Indigo & Perguruan Ghaib

Indigo & Perguruan Ghaib
Pedang Zulfikar 2


__ADS_3

Alarm di Handphone membangun kan tidur ku, sudah jam setengah 5 pagi, saya bergegas mengambil wudhu untuk melakukan sholat subuh. Setelah itu saya langsung turun ke lantai bawah untuk sarapan setelah sarapan ibu saya mengantarkan saya dan ka dina ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, teman-teman sekolah ku dan juga beberapa guru yang cukup dekat dengan ku, langsung beramai-ramai menghampiri ku untuk sekedar bertanya kondisi dan apa yang terjadi sehingga aku bisa masuk ke rumah sakit, dan seperi biasa nya aku malas menjawab dengan serius, hanya aku balas dengan candaan. Dan tak lama kepala sekolah memanggil ku ke ruangan nya, aku takut beliau ingin menyampaikan bahwa aku sudah tidak mungkin naik kelas atau sejenis nya, berjalan menuju ruang kepala sekolah saja mebuat ku deg-deg kan. Sesampai nya di sana, aku langsung di suruh untuk duduk.


Kepsek : kevin udah sehat?


Saya : alhamdulilah pak udah siap beraktifitas lagi.


Kepsek : maaf ya bapak kemarin belum sempet jenguk, tpi udah di wakilin pihak guru.


Saya : oh ia pak gpp ko, yang penting doa nya.


Kepsek : kalo doa pasti vin, oia bapak manggil kamu kesini mau ngomongin tentang pelajran dan beberapa test/ulangan yang harus kevin susul.


Setelah berbincang cukup lama akhirnya saya masih di berikan kesempatan, untuk melakukan ulangan susulan, saya masih bersyukur pihak sekolah mau mengerti keadaan saya, dan saya di iziinkan untuk menyusul kekurangan nilai.

__ADS_1


Bel pulang pun berbunyi, dan saya bersama ka dina langsung menunggu ibu di parkiran untuk di jemput. Kami menunggu beberapa menit dan ibu pun datang untuk menjemputkami, sesampai nya di rumah, saya langsung mandi dan membuka laptop,dan tak lama ibu ku memanggil.


Ibuku mengatakan aku tidak boleh keluar rumah dulu selama kurang lebih 1 minggu, karna ibu yang menunyuruh, aku tidak mungkin untuk membantah, dan memang itu pun untuk kebaikan ku.


Lalu aku kembali ke kamar dan sedikit berfikir, aku menelfon a'a ibrahim untuk menayakan amalan pedang zulfikar, namun beliau mengatakan untuk langsung menanyakan hal tersebut kepada Abi, karna beliau tidak berani menurunkan amalan yang cukup riskan tanpa izin dari Abi, aku ingin menelfon Abi namun aku tidak enak, ingin langsung menemui beliaupun tidak mungkin di waktu dekat ini, karna aku di larang oleh ibu keluar rumah selama seminggu. Mungkin aku harus sedikit bersabar untuk dapar menemui Abi. Lalu aku membuka laptop ku hanya untuk sekedar chat dengan Hani. Tak terasa sudah memasuki waktu shalat ashar, aku langsung mengambil wudhu dan shalat namun ada yang aneh, ketika di rakaat ketiga, seperti ada seseorang yang mengikuti ku shalat di sebelah ku, namun aku tidak mau menengok, karna akan merusak ke kusyukan ku, setelah selesai shalat benar saja. Aku melihat Rijalul Ghaib ku berada di samping ku, beliau sedang menundukan kepala seperti sedang berdoa, aku sontak kaget, tapi aku mencoba tenang. Walaupun beliau adalah Jin tapi tetap saja aku tidak mau mengganggu siapapun bahkan apapun yang sedang beribadah, maupun orang itu berbeda agama dengan ku.


Lalu beliau mengangkat kepala dan menengok melihatku dan beliau memberikan senyuman hangat ke padaku.


"Aneh, kenapa aku bisa melihat mu ke'? Padahal ini bukan dalam mimpi" ucap ku bertanya kepadanya, yang masih duduk bersila di samping ku.


"Itu menandakan bahwa kamu semakin dekat kepada tuhan mu" jawaban beliau masih membuat ku bingung


"Tentu tidak, dan kamu bersabarlah jangan kamu ulangi kesalahan mu seperti sebelum nya, walaupun aku selalu di dekat mu, namun jika ketamakan,kesombongan,keangkuhan menguasaimu, maka aku tidak dapat menolongmu" jawab nya


"Ia kek, aku tidak akan mengulanginya" saut ku

__ADS_1


Setelah itu, Rijalul ghaib ku menghilang dari pandangan ku. Dan aku memutuskan untuk melanjutkan untuk berzikir.


.


.


.


Tak terasa sudah 1 minggu semenjak aku keluar dari rumah sakit, dan hal yang membuat ku semangat ialah karna aku sudah di bolehkan keluar rumah oleh ibuku, aku sudah tidak sabar menunggu waktu datang nya malam, karna aku sudah berjanji akan datang ke rumah Abi untuk menanyakan tentang pedang Zulfikar itu.


Setelah sholat isha akupun mandi dan pergi menuju rumah abi, di sana banyak sekali senior ku (senior di pengajian) dan aku bertemu juga bertemu dengan Ryan, Ryan adalah murid cabang, dan bukan murid ranting sepertiku, karna itu aku jarang menemui nya, dan kami pun mengobrol beberapa hal sambil menunggu waktu pengajian di mulai. Dan tentu nya aku di bolehkan untuk mengaji bersama murid cabang lainnya. Dan akhirnya pengajianpun dimulai, kami mengaji seperti biasa lalu melakukan tanya jawab untuk menambah ilmu pengetahuan kami, dan membahas acara yang akan di adakan di pantai anyer 2 bulan lagi, ya sebuah acara besar di pengajian ku bukanlah hal jarang, dalam 1 tahun bisa 5 kali kami mengadakan acara besar, dan di hadiri puluhan ribu murid, yang kebanyakan di adakan di Pusat pengajian kami di bogor. Setelah lama berbincang, Abi pun memutuskan untuk mengakhiri jalan nya pengajian, namun aku di pesankan oleh abi, untuk tidak boleh keluar dulu, karna beliau ingin mengtakan sesuatu."mungkin tentang amalan itu" gumamku dalam hati.


Dan setelah semua murid pun keluar. Hanya tersisa aku dan Abi.


Abi : kamu yakin sanggup dapat mengamalkan ini kevin?

__ADS_1


Saya : SIAP bi, saya sanggup.


.


__ADS_2