Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang

Illusion & Magic jilid 2: Medan Perang Petualang
Episode 1


__ADS_3

- Chapter 1 -


Tanggal 8 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.


Empat tahun berlalu.


Dalam perjalanan sejak saat itu kami bertemu dengan berbagai macam orang, belajar tentang berbagai macam hal, melihat pemandangan yang belum pernah kami lihat, merasakan sensasi angin yang belum pernah kami rasakan, sensasi laut, sensasi tanah, sensasi terbang di langit bebas, dan bertambah kuat seiring dengan berjalannya waktu.


aku berada di level 227 sekarang.


“Emiya!”


“Yosh, Transformasi Phoenix!”


“Transformasi Vajra!”


Dua pria ras angel dan demon saling meneriakkan nama skill mereka masing-masing.


Mereka adalah dua orang dengan ras yang seharusnya saling bermusuhan satu sama lain, meski begitu apa yang mereka tunjukkan adalah pekerjaan tim tingkat atas yang sulit dilakukan bahkan untuk petualang veteran sekalipun.


Salah satunya adalah ras angel berambut putih dengan setelan putih pakaian ksatria bangsawan yang anggun-- tidak, tidak lagi, lebih tepatnya, sekarang pakaian itu ditutupi dengan armor ksatria yang memancarkan cahaya emas. Ia mengangkat pedangnya yang juga berwarna emas ke langit, dimana pedang itu terbungkus cahaya raksasa membentuk wujud pedang itu sendiri dengan skala yang lebih besar.


partnernya adalah ras demon berambut coklat-jingga dengan ikat kepala merah yang dibungkus dengan api-api dan sayap api kemerahan. Ia mengambil kuda-kuda di tengah medan api di sekitarnya.


“Ekusu...”


“Ekusu...”


kata-kata pembuka dari skill andalan mereka terbang di udara.


Seseorang dengan ras angel mengayunkan pedang dan kedua tangannya ke bawah.


“Calibuur!!”


Gelombang kekuatan menerjang menuju target yang tidak jauh di depannya. Cahaya-cahaya kekuningan menjadi wujud dari skill menakjubkan yang ia tunjukkan.


Mengikutinya, partner angel itu telah menyelesaikan persiapan skillnya.


“Ekusu.... Purooosioon!!”


jarak yang memisahkan seorang demon dengan target di depannya menutup, kobaran api pada lintasan yang ia lewati membakar rumput di sekitarnya, api-api spiral berkumpul dan membungkus telapak tangan kanannya. Pukulan berapi meninggalkan bunyi yang keras setelah menghantam perut target di depannya.


Sang ras demon mengambil satu lompatan mundur di samping partnernya.


“Kerja bagus, kalian berdua.”


-- Reinhard Ainsley.


-- Emiya Einsley.


Itu adalah nama dari ras angel dan demon yang baru saja menggunakan skill andalan mereka masing-masing.


Petualang rank S dengan scared ability tipe spirit, yang mereka peroleh setelah membuat kontrak dengan dua spirit kuat.


Vajra, spirit emas tipe halilintar yang melambangkan kekuatan dan kecepatan.


Phoenix, spirit burung tipe api yang melambangkan api penghancuran.


“Nah, sekarang giliranku.”


swordmaster berambut hitam dengan jaket merah yang berkibar dengan lubang lengannya yang dibiarkan kosong, mengambil satu, dua langkah ringan ke depan.


“Whroooooaaaaaaaaa!!~”


tali pengait menghubungkan kedua sisi jaketnya, angin besar menerpa swordmaster itu dan membuat jaket merah yang ia kenakan berkibar-kibar di belakangnya.


Empat katana dengan rapi tersarungkan di pinggangnya. Ia mengambil sebuah pedang merah dari salah satu di antara dua pedang di punggungnya.


-- Zaikazuhiro Mamoteru.


Setiap petualang di negeri petualang tidak diragukan lagi pernah mendengar nama ini.


Yang tidak lain adalah pemimpin, raja, dan guildmaster tertinggi negeri petualang, sekaligus petualang rank SSS.


“Whrooooooaaaaaaaa!!”


Semburan bola-bola racun terbang dengan sang guildmaster sebagai targetnya.


Di hadapan semua bola racun yang tidak perlu ditanyakan lagi mematikan, Zaikazuhiro Mamoteru mengubah dirinya menjadi aliran listrik merah untuk berpindah tempat beberapa kali, menghindari semua serangan racun tanpa terkecuali.


