rangkaian skill berskala besar itu.


sepertinya aku akan ambil istirahat setelah ini. setidaknya, itulah yang ingin aku lakukan. aku masih bisa bertarung sebenarnya, aku masih bisa memakai pemulih ether untuk memulihkan etherku jika aku mau, tapi aku tetap akan mengambil istirahat kali ini. Maaf tapi aku akan menyerahkan sisanya padamu, Aria.


Setelah itu terdengar seruan dari timur, arah yang berlawanan dengan pasukan dwarf dimana pasukan elf berada.


“Semuanya, Seraaaaang!!!”


“ “Whoaaaaaaaaaaaaa!!!!” ”



- Chapter 5 -


Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.


-- Zaikazuhiro Mamoteru pov –


“Seperti yang diduga, tidak akan ada masalah jika itu mereka.”


tanpa kusadari aku menggumamkan hal itu sambil mempercepat laju kedua kakiku.


aku perlu menyesuaikan kecepatanku dengan para petualang yang lain atau aku akan menyerang pasukan sebesar itu sendirian.


Yah, tidak benar-benar sendirian juga jika kau mengukurnya dari segi kecepatan. Maksudku, ada satu orang di sini yang bahkan lebih cepat dariku.


Itupun jika dia mau membuat serangan pembukaan denganku.


Meskipun kecepatannya adalah nomor satu di antara para petualang, aku tahu orang itu sangat sombong.


Paling-paling dia cuma akan bilang “hah? Maju saja sendiri” dan aku akan benar-benar menangis setelah itu. dengan begitu aku tidak bisa mengajaknya membuat serangan pembukaan bersama.


Tapi dengan menyelaraskan kecepatan, kami akan menyerang bersama-sama.


“Semuanya, Seraaaaang!!!”


“ “Whoaaaaaaaaaaaaa!!!!” ”


20 ribu pasukan negeri petualang menyerang ratusan ribu pasukan musuh yang telah keluar dari barisan mereka.


Shiba Eiri tidak menghilangkan kabut putihnya, tapi dia membuat pasukan petualang mampu melihat seperti tidak ada gangguan di dalamnya.


*shaaash *klang *Tsing *Tsing *kaboom


Pedang, perisai, tombak, berbagai macam sihir dan berbagai macam senjata saling beradu di medan perang.


Memang benar kami kalah jauh dalam segi jumlah, tapi kombinasi serangan dan pertahanan, kekuatan individual para petualang, party yang saling menutupi kekurangan satu sama lain ditambah mist Shiba Eiri membuat pihak kami unggul sementara dari kerajaan dwarf dan kerajaan elf.


Tapi sayangnya kabut putih ini akan tak lama lagi menghilang.


『Ciel, Sambungkan aku dengan para petualang! 』


『Eh, ya! ekhm... kamu bisa bicara sekarang. 』


-- Ciel Heart Amiella.


Aku mengirimkan telepati pada salah satu resepsionis guild negeri petualang. Meskipun dia sendiri tidak ikut serta dalam pertempuran secara langsung, aku menjadikan Ciel Heart Amiella sebagai personil jarak jauh untuk menyambungkan telepatiku pada semua orang.


Telepati-- Scared ability gadis itu hampir tidak ada gunanya dalam pertarungan satu lawan satu, tapi akan berbeda jika dia menggunakannya seperti ini.


『dengarkan aku baik-baik! Kita akan melakukan “itu” sekarang!』


“yah!”


“dimengerti!”


“Baiklah!”


“saatnya melakukan itu, yeah..”


Beberapa petualang membuat reaksi yang berbeda.


itu karena kami akan melakukan ‘itu’ dan tidak boleh ada seorangpun yang gagal.

__ADS_1


Dari kejauhan, terlihat seseorang datang dengan serigala putih sebagai tunggangannya. Dia adalah seorang gadis berpenampilan sekitar 20 tahun, rambut kastanye sepanjang pinggang, telinga dan ekor coklat muda yang kontras dengan rambut kastanye miliknya, tatapan mata yang serius, dan dikelilingi dengan aura seorang dewi.


Ah~ gadis suci ini adalah perwujudan seorang dewi!


