
Untuk Blue Trinity adalah pembekuan, untuk Red Trinity adalah Pembakaran; durasinya tidak dibatasi selama aku tidak menonaktifkan skill itu atau selama etherku tidak habis; dengan kata lain, aku sedang mengamuk sekarang.
“nah, elf king.” Suaraku terdengar lebih berat dari sebelumnya, suara jaket yang berkibar dengan kencang dapat terdengar dari punggungku
“seperti katamu, aku telah membuat 3 kesalahan besar: karena tidak menyerah, karena tidak menempatkan Feyrish di tempat yang seharusnya... tapi, kau salah soal kesalahan terbesarku.” Kugenggam dua pedang dengan lebih erat, kupaksakan kuda-kuda kakiku untuk menjadi lebih kuat, dan kumuntahkan kata-kata yang ingin kumuntahkan.
“kesalahan terbesarku, yang tidak dapat kau lihat dengan matamu...”
Kutegakkan kepalaku dan kutekankan mataku untuk melihatnya lebih tajam.
“adalah aku tidak melawanmu dengan serius, Elf king!”
Arthur membelalakan matanya dan tertawa. Aku tahu ini bukanlah respon yang ia inginkan atas kata-katanya, tapi aku telah belajar bahwa memberi kejutan bukanlah sesuatu yang buruk.
“jangan membuatku tertawa, anjing kampung. Aku tahu kau belum menggunakan semua kekuatanmu. Faktanya aku tidak akan kalah waktu itu jika kekuatanmu hanya sebatas ini. tapi kalau itu yang ingin kau katakan, sekarang, tunjukkan padaku, Kazu, bagaimana kau melampaui batasanmu seperti satu setengah tahun yang lalu.”
Gete of explorer aktif. Puluhan pedang dan tombak terbang dengan telekinesis, yang dengan cepat beradu dengan pedang dan tombak cahaya.
0,5 detik kemudian aku melempar pedang raksasa dengan telekinesis. Pedang itu adalah pedang milik aether rank SSS—Solomon, yang kulawan bersama Aria dan yang lain. Tapi pedang raksasa juga tercipta di pihak lawan. Terbentuk dari cahaya, pedang itu terbang ke arahku.
HWUUUSSSHHH~
Hantaman yang terjadi antar kedua pedang meninggalkan efek angin yang begitu kuat.
Kugunakan kedua pedang raksasa di udara sebagai pijakan, di saat Arthur juga melemparkan puluhan pedang dan tombak cahaya baru ke arahku.
Dengan pola serangan yang terlalu cepat untuk dapat dilihat dengan mata normal, kutangkis semua senjata cahaya Arthur dengan Blue Trinity dan Red Trinity di genggamanku.
Kuputar tubuhku berkali-kali dan kubuat pola serangan yang terlihat seperti orang gila. kugabungkan tehnik yang kupelajari dari Souma dan yang telah kupelajari di dunia asalku, dan kukembangkan secara otodidak untuk mencapai pola super rumit seperti ini.
jika seorang petualang di negeri petualang ditanyai tentang siapakah ahli pedang terkuat, maka 5 dari 10 akan menjawab dengan ‘Aria Horizon’, karena bagaimanapun dia jauh lebih cepat dari siapapun. tapi sisa lima lainnya akan menjawab dengan ‘Zaikazuhiro Mamoteru’, dengan tehnik bertarung super gila miliknya.
“bagus, bagus, ini yang kutunggu. Seperti inilah Zaikazuhiro Mamoteru yang kutahu.”
Untuk menahan setiap tebasan pedangku, Arthur memasang sihir pelindung tingkat tertinggi. Tapi sudah kubilang padanya untuk tidak menganggapku sama dengan diriku di masa lalu. Karena aku akan mengalahkanmu jika kau pikir begitu.
*tcp *tcp *tcp *tcp
-- Empat katana menembus tubuh Arthur dari belakang. Empat katana itu menembus Jantung, ginjal, paru-paru dan hati Arthur—empat dari keenam organ vital dalam tubuh enfinity.
Meski begitu...
Ia terbang menjauh.
Aku mengambil keempat katanaku dengan telekinesis, berkat itu Arthur memuntahkan darah dari mulutnya.
