
Tiba juga jam pulang sekolah, saya,Ryan dan ka Dina, seperti biasa pulang bersama. Namun saya masih memikirkan wanita itu, ya.. Wanita di lorong itu sangat membuat ku penasaran, apa yang dia inginkan. "Kamu kenapa vin? Ko murung" seru ka dina yang terlihat khawatir.
"Ahh.. Engga ko ka,lagi mikirin tugas pak Edward aja tadi, banyak banget" saut ku dengan kaget melihat raut muka kaka ku yang khawatir.
"Boong tuh Din, dia lagi mikirin si Hani, hahaha" saut Ryan dengan nada meledek.
"Tawa truss tawaa" saut ku dengan cetus.
Ka dina terlihat tertawa, aku bersyukur raut wajah yang khwatir telah hilang berganti senyuman.
"Maaf ya ka, aku belum bisa jujur" gumam ku dalam hati.
Oia Hani yang di sebutkan oleh Ryan adalah teman sekelas ku juga, dia memang cukup cantik dengan rambut sebahu nya, kami memang sering berbincang dan berdiskusi, namu hanya membahas tentang sekolah dan pelajaran, namun teman-teman di kelas menganggap aku menyukai Hani, padahal aku hanya menganggap nya teman.
.
.
Setelah Mahgrib saya pergi ke rumah Ryan untuk menagih janjinya, yaitu mengajak saya bergabung ke tempat perguruan nya.
"Assalamuallaikum.. Ryaann" seru ku di depan pintu rumah Ryan
"Ohh Nak Kevin, masuk sini na, gimana mama sehat?" Sambil membukakan gerbang, ibunda Ryan bertanya pada ku
"Alhamdullilah bu sehat, Ryan nya ada?" Sambil aku mengulurkan tangan ku untuk salim
"Oh ada,masuk aja dia masih ngaji"
Lalu aku masuk kerumah nya,dan di suruh menunggu di ruang tamu, dan ibu nya menyuguhkan ku Sirup.
Sekitar 10 menitan saya menunggu, Ryan pun keluar kamar dan menghampiriku
"Vin di kamarku aja yuk"
Lalu aku mengikuti nya untuk masuk kekamar nya, disana Ryan memberiku beberapa nasihat.
Ryan : vin, nanti kalu disana kamu yang sopan ya, cukup diam dan mendengarkan, dan cukup berbicara ketika di tanya
Saya : oh ok yan siap, tapi misal aku mau nanya gimana?
__ADS_1
Ryan : nanti juga di tanya,tenang aja
Saya : hah? Maksud ya?
Ryan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan saya, sambil mempersiapkan peci dan beberapa perlengkapan lain nya.
"Yuk vin udah telat nih kaya nya" seru nya sambil mengajakku keluar kamar nya
"Maahhh... Ryan sama Kevin ngaji dulu ya"
Aku dan Ryan segera mencium tangan ibu nya, untuk berpamitan.
Tibah lah saya di sebuah rumah berukuran sedang,berlantai 1.
"Yuk vin buru, udah mulai tuh sholat isya nya"
Lalu aku mengikutinya, aku dan Ryan sudah mengambil air Wudhu rumah nya.
Ketika saya masuk rumah itu tepat nya di ruang tamu, yang sudah di rapihkan untuk kegiatan pengajian,WUUSHHH !!.. Saya tidak berlebihan menggambarkan gambaran energi itu, ya.. Seperti itu yang saya rasakan, begitu kuat, tapi aneh.. Saya merasa sangat nyaman di sini, energi nya sangat postif.
.
.
Tak lama Ryan pun mengenalkan saya kepada guru nya,
"Misi bi' saya bawa murid baru yang sudah saya beritahu abi sebelum nya"
(Para murid di sini memanggil dengan sebutan Abi dan nama Abi itu kita sebut aja Abi iwan, nanti saya akan memberi penjelasan tentang struktur pengajian di tempat ini, namun saya tetap akan merahasiakan nama" nya)
Abi : "ohhh dia,kamu yakin mau masuk kesini?"
Saya : insyallah bi, saya siap
Abi : di sini gak ada kata insyallah, hanya ada 2 kata SIAP dan TIDAK
Saya : saya SIAP bi !.
saya menjawab beberapa pertanyaan Abi, namun ada 1 pertanyaan, bukan. Ini bukan pertanyaan ini seperti memberi tau
__ADS_1
Abi : cantik juga vin yang ngikutin kamu.
DEGG.. !! Saya terdiam sejenak karna kaget, saya ingin bertanya siapa yang Abi maksud, namun seperi nya saya tau siapa yang mengikuti ku,dia.. Ya pasti dia yang mengikuti saya adalah Wanita di lorong itu ...
Tapi kenapa? Kenapa saya tidak sadar? Saya harus nya menyadari itu, lalu ketika saya menghadap kearah Ryan, dia hanya tersenyum,ya.. Ryan tau selama ini wanita itu. Mengikuti saya? Namun kenapa dia tidak bilang?
Lalu ketika batin ku penuh dengan pertanyaan Abi pun bilang.
Abi : tenang aja vin,dia ga akan nyakitin kamu, tuh dia nunggu di luar, ga brani masuk
Saya : tapi kenapa bi kenapa saya yang harus di ikuti?
Abi : karna kamu istimewa, karna kamu yang akan menyelamatkan nya
Saya hanya menganggukan kepala saya.
Abi : oia karna murid cabang sudah terlalu banyak, nanti kamu sama ibrahim ya.
ibrahim adalah salah satu murid yang sudah di angkat menjadi Guru ranting,nanti akan saya jelaskan lebih detail.
Lalu kegiatan mengaji kami di lanjutkan dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.00 PM dan pengajian pun selesai.
"Kevin nanti kamu Minggu malam ke rumah saya ya" sambil memegang pundakku
"Oh ia A',tapi saya gatau rumah a'a"
Saut ku
"Ryan tau ko nanti minta anterin aja" saut a'a ibrahim.
Lalu saya dan Ryan melanjutkan perjalanan untuk pulang.
Di tengah perjalan saya bertanya,
"Yan kenapa kamu tidak cerita bahwa wanitu itu mengikuti ku? Dan mengapa aku tidak dapat merasakan kehadiran nya?"
(Bersambung)
Oke di sini saya akan menjelas kan struktur pengajian ini..
__ADS_1
Pusat berada di bogor, dan Guru besar dari pengajian ini di panggil Abah dan istri nya di panggil UMI
Dan memiliki banyak cabang, dan yang bertanggung jawab di setiap cabang di sebut "ABI" dan di bawah nya juga masih ada "Guru Cabang dan Guru Ranting" Guru cabang bertugas untuk mengganti kan ABI jika tidak dapat memimpin pengajian di CABANG, dan Guru Ranting memiliki pengajian sendiri di rumah nya, tentu nya masih dalam naungan Cabang tersebut, dan A' ibrahim bertugas sebagai guru ranting