Sang aether berbentuk seperti manusia dengan tinggi melebihi 40 meter. Kulitnya berwarna keunguan dan memiliki tanduk kambing di kepalanya-- bukan, seluruh kepalanya berbentuk seperti kepala kambing akan lebih tepat untuk menggambarkannya.


Aether berkepala kambing itu memiliki tubuh penuh otot dan ratusan bekas sayatan pada tubuhnya.


Pedang raksasa yang ia genggam dan ayunkan dengan cepat menjadi bukti dari kekuatan luar biasanya yang tak tarkalahkan miliknya. tidak diragukan lagi monster yang sedang mereka lawan ini termasuk dalam kategori ‘aether rank SSS’.


Sekedar tambahan, aether rank S kurang lebih setara dengan petualang rank S.


Aether rank SS kurang lebih setara dengan rank SS.


Dan rank SSS dengan rank SSS.


Bisa dikatakan juga, kemampuan rank S mampu merebut sebuah kota sendirian.


Rank SS mampu merebut sebuah provinsi sendirian.

__ADS_1


Dan SSS mampu menghancurkan sebuah negara sendirian.


Meski begitu, kenapa tidak ada satupun dari kami yang melarikan diri atau menyelamatkan diri kami masing-masing?


Jawabannya mudah.


“baiklah, saatnya menunjukkan sedikit kemampuanku.”


Menggunakan tanah sebagai pijakan, Zaikazuhiro Mamoteru meluncur pada sang aether yang berada lebih dari 40 meter di udara. Jaketnya berkibar-kibar dengan sebuah pedang merah di genggaman tangannya.


Sang aether meluncurkan pedang raksasa secara vertikal untuk menangkis pedang merah yang sang guildmaster tujukan untuk menyerangnya langsung dari depan. Kedua pedang dengan kecepatan yang melampaui angin saling bertabrakan satu sama lain.


*Klang!


Pertukaran kekuatan yang terjadi membuat Kazuhiro terpental di ketinggian 40 meter di udara.


Sang aether terdorong ke belakang sampai hampir kehilangan keseimbangan pada pijakannya.


Keduanya tidak bisa saling mendekat untuk sementara waktu, tapi sang aether mampu mengambil nafas dan menyemburkan bola-bola racun dari tenggorokannya.


Meski begitu, Kazuhiro hanya memperlihatkan gigi putihnya, ia tersenyum dengan penuh keyakinan dan berkata:


“boleh juga kau. Sedikit saran dariku: jangan menghindari ini.”


Puluhan pedang lahir dari ruang hampa di belakang Kazuhiro. Ia memajukan tangan kanannya membentuk gesture “serang” sambil tetap melayang di udara.


Puluhan pedang meluncur dengan sang aether sebagai targetnya, menghancurkan bola-bola racun seketika, menembus setiap bola dan keluar untuk menunjukkan dirinya pada musuhnya.


*sting *sting *tang *tang


Pedang raksasa yang sang aether ayunkan untuk melindungi diri memotong 7-8 pedang di antara puluhan pedang yang Kazuhiro tunjukkan. Aether itu menggunakan kaki kanannya sebagai poros dan memutar tubuhnya 900 untuk menghindari pedang yang tersisa.


Kazuhiro tersedak dengan tawaan “guahah” sambil mempertahankan senyumannya dengan gembira.


“dasar bodoh. Kubilang jangan menghindar.”


*tracp *trancp *trancp *tracp *trancp *trancp *tracp *trancp *trancp


Puluhan pedang yang tersisa menancap pada betis, lutut, siku, tangan, paha, punggung dan leher bagian belakang sang aether.


Meski begitu puluhan pedang itu tidak berhasil membunuhnya.


Tubuh Kazuhiro jatuh mengikuti hukum gravitasi. Sebuah kasur lembut, atau lebih tepat disebut “tanaman bunga raksasa dengan permukaan seperti kasur lembut” terbentuk sebagai pendaratan Zaikazuhiro Mamoteru.


“aku ambil last attack-nya.”


Bibirku membentuk kata-kata itu yang ditujukan pada seseorang di atas bunga raksasa di sebelahku.


“jangan seenaknya, bung! Last attack pada aether rank SSS adalah bukti kebebasan seorang petualang! tidak, seorang guildmaster! Jangan mengambilnya seenakmu sendiri!”


Lusinan tanaman rambat raksasa merambat melalui kaki-kaki sang aether. Satu detik berikutnya tanaman rambat itu mulai melilit betisnya, lututnya, pahanya, pinggangnya, perutnya, dadanya, lengan atas dan lengan bawahnya, dan lehernya; mengikatnya pada sebuah pohon raksasa di belakang monstere itu yang tumbuh setelah beberapa detik berlalu.


