
“ahaha~ aku terkejut kalian sampai repot-repot menyiapkan ini untukku. Aku berubah pikiran, ternyata kalian ini orangnya baik juga ya.”
“berhenti mengoceh, bedebah. Monster ini akan menyibukkanmu selagi kami mensummon aether kuat yang lain, jadi bermainlah sampai kau mati.”
“hoi oi, jangan kasar begitu dong. Yah, sepertinya aku tidak punya waktu buat ngoceh juga, sih.”
Naga itu menyemburkan nafas cahaya dari mulutnya, targetnya tidak perlu ditanya lagi adalah aku. Tanpa kusadari kakak beradik itu sudah memulai ritual pemanggilannya sekali lagi.
aku mengambil pedang merah yang sebelumnya kusarungkan di punggungku, membuat kuda-kuda untuk mengeluarkan serangan terkuat yang bisa kulakukan saat ini.
“skill satu tebasan: Dragon Destroyer!”
*Shaaaaassshh!
Tebasanku dan nafas naga itu saling berbenturan satu sama lain.
Hasilnya, arena dalam radius 10 meter di sekitarku hancur sedalam 3 meter menjadi permukaan tanah berwarna hitam, tapi area di dekatku dan diriku sendiri masih baik-baik saja seolah tak ada apapun yang terjadi.
tanpa kusadari, kedua bersaudara itu sudah menyelesaikan ritual pemanggilannya.
“ “pemanggilan, summon!” ”
Lingkaran cahaya yang seukuran dengan pemanggilan naga sebelumnya mengeluarkan cahaya keemasan yang sama seperti sebelumnya.
Tak lama kemudian, Aether setinggi 40 meter lahir dari lingkaran bercahaya itu. dia memiliki tubuh yang keunguan dan berotot, pedang raksasa, mata tajam dan kepala kambing. Tidak salah lagi aether rank SSS ini sama persis dengan yang pernah negeri petualang lawan 3 hari yang lalu. Cecily Risewel membuka mulutnya.
“kali ini adalah aether rank SSS yang dikembangkan kerajaan kami: raja para demon, Solomon! Meskipun kau bisa mengalahkan salah satu di antara mereka, tapi jika keduanya menyerang sekaligus, bahkan orang sepertimu juga akan mati.”
“heeh~ begitu ya... aku paham. Jadi ini rencana kalian sejak awal. Aku benar-benar paham.”
Aku mengeluarkan sesuatu dari storage. Sebuah item- tidak, senjata- bukan juga... ini lebih seperti... apa ya? sebutan yang paling cocok untuk ini... senjata pemusnah masal? Yah, sesuatu semacam itu. senjata pemusnah masal ini lebih tepatnya disebut golem.
Tentu saja bukan golem biasa. Aku mengalahkannya bersama guildmaster terdahulu dan Altina 2 tahun yang lalu di sebuah labirin di suatu negera kecil bagian timur.
setelah berhasil keluar dengan sempurna, tubuhnya yang bulat mencapai ketinggian 40 meter. Golem itu menggenggam pedang besar di tangan kanannya dan perisai besar di tangan kirinya. Selain itu, dia juga terbuat dari material langka yang sulit ditembus bahkan dengan pedangku.
Sayangnya golem ini berhenti bergerak setelah kami mengalahkannya 2 tahun yang lalu. Tapi, akan lain ceritanya jika berhadapan dengan scared ability-ku. karena golem termasuk benda mati yang berarti bisa kugerakkan dengan telekinesis.
Aku melihat wajah tercengang dari kedua gadis yang ditutupi dengan bayangan golem-ku ini.
“Go-golem--?”
“Tidak, itu lebih kuat dari sekedar golem... ini pertama kalinya aku melihat benda sebesar ini keluar dari storage... jadi bedebah itu punya sesustu seperti ini juga.”
Selanjutnya, aku mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam storage. Gulungan ini memiliki warna hitam sebagai dasar dan corak yang terlihat unik. Bahkan amatir sekalipun tahu ini bukan hanya sekedar gulungan biasa.
Setelah keluar dari storage, gulungan itu membuka dan melayang di depanku.
“dengan kuasaku aku memanggilmu, sang naga kegelapan, fafnir!”
