
"Yan kenapa kamu tidak cerita bahwa wanitu itu mengikuti ku? Dan mengapa aku tidak dapat merasakan kehadiran nya?"
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ryan : aku hanya tidak mau kamu panik vin.
Saya : apa kamu tidak bisa mengusir nya agar dia tidak bisa mengikuti ku
Ryan : aku merasa kasihan pada nya vin, Seperti nya dia memiliki beban yang sangat berat hingga Roh nya tidak tenang.
Saya : dia Jin yan. Kan kamu sendiri yang bilang, Jin itu menyerupai orang yang telah meninggal untuk menggagu manusia
Ryan : sayang nya dia bukan dari golongan Jin seperti yang kamu bilang
Saya : lalu dari golongan apa dia?
Ryan membalas dengan senyuman "tidak lama lagi kamu akan tau"
__ADS_1
Apakah saya tidak takut di ikuti oleh nya? Awal nya tidak, namun setelah aku mengetahui bahwa dia mengikutiku saya sangat takut, sampa-sampai saya mengajak Riyan untuk menginap di rumahnya, namun Ryan menolak. "Mungkin maksud dari Abi iwan memberitahu mu tentang hal itu, supaya kamu berani menghadapi nya vin, cobalah kau lawan rasa takut mu"
Memang ada benar nya perkataan Ryan, mungkin saja saya memang harus melawan rasa takut itu sendiri. Ketika saya sampai di rumah, ingin rasa nya aku tidur bersama ka dina di kamar nya, karna rasa takut ku kian melunjak, kaki ku lemas. Namun aku tegakkan badan ku,dan kukumpulkan keberanian ku. " Kalau tidak kumulai sekarang, kapan lagi".
.
.
Sesampai nya di tempat tidur, aku mencoba untuk tidur, tapi rasa nya sangat sulit, aku mencoba menguling-guling kan badan ku, untuk mencari posisi yang nyaman, namun aku masih tidak dapat tenang, perasaan takut masih menyelimuti ku sampai tak terasa sudah tengah malam, akhirnya aku memutuskan untuk sholat tahajud untuk menenangkan jiwaku. Selesai sholat, benar saja hati dan jiwa ku terasa lebih tenang, fikiran ku segar. Lalu saya kembali mencoba untuk tidur dan tak terasa akhirnya saya tertidur...
... : "kevin, maafkan aku" terdengar suara wanita yang begitu jelas tepat di depan ku
"Apakah ini mimpi?" Gumam ku dalam hati
... : "kevin, maafkan aku, aku sama sekali tidak berniat menakutimu"
Saya : Siapa kamu sebenarnya?
__ADS_1
Yuni : nama ku yuni, aku hanya ingin meminta sebuah pertolongan kepada mu.
Saya : kau ingin aku melakukan apa?
Yuni : aku ingin kamu...
Sebelum saya mengetahui apa yang ingin Yuni kata kan, tiba-tiba saya terbangun dari mimpi, tapi.. Kenapa Ka Dina ada di sini? Kenapa dia memeluku dengan begitu erat? Dan kenapa dia menangis?.
Ka Dina : "vin ini kamu kan? Ia kan?" Tanya kaka ku sambil memeluku dengan erat,dan dengan air mata yang masih mengalir dari mata nya
Saya : " ia ka ini kevin, kaka kenapa" saut ku yang merasa begitu kaget melihat situasi ini
Ka Dina : "tadi kamu seperti mengobrol dengan seseorang, ketika kaka hampiri,hanya ada kamu,dan kamu ngomong sendiri,ta..tapi suara kamu seperti perempuan" saut nya dengan isak tangis yang tak terbendung, tapi dia coba menahan nya agar orang tua kami tidak mendengarnya.
Kepala ku begitu sakit, saya kembali meng ingat-ingat, dan saya baru sadar ternyata tadi saya kesurupan oleh wanita itu, mendadak saya begitu kesal dengan wanita itu, tapi melihat wajah Ka Dina yang begitu khawatir aku coba menahan seluruh amarah ku.
Saya : "yaudah ka, aku kan udah gpp, kaka balik tidur lagi sana istirahat"
__ADS_1
Desi : " Gak !.. Kaka ga mau, kaka ga mau ninggalin kevin, pokok nya malem ini tidur bareng kaka" saut nya dengan nada membentak dan masih menahan isak tangis yang membuat dia sedikit sesak nafas.
Lalu saya mengangukan kepala, tanda bahwa saya setuju. Kalau kalian bilang saya takut dengan Ka Dina. Ya saya memang takut kepadanya, saya takut ketika melihat ia menangis, takut melihat ia khawatir,takut melihat iia sakit, dan aku lebih takut kehilangannya, tidak tau mengapa setiap permintaan yang muncul dari mulutnya, saya tidak pernah bisa menolaknya, sampai - sampai saya rela melakukan apapun untuk melihat senyum di wajah nya.