
- Chapter 8 -
Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.
-- Feyrish Earlyspring POV –
Harusnya aku pergi istirahat. Harusnya aku tidak sedang dalam mood untuk bertarung. Harusnya, kuserahkan saja semua ini padanya. Harusnya, harusnya, harusnya...
Empat tahun telah berlalu. aku petualang rank SS sekarang, satu tingkat di bawah Aria. Kami pergi berpetualang bersama tapi levelnya berkembang lebih cepat dariku.
Di dunia ini, di Verdernia, setiap ras memiliki keistimewaan masing-masing. Kebanyakan ras seperti elf, angel, dan demon diberi umur yang panjang, tapi tidak semua ras seperti itu—manusia contohnya.
Meskipun mereka tidak memiliki umur yang panjang sejak mereka dilahirkan, manusia diberkati dengan sebuah title yang menambah pendapatan exp pemiliknya sebesar 50%. “Human”—atau disebut juga dengan title ras.
kebanyakan title ras memiliki efek ageless yang membuat kami berumur panjang.
Selain itu, title “human” memiliki keunikan, dimana jika pemiliknya telah mencapai level 200 pada statusnya, maka efek penambahan exp akan hilang dari title tersebut. Sebagai gantinya mereka mencapai kondisi ageless.
Ageless juga berbeda-beda setiap ras-nya. Untuk ras elf adalah 15-25 tahun; untuk manusia adalah 20-30 tahun. Untukku sendiri, sebagai ras elf, pertumbuhanku berhenti di usiaku ke 18 tahun, bisa dibilang penampilanku masih sangat muda. Setidaknya Aria akan terlihat lebih tua dariku.
Selain dengan title ras “human” Aria juga memiliki title lain yang disebut “Otherworlder”. Itu adalah title yang dia dapat setelah menjadi seseorang yang dikirim dari dunia lain. sama seperti “human”, efek title tersebut juga memberinya sejumlah tambahan exp, tapi dengan nilai yang lebih tinggi, yang jika semuanya ditotal maka akan menjadi 150% dengan efek dari “Otherwolder” adalah 100%.
Sudah menjadi keuntungan job petualang jika pembagian exp selain pada keuntungan title akan jadi sama rata pada setiap anggota party-nya. Karena itu, penambahan 150% exp harusnya hanya berlaku untuk Aria. Tapi untuk title “Otherwolder” penambahan exp-nya juga berlaku pada rekan party-nya. Karena itu, meskipun sekarang levelku ada di bawahnya, perbedaan kekuatan kami tidak akan terlalu besar.
Setelah mencapai level 200, kesulitan untuk menaikkan level jadi jauh lebih sulit dari sebelumnya. Selain itu, semua efek penambahan exp dari title “human” dan “otherworlder” juga menghilang, yang menjadikan kecepatan leveling kami menurun drastis. Meskipun levelku belum mencapai 200, aku ikut merasakan efeknya karena penambahan exp pada title “Otherwolder” Aria berhenti begitu saja. Meski begitu aku tetap mampu mendukungnya dengan levelku yang sekarang.
『ini akan jadi sulit. 』kata Blue, seorang ras Fairy sekaligus raja Zefestia di masa lalu, dan rekan berpetualang kami saat ini. jiwanya terkurung dalam Liontin Aria yang saat ini kukenakan di leherku.
『... setidaknya dia dwarf. 』
“dwarf? Maksudmu apa?”
『maksudku, kau tidak perlu bertarung melawan ras-mu sendiri secara langsung. 』
yah... itu akan seperti aku menghianati sedang mereka, begitu kan?
“... aku tidak peduli. Aku sudah memutuskun ini sejak awal, aku tidak akan menyesalinya tidak peduli siapapun yang jadi lawanku. Meskipun aku harus melawan kampung halamanku sendiri, yang ada di pikiranku hanyalah cara untuk menyadarkan kakakku.”
“bicara sendiri?” tanya seseorang di depanku, yang tidak lain adalah teman bertarungku-bukan, musuhku.
Ia memiliki tubuh yang tinggi dan ramping, rambut hitam panjang yang tertiup angin, mata hitam sejernih danau dan bibir tipis berwarna hitam.
