
"Sudah lama ya kevin"....
Aku terdiam sesaat, aku tidak bisa mengucapkan apapun, aku hanya bisa melihat nya, Sungguh aku tidak menyangka bahwa dia kini ada di depan ku...
" YUNI !!.." ucap ku yang masih tidak percaya bahwa dia berada tepat di depan ku, wanita yang sangat ingin ku temui kini berada di hadapan ku.
Wajah nya, masih seperti dulu, aku benci melihat air mata yang terus keluar dari mata nya, ingin ku segera menghapuskan air mata itu, aku sangat ingin melihat senyum yang tulus keluar dari bibir tipis nya, bukan senyum yang terbentuk karna menahan penderitaan seperti yang tergambarkan dari di wajah nya kini.
Yuni : "ke..kevin, kenapa kamu sangat ingin menolongku, bahkan kamu tidak tau si..siapa aku?" ucap ya terbata-bata, bibir tipis nya begetar saat ia berbicara, seperti seseorang yang sedang menahan tangis yang membuat dada begitu sesak.
Saya : "kini.... Ya kini aku tidak butuh alasan untuk menelongmu, aku tidak peduli siapa pun dirimu, aku hanya.... Hanya ingin menolong mu, beritau aku bagaimana aku bisa menolong mu". air mata, tanpa kusadari aku kembali mengeluarkan air mata, aku begitu kesal melihat wajah yang selalu mengais itu.
Yuni : "Sedikit... La..lagi kevin, aku akan menunggumu" jawab nya
Saya : " apa susahnya kaa...." belum sempat aku kembali bertanya, dia langsung menhampiri dan memeluku lalu ia membisikan sesuatu.
"Terimakasih" ya hanya itu yang ia ucapkan.
Lalu tanpa sadar aku terbangun dari mimpi ku. "HHAAAAAA..." aku menarik nafas panjang, seperti seseorang yang hampir mati tenggelam. air mata masih mengalir dari mataku. Satu kata terakhir itu mampu membuat dada ku begitu sesak. Aku sangat membenci hal yang tidak pasti, mengapa semua orang selalu memberiku jawaban tanggung? Aku butuh kepastian. "Memang nya siapa aku? Aku hanya anak biasa, apa yang spesial dari ku?". Gumam ku, sambil ke dua tangan ku yang tidak berhenti memukul-mukul kasur.
"Yuni.. Aku bersumpah, apapun yang terjadi aku akan menyelamatkanmu". Gumam ku geram, inilah pertama dalam hidup ku aku berani mengucapkan sumpah.
Lalu aku kembali menenangkan fikiran ku, aku mencoba mengambil nafas dalam-dalam dan ku hembuskan, terus kulakukan sampai aku bisa kembali tenang, dan aku pun kembali tertidur.
Alarm di Handphone membangunkanku dari malam yang panjang, waktu sudah menunjukan jam 5 pagi, aku langsung berusaha bangkit dari tidur ku, badan ku masih terasa lemas, mungkin karna kejadian semalam. Aku buru-buru mengambil wudhu dan melaksanakan shalat Subuh. Hari ini adalah hari sabtu, dan sekolah ku pun libur, hari ini teman-teman sekelasku akan bermain di rumah ku.
.
.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang, dan tak lama teman-teman sekelasku datang untuk sekedar bermain.
Kami menghabiskan waktu untuk bermain PS di kamarku dan bercanda-canda layak nya Murid SMA pada umum nya. Sampai tak terasa sudah jam 5 sore, dan teman-teman ku pun meminta izin untuk pulang, walaupun aku msih ingin bermain dengan mereka, aku tetap mempersilahkan mereka ntuk pulang.
Tidak lama setelah mereka pulang. handphone ku mendapat telefon masuk dan itu dari Hani.
Hani : Hai vin, malem ini sibuk ga?
Saya : engga, emang kenapa?
Hani : BT nih, masa malem minggu ga ada yang ngapelin aku.
Saya : ohhh, yaudah.. Aku mau mandi dulu,aku tutup yaa..
Hani : EHHHHH !!!! Jangan di tutup, orang lagi bercanda
Saya : haha lagian ada-ada aja.
Saya : ohh ydh, bye...
Hani : EHHHHH !! Dia mah ya, yaudah aku ngalah, aku mau ngajak kamu makan nanti malem di tempat biasa ..
Saya : nahh gitu kan enak.
Hani : au amat. Yaudah jam setengah 7 ya sampe sana.
Itu lah Hani, anak manja yang selalu gak mau kalah, tapi sifat manja nya tidak mempan kepada ku, ya walau pun kadang aku harus mengalah dan tetap melayani sifat manjanya.
Dan kami pun berjanji bertemu di tempat kami biasa bertemu, sebuah restourant ayam penyet kesukaan ku yang terletak di Kemang,Jakarta.
__ADS_1
Setelah selesai shalat isya aku pun langsung meminta izin kepada ibuku untuk pergi makan bersama Hani. Dengan manaiki taksi aku pun meluncur kesana. Sesampainya aku disana, seperti biasa.. Sang ratu ngaret 10 menit, itulah julukan yang aku berikan, aku adalah tipe orang yang tidak suka menunggu dan lebih tidak suka di tunggu. Maka tak lama Hani pun keluar dari mobil nya, dengan di antarkan supir.
Seperti biasa dia memakai celana jeans ketat berwarna putih di sertai sepatu sket orange, ia memakai kaus berlengan panjang berwarna orange, dengan rambut yang dia ikat kebelakang, semakin aku tidak bisa memalingkan pandangan ku. Seketika rasa kesal karna selalu di buat menunggu oleh nya menghilang begitu saja.
"Kenapa liat-liat? Nanti suka loh" ucap nya dengan nada sedikit nyeleneh.
"Cieee yang di apelin pak jaka" ledek ku, pak jaka itu ialah nama supir Hani.
"Ihh apaan sih, yuk masuk, aku udah laper nih."
Lalu kami pun masuk kedalam, dan mencari tempat duduk, setelah menemukan tempat duduk kami pun langsung memesan makanan.
Seperti biasa kami pun berbincang-bincang dengan topik keseharian kami, sampai Hani mengatakan :
Hani : "vin aku mau tanya serius deh?" ucap nya sambil membungkukan badan dan mentap ku dengan serius
Saya : mau nanya apa? Tumben serius.
Hani : kamu nganggep aku tuh apa si?
Saya : maksud ya? Aku udah nganggep kamu ya udah kaya sahabat aku han.
Hani : "hmm sahabat" jawabnya sambil meluruskan punggung dan membuang tatapan serius nya.
Hani : kamu tau ga sih selama ini aku..
.
.
__ADS_1
.
.