Indigo & Perguruan Ghaib

Indigo & Perguruan Ghaib
Pengisian


__ADS_3

Saya : "ini kamu kan?" tanyaku kepadanya, seolah tidak percaya bahwa kini ia ada di depanku, Hal yang sudah aku tunggu setelah bertahun-tahun, namun.. kenapa saya menangis, apakah karna aku akhirnya bertemu dengan nya..


Yuni : "maaf ya" saut nya dengan tetesan air mata yang masih tetap mengalir dari mata nya, dan memberikan senyuman kepadaku, walaupun aku tau, dia sekuat tenaga untuk membuat senyuman itu di wajah nya.


Saya : "kenapa? kenapa baru sekarang? kemana saja kamu selama ini?" begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala ku yang ingin aku tanya kepada nya


Yuni : maaf, aku tidak dapat menemui mu sebelum nya.


Saya : ada apa sebenarnya, bukankah kau ingin meminta tolong pada ku, kenapa kau malah menghilang?


Yuni : sekarang seperti nya aku sudah tidak bisa meminta tolong kepada mu, seperti nya sudah terlambat.


Saya : Kenapa tidak? aku sekarang sudah siap untuk menolongmu, aku akan melakukan semua yang aku bisa.

__ADS_1


Yuni : "Maaf kevin, aku tidak mau melibatkan mu lagi sekarang, dan mulai sekarang tolong jangan fikirkan aku lagi" lalu dia melayang kebelakang memudar sampai aku tak bisa melihat nya lagi.


Dan tiba" aku terbangun. Air Mata begitu deras mengalir dari mataku, dadaku begitu sesak, aku menekan dadaku lalu ku pukul berkali-kali, kenapa rasa nya begitu sesak, ya.. aku rasa aku sekarang sedang merasa sangat marah pada diriku sendiri, kenapa tidak waktu itu, apakah aku bisa memutar waktu dan kembali ke waktu itu.. wajah nya.. mengingat wajah nya membuat ku begitu sangat menyesal, tidak henti nya aku memukul dada ku yang masih sangat sesak, kesedihan ku tidak tertampung, dan tak terasa aku kembali tertidur setelah sekian lama aku menangis.


.


.


setelah aku tenang, aku mencoba berfikir apa yang harus aku lakukan, dan tiba-tiba terlintas di fikiran ku "A'a Ibrahim", ya.. aku akan mencoba menanyakan nya, lalu aku mengambil telefon genggam ku di meja belajar, dan aku menelfon nya. dan ia menyuruh ku untuk datang ke rumah nya sehabis mahgrib, walaupun tidak ada skejul mengaji di rumah nya,tak lama terdengar suara adzan mahgrib berkumandang, saya langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu dan melakukan sholat Mahgrib. selesai sholat, aku langsung menaiki sepeda yang berada di garasi dan meluncur ke rumah Guru ku, aku mengayuh sepedaku sangat kencang, sampai beberapa kali aku hampir terjatuh karna batu-batu yang kulindas.


.


Sesampainya disana, aku langsung di suruh masuk ke ruangan nya, ya.. ruangan yang biasa di buat untuk kegiatan Mengaji, tidak lupa aku mengucapkan salam dan mencium tangan nya. setelah sampai di ruangan itu, beliau menyuruh saya mengambil Wudhu dan mengisi sebuah wadah dengan Air, dan setelah saya selesai, saya kembali di suruh menunggu. hampir 1 Jam menunggu, akhirnya beliau keluar dari kamar nya. lalu beliau mengambil sebuah sajadah dari kamar nya dan menggelarnya, dan saya di suruh untuk duduk bersila di atas nya, tak lama beliau duduk di depan ku.

__ADS_1


A'a Ibrahim : Kamu siap?


Saya : "saya SIAP a'"


lalu beliau memgang kedua tangan ku seperti mengajak untuk bersalaman, tapi kanan tangan saya berada di kiri dan sebalik nya, saya melakukan salam silang. lalu beliau mengucapkan sebuah ayat yang cukup panjang, namun sangat pelan terdengar samar-samar di telingaku, beliau menyuruhku untuk memejamkan mata dan membaca ayay kursi terus menerus sampai dia bilang berhenti. tiba-tiba badan saya menjadi begitu panas, badan saya bergetar hebat, seperti ada energi yang memaksa masuk ke tubuh ku, energi nya sungguh dasyat sampai membuat kesadaran ku terombang-ambing. sekitar 10 menitan saya merasakan hal itu terus menerus, sampai beliau menyuruh saya untuk membuka mata, namun saya liat wajah beliau begitu pucat, begitu lelah, seperti seseorang yang habis lari marathon. tak lama beliau mengumpulkan tenaga untuk berdiri dan mematikan lampu ruangan nya, dan dia seperti mengeluarkan sesuatu yang panjang, dan berbentuk seperti kriss, aku tidak bisa melihat benda apa itu secara pasti, karna ruangan saat itu gelap total,tidak ada cahaya sedikit pun.


A'a Ibrahim : "kevin, sebelum saya memulai ini, aku akan memberitau mu sesuatu yang sangat penting. suara apapun yang kau dengar, dan gangguan-gangguan lain, jangan pernah sekali pun berfikir untuk membuka mata mu."


lalu seperti biasa aku hanya mengucapkan kata "SIAP", karna kami di didik untuk selalu Siap dalam keadaan dan kondisi apapun.


lalu tak lama beliau menyuruhku untuk menutup mata, dan benda itu dia celupkan kedalam wadah yang berisi air yang di dalam nya berisi bunga 7 rupa. lalu beliau sedikit memukul - mukul kening ku berkali-kali dengan benda itu. dan benar saja saya mendengar suara wanita tertawa sangat kencang seperti suara itu tepat berada di samping saya, namun saya harus menahan untuk kabur dan membuka mata, dan lagi-lagi aku mendengar suara rintihan seorang wanita yang sedang kesakitan,d an hal itu terjadi hampir 15 menit lama nya. lalu beliau menyuruhku untuk membuka mataku.


A'a Ibrahim : Kevin.. sekarang kamu...

__ADS_1


__ADS_2