Parasnya yang cantik dengan rapier di genggamannya terlihat begitu anggun. kalau tidak salah gadis ini bernama Yuna, Yuna Pentacraft, anak perempuan dari Zack Pentacraft, raja kerajaan dwarf, yang berarti Yuna adalah seorang putri kerajaan dwarf.
Meskipun Yuna dan aku sama-sama mendapat julukan putri dari masing-masing kerajaan, tapi posisi sosial kami berbeda.
Karena tidak seperti kerajaan dwarf, raja kerajaan elf tidak dipilih dari keturunan. Karena itu bahkan seorang putri sepertiku dianggap tidak jauh berbeda dari penduduk biasa.
Meski begitu ini adalah pilihan yang sama sekali tidak kusesali— aku jadi lebih bebas, aku bisa melakukan apapun sesukaku, tidak ada yang akan benar-benar melarangku.
“ah, setidaknya aku bisa pergi ke camp setelah misi kami selesai.” Aku berbisik dengan suara yang hanya dapat didengar oleh diriku sendiri. Tapi bagaimanapun juga itu masih dalam tingkatan yang dapat didengar oleh Blue.
『kalau begitu--』
”yah, kau benar, harusnya kubuat ini jadi akhir yang cepat.”
“... begitu ya? aku juga tidak akan kalah darimu. Aku akan berusaha dengan seluruh kemampuanku. Semuanya untuk papa—ekhm... ayahku.”
Kemudian, kami diam tanpa membuat sedikitpun pergerakan, hanya saling memandang satu sama lain.
Siapa duluan yang akan menyerang?
Apa dia akan tiba-tiba mendekat dan menyerangku seperti pengguna rapier pada umumnya?
Apa aku harus menyerang duluan?
Bagaimana aku harus memilih seranganku?
Trik, kombo, jebakan, bagaimana aku harus menggunakannya?
Bagaimana aku bisa membuat celah agar seranganku mengenainya?
Bagaimana aku melakukannya?
Apa yang harus kulakukan?
Sebagai seseorang dengan pengalaman bertarung yang tak terhitung jumlahnya, harusnya aku sudah tahu semua itu. begitu juga dengan lawanku, Yuna Pentacraft. Karena telah menerima begitu banyak pengalaman dengan tubuh kami, kami mencoba untuk memprediksi taktik bertarung satu sama lain.
Siapa yang akan menyerang duluan?
Sebelum aku sempat membuat taktik bertarung yang matang, Yuna mengarahkan rapier-nya padaku. Kupikir dia akan menantangku dengan gerakan itu, tapi yang terjadi benar-benar sebaliknya.
__ADS_1
“semuanya, bunuh dia.”
Kalimat yang singkat. Tapi setelah kata-kata singkat itu dia ucapkan, orang-orang di dekat kami yang sebelumnya hanya menonton tiba-tiba menyerangku.
Para penyihir melemparkan sihir mereka, para pemanah menghujaniku dengan panah, para petarung mendatangiku dengan senjata berat, bahkan ada yang melempar kapak dan pedang besar.
Bagi seorang pemanah situasi seperti ini benar-benar sebuah mimpi buruk. Dalam kondisi biasa, aku akan mementalkan semua serangan itu dengan Magic Card: Perlindungan, tapi mustahil untuk sekarang.
Aria berkata padaku sebelumnya: “hati-hati dengan scared abilitynya. Magic card-mu tidak akan berguna di dekatnya”
Aku mencoba menafsirkan apa yang dia maksud. aku mencoba skill dengan magic card untuk melawannya beberapa saat yang lalu. tapi anehnya kartuku tidak bekerja dengan semestinya; kartuku menjadi tak lebih dari kartu biasa. Sekarang aku paham. Seseorang bernama Yuno Pentacraft ini menetralkan Scared ability di dekatnya.
Karena itu untuk sekarang tidak ada pilihan selain menggunkan opsi lain.
Apa yang harus kulakukan?
Semua orang itu menyerangku bersamaan.
Bagaimanapun caramu melihatnya aku benar-benar sudah terpojok. Tidak banyak pilihan yang bisa kuambil.
Tapi, untuk memulainya aku mengambil satu pilihan di antara ketidakbanyakan itu. aku harus bertarung untuk tetap hidup.
*BAM!!