Jadi, seorang dewi ini—ekhm, Rishia celestiel, berkata:


“Lewat sini!”


Fatamorgana! bukan. Sepertinya aku benar-benar melihat mata para petualang memancarkan cahaya kekaguman beberapa saat yang lalu, dan aku yakin itu bukan hiperbola atau metafora. Beberapa di antara mereka berkata “seorang dewi...” “aku melihat seorang dewi...” “mari kita ikuti sang dewi!” dan bergegas mengikutinya.


Dalam pelarian mereka, kabut putih telah perlahan-lahan menghilang. Bersamaan dengan itu ribuan pemanah dan penyihir musuh menembakkan serangan mereka. Ribuan anak panah dan sihir itu menghujani mereka dari langit.


*hngg *hngg *tang *tang


Meski begitu para penyihir menggunakan sihir defensif mereka masing-masing, para warrior menggunakan pedang dan perisai mereaka, para petualang menggunakan apapun yang bisa mereka pakai untuk berlindung dari hujan panah dan sihir itu.


Hasilnya, beberapa orang menderita panah dan sihir tapi tidak ada yang mengalami luka fatal pada tingkat yang dapat membahayakan nyawa mereka. aku mengatakan pada para petualang itu sebelumnya untuk membantu party yang tidak memiliki kemampuan defensif jika hal seperti ini terjadi, dan hasilnya cukup luar biasa. Rishia berkata lagi:


“Ikuti aku!”


“ “ya!” ”


---- ---- setelah kabur cukup jauh, mereka pergi ke tempat yang tak terlihat dari medan perang.


Di tempat yang mereka tuju terletak kamp pasukan negeri petualang.


Di tempat itulah berdiri gedung guild seluas 400.000 m2 yang dapat dibawa dan dipindahkan.


Karena bisa dipindahkan, kami mengubahnya jadi kamp pasukan.


Itu karena gedung guild negeri petualang punya fungsi spesial untuk berubah menjadi kotak kecil seukuran anggur yang Rishia Celestiel bawa bersamanya.


20 ribu pasukan petualang harusnya sudah melarikan diri. Yang tersisa hanya ada aku dan Aria, Feyrish yang sedang beristirahat di dekat Aria, Altina, juga Reinhard dan Emiya.


Setelah menangkap pukulan tangan kananku dengan tangan kiri, aku menekuk jari-jariku di depan dadaku.


*crk *crk


“nah, sekarang... giliran para eksekutif yang bertarung.”



- Chapter 6 -


Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.


Aku menebas musuh, membelah pedang, perisai, dan menghancurkan sihir dengan pedang merah di tangan kananku. seketika, sihir gabungan api dan es mengincar punggungku dari belakang.


*shaash


Pedang merah yang kuayunkan menebas sihir itu tanpa kesulitan. Kemudian, terdengar suara dari arah sihir itu ditembakkan.


“Sampai di situ! Guildmaster negeri petualang, Zaikazuhiro Mamoteru!”


“Ma-mamoteru!”


Dua gadis ras elf berambut merah dan hijau muda sepanjang bahu masing-masing mengulurkan tongkat sihir mereka sambil mengatakan kalimat itu, sihir api dan es barusan sepertinya dari mereka berdua.


Aku menghentikan gerakan pedang-pedangku, musuh-musuh yang berada di sekitarku melarikan diri satu per satu, kemudian, aku membuka mulutku.


“heeh~ dua gadis cantik berusaha menghentikanku? sejak kapan aku jadi seterkenal ini, huh?”


Yang berambut merah berkata “hentikan omong kosongmu! Kami ke sini untuk menantangmu bertarung, guildmaster negeri petualang, Zaikazuhiro Mamoteru!”


Yang berambut hijau juga berkata dengan gugup “i-iya! Dan aku juga!”


Aku membalasnya. “Heeh~” dengan nada datar “... meskipun kalian tahu kalian akan mati?”


Yang berambut hijau memucat setelah kukatakan itu, ia memeluk tongkat sihirnya erat-erat. Melihat reaksi gadis yang berambut hijau, gadis berambut merah mengambil satu langkah di depannya, mengayunkan tongkat sihirnya secara diagonal untuk melindungi gadis berambut hijau itu dariku.