“aku yakin kau belum pernah melihatnya, keempat pedang ini disebut dengan katana. Masing-masing menghasilkan debuff terhadap musuh, melihat salah satunya bisa membuatmu pingsan setiap saat.
Regeneration miliknya tidak menyembuhkan debuff, kupikir ini akan jadi berguna melawannya.
Meski begitu...
Yang paling menjengkelkan saat melawan Arthur adalah scared ability-nya: regeneration.
Dan hal itu benar-benar menjengkelkan, sialan! Lihat saja, lukanya sudah sembuh sekarang. Padahal itu organ vital manusia, kau tahu? Yah, benar, kau itu elf, tapi siapa yang peduli? Harusnya kau sudah mati, sialan!
aku mengalahkan Arthur satu setengah tahun yang lalu setelah menunggu dia kehabisan ether. Saat ether yang ia gunakan habis penyihir tidak dapat melakukan apapun dengan sihirnya, seperti yang diduga hal ini juga berlaku untuk raja elf.
Tapi jika ethernya tidak akan habis tidak peduli sebanyak apapun dia memakai sihir, apa yang bisa kulakukan? Apakah aku sudah ditakdirkan untuk mati tidak berdaya?
Tidak. Bukan begitu kan?
Jadi apa ada suatu cara untuk mengalahkannya? Apakah ada sesuatu yang bisa kulakukan saat ini? dan apakah aku mampu melakukan sesuatu itu?
Sudahlah buka matamu! Kau itu lemah! Untuk apa kau bermimpi dengan semua kelemahanmu untuk mengalahkan seseorang sekuat Arthur?! Sudahlah, dalam segi kekuatan aku lebih lemah ketimbang Arthur, dialah pihak kuat dan akulah pihak yang lemah.
----Tapi, Souma pernah mengajarkan padaku untuk tidak menyerah pada sesuatu yang layak untuk kuperjuangkan.
Dia mengajarkan padaku bahwa yang kuat tidak selalu keluar sebagai pemenang--- beberapa kali Aria mengajarkan padaku untuk meraih sesuatu yang sangat kuinginkan tidak peduli apapun yang harus kukorbankan.
__ADS_1
Pernahkah aku mengecewakan mereka?
Hal seperti apa yang harus kuraih?
Apa yang harus kulindungi?
Aku punya impian sejak kecil. Hal seperti apa yang harus kuraih adalah sebuah tempat dimana semua orang tersenyum.
Tapi aku tidak menemukannya dimanapun. Di dunia asalku manusia selalu dipaksa untuk patuh pada sistem dunia yang mayoritas orang telah tentukan, di dunia ini orang-orang selalu telah memasang standar ganda dan diskriminasi terhadap perbedaan.
Sebuah tempat yang selalu kucari itu tidak dapat kutemukan dimanapun. Tidak peduli seberapa keras aku mencari akan selalu ada pemaksaan di dalamnya.
Tapi untuk itu, karena itu, dan itulah mengapa aku ingin mewujudkan sebuah kebebasan.
Bersama guildmaster terdahulu, Souma Wintergarden, aku berusaha untuk mewujudkan sebuah kebebasan itu. sebuah tempat dimana semua orang bisa tersenyum yang kucari selama ini mungkin adalah negeri petualang tempatku untuk selalu bersama dengan mereka.
Meskipun satu tahun yang lalu Souma telah meninggalkan tempat yang kuimpikan itu, dan meskipun karena itu senyuman di wajah Altina telah perlahan menghilang.
Hal seperti apa yang harus kulindungi dan harus kukembalikan mungkin adalah sebuah senyuman yang telah hilang itu. meskipun aku sudah gagal melindunginya.
Tapi perlahan-lahan, hanya perlahan-perlahan, Altina, akan kukembalikan senyuman itu untukmu. Dengan senang hati kubuat janji denganmu, dengan Souma, Aria, Feyrish, dan dengan yang lain, untuk terus menjaganya agar tidak hilang.
KARENA ITU AKU TIDAK BOLEH KALAH MESKIPUN AKU LEBIH LEMAH!!!!
Kalaupun pada akhirnya aku hanya melihat jalan menuju kekalahan maka akan kubodohi diriku dengan segala cara untuk terus percaya bahwa aku bisa menang melawannya.