- Attack up lv. 40 Active - Strength up lv. 40 Active
- Speed up lv. 50 Active - Agility up lv. 50 Active
- Speed boost lv. 33 Active - Dexterity boost lv. 30 Active
- Accuracy lv. 50 Active - KO crusher lv. 30 Active
- Deftness lv. 29 Active - Aiming Direct lv 30 Active
- Charge lv. 14 Active - brevity Increase lv. 25 Active
- Arrow Flurry lv. 20 Active - Bow of Blessing lv. 20 Active
semua buff dasar yang kumiliki kuaktifkan secara bersamaan.
Satu detik kemudian, aku melompat tinggi ke langit.
Kutarik sebuah anak panah di atas busurku, dan kulepaskan seperti burung elang yang melihat mangsanya dari kejauhan.
Di bantu dengan sayap angin misterius, anak panah terbang ke segala arah dan menumbangkan setiap orang yang dilaluinya.
Beberapa orang kehilangan nyawanya setelah anak panah itu menembus titik vital mereka. beberapa bahkan mendapat lubang baru pada tubuh mereka, tapi kebanyakan hanya menderita luka gores atau sekedar terkena sayap angin.
Mayoritas dari orang-orang itu tidak bisa melanjutkan pertarungan untuk sementara. Tapi setelah seranganku kehabisan masa aktivasinya ratusan orang di belakangnya maju menggantikan gelombang pertama.
“Horeaaa!!!”
Anak panah dan berbagai macam sihir dan senjata dilemparkan ke langit tempatku berdiri. Aku menggerakkan tubuhku ke segala arah dan menghindari setiap serangan yang mereka tujukan padaku.
Aku mengaktifkan pijakan pada udara—
【Step】, skill yang secara khusus kukembangkan bersama Aria.
Art ini berfungsi untuk membuat pijakan pada udara dan air. Yang saat ini kuaktifkan berkali-kali untuk berpindah tempat di udara. Dengan begitu aku tidak akan jatuh meskipun kuhindari semua serangan mereka.
Namun, sebelum sempat kusadari, sesuatu menabrakku dari belakang.
*Hwush
Sesuatu yang bukan senjata maupun sihir-- Sevolume gelombang udara menjatuhkanku dari langit.
“sebenarnya aku benci melukai orang lain.” Seorang gadis dengan rapier di tangan kanannya bergumam, melemaskan lengannya yang menjulurkan pedang tipis sejajar bahunya. “tapi tidak ada pilihan lain. Semua ini demi papa—ekhm.. ayahku.”
Aku mendirikan badanku kembali. Kutarik busurku dan kulepaskan sebuah anak panah ke kepalanya.
*tsring!
Sebuah tebasan membelah anak panahku menjadi dua.
Aku mencobanya sekali lagi. Kali ini kugunakan sebuah skill.
“double arrow.”
Lusinan anak panah mengarah pada gadis itu dari berbagai sisi. Tapi dia berhasil menghalaunya dengan mudah. Aku menarik busurku sekali lagi.
“Charge—Attack, Endurance, Speed.”
__ADS_1
Cahaya warna-warni menyelimuti anak panahku, aku melepaskannya tanpa mengganti targetku.
Yuna membuat kuda-kuda dengan menarik rapier sejajar bahunya dan menarik kakinya untuk memperkuatnya dengan tanah. Kemudian—
*Tsring!
Ia melesat tiga meter.
Setiap anak panah yang kutembakkan terpotong menjadi dua.
Yuno dengan cepat mendekat. Seketika dia sudah ada di depanku!
“apa cuma ini kemampuan petualang rank SS? Sepertinya papa—ekhm... ayahku terlalu khawatir padaku.”
Ia menghunuskan rapiernya ke kepalaku, namun aku berhasil menghindarinya dengan jarak setipis kertas. Beberapa helai rambut terpotong karena serangan itu.
Dengan cepat aku melompat ke belakang.
Dalam kondisi seperti ini, pertarungan jarak dekat dengan Yuna adalah pilihan terburuk bagiku.
Beberapa petarung maju membawa senjata mereka masing-masing. Aku dengan tingkat ketangkasan yang tinggi menghindari dan menendang mereka satu persatu melalui gerakan akrobatik.