“Jaga mulutmu, bedebah! Tidak peduli sekuat apa petualang rank SSS itu, kami.... tidak, setidaknya, aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya!”


Karena pernyataan itu, mata gadis berambut hijau berkaca-kaca, dia menggumamkan “kakak...” gadis itu seperti akan memeluk orang di depannya kapan saja.


dua orang ini terlihat seperti anak kembar jika kau melihat mereka dari tingkat seberapa miripnya wajah kedua orang itu. Kecuali warna rambutnya yang berbeda aku takkan bisa membedakan dua gadis ini jika mereka mengenakan pakaian yang sama di depanku.


dapat disimpulkan dari percakapan barusan bahwa gadis berambut merah adalah kakaknya dan yang berambut hijau adalah adiknya.


“jika kau berani menyentuh adikku sedikit saja... artinya adalah kematianmu, kau paham?!”


Siapapun bisa melihat dengan jelas emosi pada nada penuh amarahnya itu. setelah mendengarnya, aku tertawa ringan dan menjawab.


“... kalau begitu, kau harus menjaga adikmu baik-baik.”

__ADS_1


Merespon nasihatku, gadis berambut merah menggeram dan mengempalkan tangannya. Berkata dengan nada rendah padaku: “be..de...bah... sialaaan!”


“kakak” panggil sang adik seperti sedang mengkhawatirkan kakaknya.


gadis berambut merah itu berkata: “Lucily, panggil ‘itu’, aku akan menahannya untuk sementara waktu, cepatlah!”


“kalau kakak bilang begitu.” Adiknya mengangguk. “hm! akan kulakukan yang terbaik!”


Kali ini, sang adik menempelkan kedua tangannya ke tanah. Lingkaran sihir tercipta dengan jari-jari 10 meter di bawahnya. Ia melantunkan mantra pemanggilan satu per satu.


“pemilihan. Seleksi. Analisa. Pemecahan. pembentukan kontrak, selesai. Penerapan kontrak, selesai.”


aku bisa menghabisi mereka berdua saat ini jika aku mau, tapi sang kakak membuka mulutnya sebelum itu terjadi.


“Namaku Cecily Risewel, dan adikku, Lucily Risewel...! Zaikazuhiro Mamoteru, ingat baik-baik nama dua orang yang akan mengalahkanmu!”


“ya ya... namaku Zaikazuhiro Mamoteru dari negeri petualang, terserah kalian mau mengingatnya atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganku.” Aku mengacungkan jari telunjukku ke depan. “kuberi kalian waktu satu menit. Dalam satu menit itu aku tidak akan menyerang, aku juga tidak akan mengangkat pedangku.”


“Ice wave!”


Lusinan es berbentuk stalakmit tercipta di tanah, taring-taring es itu semakin bertambah ke arahku.


“serangan langsung, huh..”


Aku melompat ke kanan sebelum taring-taring tersebut menancap di tubuhku. Namun, aku merasakan hawa dingin mulai menjalari kedua kakiku setelah itu. Sepertinya ini adalah apa yang Cecily Risewel incar dari awal.


kakiku membeku dengan tanah, pergerakanku dibatasi.


Untuk mengambil kesempatan dari keterpurukanku ini, Cecily Risewel menjulurkan tongkat sihirnya.


“ice bullet!”


lusinan es dengan ujung runcing tercipta di udara. Satu detik kemudian peluru-peluru es itu terbang ke arahku.


Harusnya, aku tidak bisa bergerak. Harusnya, tidak mungkin aku menghindar. Harusnya, aku tidak bisa menepisnya dengan pedangku karena perjanjian yang kubuat. Tapi ketika peluru-peluru es itu harusnya menembus tubuhku, aku sudah tidak ada di sana.


Aku muncul di antara sang kakak yang memfokuskan matanya pada pertempuran dan sang adik yang membaca mantra. Aku sedikit mengangkat dagu sang adik dengan tanganku.


“yaah~ tak kusangka kau langsung menyerang begitu saja, harusnya pasang dulu barrier pada adikmu. siapa tadi yang bilang tidak akan membiarkanku menyentuhnya?”