Kedua saudari itu menutupi mata mereka dengan tangan dan tongkat sihir mereka. Gulungan hitam di depanku pecah menjadi cahaya putih yang membutakan mata.
--- Bersamaan dengan hilangnya cahaya itu, sesuatu tercipta di samping golem-ku.
*whush *whush *whush
Kepakan sayapnya menciptakan deru angin yang kuat. aku berkata:
“lama tidak bertemu, Fafnir, apa Vienne dan Mimir baik-baik saja?”
“hmh~, kau bertingkah seperti kita sudah lama tidak bertemu. Ini baru satu tahun kau tahu?”
“satu tahun itu termasuk waktu yang lama bagi manusia. Sudah berapa kali aku mengatakan itu?”
“haa, jadi begitu, sekarang aku paham. bahkan sebagai naga sekalipun, Mimir dan Vienne selalu bilang ingin bertemu denganmu selama satu tahun terakhir ini, aku tidak tau apa yang dipikirkan naga-naga muda jaman sekarang.”
Aku melompat dan mendarat di bahu golem.
“haha~ begitu ya. aku senang kalian baik-baik saja.”
“jadi kapan kau bisa mampir?”
“hmmm... bagaimana dengan setelah semua ini selesai? Aku bisa membawakan buah kesukaan mereka juga.”
“setelah ini, huh...”
Setelah menangkap pukulan tangan kananku dengan tangan kiri, aku menekuk jari-jarinya di depan dadaku.
*crk *crk
“Fafnir, kau urus yang di atas.”
“panggil aku jika kau butuh bantuan, manusia.”
“hn? Ahaha~, kau juga, naga tua.”
__ADS_1
- Chapter 7 -
Tanggal 13 bulan ke-12, kalender enfinity tahun 858.
Di sisi lain, di tempat Aria.
-- Aria Horizon pov –
Bagaimana caraku melawannya, Orang tua ini?
Rasanya seperti menyerang sesuatu yang cair.
Jika aku menebasnya dengan pedang, tubuh yang tertebas itu akan berubah menjadi cairan dan menyambung kembali setelah itu.
Jika aku melilitnya dengan tumbuhan, tubuh yang terlilit itu akan berubah menjadi cairan dan menyambung kembali setelah itu.
Tidak peduli bagaimanapun caraku melawannya, tubuh orang itu tidak akan bisa kulukai. kalau begitu, dengan cara apa aku bisa mengalahkannya?
Jika aku bisa menyegelnya, akan kusegel orang ini dengan segel terkuat yang pernah ada.
Jika aku bisa menyerapnya dengan lubang hitam, akan kuserap orang ini sampai dia tidak bisa kembali lagi.
Setidaknya, jika aku bisa mengurungnya dalam sebuah ruangan tertutup, maka akan kukunci ruangan itu rapat-rapat dan kututup setiap lubang yang ada di ruangan itu.
--Tapi aku tidak bisa melakukannya, aku sudah kehabisan semua opsi.
Aku dan orang itu berlari untuk menutupi jarak yang memisahkan kami satu sama lain. Jarak itu semakin mengecil setiap o,1 detiknya. Seketika, jarak yang memisahkan kami hanya tingal 5 meter, kami menyiapkan masing-masing senjata kami untuk menyerang. Tapi,
*swash
Jarak itu sudah menghilang dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti dengan mata normal.
Aku berbalik untuk melihat apa yang terjadi pada pria tua itu. lalu, seperti dugaanku, tubuhnya terbelah menjadi dua. Terdapat cairan pada bagian yang terbelah menjadi dua itu, tapi setelah satu detik tubuh yang seharusnya terbelah menyambung kembali seperti tidak ada luka apapun pada tubuhnya.
Meskipun aku sudah menggunakan dash pada 0,1 detik terakhir, dan berhasil melancarkan satu serangan karena skill itu, tidak peduli apapun yang kulakukan, orang ini tidak akan mati. Aku sudah berulang kali mencobanya. meski begitu tubuhnya akan terus-menerus kembali seperti aku tidak pernah melalukan apapun padanya.
Tepat sekali, ini seperti menyerang sesuatu yang cair.
“percuma percuma” kata orang tua itu. “nak, sekali-kali biarkan aku yang memotongmu, atau ini tidak akan berakhir.”