“siapkan dirimu untuk ronde berikutnya, Arthur. Aku bukan Zaikazuhiro yang kau tahu.”
Aku mengeluarkan sebuah gulungan dan gulungan itu terbuka di depanku. Dalam beberapa detik, tulisan di dalamnya berubah menjadi cahaya.
“.... Transformasi naga hitam, selesai.... siapkan dirimu.”
Aku punya kekuatan untuk terbang ke tempat Arthur dengan telekinesis tapi tidak kulakukan karena lambat. Skill step Aria dan Feyrish bisa digunakan sebagai pijakan di udara dan bagus sebagai dorongan untuk meluncur, tapi aku tidak bisa melakukannya.
Aku hanya dapat melakukan sesuatu yang aku mampu, yang dapat orang sepertiku lakukan dan dengan hasil yang baik.
kulemparkan pedang solomon sekali lagi, bersamaan Arthur yang melempar pedang cahaya raksasanya.
Aku meluncur dengan kecepatan melebihi suara, kuulurkan dua pedangku seperti tanduk hingga pedang itu menancap di dada Arthur.
Meski begitu, gaya lempar karena tali dan pedang yang bertabrakan tidak begitu saja menghilang. dengan tubuh Arthur menancap di kedua pedangku, kami menabrak empat, lima pohon di belakang Arthur, hingga kami berhenti di pohon ke enam.
Arthur menggumamkan sesuatu dan muncul ledakan dari tubuhnya.
*KABOOOM!!!
Tubuhku berputar-putar dan terlempar beberapa meter di udara. Aku menarik Blue Trinity dan Red Trinity dari tubuhnya, hingga lukanya segera menutup setelah itu.
“ini seperti semua usahaku jadi sia-sia. Apa-apaan skill penyembuhan itu.”
“kau sendiri tidak tergores di saat kau harusnya terbakar karena sihirku. Aku penasaran apakah transformasi naga hitam itu ada hubunganya dengan ini. penampilanmu bahkan berubah jadi sesuatu yang menakutkan. aku tidak bisa memanggilmu anjing kampung lagi karena itu; panggilanmu sekarang jadi anjing liar.”
“anjing liar, kah? Tidak buruk juga. jadi apa panggilanmu harus tetap elf king? Atau aku harus menggantinya dengan cheater dan memanggil GM sekarang juga?”
“GM? aku tidak paham apa yang kau katakan. Tapi kekuatan ini ada karena ada sesuatu yang ingin kulindungi, anjing liar sepertimu tidak akan mengerti.”
“kau salah, cheater yang agung. Kalau sesuatu yang ingin dilindungi aku juga punya satu.”
‘hnh~’ dia mendengus. “aku punya tingkat keyakinan 100% apa yang ingin kau lindungi adalah sesuatu yang bodoh.”
“ahahaha~” entah kenapa aku tertawa. “jangan tertawa setelah mendengar ini, elf king, sesuatu yang ingin kulindungi adalah senyuman di wajah Altina.”
“kau bodoh seperti yang kuduga.”
- Chapter 13 -
Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.
- Aria Horizon POV –
__ADS_1
Celah. Celah. Celah... aku perlu cara untuk menang.
Aku tidak bisa menggoresnya dengan kekuatanku. Satu-satunya yang bisa kulukai adalah Yuna. Tapi jika aku menyerang Yuna pak tua itu akan menyerang balik dengan cepat. Apalagi, aku juga harus melindungi Feyrish.
Apa yang harus kulakukan? Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan itu. apa yang kuperlukan untuk melakukannya? Aku juga tidak tahu tentang hal itu.
*klang!
*klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang! *klang!
Kesalahan sedikit saja akan membetuk celah dalam pertahananku. bagaimanapun juga, Zack dan cloningnya masing-masing membawa dua pedang di tangan mereka-- aku harus jadi empat kali lebih cepat dari masing-masing pedang itu atau dia akan melewati pertahananku dengan cepat.
Scared ability-ku telah disegel, aku tidak lagi punya cara lain. Beberapa kali Feyrish mencoba mendukungku dengan anak panahnya, tapi anak panah itu terbelah ketika rapier Yuno menyentuh mereka.
