Indigo & Perguruan Ghaib

Indigo & Perguruan Ghaib
Teman Sejalan


__ADS_3

Ada seorang anak pindahan dari sekolah lain sebut saja nama nya Riyan, ya Riyan pindah dari sekolah dasar yang masih berada di daerah jakarta, kalau saya tidak salah mengingat alasan pindah nya, dia pindah karna rumah nya juga pindah ke daerah sini,mungkin karna orang tuanya tidak mau pusing lantar jarak sekolah lama dan rumah baru mereka cukup jauh, maka Riyan di pindahkan ke sekolah kami, Riyan berpenampilan seperti murid SD kelas 6 seperti biasa nya, namun "aneh" gumam saya dalam hati, ya karna baru kali ini saya merasakan aura/energi seseorang bisa sedahsyat ini, "apa dia sepertiku" kembali gumam ku, Ryan tidak duduk di sebelah saya,dia duduk di sebelah teman saya yang lain.


Oia hubungan saya dan teman" saya di kelas sangat baik semenjak kejadian kelas 1 itu, karna saya mencoba menutupi semua, karna saya tidak mau di cap anak aneh, bahkan beberapa teman saya yang pernah sesekali saya ajak berbicara tentang hal Ghaib jadi sangat penasaran mendengar cerita saya.


.


.


Tiba lah jam istirahat di mulai, saya tidak tau mengapa tatapan saya langsung tertuju terhadap Riyan yang sedang di kerumunin teman-teman sekelas, terutama Wanita. Ya karna memang dia cukup tampan, tidak lama berselang setelah kerumunan itu pergi saya coba berbicara pada nya.


Saya : "o hi Riyan,salam kenal ya" sambil menyodorkan salam kepadanya


Riyan : "ohi juga, boleh tau nama kamu?" Lalu riyan juga membalas salaman saya

__ADS_1


Saya : panggil aja gue kevin, oia rumah lu di mana ya?


Riyan : rumah gw di jln.****


Saya : wahh deket tuh gue juga tinggal di dekat situ, kalo nanti pulang bareng mau?


Lalu riyan meng iyakan ajakan ku,


"Memang benar,ada yang aneh dengan anak itu,energi terlalu besar" gumam ku dalam hati, yang tidak dapat fokus memperhatikan kelas karna selalu terfikir hal itu.


Saya : yan, boleh tanya sesuatu yang agak aneh ga?


Riyan : ya tanya aja vin, aku tau ko kamu ngajak aku pulang karna kamu ngerasa ada yang aneh sama aku kan?

__ADS_1


Saya langsung bertaya" dalam batinku,bagaimana dia tau? Bagaimana dia mengetahui kalau saya memang punya maksud lain,lalu saya kembali bertaya.


Saya : eh.. Ga juga ko yan, apa kamu pernah ngeliat mahkluk lain selain kita? Seperti hantu?


Riyan : hahaha, ya aku bisa melihat nya dengan jelas, dan aku juga bisa berbicara dengan meraka.


Aku langsung lemas, ya lemas karna kevin berani mengajak mereka berbicara, kalau saya, saya lebih baik pura" tidak melihat nya atau menghirau kannya


Saya : ka..kamu serius yan? Apa kamu sama seperti saya?


Riyan : aku berbeda dari mu vin, aku tidak mempunyai bakat dari lahir, tapi karna aku menginginkan nya..


Saya tidak terlalu hafal detail pembicaraan kami waktu itu, seingat saya Riyan dimasukan ke pengajian atau tepat nya perguruan oleh sang ayah sejak kelas 2 SD,karna ayah nya juga salah satu murid di pengajian itu, tpi berbeda dengan dukun dan ilmu hitam lain nya yang kurasakan, waktu itu saya melihat energi dari Riyan memang sangat kuat,tapi saya tidak takut saya malah nyaman ketika berbicara panjang lebar dengan nya, seolah saya merasa aman kalau saya di dekat nya...

__ADS_1


Pertemanan kami semenjak itu mulai makin akrab, saya telah lulus SD bersama ka Dina dan tentu nya juga Riyan, dan saya memutuskan untuk masuk ke SMP negri di jakarta, yang dimana ka Dina dan Riyan juga ikut kesana...


__ADS_2