Kobaran api putih seketika membungkus pedangku di dalamnya. Diselimuti dengan cahaya kemerahan, susunan huruf kuno lahir dan pecah satu per satu.


-- syarat pertama: keinginan untuk hidup, terpenuhi.


Susunan huruf berikutnya muncul dan pecah seperti yang pertama.


-- syarat kedua: keinginan untuk melawan ketidakadilan, terpenuhi.


Susunan ketiga lahir dan menjadi pecahan terakhir dari huruf-huruf kuno.


-- syarat ketiga: keinginan untuk melindungi seorang teman, terpenuhi.


Ketiga syarat yang dibutuhkan telah terpenuhi. Cahaya kemerahan berubah menjadi violet, dan semakin besar membentuk ukuran yang tidak mungkin ēnfinity angkat pada umumnya.


Aku berjalan tiga, empat langkah, membawa pedang itu dalam genggaman tanganku.


“Whrooooaaaaa, whrooooaaaaa~”


Sang aether berusaha melepaskan dirinya mati-matian, namun apa yang kulihat tidak lebih dari sekedar sesuatu seperti ulat bulu yang menggeliat.


Menjijikkan, menyedihkan dan menyebalkan.


Tidak peduli sekeras apapun dia berusaha, sebanyak apapun ia memakai kekuatannya, dan sebanyak apapun dia berharap untuk tetap hidup. Tidak peduli apapun yang dia lakukan dan inginkan, lilitan itu tidak akan putus selama aku tidak mengijinkannya.


“Whroooooaaaaaaaa!~”


mata kami bertemu, yang berarti dia menyadari keberadaanku. Menyadari lilitan yang tidak akan pernah lepas dari tubuhnya, mengambil nafas dan berusaha menyerangku dengan bola-bola beracun.


*Shaash~!


Aku mengayunkan pedangku sekali, menghilangkan bola-bola itu seketika.


“sepertinya kau sudah putus asa, yah.”


Aku mulai berlari dengan kedua kakiku.


“tapi sudah cukup main-mainnya.”


Tidak butuh waktu satu detik, jarak di antara kami menghilang.


Aku mendaki pohon raksasa di belakangnya dengan kakiku; berlari di atas permukaan pohon, dan melompat.


Angin yang tercipta menghembuskan mantel hitam dan syal hitamku, membuatnya berkibar tanpa aturan di udara. Tanpa meminjak apapun aku melayang dengan kepalaku di bawah, 3 meter di atas kepala sang aether yang telah terkunci pada pohon.

__ADS_1


Aku memutar tubuhku ke atas dan menggenggam pedangku dengan kuat.


Kali ini...


“Haaaaaatch!”


Cahaya violet dan api putih membesar membelah tubuh aether raksasa menjadi dua.


Jubah dan syal hitamku berkibar-kibar di udara. Aku terjatuh perlahan dan mengurangi berat badanku menjadi setengah, menjadikan pijakanku dengan tanah menjadi selembut mungkin.


“Fairy Sword’s equipment ability: system release... infinite violet star burst impact.”


Sebagai petualang rank SSS, kekuatanku telah jauh meningkat dibanding sebelumnya. 


- Chapter 2 -


Tanggal 8 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858. Siang hari.


Gedung guild petualang pusat memiliki luas bangunan melebihi 400.000 m2 dengan 4 lantai dan menjadi satu-satunya guild petualang di negara ini.


Meskipun disebut sebuah negara, negeri petualang hanya memiliki satu kota, satu istana kepresidenan, satu kantor pemerintahan, satu pejabat yang memimpin wilayah, dan satu peraturan pemerintahan.


Satu-satunya kota adalah ibukota negara yang disebut dengan kota petualang.


Satu-satunya istana kepresidenan dan satu-satunya kantor pemerintahan mengacu pada guild petualang.


Satu-satunya pejabat yang memimpin wilayah adalah satu-satunya pemimpin negara yang disebut dengan guildmaster.


Dan satu-satunya peraturan adalah “tidak terikat dengan peraturan apapun”.


negara bebas dimana kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan.


Siapapun yang punya kekuatan bisa menghajar siapapun sesuka hati mereka dengan syarat pihak guild tidak bertanggungjawab jika orang itu mendapatkan masalah dalam bentuk apapun.