“diam, pak tua. Ini akan berakhir, segera setelah aku membunuhmu.”
Sekali lagi, aku menggunakan Analyze untuk melihat statusnya.
<<【】>>
Name: Zack Pentacraft Gender: Male Race: Dwarf Level: 180 Job: King Class: Lunatic Swordmaster
Life: 44.400 Ether: 30.500 Strength: 30.500 Vitality: 25.500 Defense: 27.000 Agility: 11.500 Accuracy: 10.000 Intelegence: 1000
Art [disembunyikan dengan skill]
Ability [disembunyikan dengan skill]
Scared ability :
· Liquid Transformation
Equipment ability [disembunyikan dengan skill]
Tittle [di antaranya disembunyikan dengan skill] :
【Dwarf Race】【Dwarf King】【Scared ability User】【Swordman】【Str Blesser】
Party Member : - Yuna Pentacraft
Hampir semua skill-nya tersembunyi.
Aku yakin tersembunyi banyak skill kuat dalam status yang [disembunyikan] itu, tapi yang paling merepotkan tentu saja adalah scared abilitynya.
Liquid transformation—jika bukan karena skill itu aku pasti sudah membunuhnya dari awal
Aku perlu memikirkan sesuatu. aku harus menemukan sesuatu di dalam pikiranku. Sesuatu, yang membuatku bisa menyerangnya. sesuatu, untuk mengalahkannya. Apa yang harus kulakukan? Apa yang kuperlukan? Bagaimana caranya? Setidaknya, sedikit saja petunjuk untuk itu.
Tapi aku tidak bisa menemukan apapun, aku sudah kehabisan semua opsi.
Aku butuh bantuan seseorang—Feyrish—tapi dia sedang bertarung dengan orang lain.
Beberapa menit yang lalu aku bersamanya, tapi tidak lagi sekarang. Kami ditugaskan untuk menghancurkan stok makanan dalam gerobak makanan musuh.
Ketika kami berangkat untuk menghancurkan gerobak itu, orang ini menghalangi kami. Ada ribuan orang yang menjaga gerobak itu dan satu orang di sampingnya. Orang itulah yang menjadi lawan Feyrish— dimana mereka sedang bertarung di tempat lain.
Dan di sini, aku bertarung dengan pria tua ini, raja dari para dwarf.
__ADS_1
Kekuatannya bisa disandingkan dengan petualang rank SSS. Dengan kata lain, dia kurang lebih setara denganku. Tapi aku tidak mampu mengalahkannya. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk melukainya.
Pasti ada triknya, kelemahan dari Liquid Transformation yang tidak dapat kulihat dengan mataku. Bagaimanakah cara untuk melihatnya? Bagaimanakah cara untuk mengalahkan skill itu? aku tidak tahu.
Untuk saat ini, akan kucoba apapun yang aku bisa sampai aku mampu melihatnya.
Tanaman dengan tangkai berduri memanjang melalui kakinya, yang sepenuhnya melilit kaki pak tua itu seolah tidak akan membiarkan dia bergerak dari tempat tempatnya.
satu detik berikutnya tanaman baru tumbuh dari tanah dia pijak. Tanaman itu punya lusinan taring dan bagian yang mirip dengan mulut, yang memangsa pria itu dari kaki sampai kepalanya.
Hasilnya, tubuh sang raja dwarf pecah menjadi cairan transparan dan bersatu lagi dalam satu detik, membentuk tubuh dwarf yang tinggi dan berotot seolah tidak ada apapun yang terjadi.
“kau ini tipe orang yang keras kepala ya? padahal kalau tidak mau kalah kamu bisa lari kapanpun kamu mau. Dengan kecepatan seperti itu mustahil aku bisa mengejarmu, tahu?”
“berisik. Tutup mulutmu.”
Aku mengaktifkan api putih pada pedang, sarung tangan dan sepatuku di saat bersamaan. Tanpa menunggu apapun kugerakkan kakiku untuk melesat ke arah pria itu. seketika jarak yang tersisa hanya tersisa 10 meter, aku menggunakan dash dan melesat dengan kecepatan tinggi, kemudian kutebaskan fairy sword di tangan kananku pada pak tua itu.
*Klang!