Keduanya menunjukkan reaksi terkejut. Lucily yang pertama kali melihatku menghentikan rapalan mantranya, dan Cecily mengayunkan tongkatnya dengan putus asa ke belakang, kuhindari dengan lompatan ringan ke kiri.


“bagaimana bisa..? harusnya kakimu sudah membeku, kan...?”


Jika aku ditanyai tentang kenapa aku masih hidup, jawabannya karena perbedaan kemampuan kami terlalu besar.


jika kemudian aku ditanyai tentang bagaimana aku meloloskan diri dari es yang membekukan kakiku, jawabannya karena art yang petualang rank SSS, Akihara Karasu ciptakan.


Art itu bernama RES atau Red Electrical Stream, yang berarti aliran listrik merah. Dan BES, atau Black Eletrical Stream, yang berarti aliran listrik hitam untuk Akihara Karasu.


Skill itu mengubah tubuh menjadi aliran listrik sekilas untuk berpindah ke tempat lain dalam waktu yang tidak lebih dari 0,5 detik yang berarti jarak maksimal 10 meter, dan 0,2 detik untuk hitung mundur waktu pemakaian ulangnya.


Art ini hampir mirip dengan art yang Aria ciptakan: dash, dimana dia bisa berpindah tempat dengan kecepatan yang sama dengan RES, dengan cooltime yang sama dengan RES, namun agak berbeda.


Art Dash menggunakan kemampuan kaki untuk meluncur dengan kecepatan tinggi, dan tidak seperti RES, dash tidak mengubah bentuk tubuh penggunanya menjadi apapun.


Dengan kata lain dash tidak akan berguna jika kakimu membeku seperti yang terjadi padaku beberapa saat yang lalu. Tapi karena itu dalam penggunaan dash penggunanya tetap bisa menyerang musuh saat terjadi perpindahan tempat.


Tanpa menunggu waktu lagi, sang adik berambut hijau melanjutkan rapalan mantranya.


“Pelafalan. Pembentukan. Pengumpulan. Pembagian ether. Penerapan bentuk, selesai. Penyesuaian.”


‘Sedikit lagi!’ Aku bisa merasakan tekanan seperti itu pada mata sang adik. Kakaknya, Cecily kembali menjulurkan tongkatnya. “Meteor ice!” bola es terbetuk di ujung tongkatnya, membesar dalam beberapa detik dan terbang tepat setelah mencapai ukuran maksimalnya.


*kaboom


Tempat aku berdiri sebelum menghindarinya dengan RES menjadi area beku seketika.


“Mengambil bentuk, selesai. Memindahkan. Penentuan lokasi, selesai. Pemanggilan. Summon!!”


Sesaat, lingkaran sihir pada permukaan tanah mengeluarkan cahaya keemasan, aku melihatnya sambil berseru “heeh~” dengan sedikit tertarik.


Satu detik berikutnya, sebuah kepala raksasa keluar dari lingkaran sihir itu, disusul dengan tubuh, kaki dan ekornya.


Yah, aku tidak terlalu yakin apakah monster ini memiliki ekor atau tidak, atau apakah yang memanjang di bagian belakang itu bisa disebut dengan ekor atau bukan.


Maksudku, apakah naga yang tubuhnya memanjang seperti ini memang memiliki ekor?


Apapun itu namanya, aku tidak peduli.


Aether naga ini terbang di udara, yang membuat pandangan semua orang tertuju padanya. Ia mampunyai tanduk dan kumis, sisik hijau dan sisik emas ditambah empat kaki di bagian bawahnya. panjang tubuhnya sendiri kuperkirkan sekitar 100 meter atau lebih


“Tianlong, itu nama naga pelindung Fairstairsia sejak zaman dahulu.” Kata sang adik berambut hijau. Dilanjutkan dengan sang kakak.

__ADS_1


“Tianlong termasuk dalam aether rank SSS. Bagaimana menurutmu? harusnya ini lawan yang pantas untukmu, Zaikazuhiro Mamoteru, guildmaster rank SSS!”


__ADS_2