Tidak ada satupun larangan di negara ini. Tapi mereka yang melewati batas seperti menghajar orang tidak bersalah atau memperkosa orang lain akan mendapat pelajaran dari petualang lain karena mengganggu ketertiban umum atau menodai image seorang petualang di muka umum.


Kau dapat memukuli orang yang bersalah sesukamu tetapi orang yang tidak bersalah akan terus dilindungi.


seperti itulah negeri petualang.


*ting-ting~


Lonceng yang menjadi penanda dibukanya pintu lantai 4 guild petualang berbunyi. Pintu terbuka yang diikuti dengan kehadiran 4 orang yang memasuki ruangan satu per satu.


Lantai guild dibagi menjadi 4:


Lantai pertama dimana petualang rank F dan E berkumpul, mengambil quest, menjual material, mengambil hadiah quest dan pergi minum-minum.


Lantai 2 adalah tempat untuk rank D dan C.


Lantai 3 untuk rank A dan B.


Dan lantai empat untuk rank S, rank SS, dan rank SSS seperti kami.


“bagaimana monsternya? Apa dia kuat?”


Resepsionis dengan seragam sekolah SMA dan blazer hitam menanyakan itu kepada Kazuhiro di balik meja resepsionisnya.


Seorang gadis dengan rambut kuncir kuda berwarna orange dan telinga bulat yang kontras dengan rambutnya dan akan mengingatkanmu pada boneka beruang kecil ketika pertama kali bertemu dengan gadis ini.


Tapi jika kamu bertanya padanya apakah itu telinga beruang atau bukan, maka jawabannya akan seperti ini:“bukan bodoh~ ini telinga hamster” nada pada kata terakhirnya akan sedikit menurun tapi kamu tetap akan mendengarnya jika memperhatikannya dengan baik.


Kalau kamu bertanya tentang seragam SMA dan blazer hitam yang dia kenakan, maka jawabannya akan seperti “ini seragam resepsionis guild petualang yang mengelola lantai 4 di sini! Guildmaster Kazuhiro yang merancang ini secara eksklusif untukku. Bagaimana menurutmu, bagus kan?” sambil membusungkan dadanya dia akan mengatakan semua kalimat itu, pasti.


“aether itu sangat kuat dan teknik-tekniknya sangat merepotkan. Tidak diragukan lagi semuanya akan jadi sulit jika aku melawannya sendirian.”


Guildmaster dengan nama Zaikazuhiro Mamoteru tersenyum dan memperlihatkan gigi putihnya. Acungan jempol yang ia tunjukkan sudah menjadi simbol dari kalimat “semuanya sudah baik-baik saja”.


“tapi kami berhasil mengalahkannya dengan kerja sama tim yang luar biasa.”


Tidak, apanya yang kerja sama tim. Ah, mungkin maksudmu bunga lembut raksasa itu kau sebut dengan kerja sama tim yang luar biasa?


Mungkin maksudmu menyerang bergiliran itu kau sebut dengan kerja sama tim yang luar biasa?


terserahlah. Lagipula ini tidak seperti aku akan tersinggung atau mendapat kerugian atau keuntungan karena hal itu.


Tapi entah kenapa aku selalu memikirkan ini..


Bagaimanapun juga, seragam resepsionis itu benar-benar penipuan ya kan?


Zaikazuhiro Mamoteru adalah seseorang yang berasal dari dunia lain, sama sepertiku.


Dia dipanggil sebagai salah satu pahlawan dari kerajaan manusia 5 setengah tahun yang lalu.


Meski begitu Kazuhiro tidak ingin menerima bekerja di bawah peraturan atau perintah dari orang lain, yang membuatnya melarikan diri dari kerajaan.


Tapi bagaimanapun cara dia melarikan diri, pihak kerajaan akan menemukan dan memaksanya kembali di kemudian hari.


Karena itu, dia membuat skenario untuk melarikan diri. Dia memutar otaknya dan menggabungkan berbagai macam pemikiran, logika, perhitungan, siasat dan tipu daya.


Dimana kerajaan tidak akan mencarinya. Diamana kerajaan tidak akan mencurigainya. Dimana kerajaan tidak akan memaksanya. Dan dimana Zaikazuhiro Mamoteru memperoleh kembali kebebasannya.


Dengan ‘berpura-pura mati’, lebih tepatnya, menghilang.


Dia melakukannya di tengah menjelajahi dungeon dengan para pahlawan yang lain, dimana Kazuhiro terjatuh dalam jurang yang telah dia persiapkan sedemikian rupa agar setidaknya tidak membuatnya mati saat itu juga, kemudian meloloskan diri dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2