
Ibu : yasudah lebih baik kamu istirahat dulu ya.
aku hanya menganggukan kepala, lalu aku menolehkan mata ku kepada Hani, kenapa dia juga ada di sini.
"Kamu ko di sini han?" Tanya ku kepadanya
"Semenjak dia tau kamu masuk rumah sakit, setiap hari dia selalu menjenguk kamu vin" saut ibuku
Hani pun mulai mendekati ku dengan perlahan, lalu dia memegang tangan kanan ku, tampak rasa khawatir di wajah nya tidak dapat dia sembunyikan, matanya masih berkaca sepertinya dia habis menangis.
Hani : "kamu kenapa si vin, kalo ada masalah cerita sama aku vin, aku siap dengerin curhat kamu kapan aja" ucap dia yang masih menggenggam tangan kanan ku
Saya : " haha aku gpp ko han, cuma kebanyakan fikiran doang, sama kecapean mungkin" saut ku yang hanya dapat memberikan nya senyum kecil
Hani : "gak mungkin kalo ga ada apa-apa kamu bisa kaya gini, yaudah nanti selekas sembuh aku mau dengerin alesan kamu, titik.. koma nya ilang"
Saya : "haha ia deh, btw thanks ya han udah mau nemenin aku di sini walaupun aku nya cuma tidur"
__ADS_1
Setelah berbincang - bincang cukup lama, akhirnya aku memutuskan untuk istirahat, karna badan ku masih terasa begitu lemas, seperti seseorang yang baru bangun dari mati suri. Bahkan ketika aku ingin berjalan menuju toilet, aku hampir terjatuh beberapa kali, mungkin karna kaki ku sudah terlalu lama tidak di pakai.
Dan malam pun tiba, malam ini giliran ayah ku yang menjaga ku, ketika beliau mendengar anak nya masuk rumah sakit, beliau langsung mengambil cuti dan terbang ke jakarta hanya untuk menengok anak bodoh seperti ku, ya.. aku memang bodoh, hanya karna ke'egoisan ku,untuk ingin segera bertemu dengan Yuni, aku harus melibatkan seluruh keluarga ku dan juga Hani dalam kepanikan.
Namun aku masih memikirikan tentang kejadian itu, aku sangat yakin yang mengirim Sukma ku kesana pastilah Rijalul Ghaib ku, aku pun bertanya-tanya dalam diriku, kenapa dia mengirimku kesana?, apa beliau ingin mencelakakan ku?, aku rasa tidak mungkin, pasti ada arti dari semua ini. Lalu aku memejamkan mata ku untuk tidur, tak beberapa lama aku pun akhirnya tertidur.
"Kevinn" terdengar suara orang memanggil ku
Saya : "kakek?" Dia berada di sebelah kanan ku berdiri, dan aku juga melihat khadam ku yang lain dan dia berada tepat di sebelah Rijalul ghaib.
Saya : kenapa kakek mengirim aku kesana ? Seluruh keluargaku khawatir karna itu.
Saya : bagaimana apa? Kakek tidak tau betapa takut nya aku berada di sana, dan kenapa kakek tidak membantu ku.
Rijalul : Alasan aku mengirim sukma mu kesana, sebenar nya karna aku ingin mengujimu, dan jin wanita yang kau lihat itu, sebenarnya adalah jin muslim, aku yang menyuruh nya untuk merubah penampilan nya dan mengejarmu.
Saya : menguji? Untuk apa kakek menguji ku?
__ADS_1
Rijalul : aku sudah mengatakan pada mu, bahwa mentalmu masih belum cukup, namun kamu tetap memaksa untuk melakukan ya. kevinn.. ketauilah bahwa yang kamu alami disana itu belum ada apa-apanya. Itu hanya sebagian kecil dari yang akan kau alami jika kamu ingin betemu dengan mahkluk yang kau sebut Yuni itu.
Aku hanya bisa menundukan kepalaku dan merasa menyesal, perkataan Rijalul Ghaib ku membuat ku sadar, mungkin jika aku benar-benar melakukan ya, sukma ku tidak akan kembali ke jasad ku. lalu aku kembali bertanya.
Saya : memang nya yuni sebenarnya jin dari golongan apa ke?
Rijalul : sabar lah kevin, aku bersumpah atas nama gusti allah, aku akan memberitau mu, jika kamu dapat mengamalkan amalan pedang Ghaib yang bernama Zulfikar aku akan memberitau mu.
Saya : mustahil ke' apakah kakek tau, pedang itu ialah milik Nabi Muhammad SAW, dan akan di pakai oleh al Mahdi sang juru penyelamat di hari akhir, bagai mana aku dapat memiliki ya.
Rijalul : tentu aku tau, namun maksudku ialah bukan untuk memiliki nya, namun hanya untuk mengamalkan nya, dan sedikit karomah dari pedang itu akan turun padamu, bukan untuk memiliki seluruh nya.
Saya : lalu bagimana saya dapat mengamalkan nya ke?
Rijalul : tanyakan saja kepada Gurumu, dia pasti tau caranya.
Setelah perbincangan ku dengan rijalul ghoib di dalam mimpi, aku pun terbangun.
__ADS_1
Setelah beberapa hari aku berada di rumah sakit, akhirnya aku di bolehkan pulang oleh dokter. Aku sudah melewatkan banyak pelajaran di sekolah, aku sudah absen kurang lebih 2 minggu, "hahhh...." keluh ku dalam hati kenapa aku harus mengalami kejadian seperti ini. Namun aku tidak akan berhenti di sini untuk dapat bertemu dengan Yuni, aku tidak akan menyerah, namun mungkin aku akan menyikapi nya denga lebih bijak dan ber hati-hati. Supaya kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.
Sesampai nya di rumah, aku memutuskan untuk langsung membuka buku pelajaran ku dan belajar sedikit demi sedikit karna aku tidak mau tinggal kelas karna aku sudah terlalu banyak melewatkan pelajaran ku di sekolah. Selesai nya aku belajar seperti biasa aku langsung mengambil air wudhu dan langsung sholat isha, selesai sholat aku kembali membuka buku pelajaran sambil menunggu mata ku mengantuk. Beberapa jam telah kulewati dengan membaca buku pelajaran, lalu aku memutuskan untuk tidur, mataku sudah tidak kuat menahan kantuk, walaupun sebenarnya aku ingin menunggu jam 12 untuk melakukan sholat tahajud, namun seperti nya akan kulakukan di lain waktu saja, karna aku sudah tidak kuat menahan kantuk ku dan aku juga harus banyak istirahat karna baru beberapa jam aku keluar rumah sakit.