
Akhirnya saya menjadi murid SMP dan mengenakan seragam putih biru, saya juga harus mengikuti kegiatan orientasi selama 3 hari yang mana menurut saya itu sangat tidak penting, dan beruntung nya saya kembali dapat kelas yang sama dengan Riyan,ya.. Dia teman dekat ku,semenjak kepindahan nya hampir setiap hari saya bermain bersamnya, dan sayang nya saya lagi-lagi tidak dapat sekelas dengan ka Dina, semoga di kelas 2 nanti saya bisa sekelas dengan mereka sekaligus.
.
.
Setelah masa orientasi selesai,akhirnya saya memulai kegiatan belajar mengajar di hari pertama saya duduk di bangku SMP, sama seperti SD saya, saya masih banyak melihat berbagai penampakan di sekolah ini, dan menurut saya lebih banyak disini, padahal gedung nya belum terlalu tua jika di bandingkan dengan SD ku yang terlihat TUA walau sudah di renovasi beberapa kali, saya melihat banyak sekali kuntilanak di bawah pohon yang dekat lapangan basket,dan gunderuwo yang berdiri tegak di ujung kantin sekolah,dan masih banyak yang lain, saya hanya tidak mau menghirukan mereka.
.
.
__ADS_1
Sampai suatu saat, ketika saya sedang berjalan di lorong menuju ke kantor Kepsek, saya melihat wanita cantik menggunakan seragam SMP yang sudah agak menguning dan dekil, di jongkok di sebelah lorong dengan muka yang putih dan cantik, namun dia sedang menangis sesak, dan ya.. Saya tau itu bukan manusia, dan lagi.. Saya hanya menghiraukan nya dengan buluk kuduk yang merinding, namun ketika saya melewati nya, "kamu bisa lihat aku?" DEG !.. Saya langsung berhenti sejenak,dan seketika saya begitu ketakutan, hingga saya mengeluarkan keringat yang begitu banyak, lalu kembali saya menghiraukan nya, "tolong aku, aku tau kamu bisa melihatku" dan lagi-lagi saya hanya berlari meninggalkan nya, tapi hati saya seolah ingin berbalik dan melihat nya, karna rasa takut, akhir nya saya tetap berlari menuju ruang Kepsek, karna harus memberikan kue titipan ibu, ya Kepsek sekolah ini dan ibu saya dulu berteman sejak kuliah, dan ibu menyuruh saya dan ka dina sekolah di sini mungkin ada kaitan nya dengan hal itu. .
.
Ketika saya kembali,dan saya masih melihat nya di sana,tapi.. Tapi dia sudah di posisi berdiri, bulu kuduk saya merinding hebat,saya sangat ketakutan, saya mencoba mencari jalan ke kelas saya lewat jalan lain, namun tidak ada, cuma ini jalan yang bisa kutempuh untuk menuju kelas saya, dengan memberanikan diri saya berlari sekuat tenaga,dan tepat ketika melewati dia saya langsung menutup mata dan menutup kuping saya, "kumohon,aku tidak akan menyakiti mu" secara spontan setelah mendengar suara nya, saya langsung berhenti hanya beberapa meter dari nya, saya tidak tau apa yang membuat saya berhenti, saya ketakutan, kaki saya lemas, saya ingin lari, namun hati kecil saya berkata untuk berhenti, "apa mau mu? Aku tidak bisa membantu mu" seru ku sambil menahan rasa taku.
"Aku ingin kamu menolongku, aku tau kamu bisa, hanya kamu yang bisa" dengan suara seperti wanita yang menangis sesak dia kembali menjawab.
Ketika sampai ke kelas dan duduk di bangku, sontak Ryan bertanya kepadaku.
Ryan : habis ngeliat hantu wanita yang di lorong itu ya?
__ADS_1
Saya : eh.. Ko kamu tau? Kmu ngeliat tadi?
Ryan : engga, tadi aku juga liat dia di situ.
Saya : ya tadi dia minta tolong sama aku, tapi aku ga mau aku takut
Ryan : hahaha, tadi aku liat dia memang menatap ku tajam, seperi ingin meminta tolong, namun sebelum dia berbicara, langsung aku bilang, aku mau nolong kamu,tapi aku ga bisa nolong kamu.
Saya : ehh.. Ko gitu? Kenapa kamu ga bisa?
Ryan : "ya.. Mungkin hanya kamu yang bisa" seru ya sambil senyum
__ADS_1
Saya hanya diam dan mencoba berfikir kenapa harus aku? Kenapa Ryan ga bisa? Kan dia lebih hebat dari aku, dia bisa mengusir mahkluk halus, sedangkan aku? Aku hanya bisa lari.