
Saya dan Ka dina pergi menemani ibu, untuk berbelanja di sebuah mall di jakarta yang berada di kuningan. kami jarang sekali dapat pergi bersama ayah,ya karna ayah kami adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang migas yang telah mengabdikan hidupnya lebih dari 10 tahun, beliau hanya dapat pulang 3-6 bulan sekali itu pun hanya seminggu, ayah saya juga memiliki beberapa usaha otomotif yang di bantu oleh pamanku, dan beliau mengatakan bahwa akan pesiun dari perusahaan nya beberapa tahun kedepan dan akan fokus dengan usahanya dan juga untuk lebih dekat dengan keluarga.
.
.
Lalu sesampainya di mall kami berbelanja bulanan dan beberapa pakaian untuk kami bertiga, dan aku di belikan sebuah laptop baru, karna komputer desktop di rumahku sudah cukup tua dan sering error, dan Ka dina di belikan sebuah Handphone baru, Kakak ku ini adalah seorang pecinta gadget, biasa ya dalam 1-2 bulan dia akan mengganti Handphone nya dengan keluaran terbaru, namun biasa ya dia membeli itu dengan uang jajan yang di kumpulan dan sisa nya akan di tambahkan oleh ibuku, sedangkan aku? aku tidak terlalu mementingkan Handphone apa yang ku pegang, karna bagiku yang terpenting bisa untuk sekedar berkomunikasi.
kami sekeluarga pun memutuskan untuk makan di sebuah kedai makanan yang terdapat di mall tersebut, ketika kami sedang makan, HP ku mendapat sebuah panggilan.
Hani : vin, lagi apa nih?
Saya : lagi makan di luar han sama ka dina trus nyokap, tumben nelfon?
Hani : duh ganggu ya, maaf ya
Saya : ah engga ko, tumben nelfon kenapa?
Hani : niat nya tadi mau ngajak kamu Nonton, tapi ya udahlah kapan-kapan aja
Saya : sory ya han, kalo nextweek gimana?
__ADS_1
Hani : oh boleh, ydh lanjutin gih makan ya..
Saya dan Hani makin sering melakukan komunikasi, ya walaupun kami belum pernah ketemu lagi semenjak hari perpisahan SMP, karna dia masuk di SMA berbeda dengan saya, dan sekarang pun sudah memasuki semester 2. Hani menjadi teman curhat ku setelah ka dina, ya walaupun dia tidak mengetahui ke'anehan di diriku.
.
Hari pun sudah memasuki sore hari, dan kami bergegas keparkiran untuk memasukan barang belanjaan ke mobil, dan langsung pulang. Sesampai nya di rumah kami langsung melaksanakan sholat mahgrib berjamaah, setelah sholat aku meminta izin ibu untuk keluar hanya untuk sekedar mencari angin. setelah di izinkan aku pun pergi menuju taman yang berada dekat dengan komplek rumahku, aku hanya berjalan-jalan memutari taman dengan sesekali menarik napas dalam-dalam untuk menikmati udara malam di taman yang masih banyak ditumbuhi pohon-pohon besar. tak lama aku berjalan, aku memfokuskan mata ku ke sebuah pohon besar di dekat ku. "guling?" gumam ku dalam hati,melayang-layang dari pohon ke pohon, ketika aku pastikan ternyata itu adalah Pocong. (saya tidak dapat mendeskripsikan penampilan nya lebih dekat, karna saya tidak melihatnya dari dekat waktu itu.)
"Ternyata Guling terbang" gumam ku. ya aku sudah sangat terbiasa dengan pemandangan seperti ini bahkan aku pernah melihat sebuah bola api melayang di dekat sekolah SMA ku. aku sudah lebih memantapkan mental ku pada hal-hal seperti ini, di tambah kini aku sudah mempunyai sebuah pendamping.
Dan ketika aku mencoba mendekati hantu itu.
"aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin melihat mu lebih dekat,ayolah keluar sebentar saja" saut ku sambil terus mencari sumber suara nya
"tinggalkan aku, penjaga mu seperti nya ingin menyerangku" saut nya yang masih bersembunyi.
"penjaga ku?" mungkin maksud ya pendamping ku ini.
Ide jahil ku pun muncul, dan aku terus pergi mencari sumber suara itu, dan sampailah di pohon yang menurutku itulah sumber suaranya.
aku menggoyang-goyangkan pohon itu berkali-kali, namun tidak ada respon sedikitpun dari nya. "Bosan" gumam ku pelan.
__ADS_1
aku rasa aku harus menyudahi kejahilan ku ini dan langsung kembali pulang.
Sesampai nya di rumah aku langsung melaksanakan sholat isya, setelah selesai aku pergi ke kamar kakaku untuk sekedar bercerita, setelah sekian lama kami ngobrol tak terasa waktu menunjukan pukul 10 malam dan aku memutuskan untuk kembali ke kamarku untuk tidur. Sesampai nya di kamarku aku langsung memutuskan untuk tidur. dan kembali aku mendapatkan mimpi, tapi kali ini aku hanya bertemu dengan jin wanita yang menjagaku. namun di tempat yang berbeda, aku seperti berada di ruang tamu dengan tatanan khas rumah jawa, dimana bangku dan meja nya masih menggunakan bambu. dan terdapat sebuah kendi di meja yang ada di depan ku, dan wanita itu duduk di bangku yang berbeda dengan ku dan berada si samping ku.
(Karna pada saat itu saya belum mengetahui nama nya, maka akan saya namai "...")
Saya : Dimana ini?
.... : ini di rumah ku, aku mengganggumu di dalam mimpi, karna aku ingin mengatakan sesuatu
Saya : mengatakan apa?
.... : kejadian di taman tadi kevin, kamu telah menggangu jin yang seharus nya tidak kamu ganggu
Saya : Apa itu salah? aku tidak berniat mengganggu, aku hanya ingin melihatnya dia dari dekat.
.... : kamu tidak boleh melakukan itu, kamu di beri sebuah ke' istimewaan bukan untuk menjaihili mahkluk lain, terkecuali jika mahkluk itu menggangu manusia.
aku hanya dapat menundukan kepala dan sedikit merenung, dan menyesali perbuatan ku, mungkin ini maksud dari Jin tua yang sebelum nya datang menemui ku di mimpi ku sebelum nya, bahwa ketika aku melakukan kesalahan maka aku akan langsung di tegur
.... : "kevin ingat, aku hanya akan membantu dan menolongmu jika niat mu itu baik dan tulus, namun ketika kesombongan dan ke'angkuhan mengendalikan mu, aku tidak akan mau menolong mu" tutur nya dengan tangan kanan nya yang berada di kepalaku dan mengelus kepalaku dengan sangat lembut, dan sangat membuat ku nyaman.
__ADS_1