Apa yang kami lawan ini adalah seorang ayah dan anak perempuannya, kombinasi mereka sempurna.
Tapi aku yakin ada cara untuk menghancurkan kesempurnaan itu. aku harus segera mencari cara itu atau pertandingan ini hanya akan berakhir dengan kekalahan kami.
Kupaksa otakku untuk dengan keras berpikir, tapi suara berisik yang terdengar dari langit mengganggu konsentrasiku.
*guguguguguguguguguguggugugugugugugugugugugugugugugugugugugugugu
Suara itu berasal dari baling-baling. Siapapun tidak akan mempercayai mata mereka ketika pemandangan seperti ini terlihat, tapi apa yang mereka lihat bukanlah sebuah kebohongan, meskipun itu adalah keberadaan yang tidak mungkin ada di dunia ini— sebuah kendaraan yang terbang dengan sistem gerak yang disebut baling-baling, penemuan yang membutuhkan kemajuan teknologi yang pesat di dalamnya, yang di dunia asalku biasa manusia sebut dengan helikopter.
Pintu helikopter itu terbuka, seseorang berjongkok di dalamnya dengan sebuah sniper di kedua tangannya.
“its show time~” gumamnya.
*BAM!!
Satu peluru menembus dada Zack tanpa kesulitan, tapi apa yang ia tembus dengan cepat kembali seperti semula, seperti menembak sesuatu yang cair.
*BAM!!
*BAM!! BAM!!
Hal yang sama terjadi dua, tiga kali sampai seseorang itu melakukan reload pada snipernya.
Tapi setelah itu dia membuang sniper tersebut ke samping, sebagai gantinya dia mengambil peluncur roket dari Storage.
Melihat itu aku dan Feyrish menjauh dari arena.
Menyadari sesuatu dari reaksi kami Zack mempersiapkan dirinya dengan kuda-kuda bertahan di depan Yuna.
Syuush~... ... ...
*KABOOOM!!!
Ledakan hebat menjadi skenario yang tidak dapat dihindari, bayangan yang Zack buat dengan skill cloning menghilang seketika, tubuh bagian atas pak tua itu menghilang seperti tak pernah ada apapun di situ. bagaimanapun juga, semua kerusakan yang dia derita akan kembali lagi seperti semula.
“Bocah, kau tidak apa-apa?”
Nama seseorang itu adalah Akihara Karasu, petualang rank SSS sekaligus Argonaut terdahulu. dia adalah ras manusia berambut pirang dengan ikat kepala dan penutup mata di kepalanya. Berpenampilan seperti berandalan dan punya kebiasaan buruk untuk terlibat dengan berbagai macam masalah, meski begitu dia adalah seseorang yang mengakui dirinya sendiri sebagai seorang penggila tantangan.
Dari helikopter tersebut seorang gadis kecil melompat. Rambut merahnya bergaya twintal dengan telinga dan ekor kelinci. Sarung tangan putihnya didesain dengan cakar di bagian punggungnya.
sebelum dia menghantam tanah yang keras dan menyakitkan, sang gadis menaiki motor hitam besar yang terbentuk di bawahnya. Dari atas motor itu dia menodongkan sub machine gun pada Zack.
*dududududududududududu
Sub machine gun itu menghilang dalam storage. seketika, sang gadis telah mencapai tempat Zack dan putrinya berdiri.
Gadis kecil bertelinga kelinci itu tak lain merupakan partner Akihara Karasu. Meskipun dia mempunyai emosi yang sempurna dan terlihat sangat hidup, keberadaan gadis kecil ini yang sebenarnya tak lebih dari robot android yang diberi kode nama Kotori.
Akihara Karasu menemukan Kotori di labirin dalam keadaan sudah rusak parah. tapi dengan kemampuannya ia coba untuk tetap memperbaiki Kotori meskipun dia tidak yakin apakah Kotori dapat dihidupkan kembali atau tidak, sampai android itu telah menjadi seperti ini.
Tiba-tiba aku muncul di belakang Kotori dan memukul kepalanya dengan bunyi ‘duk!’.
“hentikan, Kotori. Kau juga, Akira!”
__ADS_1
Akira terjun dari helikopter dan perlahan mendarat di dekat kami.