Pertukaran kekuatan terjadi antara pedangku dan pedang besar yang dia gunakan. meskipun statnya lebih dominan pada strength dan pedangnya lebih besar, aku unggul berkat perbedaan level dan api putih yang menyelimuti sarung tangan dan pedang panjang di tanganku itu.
serangan itu membuat pertahanannya terbuka.
“original stlye: Follow Wind.”
Puluhan tebasan menyayat tubuhnya melampaui kecepatan angin. Tangannya terpotong, sikunya terpotong, pergelangan tangannya terpotong, jari-jarinya, kakinya, lututnya, pergelangan kakinya, perutnya, dadanya, lehernya, kepalanya, semuanya terpotong-potong menjadi bangian-bagian kecil—seharusnya begitu, tapi semua itu kembali lagi seperti semula.
Aku menggunakan dash untuk melangkah mundur.
“nah, Aria dari negeri petualang, benar? Aku punya tawaran untukmu.”
“lanjutkan.”
Orang itu mengangguk. “bagaimana kalau kita mulai serius sekarang?”
Aku memasuki pikiranku.
Jika dua petualang rank SSS- atau yang setara dengannya, bertarung dengan serius, kerusakan yang ditimbulkan akan mempengaruhi area dan orang-orang di sekitarnya.
Di sekitar kami, ribuan prajurit yang menonton pertarungan kami tanpa berkedip. tidak ada pasukan petualang kecuali aku, Kazuhiro, Feyrish, Altina, Reinhard dan Emiya di medan perang, selain dari keenam orang itu adalah para elf dan dwarf dari Fairstairsia dan Pentacraft.
Hampir tidak ada satupun prajurit biasa yang memasuki pertempuran karena para petualang telah mundur dari medan perang, dan tidak ada yang berniat memasuki pertempuran tingkat tinggi seperti ini karena mereka tahu mereka hanya akan menjadi beban. Kebanyakan dari mereka hanya menonton dari kejauhan dan menunggu perintah.
Jadi, bagaimana jika kami mulai serius? Bukankah itu malah akan merugikan pasukannya? Kalaupun mereka pergi menjauhpun tetap ada kemungkinan pertarungan ini akan berdampak pada mereka. bukan berarti itu merugikanku juga. Tapi... itu lebih seperti... apakah aku siap melawannya? Maksudku, aku tidak tahu kelemahannya. Apa aku bahkan punya kesempatan untuk menang?
Jika saja, seranganku bisa mencapainya.
Jika saja, aku tahu kelemahannya.
Kalaupun, pada pertarungan nanti, aku mengetahuinya...
Aku mengangguk.
“kau benar. ada dua alasan kenapa aku harus melawanmu dengan serius: karena kalau aku tidak serius, semua ini tidak akan berakhir. Dan kalau aku harus terus melawan sampah sepertimu- tidak, maksudku limbah cair sepertimu, tubuhku bisa terserang kuman, lebih cepat aku membasmimu akan lebih baik.”
“.... hh-huahahaha~ahahaha... lucu, kau ini orangnya lucu, kau tahu? Kuman? Limbah cair...? Karena kau lucu, harusnya kau bisa menghiburku terus ya kan?”
setelah itu raja Pentecraft meninggikan suaranya. “nah, kalian... karena dia lucu, dia juga akan menghibur kalian. Jadi semuanya, kalian juga harus menghiburnya bersamaku!”
“ “ou!” ” orang-orang di sekitar kami—para dwarf, elf, mengangkat senjata mereka, mereka berlari ke arahku. “ “Horeaaaaaa!!” ”
Aku mengaktifkan semua buff dasar yang kumiliki.
- Attack up lv. 50 Active - Strength up lv. 50 Active
- Speed up lv. 50 Active - Agility up lv. 50 Active
- Defense up lv. 50 Active - KO crusher lv. 46 Active
- KO effect lv. 44 Active - Attack boost lv. 37 Active
- Charge lv. 27 Active - Weight Reliever lv. 25 Active
- Devotion lv. 20 Active - Dominance lv. 20 Active
- Rage Active - Rage II Active
- Wind Velicity Active - Swift attack Active
Hh~ lucu. Bagaimana aku harus mengatakannya...
“Maaf tapi... ini akan jadi akhir yang cepat.”
__ADS_1