
Ketika aku sedang membacakan sebuah amalan, ada seseorang menyentuh bahuku dari depan, setelah aku buka. Itu bukan Yuni, itu adalah Jin pendampingku Rijalul Ghaib.
(Saya akan menamakan beliau dengan Rijalul)
Rijalul : "belum saat nya kevin" sambil menepuk-nepuk bahuku
Saya : tapi kapan? Aku sudah siap sekarang, apa lagi yang harus ku tunggu..
Rijalul : aku tau kamu sudah lebih dewasa, dan mental mu sudah lebih matang, namun dengan mentalmu yang sekarang, kamu tidak akan sanggup melihat nya
Saya : melihat apa? Aku hanya ingin melihat yuni.
Rihalul : Mahkluk yang kau sebut Yuni itu, bukanlah nama asli nya, dan dia bukan dari golongan jin sembarangan.
Lalu ketika aku ingin bertanya, beliau langsung menepuk keningku dengan pelan, dan aku langsung tertidur.
Ketika aku terbangun..
"Dimana ini !" Seru ku kaget, kenapa aku berada di hutan? Lalu aku memanggil-manggil "kakek.. kakekk" ya aku mencoba berkali-kali memanggil rijalul ghaib ku, namun tetap tidak ada jawaban, aku begitu ketakutan seluruh tubuh ku merinding hebat, keringat ku tak berhenti mengalir. Aku berada di hutan belantara, yang begitu gelap gulita, hanya sinar bulan yang menerobos selah-selah pohon besar di atas kepala ku cahaya yang tersisa. Aku berjalan dan terus berjalan aku tidak tau harus berjalan kemana, aku hanya mengikuti langkah kaki ku berjalan. Aku masih tidak dapat menutupi rasa ketakutan aku, sudah lama sekali aku tidak merasakan ini, mungkin terakhir kali aku merasakan rasa takut sehebat ini pada saat aku masih duduk di bangku SMP. Laku aku terus berjalan "srek..Srekk" terdengar suara dari balik semak-semak, sungguh aku tidak berani melihat apa yang ada di balik sana, namun aku tetap memberanikan diri untuk tetap melihat, aku berjalan pelan seperti mengendap-endap menuju semak-semak itu, ketika aku sampai di balik semak-semak itu aku melihat seorang wanita menangis dengan posisi menjongkok dan membelakangi ku, "Yuniii.." seru ku, "kamu yunii kan? Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu yuni", namun wanita itu tidak menggubris sama sekali teguran ku, aku berjalan menghampiri nya dan aku menyentuh bahu nya "Yuni ini aku kevin,apa kau sudah lupa denganku" seru ku, lalu wanita itu berdiri dan masih membelakangi ku, dan aneh dia malah tertawa sampai membuat kupingku begitu sakit, ya sangat sakit. "Kau bukan yuni" seru ku padanya, lalu wanita itu membalikan kepala nya ke arah ku, namun badan nya masih membelakangiku seolah dia tidak memiliki tulang leher..
__ADS_1
"AAAAA..!!!" Teriak ku yang sangat ketakutan, wajah nya begitu menakutkan, wanita itu bukan yuni. Wajah nya berwarna hitam pekat, lidah nya menjulur keluar namun tidak memiliki gigi, dan tidak memiliki bola mata.
Aku langsung berlari ketakutan, aku brrlari dan trus berlari, sesekali aku berbalik untuk melihat nya,dan dia sudsh tidak terlihat, lalu aki berhenti untuk sejenak menarik nafas. "Kevinnnn.." terdengar suara wanita itu, tepat berada di belakang kepalaku, sungguh aku tidak ingin menengok ke belakang, aku hanya langsung berlari, ketika aku menoleh ke bekang, Wanita itu mengikuti ku, dia seperti terbang dan terus mengejarku, namun aku terus berlari,setelah sekian lama aku berlari, aku memberanikan diri untuk sekedar menengok kebelakang, dan dia sudah tidak mengerjar ku, lalu sejenak aku menarik nafas karna sudah berlari begitu jauh, dan tiba-tiba dia ada tepat di depan mukaku "AAAAAAA...!!!!" Aku sontak kaget, lalu aku terjatuh dan lalu aku pingsan.
Ketika aku bangun dan membuka mata, aku kembali di buat kaget, kenapa aku di sini? Kenapa bisa aku berada di rumah sakit? Dan tiba-tiba seorang wanita memeluku, dan ternyata itu ibuku ya.. itu ibuku dan kakaku dan aku juga melihat ayah dan juga Hani. Ada apa sebenarnya, kenapa mereka semua berada di sini. "Ibuu kenapa aku bisa di sini?" Tanya ku yang masih begitu kebingungan, dengan selang infus berada di tangan ku.
" kamu sudah tidak sadarkan diri selama 2 minggu lebih nak " saut ibuku dengan air mata yang masih terus mengalir.
kenapa aku bisa tidak sadarkan diri sampai 2 minggu, apa yang terjadi sebenarnya, aku mencoba befikir dengan kondisi fisik ku yang masih lemah, dan terlintas di fikiran ku "seperti nya aku telah di bawa ke ALAM GHAIB" ucap ku dalam hati, padahal aku merasa baru sekitar beberapa menit di sana alam sana. Aku baru igat bahwa dunia alam ghaib dan dunia manusia memiliki waktu yang berbeda.
(Nanti setelah ini akan saya jelaskan perbedaan waktu antara kedua alam yang sama tapi tak sama)
Untuk sekarang lebih baik aku beristirahat supaya keluarga ku tidak menjadi lebih khawatir.
Ibu : nakk... kenapa kamu bisa kaya gini ?
Saya : aku juga gtw mah, aku lgi di kamar trus tiba-tiba aku bangun udah ada sini.
Ibu : waktu mamah igin membangunkan mu, mamah melihat mu sedang tertidur di meja belajar, namun ketika mamah ingin bangunkan kamu tidak lekas bangun juga.
__ADS_1
"Hah? Meja belajar? Bukan kah aku sedang melakukan ritual itu? Lalu siapa yang membereskan semua perlengkapan ku dan memindahkan ku ke meja belajar?" Ucap ku dalam hati, yang masih tidak dapat mempercayai ini
Ibu : ya sudah kamu tidak usah banyak fikiran, sekarang lebih kamu tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1