Tapi dalam kerumunan itu tanpa kusadari Yuna bersembunyi di dalamnya.
*kacth
Rapier menusuk lengan kananku dengan telak. Aku mengerakkan tubuhku secepat yang kubisa untuk melompat ke kiri sebelum tusukan yang lain menyerempet pipiku dan meninggalkan goresan yang akan mulai berdarah di sana.
Aku terpojok. Apa yang harus kulakukan? Maju atau mundur? Pilihan mana yang sebaiknya kuambil?
Mundur dan serahkan saja pada orang lain, apa bisa aku melakukannya?
Maju, bertarung, dan menang melawannya, apa aku mampu?
Tidak ada hal yang jelas. Semuanya menjadi buram. Aku tidak terbiasa bertarung sendirian, apalagi tanpa scared abilityku. Aku benar-benar terpojok. Aku sudah kehabisan semua opsi.
Tapi, ada satu hal yang benar-benar sudah jelas: aku harus menyadarkan kakak dari semua ini.
-- apa yang kakak lakukan salah. Bahwa ini bukanlah cara yang tepat untuk mancapai apa yang kakak inginkan.
Selama berpetualang aku telah banyak berkomunikasi dengan kakak melalui burung pembawa pesan.
Aku tahu apa yang kakak harapkan dari semua ini. bagaimana dia begitu memikirkan rakyatnya. bagaimana dia begitu bekerja keras sebagai seorang pemimpin. Dan bagaimana dia telah berubah sejak sebelas tahun terakhir. Aku bisa melihat semua itu.
Tapi, jalan yang kakak ambil untuk mewujudkan keinginannya adalah sesuatu yang salah.
Karena itu aku harus menyadarkannya. Aku harus menyelamatkan kakakku dari neraka yang ia alami selama sebelas tahun terakhir ini. aku tidak punya pilihan lain selain itu.
Aku hanya punya satu pilihan; negeri petualang mengalahkan Arthur Earlyspring dalam perang ini.
Untuk itu aku harus mencapai tujuan kami telebih dahulu.
『aku punya rencana. 』kata Blue.
『apa itu? 』 tanyaku.
- Chapter 9 -
Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.
-- Altina Wintergarden pov --
Kemanapun aku melihat, cahaya bersinar seperti pecahan kristal biru di bawah langit.
Namun cahaya-cahaya itu bukanlah material yang seindah itu. melainkan bongkahan air beku yang jumlahnya tak terhitung yang tersebar di setiap tempat dan memancarkan asap dingin dan cahaya redup yang dikandungnya.
Aku adalah penyihir es yang bekerja sebagai petualang rank A sampai satu tahun yang lalu.
Satu tahun yang lalu, pada hari itu negeri petualang dikejutkan dengan serbuan gelombang aether yang disebut ragnarok.
Tidak satupun orang bisa memperkirakan hal ini. Itu adalah fenomena yang terjadi secara alami belakangan ini.
Ayahku, Souma Wintergarden memimpin para petualang bertempur melawan gelombang aether yang bahkan lebih dari cukup untuk sekedar menghancurkan satu kerajaan penuh..
Pertempuran hidup dan mati. Banyak orang kehilangan nyawa di medan perang.
Beberapa kali, keadaan menjadi terpojok untuk negeri kami. pada saat itulah, ayahku, mati untuk melindungiku.
Aku tidak bisa menahan kesedihanku, aku lepas kendali karena itu. Hiro mencoba menenangkan pikiran dan jiwaku, tapi aku menolaknya. Meski begitu ia tetap memelukku dengan erat. Dia mendapatkan banyak luka karena itu. semuanya salahku, karena kekuatanku lepas kendali, dia jadi terluka. Di saat itulah aku mendapat scared abilityku.
Dulunya, aku adalah gadis yang ceria dan bersemangat, tapi semuanya berubah sejak ayahku pergi meninggalkanku. aku jadi tidak peduli terhadap apapun dan menjadi dingin pada semua orang.
__ADS_1
aku merindukan kehangatan yang ayahku tinggalkan untukku. Aku merindukan saat-saat bersamanya. Aku ingin selamanya bersama ayahku. Tapi aku tidak bisa... ayahku yang sangat kusayangi, Souma Wintergarden, sudah tidak ada lagi di dunia ini.