Indigo & Perguruan Ghaib

Indigo & Perguruan Ghaib
Siapa Dia?


__ADS_3

Aku melihat beliau duduk santai di depan Rumah itu, tidak ingin membuang - buang waktu aku langsung pergi menghampiri beliau, kaki ku dan tangan ku gemetaran mungkin karna aku tidak menyangka akan datang saat - saat di mana aku dapat berbincang langsung dengan beliau. Tak lama aku pun sampai di depan rumah tersebut, lalu aku mengampiri beliau yang sedang asyik duduk dengan santai nya.


"Assalamuallaikum bah, ini saya Kevin di tugaskan oleh Abi Iwan untuk menemui abah " salam ku sambil mengulurkan tangan untuk sekedar mencium tangan beliau.


"Wangi sekali tangan nya" gumam ku dalam hati, seperti wangi bunga melati yang sangat harum dan Aura nya pun begitu membuat ku nyaman di sisi nya.


"Wallaikumsallam, Saya izinkan" ucap beliau kepadaku, seolah beliau sudah tau apa tujuanku untuk menemuinya.


Lalu beliau mengeluarkan sebuah kertas dari dalam kantung nya.


"Makan ini" ucapan kedua dari beliau, sambil memberikan surat yang berisi penuh dengan tulisan RAJAH.


Lalu tanpa berfikir 2 kali aku memakannya, karna beliau lah yang menyuruhku. Setelah aku memakan kertas itu badan ku langsung lemas, pengelihatan ku kabur, seperti aku meminum obat tidur dengan dosis yang sangat tinggi.


"Dengan ini kamu sudah siap, wassalamuallaikum" inilah ucapan ke tiga beliau sekaligus ucapan terakhir yang ku dengar dari beliau sebelum aku jatuh terseungkur karna lemas.


.


.


Aku kembali membuka mata, dan aku melihat Abi di depan ku yang masih dalam posisi duduk silang kunci. Posisi ya sama persis seperti saat beliau mengirimku ke alam ghaib.


"Seperti nya aku sudah kembali" gumam ku pelan, kepalaku masih sangat pusing dan badan ku juga sangat lemas, lalu beliau seperti mengambil air putih yang di tuangkan di dalam gelas, beliau seperti membacakan beberapa amalan dan meniupkan kan nya kedalam gelas yang berisi air putih tersebut.


"Minum ini vin" sambil menyodorkan gelas itu kepadaku, dan membantu ku bangkit dari posisi tidur.

__ADS_1


Lalu aku langsung meminum nya, dan aneh badan ku langsung terasa begitu segar, pusing di kepalaku langsung menghilang dan pengelihatan ku langsung kembali fokus.


" air putih apa ini bi" tanya ku yang penasaran


"Ini hanya mempercepat penyatuan Sukma dan Raga mu kevin, kamau tidak merasa pusing kan? Itu karna Penyatuan Sukma mu masih dalam proses". Jawab beliau sambil berdiri untuk menyalakan lampu.


Abi : tadi kamu sudah bertemu abah?


Saya : ia bi sudah, dan Beliau memberikan ku kertas untuk ku makan.


Abi : hmmm bagus kalau begitu.


Saya : maaf bi, sekarang jam berapa ya?


Abi : sekarang sudah jam 9 malam.


Abi : "kevin ingat, aku bisa melakukan ini adalah karna Allah SWT dan kamu bisa menemui beliau di Alam sana karna Allah SWT, karna Allah SWT lah yang mengizinkan itu semua, tanpa izin Beliau tidak mungkin aku bisa melakukan nya" ucap beliau yang menasihati ku segala yang terjadi di dunia ini maupun ke anehan apapun adalah izin sekaligus kehendak dari Gusti Allah SWT.


Saya : ia bi saya mengerti


Abi : minggu depan kamu ngaji lagi di cabang, nanti baru saya kasih tau kelanjutan nya.


Saya : "siap bi" tanpa mengeluh saya hanya meng iakan perintah abi dan langsung mencium tangan beliau dan sekaligus meminta izin untuk pulang.


dan ketika saya membuka pintu rumah beliau, ternyata para senior dan beberapa junior saya masih asik ngobrol di depan rumah Abi, lalu saya di suruh duduk oleh salah satu senior hanya untuk sekedar berbincang dengan mereka, namun mereka tidak pernah bertanya apa yang aku lakukan di dalam tadi dengan abi, mungkin mereka tidak mau mengganggu privasi saya dan juga abi. Biasa ya pun setelah pengajian memang kami sering berbincang-bincang dahulu sebelum pulang, tujuan nya adalah untuk saling mengakrabkan diri dengan satu dan yang lain, agar tidak ada rasa canggung dengan para senior, ya tentu saja aku masih menghormati para senior ku walaupun kami sering sekali bercan da yang aneh-aneh.

__ADS_1


Lalu waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, aku langsung memutuskan untuk langsung pulang, dan berpamintan dengan para senior dan juga beberapa junior ku.


Di jalan pulang pun aku masih penasaran kertas apa yang telahku makan, tidak ada rasa penyesalan untuk memakan kertas itu, aku hanya bertanya-tanya apa kegunaan nya, dan hubungan nya dengan amalan pedang zulfikar yang ingin aku amalkan, "mungkin ini salah satu syarat nya" gumam ku dalam hati, mungkin minggu depan aku dapat menemukan jawab nya.


.


.


.


Sesampainya di rumah aku pun langsung merebahkan badan ku ke kasur sambil memeriksa Handphone ku, dan ternyata ada pesan dari Hani dan beberapa teman ku yang lain, lalu aku membalas Pesan mereka satu persatu, tak terasa waktu sudah meunjukan pukul 11 malam dan kufikir tidak ada salahnya menahan kantuk sampai jam 12 nanti, untuk dapat melaksanakan shalat tahajud. Aku menghabiskan waktu dengan bermain game di laptop dan ketika waktu sudah menunjukan pukul 12 aku langsung mengambil wudhu untuk melaksakan shalat tahajud. Setelah selesai aku pun langsung tertidur pulas.


"Tok...tokk...tokkk" terdengar suara seseorang yang sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar ku. Aku memutuskan untuk bangun dan memeriksa nya, " ada apa kak? Tumben tengah malam ketok-ketok pintu" saut ku, yang kufikir itu adalah ka dina yang sesang mengetuk-ngetuk pintu kamar ku.


Namun ketika aku membuka pintu kamar ku......


"Sudah lama ya kevin  "


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2