
Mahkluk itu menatap saya dengan tajam, saya hanya bisa berdiri dan menjerit ketakutan, sampai ibu dan ka Dina menghampiri saya..
Ibu : "ya allah kevin kenapa?" Sambil memeluk saya
Saya : "itu bu di atas bu" jari saya sambil menunjuk ke atas
Ibu : "ada apa di atas? Ga ada apa-apa" seru ibu saya sambil mengelus pungung saya
Ka dina : " ga ada apa-apa ko dek, mungkin ade salah liat" seru kakak ku yang juga khawatir
Saya :"bener ko ka' itu di atas" lalu saya kembali beranikan diri untuk melihat ke atas, dan benar saja mahkluk itu sudah menghilang
Ibu : "kamu kebanyakan nonton film horor sih sama bapakmu, jadi ya kamu ngebayangin aneh-aneh" seru ibuku
Saya coba berfikir tenang dengan air mata yang terus mengalir dan napas yang begitu sesak, tak lama ibu saya membawakan segelas air putih.
__ADS_1
Ibu : "Nih minum dulu vin biar kamu enakan"
Saya : "i...ia bu, tapi kevin malem ini ga mau bobo sendiri,mau nya sama ka dina"
Dina : "ia nanti bobo sama kaka ya" seru kakak ku
Kakak ku ini sangat dewasa bila di bandingkan dengan ku, walaupun umur kami hanya berbeda beberapa menit.
Ya.. Itulah pertama kali saya bisa melihat mahkluk secara jelas,bukan seperti bayangan atau kabut yang biasa saya lihat, dan kehidupan saya di sekolah pun mulai berubah, karna bangunan sekolah SD saya ini cukup tua dan msih banyak pohon" bringin yang berdiri semakin menambah kesan horor pada sekolah saya, dan tentu nya tidak terkecuali penghuni di sana, bukan penghuni yang dapat terlihat oleh orang lain, melainkan mahkluk" halus yang bersemayam di sana.
.
.
"Tak..tak...tak" lantas saya mencoba mengintip dari dalam pintu toilet,dan saya tidak melihat siapa pun.
__ADS_1
"Palingan ada murid lain yang iseng" gumam ku.
Lalu ketika saya sedang menutup pintu toilet saya, secara tiba-tiba "BRAAKK ! " ada yang membanting pintu toilet di sebelah.
"Jangan iseng dong tolong, saya jadi ga bisa konsen nih, udah di ujung juga !" Seru saya, yang menganggap bahwa itu masih ke isengan murid lain.
Namun tiba-tiba LAGI.. ya... LAGI, saya merasakan hawa yang sangat tidak enak,dan mencium bau melati yang sangat kuat,sampai bulu kuduk saya meinding, dan saya merasakan ada yang melihat saya dari arah atas,lalu saya mengumpulkan keberanian untuk mencoba menengok ke atas namun saya tidak cukup berani melakukan itu, dan akhir nya saya lebih memilih untuk memakai celana saya, bahkan saya belum sempat memakai gesper, dan saya lari terbirit-birit,esoknya saya sangat takut tuk pergi ke sekolah karna sering di ganggu oleh penghuni di sekolah ku,lalu aku branikan diri untuk tetap berangkat.
Masa" SD saya pun saya lewati dengan ketakutan, tak terasa saya sudah menginjak kelas 6 SD,dan saya sudah mulai terbiasa dengan gangguan-gangguan itu.
.
.
Sampai suatu saat saya bertemu dengab nya..
__ADS_1